
Mia membaringkan tubuhnya di atas sofa, lelah seharian bekerja membuatnya terkulai lemas sekarang. Pikiran - pikiran mulai memasuki otaknya saat ia menatap langit - langit rumah dengan tatapan kosong.
Dalam lamunan itu mia teringat dengan ucapannya pada angga saat kejutan ulang tahunnya dulu. Mia baru ingat jika dia akan memaki cincin pemberian angga jika ia sudah merasa suka pada angga.mia turun dari sofa lalu berlari menuju kamarnya untuk mencari cincin lamaran angga yang tidak ingat ia taruh di mana.
Mia membuka laci glaci perhiasan serta lemarinya untuk mencari keberadaan cincin tersebut.
"Gue tarok di mana ya? "mia mulai gelisah saat cincin yang di berikan angga tak kunjung ia temukan. Mia benar-benar lupa menaruh cincin itu di mana.
Dddrrrttt... Dddrrrttt... Ddrrrttr...
Ponsel mia terus bergetar saat ia mencari cincin yang di berikan angga kepadanya. Deringan ponsel itu membuatnya bertambah kesal. Mia mrngangkat telfin tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang menelfon.
"Halo... Ada apa gue lagi sibuk, ngga usah ganggu bisa ngg sih? "bentak mia pada penelfon yang belum ia ketahui.
" Ooo.. Sibuk ya. "jawab angga dengan nada sedih.
Mia terbelalak dan melihat layar ponselnya," Sorry... Sorry gue ngga tau kalau itu lo. "mia merasa bersalah karna sudah membentak angga seperti itu.
" Iya ngga papa, tapi BTW kamu lagi sibuk apa."
"Ngga.. Sekarang udah ngga sibuk. "
"Kalau gitu mau ngga jalan sama aku?"
"Kemana? "
"Kalau di sebutin ngga supriase dong jadinya."
"Oke... Lo jalan dulu aja ke sini, gue siap - siap dulu. "
"Aku udah ada di depan rumah kamu."
"Ha.... "mia langsung melihat dari jendela kamarnya dan benar saja angga sudah ada.
" Yaudah kalau gitu gue siap - siap dulu, lo tunggu aja di sana. "
" Oke baby." mia langsung mematikan telfon dan bergegas untuk bersiap - siap.
********
Lima belas menit perjalanan akirnya merekapun sampai di sebuh cafe yang mia sendiri tidak tau itu cafe apa. Baru kali ini mia mengunjungi cafe tempat angga membawanya ini. Di lihat dari luar cafe itu sangat menarik mengambil konseb gogreen membuat cafe itu seakan - akan hidup. Suasana di sana sngat sejukkarna banyaknya tanaman di sekelilingnya. Cafe ini memang tidak mewah tapi pemandangan di sanalah yang membuat cafe ini spesial.
"Enak ya... cafenya, nyaman. gue yakin kalau kita pergi ke sini pagi pasti udaranya sejuk banget. "puji mia melihat - lihat sekeliling cafe yang pengunjungnya tidak terlalu ramai.
" Iya... Gue sengaja buat konsep gogreen kayak gini biar orang - orang bisa liat kalau alam jauh lebih indah daripada cafe - cafe mahal yang cuma ngandelin AC dan aksesoris mahal sebagai keindahannya. "jelas angga mempersilahkan mia untuk duduk.
Mia sedikit tercengang dengan ucapan angga," Jadi... Cafe--"
" Iya,.... ini cafe gue. Usaha sampingan buat nambah gnambah prmasukan, itung - itung buat modal nikah sama lo. "
" Waw... Gue sedikit kagum sama lo.
Jadi lo udah suka sama gue."
"Gue cuma bilang kagum bukan suka. Ngga tau deh nanti."
__ADS_1
Mia mengalihkan pandangannya ke seluruh cafe hanya beberapa kariawan dan pengunjung yang makan di dalam cafe yang baru di buat oleh angga.
"BTW.... Kok sepi ya, lo belum promosin?" tanya mia.
Angga menggeleng, "belum, rencananya sih nunggu lo terima lamaran gue dulu ya baru gue resmi buat buka cafe ini. Biar nanti pas gunting pita gue ada pendampingnya." angga menaik - naikkan alisnya sambil melihat ke arah mia.
"Apaan sih lo... Kalo buka - buka aja kali ngapain harus nunggu - nunggu gue. Lagian gue juga belum tentu nerima lamaran lo."
"Mia sayang.... Cafe ini itu khusus gue rancang buat lo. Lo tau ngga sih kenapa gue pake konsep alam untuk cafe ini selain alasan yang gue sebutin tadi."
"Kenapa?"
" Karna cinta gue ke lo itu kayak alam, alami,tulus, bikin nyaman."
Seorang pelayan mengantarkan makanan yang lebih dulu angga persiapkan sebelum ia membawa mia ke cafe baru miliknya.
Wajah mia yang tersipu mendengar gombalan angga namun tersembunyikan karna pelayan yang mengantarkan makanan kemejanya. Mia cukup bersyukur karna kehadiran pelayan itu, setidaknya angga tidak bisa menggodanya karna wajahnya yang sedang memerah saat ini..
Angga mempersilahkan mia untuk mencicipi makanan andalannya.
"Lo cicipin... Biar gue tau apa aja yang kurang dari gue. "mia mengerutkan dahinya," maksudnya makanan gue! "ralat angga dengan cepat.
Menit demi menit, tak terasa obrolan mereka makin panjang walau yang lebih banyak berbicara itu angga tapi mia terlihat sangat menikamti. Qualititame bersama angga menghilangkan semua lelah dan penatnya bekerja.
Dinnernya bersama mia di cafe miliknya, angga tutup dengan menyanyikan lagu spesial untuk mia. Lagu yang berjudul cinta karna cinta milik judika di lantunkan dengan sangat merdu oleh angga sehingga semua pendengar yang ada di sana terpikat dengan indahnya lantunan - lantunan nada yang di nyanyikan oleh angga. Tak terkecuali mia yang saat itu sanggat tidak menyangka jika angga adalah sosok pria yang sangat sempurna, mia baru menyadari jika pria yang selama ini mendekatinya adalah sosok malaikat yang selalu membuatnya bahagia. Tidak seharusnya ia menyia - nyiakan angga seperti ini.
***********
Nico membuka pintu rumah dengan sangat hati-hati. Karna keseruannya dengan khesya di apartemen yang baru ia belikan sebagai hadiah untuk khesya membuat nico lupa waktu dan pulang sangat larut.
Ceklek...
Suara pintu terbuka membuat arini berbalik dan melihat ke arah pintu.
"Mas.. "ucap arini melihat ke arah nico yang terlihat kaget dengan panggilan arini.
" Sayang.." nico masuk kedalam kamar dengan senyum canggungnya ke arah arini.
" Kamu lagi ngapain kok belum tidur?" tanya nico mrndekati arini yang sedang memainkan leptop.
"Belum ngantuk mas,... Ini aku abis nonton sekalian nungguin kamu." jawabku memperlihatkan film yang baru saja selesai.
Nico mengangguk, "kamu lembur lagi mas?" tanyaku memperhatikan ekspresi wajah nico yang tegang.
"Oh... Iy-iya"
**************
Di kantor mia....
Salah satu kariawan mengetuk pintu ruangan mia, menyampaikan jika ada yang ingin menemuinya.
"Permisi buk ada yang ingin bertemu dengan ibuk! "
"Iya, suruh masuk aja ya."
__ADS_1
"Baik buk. "ucapnya lalu meninggalkan ruangan mia untuk memberitahu sang tamu untuk masuk.
Tok... Tokk
Arini membuka pintu ruangan mia sambil mengatakan," Surprise..... ''
Mia tersenyum lebar begitu tau ternyata yang mengunjungi adalah arini.
"Lo kok ngga ngabarin sih kalo mau ke sini?"
"Kalau aku ngabarin, ngga kejutan dong namanya. "mia tersenyum menanggapi jawaban arini, temannya yang satu ini memang paling bisa membuatnya bahagia.
" Ini aku bawain cake buat kamu." arini memberikan cake yang ia beli sebelum ia pergi ke kantor mia tadi.
"Mmmmm... Thank you. "mia memeluk arini dengan senyum yang tak lepas dri bibirnya.
" Sama - sama mia" jawabku membalas pelukan mia.
Mia melepas pelukannya lalu bertanya tentang kedatangan arini ke kantornya.
"Tapi rin, lo ke sini pasti bukan cuma buat ngasih Surprise sama cake ini doangkan. Lo pasti ada tujuan lain, iyakan? "mia menatap arini penuh selidik.
Arini tersenyum," Ya... Sebenernya aku ke sini mau minta tolong sama kamu. "
Wajah mia menjadi serius," tentang apa?"
" Kamu ingatkan soal teman aku yang aku ceritaain waktu itu di resto?"
Mia mengangguk, "iya gue inget, jadi kenapa?"
"Jadi dia mau tau siapa pemilik nomor mencurigakan itu. "
"Tentang apa?"
"Ya... Tentang apa aja, misalnya nama, tempat dia tinggal pekerjaannya keluarganya yaa... Apa aja gitu mi! "
"Oke.. "mia mengangguk, mia mencurigai jika teman yang di ceritakan arini adalah dirinya sendiri.
" Yaa.. Ini aku udah bawa nomornya!" arini memberikan nomor itu pada mia.
" Seberapa penting ini buat temen lo? "
" Penting banget mia, soalnya itu menyangkut rumah tangga dia."
"Dan untuk lo? "
"Dia temen baik aku. "
Mia mengangguk, namun mia tidak mempercayai ucapan arini. Mia yakin jika ini bukanlah permasalahan teman baiknya tapi masalah rumah tangganya sendiri. Arini pasti malu untuk mengatakan yang sebenarnya tentang rumah tanganya. Karna selama ini semua orang memandang jika rumah tangga arini dan nico adalah rumah tangga yang harmonis, semua orang selalu iri terhadap arini yang selalu di ratulan oleh nico tanpa sepengetahuan orang - orang sebenarnya arini menderita dengan perselingkuhan yang di lakukan nico terhadapapnya apalagi saat ini arini sedang hamil besar.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung