
Aku segera turun ke bawah untuk mencari keberadaan cika dan nico.
"Maas!..."langkahku terhenti saat melihat nico dan cika ternyata sedang menonton TV serial kartun yang di tayangkan setiap pagi sebelum Nico dan cika berangkat.
" Sayang kamu kenapa?" nico segera berjalan ke arahku, melihat pipiku yang basah karna air mata dan wajah pucat membuat nico hawatir.
" Kamu kenapa, kok wajah kamu pucet dan.... Kamu nangis?" nico mengusap air mataku sambil terus menanyakan bagaiamana keadaanku.
" Kamu sakit sayang, kita ke rumah sakit sekarang ya! "ucap nico menarik tanganku agar segera ke rumah sakit.
Aku menahan tangan nico,aku menggeleng," akungga papa mas. "jawabku yang kemudian memeluk nico.
" Lima menit aja biarin kayak gini dulu!" aku memeluk nico, mimpiku tadi membuatku sangat takut kehilangan nico. Bagaimana bisa aku hidup tanpa nico nantinya?!.
Dddrrrttt... Dddrrttt.... Dddrrttt.
Pak kevin is call....
Cika mengambil ponsel nico lalu memberikannya.
" Pa.. Pak kevin is call." ucap cika yang membutku melepaskan pelukanku dari nico.
" Thank you sayang," nico mengambil ponsel yang di berikan cika kepadanya.
"Sebentar ya! "ucap nico mengelus rambutku lalu berjalan keluar rumah.
" Halo, "jawab nico yang telah berada di luar rumah.
" Halo sayang." khesya menjalankan mobilnya sampai tepat di depan rumah nico.
Khesya melihat ke arah nico kemudian melambaikan tangannya.
Jelas saja perbuatan khesya membuat nico terkejut, bagaiamana jika nanti arini melihat khesya berada di sini, pasti akan ada perang besar jika itu sampai terjadi.
"Kamu ngapain ada di sini!? "ucap nico melihat ke arah khesya yang juga melihatnya.
" Aku cuma mau tau, gimana sih bahagianya keluarga yang selama ini kamu pertahankan mati - matian mas."
" Khesya kamu jangan aneh - aneh, buruan pergi dari sini sebelum arini lihat!" desak nico.
"Khesya..." ucap nico sedikit membentak.
Khesya mendengus kesal lalu mematikan telfonnya dan pergi meninggalkan rumah nico.
"Mas... "arini menghampiri nico.
Nico berbalik," iya sayang.. "jawab nico.
" Udah selesai telfonannya? "
" Udah - udah." jawab nico terus melihat ke arah gerbang takut jika khesya kembali.
Nico memegang tangan arini dan menuntunnya masuk kedalam setelah merasa jika khesya telah benar - benar pergi.
************
Di apartemen khesya....
" Kamu apa-apan sih tadi....?!" nico datang ke apartemen khesya dengan wajah kesal akibat perlakuan khesya.
"Ya.. Siapa suruh istri kamu ngestalking aku duluan mas, ya aku bales lah. "khesya berjalan menuju ruang tamu
Nico memegang tangan arini dan menuntunnya masuk kedalam setelah merasa jika khesya telah benar - benar pergi.
" Oooo..jadi kamu pikir ini kompetisi? "
" ya... emang kompetisikan mas, kompetisi buat jadi yang terbaik untuk kamu."
"Khesya...."khesya menghentakkan tangan nico yang memegangnya."
" Mas selama ini kita itu cuma jalan di tempat, ngga ada perubahan apapun dalam hubungan kita. "
" Khesya hubungan kita ini jelas, kita saling cinta dan sebentar lagi kita akan menikah. "
" Tapi kapan mas, kapan?.... Kamu terus bilang kita akan menikah tapi kita ngga nikah - nikah sampai sekarang. Kamu selalu alasan arini, arini dan arini memang kalau arini sudah melhirkan arini bisa menyetujui kita? Dia ngizinin kamu buat nikah lagi?."
Nico berusaha untuk menenagkan khesya, agar bisa mengerti keadaannya.
Khesya menepis tangan nico dari bahunya "Enggakan mas? "sambung khesya.
" Khesya, aku ngerti perasaan kamu saat ini tapi tolong kamu jangan kayak gini.... Aku serius soal perkataan aku untuk nikahin kamu."
Khesya berulangkali menepis tangan nico, "khesya..." nico menghela nafas panjang lalu keluar menuju dapur.
Melihat nico keluar khesyapun ikut keluar, khesya memeluk nico dari belakang, "maaf.. Maafin aku sayang, aku emosi tadi." ucap khesya terus memeluk nico.
Nico berbalik dan mencium kening khesya, "aku ngerti apa yang kamu rasaain. Jangan kayak gini lagi ya...!" ucap nico menatap khesya.
Khesya mengangguk, "iya mas." jawab khesya.
************
__ADS_1
Di sekolah cika..
Arini dan salsa bertemu di sekolah cika saat mereka sama - sama mengantar anak kesayangannya.
"Hati - hati ya bi. "ucap salsa saat bianka akan pergi dengan cika.
" Iya mam. "jawab cika yang masih bergandengan dengan cika.
" Yang akur ya sayang." ucap ku melambaikan tangan pada cika yang berlari pelan bersama bianka menuju kelas mereka.
" Haii... Mam!" seorang wanita cantik datang menyapa kami berdua saat aku dan salsa sedang fokus melihat kedua anak kami.
Aku berbalik dan melihat ke arah orang yang menyapa.
"Perempuan ini... "salsa cukup terbelalak melihat kedatang wanita yang pernah ia lihat bercembu mesra dengan nico di parkiran mobil kantor Nico.
Arini tertegun melihat kedatangan khesya ke sekolah anaknya," apa yang di lakukan selikungan suaminya itu di sini? Apa dia mencoba mrngambil hati cika?. "pikir arini. Namun buru - buru di hapuskannya agar ia tidak terlihat mencurigakan.
" Hai..." saut arini sembari tersenyum ke arah khesya, "kamu keliatan ngga asing deh." sambung arini berpura gpura tidak mengenal khesya.
"Oh... Iya mbak kitakan emang pernah ke temu di mall waktu itu. "jawab khesya mengulurkan tangannya pada arini," kenalin saya khesya, guru baru di sekolah ini. "arini menyambut uluran tangan khesya," Arini "jawab arini, sambil cipika - cipiki agar sandiwaranya semakin reall. Arini juga bermaksud untuk mencium aroma farfum khesya untuk membuktikan apakah benar wangi farfum yang melekad di pakaian nico selama ini adalah farfum khesya.
" Oohh... Iya di toko anting bukan. "sambung arini lagi.
" Iya mbak." jawab khesya sembari tertawa.
" Itu antingnya bukan?"
" Iya mbak, kebetulan lagi di pake. "
"Ooo iya yang di pilihin suami sayakan? "ucao arini penuh penekanan.
Khesya mengangguk, dan kemudian pamit untuk pergi ke ruang kepala sekolah.
" Yaudah saya pergi dulu ya.... Saya hrus ke ruang kepala sekolah solnya." ucap khesya untuk bisa menghindari arini.
Arini mengangguk di ikuti oleh salsa yang juga tersenyum canggung pada keduanya.
Di kelas khesya menyapa anak didik barunya, khesya memperkenlkan dirinya pada semua anak yang ada di sana. Menyapa, menanyakan kabar ataupun kesenangan mereka masing - masing. Tidak butuh waktu anak didik baru khesyapun bisa langsung akrab dengan khesya tal terkecuali pada cika dan bianka. Pertemuan awal mereka itu di akiri dengan foto bersama serta bersalaman sebagai bentuk adaptasi pertama agar semua anak didiknya tidak takut ataupun mersa canggung pada guru baru seperti dirinya.
"Cika... "khesya memanggil cika saat semua murid telah kelur untuk beristirahat.
" Iya miss..." jawab cika mendekati khesya.
" Kita foto bareng yuk!"
Cika tersenyum, "ayo miss." jawab cika yang langsung mendekati khesya.
Beberapa kali jepretan di ambil oleh khesya kemudian melihat hasil dari foto - foto mereka.
" Kamu gemesin banget sih." puji khesya pada cika.
" Thank you miss. "ucap cika atas pujian khesya.
" Cikaa!" saat khesya dan cika sedang melihat glihat hasil fotonya bianka sahabt cika datang dan mengajaknya untuk bermain.
" Cika ayo kita main!" panggil bianka.
"Iya. "saut cika yang kemudian pamit pada khesya.
" Mis cika main sam bianka dulu ya."
"Iya sayang, take care ya! "ucap khesya memperigati saat khesya dan bianka telah berlari keluar kelas.
Kheya melihat fotonya bersama cika, khesya tersenyum lalu mengirimkan itu pada nico.
*************
Ting....
Nico merogoh ponselnya dan melihat chat yang baru masuk.
...Pak kevin...
" Anak kamu gemesin ya."
Isi chat dari khesya.nico berdecak dan langsung keluar dari kantornya tanpa membalas pesan dari khesya.
.
.
Di apartemen khesya, nico menunggu khesya balik dari sekolah tempatnya mengajar. Nico tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan khesya di sekolah anaknya itu.
Ceklek
Khesya masuk dan melihat nico sudah menunggunya di dalam apartemen.
"Sayang kok kamu ada di sini? "khesya menutup pintu dan masuk menghampiri nico.
" Kamu ngapain ke sekolahannya cika?"
__ADS_1
" oh... Itu, aku lupa ngasih tau kamu kalau di sekolah aku itu lagi ada pertukaran guru, ya jadi gitu deh. Aku di pindahin ke sekolah anak kamu dan guru di sana di pindahin ke sekolah aku."
"Kenapa harus sekolahnya cika?"
Khesya menaikkan kedua bahunya, "takdir mungkin." jawab khesya ngasal.
Khesya memegang bahu nico, "mass... Lagian kenapa sih?, malah bagus dong kalau aku bisa satu sekolah sama anak kamu. Itu tandanya aku dan cika bisa cepat akrab. Mau bagaimanapun aku dan cika memang harus akrabkan mas, kan nanti aku akan jadi ibu sambung cika."
Nico menghela nafas panjang," ya kecuali kalau kamu memang ngga serius sama hubungan ini. "ketus khesya melihat nico yang menghela nafas.
" Bukan gitu sayang tapi,..... Kamu ngga bisa gegabah kayak gini, kamukan tau arini udah cari - cari alamat kamu jadi besar kemungkinan kalau arini itu tau siapa kamu."
" Istri kamu belum tau siapa aku kok, kalau dia tau pasti dia udah cakar atau ngamuk pas ngeliat aku di sekolah cika tadi. Tapi dia keliatan biasa aja bahkan dia salaman dan ciuman sama aku."
Nico menghela nafas, nico sangat cemas dengan semua keadaan ini ia takut jika rahasinya ini terbongkar sebelum arini melahirkan. Nico tidak mau menyakiti siapaun termasuk arini dan calon bayinya.
Nico melepaskan pengangan tangan khesya, nico memalingkan wajahnya. Berusah untuk menenangkan dirinya terhadap kondisi yang sedang ia hadapi ini.
**************
Angga terlihat tergesa - gesa untuk bisa segera sampai di restoran tempat ia akan dinner dengan mia. Dinner pertama dengan status mia sebagai tunangannya. Begitu sampai di restoran anggapun langsung bergegas lari masuk kedalam restoran untuk menemui mia.
"Sorry.. Sorry ya sayang, aku telat tadi macet banget. "ucap angga yang masih berdiri di depan meja tempat mereka pesan.
" Iya ngga papa, lagian aku juga belum lama." mia tersenyum ke arah angga sembari mempersilahkan angga untuk duduk.
" Kamu mau pesan apa, soalnya aku udah pesan tadi.? "tanya mia pada angga
" Samain aja sama pesanan kamu, karna apa yang kamu suka juga aku suka." jawab angga sembari menggombali mia.
Mia memanggil pelayan lalu memesan makanan yang sama dengan pesanannya tadi.
Angga memegang tangan mia," Ngga nyangka ya.. Sekarang kita udah tunangan. Aku ngga sabar deh.. Mau ngehalalin kamu. "
Mia hanya tersenyum menanggapi gombaln angga.
Angga memperhatikan wajah mia yang sepertinya tidak tertarik dengan semua obroannya. Angga melihat wajah mia lebih dekat," Kamu kenapa, kok kayak ada yang kamu pikirin gitu? "
Mia menghela nafas," Aku mau nanya sama kamu."
"Soal apa? "tanya angga terlihat serius dengan wajah mia.
Seorang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka berdua. Mia dan angga menunggu sampai pelayan itu selesai baru mereka melanjutkan obrolan mereka.
" Aku mau nanya soal nico ke kamu." angga mengerutkan keningnya, "Soal nico?" tanya angga yang terlihat heran juga penasaran.
"Jadi gini,beberapa hari yang lalu arini minta tolong sama aku buat nyelidikin satu nomor,yang katanya itu nomor mencurigakan dari hp suami temennya. "
"Ha... Maksudnya gimina sih sayang? "
"Arini bilang kalau temen dekatnya nemui satu nomor mencurigakan dari hp suaminya dan dia minta tolong ke arini buat bantuin dia cari tau siap orang di blik nomor yang selalu nelfonin suaminya itu."
Angga mengangguk, " ya Terus....?"
"Ya firasat aku bilang nomor yang arini kasih ke aku itu bukan untuk temennya tapi untuk dia. Dia sengaja bilang kalau itu untuk temennya padahal itu buat dia sendiri."
Angga seketika langsung bungkam begitu mendengar penjelasan dari mia. Angga teringat dengan pembicaran nico di telfon dan makanan yang di kirim oleh wanita yang di sebutkan di telfon oleh nico tadi siang.
" Arini sengaja bilang itu untuk temennya karna dia malu nyebutin secara lngsung ke aku kalau rumah tangganya sama Nico itu lagi ngga baik-baik aja."
"Dia nyembunyiin itu dari kita karna selama ini kita menganggap kalau rumah tangga arini itu sempurna, indah, romantis, kita selalu bilang kalau arini wanita paling beruntung bisa dapetin nico, padahal arini ngga seberuntung itu." jelas mia dengan penuh kekesalan dalam dirinya karna ia selalu memuji - muji nico, tanpa ia sadari ia membuat sahabtnya tertekan dengan semua ucapannya.
" Angga... Ngga kamu dengerin aku ngga sih?" mia melihat angga yang diam tanpa menanggapi apapun ucapannya.
"Iya.. Aku dengar kamu kok.
Terus menurut kamu gimana? Aku benerkan, nico emang selingkuhkan? "
Angga menggenggam tangan mia lalu mengelusnya," Mia sayang.... Kamu ngga boleh ambil kesimpulan kayak gitu, siapa tau kalau nomor yang di kasih sama arini ke kamu itu bener - bener untuk temennya.lagian menurut aku selama ini ngga ada yang mencurigakan dari nico. Aku liat rumah tabgga arini dan nico juga baik - baik aja. "mia berdecak lalu melepas gegaman tangan angga.
" Ngga jangan mentang - mentang dia sahabat lo, lo jadi mihak sama nico. Lo tau tapi lo ngga mau ngasih tau. Kalau gini gue jadi ragu sama lo jangan sampe kita nikah nanti lo malah selingkuh. "mia berdiri dan meninggalkan angga.
Angga cepat mengejar mia dan menahannya untuk tidak pergi." mia jangan kayak gini, aku ngga maksud buat bela siapapun. Aku berpendapat sesuai apa yang aku lihat. "
" Kalau memang gitu kamu pasti akan setuju sama pendapat aku, bukan malah bela nico yang jelas - jelas memang selingkuh."
"Mia... Mia pliase. "tahan angga lagi." Aku ngga mau kita berantem cuma gara - gara masalah ini. "
" Masalah ini kamu bilang, masalah arini itu masalah aku juga. Aku ngga bisa liat arini menderita!. "
" Yaa.. Aku tau tapi jangan ngerusak hubungan kita juga. "
Mia melepas cincin yang di berikan angga padanya," Hubungan kita emang udah rusak sejak kamu ngga sependapat sam ku! "mia memberikan cincin itu pada angga lalu berjalan cepat keluar dari restoran. Mia tidak mempedulikan pendapat orang - orang yang terfokus padanya dan angga gara - gara perdebatannya itu.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1