Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 30.Pertengkaran hebat


__ADS_3

" Aku nanya kenapa harus alaska mas?. Dari sekian banyak tempat yang indah di dunia ini, kenapa kamu harus pilih alaska?"


"tunggu dulu sayang, aku bisa...."


"Stop!,aku belum selesai ngomong mas! "bentak arini memotong ucapan nico.


Nico mengangguk," Oke... "ucap nico mempersilahkan arini untuk bicara.


" Aku udah tau mas, aku udah tau semuanya!!" ucap arini penuh penekanan.


" Aku udah tau wangi farfum siapa yang aku cium di badan kamu setiap pagi. Aku juga tau anting yang kamu kasih ke aku yang katanya untuk hadiah sebenernya buat siapa.aku tau mas"


Dan satu lgi, PAK KEVIN.... "Arini tertawa" Ssiiitt.... Itu sebenernya bukan pak kevin kan mas? Tapi KHESYA ADMAJA! "Arini menghela nafas panjang setelah mengatakan itu semua.


" Oke... Boleh sekarang aku yang bicara? "tanya nico yang telah memikirlan alasan untuk ia sampaikan pada arini untuk bisa menyangkal semua ucapan arini.


" Ya.. Silahkan mas, silahkan kamu jelaskan dan kamu akui semuanya!"


" Sebelumnya aku minta maaf sama kamu karna selama ini aku ngga ngasih tau kamu, kalau aku sebenarnya dapet projek rahasia dan projek ini sangat besar, sehingga mereka ngga ngebolehin aku untuk ngasih tau ke siapapun termasuk istri aku sendiri. "jelas nico.


Arini menggeleng sambil tersenyum sinis mendengar alasan nico yang sangat tidak masuk akal.


" Aku di kirim ke alaska karna ada urusan diplomatik di sana dan mereka nyuruh aku untuk nyiapin satu alat komunikasi supaya pembicaraan mereka ngga mudah untuk di sadap. "sambung nico lagi.


Nico memegang tangan arini" ini itu projek impian sayang banyak yang ikutan di sini, makannya aku ngga di bolehin untuk kasih tau ke siapapun termasuk teman - teman aku, sahabat aku termasuk kamu sekalipun karna ini emang projek yang besr banget sayang, kamu ngertikan? "


Arini menatap nico dengan tatapan tidak percaya, arini tidak menyangka sampai seperti ini nico membohonginya hanya untuk mempertahankan perempuan itu.


" Kalau mereka tau rmangnya kenapa mas?"


" Ya.. Ya pasti proyek ini____" nico terdiam saaat arini menunjukkan lipatan kertas di hadapannya.


"Kamu mau tau ini apa? "tanya arini.


Nico sangat gugup, ia mengangguk mengiyakan ucapan arini.


Arini tersenyum, namun senyuman yang sangat tidak tulus." ini daftar list penumpang pesawat yang kamu naikin kemarin mas. Dan kalau benar, apa yang kamu bilang tadi mas? Aku ngga ngerti!?" tanya arini.


"Sayang ini.... "


" Apa tadi mas!" tegas arini tidak membiarkan nico untuk kembali menyangkal.


"Projek-rahasia! "jawab nico terbata - bata.


" kalau ini projek rahasia nama kamu ngga mungkin ada di sini mas! "Arini melempar kertas yang ia pegang ke wajah nico.

__ADS_1


Nico mengambil kertas yang di lemparkan oleh arini kepadanya.


" KAMU NGGA CAPEK APA MAS BOHONG TERUS SAMA AKU, AKU AJA YANG DI BOHONGIN KAMU CAPEK LOH, CAPEK!!"


Nico menggeleng" ngga gitu sayang. Ini pasti ada yang sengaja ngejebak aku supaya kita berantem seperti ini sayang. Kamu harus percaya sama aku! "kekeh nico.


" Ngejebak?..." arini tertawa " siap yang mau ngejebak kamu?"


" Ya.. Aku ngga tau sayang. Aku serius, ini itu projek besar. Ini projek gedek banget buat apa aku bohong!"


Ini pasti ada orang yang ngga suka karna aku menangin projek ini. Makannya dia ngejebak aku dengan cara seperti ini. Ini itu sengaja!" sambung nico lagi memeperkuat sangkalannya agar arini percaya.


"Sengaja gimana sih mas?..." arini berdecak kesal, "ini itu udah ada buktinya di depan mata kamu!" arini merebut kertas yang di pegang oleh nico. "aku udah capek - capek ngeprint buat kamu loh mas...."


"Itu ngga bener..... "


" Ngga.. Ngga kamu itu ngga ngerti mas. DENGERIN AKU DULU!" bentak arini saat nico ingin memotong pembicaraannya lagi.


Nico terdiam di ikuti oleh arini yang juga terdiam. Arini menarik nafas yang dari tadi terasa sangat sesak menahan emosinya.


" Kamu itu...."


"bentar... BENTAR! "bentak arini yang lagi - lagi memotong ucapan nico.


" aku ngga lagi mau nyangkal? "


" Terus... ? "


" aku cuma mau bilang kalau semua ini itu ngga bener. Ini semua ngga bener arinu.!!!" kekeh nico yang masih saja tidak mau mengakui jika ia berselingkuh.


"Kamu itu semenjak hamil bawaannya curiga mulu sama aku, aku juga ngga ngerti kamu kenapa padahal aku itu cuma kerja buat kamu buat cika, buat kita semua!"


Arini mengangguk, "oke fine... Kamu kerja keras untuk aku sama cika. Ya aku tau. Thank you mas... Thank you banget. Tapi yakin cuma untuk aku sama cika?"


"Iya terus buat siapa lagi? . "


Arini melempar kertas yang ia pegang tadi ke arah nico "Terus yang ada di dalam list pengeluaran kamu itu siapa?.. SIAPA MAS.. ?"


"KHESYA ADMAJA ITU SIAPA?.... "arini mengambil kertas yang ada di atas meja lalu menunjuk nama dengan pengeluaran terbesar di sana." namanya ada di mana - mana loh mas? Arini membuka lembaran demi lembaran di dalam kertas itu..


" Kamu transfer berkali - kali ke dia pake rekening yang aku sendiri ngga tau kamu punya.. "


Nico diam membeku melihat emosi arini yang semakin menjadi - jadi.


" Dan ngga cuma itu, kamu beliin dia apartemen seharga 5 M cuma untuk dia.!" arini melempar semua kertas itu ke arah nico.

__ADS_1


" Ssssiiiiittttt....." umapat arini melihat ke arah nico yang hendak menyangkal lagi.


"Dan kamu bawa dia ke alaska, yang kamu tau itu mimpi aku mas. Mimpi aku yang pernah kamu janjiin waktu itu!" arini menepis air matanya berkali - kali rasa sesak di dadanya semakin menjadi - jadi.


Nico menggeleng, "Aku ngga ngerti sama kamu rin. Aku udah bilang sama kamu kalau semua ini itu ngga bener tapi kamu tetep aja termakan dengan semua jebakan ini. Kamu bener - bener udah gila. Gila tau ngga" hujat nico pada arini.


"KAMU YANG GILA MAS. "Pekik arini.


" Sumpah semua data ini ngacok, ngacok tau ngga. Aku sendiri aja ngga tau kalau data seperti ini itu ada. Sumpah ini orang niat banget untuk buat kita berantem." nico mengibaskan semua kertas - kertas di lantai dengan kakinya.


Arini memelototi nico yang bicara seperti itu, nico tidak tau jika semua data itu ia dapat dari hasil penyelidikannya sendiri dan sekarang dengan seenaknya nico bilang jika itu ngacok. Arini benar - benar tidak habis pikir dengan jalan pikir suaminya itu, bukannya meminta maaf atau memohon ampun padanya tapi sekarang nico malah berkata jika semua data yang ia dapatkan itu ngacok. Gila memang.


"Ngaco?... "arini memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit." Kamu... Aaaaiiiss"arini duduk di sofa yang berada tidak jauh darinya kepalanya terasa akan pecah belum lagi dengan perutnya yang terasa sangat keram.


Nico berjalan menuju pintu kamar, berjaga - jaga jika arini melanjutkan perdebatan ini ia akan kembali keluar dan meninggalakan arini sampai keadaan membaik.


"Kamu gila tau ngga... "hujat nico menatap arini yang memalingkan wajahnya.


'' KAMU YANG GILA MAS!" bentak arini sambil terus memegangi perutnya.


Nico dan arini saling terdiam, nico memperhatikan arini yang terlihat sedang kesakitan.


"Hey... Kamu kenapa? '' tanya nico dari kejauhan.


Arini tidak menjawab melainkan semakin memegang perutnya erat.


Nicopun mendekat dan memeriksa keadaan arini."tangan kamu dingin banget kita harus kerumah sakit sekarang!" nico memegang bahu arini untuk membopongnya ke rumah sakit namun arini malah menepisnya.


"Ngga usah peduliin aku mas! "ketus arini menahan rasa sakitnya.


" Ngga kamu harus kerumah sakit sekarang!" tegas nico memaksa arini untuk ikut bersamanya.


.


.


.


Bersambung


Duh kezell deh udah jelas buktinya udah di depan mata ngga ngaku lagi. Kezell banget ngga sih atau cuma aku yang kezel?.....


Jangan lupa like dan komen ya gays👇👇


Happy reading gays!

__ADS_1


__ADS_2