Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 8.anting untuk mia


__ADS_3

Arini dan salsa kini berada di restoran mereka duduk bersama dalam satu meja yang sama.salsa menerima tawaraan arini untuk mengajaknya mengobrol berdua setelah kejadian beberapa hari yang lalu.


"Mmmm... "salsa terlihat begitu canggung begitupun denganku yang tidak tau akan membicarakan apa dengan salsa.


" Ini buk pesanannya." ucap pelayan tersebut memberikan pesananku dan juga salsa.


" Hmm.." aku menerima pesananku sembari tersenyum canggung melihat ke arah salsa.


"Arini came on, ngga usah rada ngga enak gitu, aku jadi ikutan ngga enak. "ucap salsa memecahkan keheningan kami berdua.


" Sorry - sorry aku ngga tau harus ngomong apa sama kamu, aku ngerasa canggung banget karna pertemuan kita ini."


" Aku juga,"


" Sal masalah kemaren aku bener-bener minta maaf sama kamu, aku ngga bisa ngontrol emosi aku sampai aku ngelakuin hal bodoh kayak gitu. "


Salsa mengangguk," Aku juga minta maaf sama mungkin karna kedekatan aku sama nico ngga sengaja buat kamu sakit hati."


" Tapi rin aku ngga mungkin nyakitin kamu dan Cika. Kamu taukan kedekatan anak kita seperti apa."


" Iya sal." jawabku melihat ke arah salsa.


"Pasti kamu mikir kenapa aku ngga mungkin nyakitin kamu tapi aku bersedia nyakitin perempuan lain."


"Ngga... Ngga sal aku ngga mikir itu sedikitpun. "


"Ngga papa rin, aku tau aku salah aku selingkuh dari Reno. "


"aku bukannya bela diri tapi aku ngerasa aku sama reno itu udah ngga cocok lagi."


"Ngga cocok maksudnya? "


"Yaa.. Gimana ya aku sama Reno kayak ngga satu pendapat lagi Rin, aku kesini dia kesana kita udah ngga sejalan lagi gitu. ".


" Tapi kamukan bisa mengikuti jalan dia sal"


"Iya tapi sangnya aku nemu jalan baru sebelum aku nemu jalan dia. Aku ketemu nathan, yang bisa lebih mengerti aku dan bisa buat aku bahagia. "


"Tapi sal gimana kalau Reno tau semua ini?kamu akan hancur keluarga kamu akan berantakan sal."


"Pernikahan aku emang udah hancur rin, pernikahan aku hancur bahkan sebelum aku ketemu sama nathan. "


Aku terdiam saat salsa sudah berkata seperti itu kepadaku.


************


Nico keluar dari rumah untuk menelfon khesya berhari - hari tidak bertemu membuatnya sangat merindukan khesya.


" Halo sayang. “


"Halo mas, yaampun aku kangen banget sama kamu mas . "


"Sama sayang aku juga rindu sekali sama kamu. Jadi kapan kamu mau ke sini, ini udah dua hari loh mas kamu ngga nemuin aku?."


" Iya sayang, aku janji besok aku akan ke sana nemuin kamu. "


" Janji ya mas! "


" Iya. "


Dari atas balkon arini memanggil nico yang sedang menelfon.


" Mas!" panggilku yang membuat nico langsung berbalik.


Nico melambaikan tangannya padaku.


" Yaudah ya vin itu dulu saran dari gue,."


.....


" Ya vin, gue tunggu laporannya besok!" ucap nico yang pura gpura mematikan telfon lalu kembali fokus kepadaku.

__ADS_1


"Siapa mas? "tanyaku melihat ke nico yang masih berdiri di halaman.


" Biasa kevin, dia nanya-nanya masalah kantor.“


Aku mengangguk mengiyakan ucapan nico," kamu belum tidur sayang. "


" Belum ngantuk mas."


" Belum ngantuk atau nunggu aku peluk?"


Aku tertawa sembari mengangguk.


" Yaudah tunggu ya, aku masuk dulu." ucap Nico yang kemudian masuk kedalam rumah.


*******************


Di meja makan aku merapikan rambut cika anakku yang masih menyantap sarapannya.


'' gimana sayang enak? "


" Enak ma, iyakan pa? "


Nico yang sedang bermain ponsel kini beralih menatapnya." iya sayang. "jawab nico mengacungkan jempol kepadaku.


Aku tersenyum dan kemudian duduk di samping cika," Makannya pelan - pelan dong sayang! "ucapku memperingati cika.


" Mama kemaren pas papa nemenin cika bobo, papa telfonan sama cewek loh ma."


"Sama cewek? "aku melihat ke arah nico yang terlihat terkejut dengan ucapan cika.


" Iya, papa panggil sayang sama cewek itu. Iyakan pa?" tanya cika beralih menatap nico.


" Hah?... "kejut nico yang kemudian menormalkan ekspresinya," engga... Engga bukan gitu sayang. Papa itu telfonan sama staf kantor papa. Papa manggil sayangnya ke kamu bukan ke dia. Kan kemaren kamu kebangunkan? Iyakan? "


Cika mengangguk dan kembali menyantap makananya.


"Bener mas? "


"Iya arini, cika cuma slah paham" jawab nico.


*************


Citra is call...


"Halo cit"


"Rin lo sekarang lagi ada di mana? "


" Aku masih di mobil mau ke mall sama mas nico, kenapa emangnya?"


"Pas banget kalau gitu."


"Pas kenapa emangnya? "


"jadi gini rin ulang tahunnya mia kan ngga berapa hari lagi jadi kita mau nyiapin kado apa buat mia?"


"Oh... iya aku hampir lupa sama ulang tahun mia, untung kamu ingetin cit."


"Yaa gua maklum sih, kan lo kan bumil jadi rada - rada suka lupa. Untung aja nih gua ngga lo lupain."


"Apaan sih kamu"


"kira - kira menurut lo yang bagus buat mia apa? "


"Hmmm... Kado yang bagus buat mia... Apa ya? "ucapku melihat ke arah nico.


" Kamu ada ide ngga mas?" tanyaku pada nico.


" Menurut aku yang simple aja sih kayak anting, misalnya. "


" Oh iya anting rin, kayaknya bagus tuh. "

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu kita beliin mia anting aja."


"Oke, gua setuju."


"Milih model antinya gimana. Mau aku fotoin dulu terus aku kirimin ke kamu atau gimana?"


"Ngga usah rin, gua percaya selera lo bagus. Gua yakin kalo lo yang milihin pasti mia suka, gua jamin.


Aku tertawa, "oke jadi aku yang pilih ya.


" Iya, udah dulu ya rin ni si satria manggil - manggil gua dari tadi, kangen deh kayaknya dia."


" Iya iya. "ucapku menutup telfon dari citra.


" Aku melihat ke arah nico, nanti kita mampir ke toko anting dulu ya mas, toko tempat kamu beliin aku anting aja. "


" Oke, siap nyonya." Jawab nico


Apaan sih kamu mas" ucapku memukul pundak nico dengan lembut sembari tertawa.


***************


Aku dan nico telah sampai di toko anting tempatku akan membeli hadiah ulang tahun untuk mia.


"Liat yang ini sama itu ya mbak! "ucapku menunjuk anting dengan gaya dan warna yang berbeda dari dalam lemari kaca.


" Duh yang mana ya?" ucapku setelah kariawan toko itu mengeluarkan antingnya. Aku bingung harus memilih anting yang mana karna kedua anting tersebut sama bagusnya.


" Mas!" ucap ku memegang


tangan nico yang dari tadi sibuk memainkan ponselnya.


Nico melihat ke arahku, menaikkan kedua alisnya. "apa sayang?" tanya nico kepadaku.


"Menurut kamu yang bagus yang mana untuk mia? "aku menunjukkan kedua anting tersebut pada nico.


Nico memasukkan ponselnya kedan kantong kemudian mengambil anting - anting tersebut dari tanganku.


Nico mencobakan itu padaku untuk memilih mana yang bagus," kayaknya yang ini deh sayang. "ucap nico mengambil anting berwarna bening dengan permata yang sedikit memanjang.


Aku mengambil anting pilihan nico dan melihatnya." iya ya mas, kayak lebih bercahaya gitu. "ucapku memuji pilihan nico.


" Mbak bungkus yang ini ya!" ucapku memberikan anting tersebut pada kariawan toko.


Nico memegang pundakku sembari berbisik," aku angkat telfon sebentar ya sayang. "bisik nico yang aku angguki.


Nico keluar dari toko tersebut untuk menelfon khesya yang katanya tadi sudah sampai di mall. Nico tidak mau khesya sampai bertemu dengan Arini atauoun sebaliknya.


Nico mengetuk - ngetuk ponselnya karna panggilan darinya tidak si angkat oleh khesya.


"Angkat key! "gumam nico yang terus menelfon khesya.


Di sisi lain khesya ternyta telah masuk kedalam toko anting yang sama dengan tempat arini. Khesya masuk dari sisi yang berlawanan dari tempat nico berdiri.


" Kamu tunggu di depan mall dulu aku sama istri aku lagi ada di toko anting yang sama dengan toko hadiah yang aku janjiin ke kamu! "ucap nico mengetik pesan itu untuk khesya karna telfonnya tak di angkat olehnya.


Setelah mengetik itu nicopun kembali masuk kedalam toko tersebut.


" Sayang" ucap nico merangkul arini.


Khesya yang ada di sana cukup terkejut dengan kehadiran nico yang ternyata juga ada di toko tersebut. Namun tidak sendiri tapi dengan istrinya arini yang selama ini ia hanya tau foto dan suara arini tapi sekarang ia melihat langsung istri nico malh dengan jarak yang berdekatan.


"Mbak! "panggil kariawan toko di saat khesya masih tertegun melihat nico dan arini yang membelakanginya.


Panggilan tersebut membuat arini dan nico ikut melihat ke tempat asal suara.


" Khesya?" batin nico yang terkehut dengan adanya khesya di sana.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2