Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 38.Tuntutan


__ADS_3

Arini datang ke kantor mia untuk membahas tuntutannya terhadap nico. Mia juga sudah menyuruh nico untuk datang membicarakan perihal tuntutan yang di layangkan arini kepadanya.


Tok... Tokk.. Tok.


Sekretaris mia datang menyampaikan bahkan nico sudah datang.


"Permisi buk, pak nico sudah menunggu ibuk di bawah."


"Oh.. oke suruh dia masuk aja ya!... "pinta mia yang di angguki oleh sekretarisnya itu.


Tak berselang berselang lama sekretarisnya itupun datang lagi mengantarkan nico ke ruangan mia.


" Silahkan pak!" ucapnya membukakan pintu untuk nico.


"Terima kasih... "ucap nico yang kemudian masuk kedalam ruangan mia.


Nico berhenti tepat di depan arini yang sedang duduk di sofa dalam ruangan mia.


" Silahkan duduk pak nico yang terhormat!" pinta mia penuh penekanan.


Nico melihat ke arah mia sinis lalu duduk di sofa yang berhadap - hadapan dengan arini.


"Apa lagi ini, drama - drama apa lagi yang mau kamu mainin sekarang. Apa belum cukup drama kemaren?" tanya nico pada arini.


Arini memelototi nico, " Ini bukan drama lagi mas, bukan permainan petak umpet yang kamu mainin selama ini di belakang aku. Tapi ini soal tuntutan yang aku bilang ke kamu kemaren. "jawab arini.


" are you serious? "


" Ya..."


Nico menggeleng, lalu tertawa melihat keseriusan arini yang akan memenjarakannya.


" Jadi gini makud dan tujuan saya meminta bapak nico datang ke sini adalah untuk menjelaskan tuntutan yang di layangkan arini pada bapak. "


" Bicaranya biasa biasa aja ngga sih ngga usah sok formal gitu. Langsung aja! "protes nico pada mia.


" Oke... Bagus kalau lo maunya gitu." jawab mia tak kalah ngegas.


" Jadi gua di sini sebagai pengacara arini mau jelasin soal tuntutan arini ke lo." nico menatap mia dengan sinis.


" Jadi dalam kasus lo ini lo bisa terkena pasal 284 KUHP dengan hukuman sembilan bulan penjara." jelas mia.

__ADS_1


" What?... "nico menggeleng dan melihat ke arah arini.


" Kamu ini lagi kenapa sih, kenapa harus bawa - bawa polisi? "


" Kamu seneng lakuin ini ke aku, are you happy?"


Air mata arini berlinang namun ia tetap menatap nico dengan tatapan sinis" no... Aku ngga happy sama sekali dengan keadaan ini semua. SAMA SEKALAI!... "ucap arini penuh penekanan.


Nico membuang wajahnya, dengan umpatan yang tak lepas dari mulutnya.


" Arini ngasih lo dua pilihan, yang pertama kita akan lanjut laporin lo ke polisi dan yang kedua arini ngga akan ngelaporin lo ke polisi asalkan lo ninggalin perempuan itu dan menandatangani surat perjanjian yang akan di notariatkan. "


Nico berdecak mendengar kedua pilihan yang tidak menguntungkan sama sekali untuknya.


"Harusnya sebagai orang yang terhormat lo pasti tau kan keputusan apa yang harus lo ambil kecuali lo bener - bener bego."


Brak...


Nico menggeprak meja yang ada di depannya, "Lo bisa diem ngga sih, gua punya masalah sama arini bukan sama lo."


"Tapi arini klien gua dan otomatis masalah arini itu masalah gua."


Nico masih tidak terima dengan semua tuntutan yang di katakan mia padanya.


" Hakk asuh anak akan jatuh ke arini, harta gonogini sebagiannya juga akan jatuh pada arini. "


" ngga cuma tanggung jawab kurungan tapi lo juga akan di suruh bayar tunjangan. Dan pekerjaan dengan penghasilan besar kayak lo itu nilainya gede banget jadi tolong lo pikirin baik - baik "sambung mia lagi semakin memojokkan nico.


" Ssssiiiiiittttt...." umpat nico berdecak kesal.


" Gua tau ini ngga ada yang enak buat lo tapi saran gua lo pilih kerugian yang paling kecil itupun kalau lo masih punya otak ya..."ucao mia mendekapkan kedua tangannya di dada sambil menatap nico remeh. Jujur saja saat ini mia sangat kesal juga marah terhadap nico.


Nico mengepal tangannya kuat, kalau saja yang di hadapannya ini bukan perempun mungkin ia sudah menghajarnya habis - habisan.


"Kita kasih lo waktu tujuh kali duapuluh empat jam buat lo mikirin ini semua!.... "


Nico menghembuskan nafas kasar,"oke...." nico berdiri lalu mendekati arini. "aku kasih tau sama kamu, kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau tapi satu hal yang harus kamu tau kamu ngga akan pernah bisa memutuskan hubungan saya dengan cika denger itu...!" ketus nico yang kemudian keluar dari ruangan mia.


Mia mendekati arini, kemudian mengusap bahunya," Ngga usah di dengerin ya rin. Lo pasti bisa ngelaluin ini semua!"ucap mia menyemangati arini.


****************

__ADS_1


Nico pergi ke apartemennya khesya selepas ia balik dari kantor mia. Pikirannya sangat kacau saat ini ia tidak bisa memikirkan keputusan apapun soal pilihan yang di berikan arini kepadanya.


" Kamu kenapa sih mas?..." tanya khesya memberikan secangkir kopi pada nico.


Nico hanya bisa diam dan menggeleng, ia tidak tau akan menceritakan dari mana pada khesya agar khesya paham keadaannya.


"Yaudah... kalau kamu belum siap cerita sekarang akan aku tunggu kamu siap untuk ceritain semuanya ke aku. "khesya mengelus bahu nico lalu kembali ke dapur untuk mempersiapkan cemilan yang ia beli tadi.


Nico melihat khesya yang mempersiapkan cemilan untuknya.


Nico menghembuskan nafas kasar lalu berjalan mendekti khesya," Arini akan laporin kasus ini ke polisi..." ucap nico saat ia telah di dekat khesya.


Khesya langsung meletakkan garpu dan pisau yang ia pegang saat nico mengatan itu kepadanya. "yang bener aja mas? Ini ngha masuk akal kita ngga ngelakuin kejahatan.


" Terus kalau ini lanjut ke pengadilan aku gimana mas, orang tua aku, karir aku, karir kamu, nama baik kamu, hubungan kita gimana mas?...."


" Iya iya aku tau aku juga pusing mikirin itu semua aku ngga tau harus ngapain sekarang. "


"Istri kamu jahat banget sih mas, dia egois banget!"


"Arini ngga egois, dia cuma emosi dia ____"


"Dia jahat mas ngga usah ngebela dia lagian kamu kenapa sih?"


"Ya aku tau tapi kamu ngga boleh bilang dia kayak gitu karna apa yang dia rasain sekarang itu pasti juga sakit"


"Apa sih mas dalam ke adaan sekarang ini kamu masih belain dia."


"Kamu gimana sih mas kamu ngga mikir gimana aku, gimana kamu kenapa kamu masih bela dia.?"


"Iya aku tau..... "nico berusaha menenangkan khesya yang terlihat sangat emosi.


Nico memegang tangan khesya," aku janji aku akan pastiin nama kamu ngga akan terseret - seret dalam masalah ini!"nico menatap mata khesya" aku janji... "


Khesya melepaskan tangan nico" Tau ah mas, dasar istri kamu ngga punya hati... "ucap khesya yang kemudian masuk dan membanting pintu kamarnya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2