Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 37.labrak


__ADS_3

Arini terjaga di saat jam menunjukkan pukul satu malam. Arini melihat nico yang tertidur sangat pulas. Arini menghela nafas lalu berdiri dan membuka jendela kamarnya.


Arini menghirup udara malam yang masuk kedalam kamarnya. Merasa sudah cukup arinipun berjalan mendekati nico lalu mengambil ponsel nico yang berada di lemari kecil di sampinya.


Arini menghidupkan ponsel nico yang ternyata terkunci. Arini membuka leptopnya untuk melihat KTP khesya yang di kirimkan mia dulu padanya. Arini ingin mencoba kata sandi nico dengan tanggal lahir khesya.


Tak di sangka ternyata tanggal lahir khesya adalah paswor ponsel nico.


Arini tersenyum sinis lalu melihat sekilas ke arah nico. Arini mengecek semua chet antara khesya dan nico namun sayangnya semua chat itu sudah nico bersihkan dari ponselnya. Tak ingin usahanya sia - sia arinipun menautkan ponsel nico dan leptopnya agar arini bisa menyadap setiap chat dan percakapan yang di lakukan nico dan khesya. Nantinya semua chat itu akan arini jadikan sebagai barang bukti agar nico tidak bisa menyangkal lagi semua tuduhannya.


Hari demi hari semua chat dan percakapan nico telah arini baca dan semua itu sudah ia simpan. Dan hari ini adalah hari dimana nico akan mengakui semua perbuatannya.


"kita lihat bagaimana kamu menyangkal semua ini nantinya mas..." batin arini yang sudah menyiapkan rencana untuk menjebak nico dan khesya.


Arini merapikan jas yang di kenakan nico pagi ini, arini sengaja bersikap baik, seolah - olah ia sudah menerima kehadiran nico kembali agar bisa menutupi sandiwaranya untuk menjebak nico.


"Mas.... Nanti malam kamu ada acara ngga? "tanya arini sambil membantu nico memakaikan jasnya.


" Ngga... Kenapa emangnya sayang?" tanya nico.


Hmmm... Ngga papa sih aku cuma mau ngajak kamu makan malam, kamu bisa ngga?"


"Tumben...."


"Ya abisnya kita udah lama ngga makan malam bareng apalagi kejadian kemarin bikin hubungan kita jadi semakin jauh. Kamu bisakan malam ini mas?. "


Nico tersenyum, lalu mengangguk. '' oke.. Aku akan atur jadwal aku nanti. "arini tersenyum kemudian mencium tangan nico saat nico akan pergi.


" Nanti aku serloc aja ya mas." ucap arini yang di angguki oleh nico kemudian ia masuk kedalam mobil.


***************


Malampun tiba, nico langsung menuju restoran yang di serlok oleh arini tadi siang. Saat ia sampai di sana arini masih belum datang, nico di sambut oleh kariawan restoran dengan memberikan menu makanan untuk di pesannya.


"Silahkan pak... "ucap kariawan restoran memberikan menu makanan pada nico."


"Ya.. Terima kasih." ucap nico menerima buku menu tersebut.


Saat nico sedang melihat lihat menu makanan, tiba - tiba khesya datang menutup matanya lalu mencium pipi nico. Jelas saja kehadiran khesya di acara makan malamnya bersama arini membuat nico terkejut.


" Khesya kamu ngapain ke sini?.... "tanya nico dengan wajah paniknya.


" Loh kan kamu yang ngajak mas..." jawab khesya yang kemudian duduk di sebelah nico denan wajah yang sumbringah.


" Aku ngga ngajak kamu, aku di sini justru arini yang ngajak." sontak ucapan nico membuat khesya kaget.


"Terus gimana mas...?"


"Sekarang kamu harus pergi. Cepetan keburu______"

__ADS_1


Tuk...tuk...tuk


Bunyi suara hay hils arini terdengar jelas. Arini tersenyum sinis ke pada kedua insan yang sedang kebakaran jenggot itu.


" Keburu apa mas....?"tanya arini dengan pesona kecantikannya yang luar biasa datang ke acara makan malam tersebut. Arini terlihat jauh lebih cantik dari pada khesya.


Baju merah di tambah dengan riasan tipis namun merona di bagian bibir membuat arini terlihat sangat cocok menggunakan itu. Perasaan amarah serta sakit hatinya tersalurkan lewat riasan serta baju yang ia kenakannya.


"Maaf ya nunggu lama. "ucap arini dengan senyum sinisnya ke arah khesya dan nico. Arini duduk di depan nico dengan khesya yang masih berdiri di sebelahnya.


" Kok mungka tegang gitu sih, ada yang aneh ya dari saya?" tanya arini lagi dengan tawa yang terdengar sangat menyeramkan.


Arini memanggil pelayan restoran." mbak saya pesen tiga orange juice tapi duanya di kasih racun ya!...." pesan arini.


"Maaf apa buk..? "tanya pelayan itu lagi mendengar arini yang berkata seperti itu.


Arini menyeringai," saya hanya becanda, tolong orange juice nya tiga, buruan ya mbak! "ucap arini lagi yang di angguki oleh pelan itu.


Arini melihat ke arah khesya yang masih berdiri dengan ekspresi campur aduk," Duduk dong!.. Ngga capek? "ucap arini penuh penekanan.


Khesya duduk dengan tangan dan kaki yang gemetar.


Tak lama pesanan arinipun sampai arini berterimakasih pada pelayan itu sebelum ia pergi.


" Minum mas..." arini melihat ke arah khesya "Khesya..." ucap arini mendorong orange jus ke arah khesya.


Arini meneguk minumannya, lalu kembali melihat ke arah keduanya yang masih terlihat tegang juga kesal dengan prilakunya saat ini.


"kenapa...? Kaget ya? "ucap arini meminum orange juice pesanannya.


Arini meletakkan gelas minumannya di atas meja, lalu melihat nico dan khesya bergantian.


"Jadi maksud saya mengundang kalian datang ke sini sekarang itu..... Hmm simple."ucap arini berdecak.


"Jadi saya itu mau membuktikan tuduhan saya terhdap kamu mas kalau kamu itu selingkuh dan jelaskan sekarang kamu itu terbukti selingkuh.! "arini menatap keduanya dengan tatapan sinis.


" Saya rasa bukti - bukti yang saya punya di tambah dengan pertemuan ini sudah cukup untuk saya bawa ke polisi."


" Arini kamu___"


"Ya.... Kasus perselingkuhan bisa di tuntut secara pidana dan dalam kasus seperti kalian ini bukan cuma kamu yang terseret ke penjara tapi....." arini menunjuk ke rah khesya"dia juga..!"sambungnya.


Kheya terlihat sangat ketakutan mendengar perkataan arini yang akan memenjarakannya.


Arini menghela nafas panjang lalu kembali tersenyum dan menanyai hubungan nico dan khesya.


" Kalian udah berapa lama selingkuh?...." tanya arini melihat khesya dan nico bergantian.


"Arini stop!.. "tegas nico penuh penekanan.

__ADS_1


"Setahun?..."


"Arini!.. "


"Hmmm... Dua tahun? "


Nico berdecak, "Arini berhenti!.."


"Oh.. Ngga ya? "tanya arini melihat ke arah khesya.


Arini berdecak" hebat ya.. Ngga kamu ngga mas nico bisa nyembunyiin ini semua dari saya, kok bisa gitu?... "


" Dua orang yang memiliki profesi bagus bisa melakukan hal se keji ini. Apa kalian ngga malu sama profesi kalian terlebih kamu khesya. "arini melihat kheaya remeh." theacer..? "arini tertawa" apa pantas seorang guru melakukan hal seperti ini, mau jadi apa anak didiknya jika gurunya itu seperti kamu? "


Kheaya tak berani menjawab perkataan arini, walaupun ia merasa sangat kesal dan marah di hina seperti itu oleh arini tapi tangan dan mulutnya seperti tertahan apalagi setelah mendengar perkataan arini yang akan memenjarakannya.


" Arini kamu udah keterlaluan... "bentak nico.


" Lebih keterlaluan aku atau kamu?..." tanya arini menaikkan satu alisnya.


" Kita lanjut, hmmm... gimana ya pandangan orang - orang terhadap kalian nanti..?" arini terlihat berpikir"kamu seorang bisnismen sukses telibat scandal perselingkuhan.. "arini tertawa"Aaiiiis.... pasti orang - orang akan berpikir kalau kamu itu laki - laki yang ngga tau diri, ngga tau malu, dan satu lagi pengecut."


Arini mendengus, lalu beralih melihat ke arah khesya, " kalau kamu saya lebih penasaran dengan pemdapat orang tua kamu sih. Seorang anak dari keluarga berada terlibat kasus perselingkuhan dengan suami orang. "arini tersenyum sinis." Bertapa malunya orang tua kamu nanti kalau putri satu - satunya terlibat kasus yang memalukan seperti ini. "


" Dan bukan cuma itu, para orang tua yang mempercayai anaknya kepada kamu pasti juga akan ragu bahkan mungkin berfikir ratusan kali untuk menyerahkan anaknya pada kamu lagi karna repotasi kamu yang sudah jelek"


Arini menghela nafas panjang, "Gila ya... Satu hal lagi yang lebih ngga saya ngerti dari kamu. Kamu tau mas nico sudah beristri bahkan sudah punya anak tapi kamu masih mau jadi kekasihnya. Otak kamu di mana?...." arini mendekati wajahnya pada khesya"udah ngga laku lagi apa gimana? "


Tak tahan dengan hinaan arini lagi khesyapun melayangkan tamparan pada arini namun tangan khesya langsung di cekal kuat oleh arini.


"Sakit hati yang kamu rasain sekarang ngga ada apa - apanya di bandingkan dengan semua perbuatan yang sudah kamu lakukan kepada saya. "arini menghempaskan tangan khesya kasar lalu berdiri.


" Saya tunggu kalian berdua di pengadilan." ucap arini yang kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


Setelah arini pergi nicopun langsungberdiri dan menggebrak meja dengan kuat sampai minuman yang ada di atasnya berserakan dan pecah.


"Aaaaakkkkhhh..... "teriak nico.


Khesya hanya bisa menangis, ia juga sangat terkejut juga marah dan kesal dengan kejadian ini.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Happy reading ^^


__ADS_2