Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 40.tuduhan gila


__ADS_3

Asih berusaha membujuk cika yang dari tadi tidak mau makan. Cika mengabaikan asih dengan menggambar di bukunya.


"Non cika yuk makan nanti perutnya sakit loh...! "bujuk asih berusaha untuk menyuapi cika.


Cika terus menggeleng," Cika ngga mau, cika maunya makan sama papa! "


" Tapi papanya non cikakan sibuk sayang. Cika makan sama suster aja ya!" bujuknya lagi.


Cika terus menggeleng," Cika ngga mau!. "ucap cika menutup rapat Mulutnya.


Arini datang dan mengambil alih piring yang ada di tangan asih," udah sus biar saya aja! "ucap arini yang membuat asih mengangguk lalu pamit ke belakang.


" Kenapa sayang, kok ngga mau makan?" tanya arini mengelus rambut anaknya.


" Cika mau sama papa."arini menunduk memegang sendok di piring cika.


" Papa kenapa sih ma ngga pulang - pulang, papa juga ngga nelfon atau ngabarin cika sama sekali."


"Papakan sibuk sayang.. "jawab arini.


" Sesibuk itu ya, sampai ngga bisa nelfon cika sebentar aja?..." keluh cika.


" Yaudah kita coba telfon papa ya. tapi setelah itu cika harus janji sama mama, cika makan!" ucap arini mengacungkan jari kelingkingnya.


Cika mengangguk lalu mengikat jari arini. Arini mengambil ponselnya lalu menelfon nico.


" Kita coba ya... "ucap arini menunggu nico mengangkat telfonnya.


Nico yang sedang makan bersama khesya mengambil ponselnya yang terus berbunyi.


" Siapa mas? '' tanya khesya melihat nico yang mengerutkan dahinya.


"Arini vidio call. "khesya mengangguk sambil ber oh ria.


Nico mengangkat vidio call dari arini dan wajah yang pertama kali ia lihat adalah wajah cika." Hayy.. Sayang? "ucap nico tersenyum ke arah cika.


" Hay pa..." jawab cika." Papa kapan pulang...? "sambung cika.


" Oooo... Kalau kerjaan papa udah selesai pasti papa pulang kok sayang. Cika ngga boleh nakal ya, cika harus janji jagain mama baik - baik."


Cik mengangguk, "Tapi papa pasti pulngkan?" tanya cika lagi yang membuat nico gelagapan.


"Iy-iya... Sayang papa pasti pulang kalau semua urusan papa udah selesai. "


"Cika udah makan? "tanya nico mengalihkan pembicaraan.


Cika menggeleng," Loh kok belum makan sayang, nanti cika sakit loh...! "

__ADS_1


" Cika mau sama papa... "


Arini memegang bahu cika," Cikakan udah janji akan makan. "ucap arini menagih janji cika.


" Iya ma.."


Nico tersenyum," Cika makan dulu ya nanti papa vidio call lagi! "


" Yaudah deh, papa baik - baik ya di sana. Cika sayang papa. "


" Papa juga sayang kamu nak. "


" Bye pap"


" Bye sayang "


" Bye bye cika.." teriak khesya yang langsung di matikan oleh nico.


Cika terkejut ketika mendengar suara yang tak asing baginya.


"Itu suara miss khesya kan ma, kok papa bisa sama miss kesya? "tanya cika pada arini.


" Bukan sayang, mungkin kamu salah denger. Itu bukan suara mis khesya." elak arini


" Iya ma cika yakin kalau itu suara miss kesya. "


" Bukan sayang!" arini mengambil piring makan cika.


"Kamu harus makan kan tadi udah janji! "pinta arini menyuapi cika sebelum cika membahas suara khesya lagi.


Di sisi lain nico memarahi khesya karna sudah berteriak di tengah ia sedang berbicara dengan anaknya di telfon.


" Kamu kenapa sih, ngapain harus teriak kayak gitu tadi?" kesal nico pada khesya.


"Yaa... Emangnya kenapa sih mas. Lagiankan sebentar lagi aku juga akan jadi ibu smbungnya cika, jadi ngga papa dong."


"Iya aku tau tapi ngga gini caranya, waktunga ngga tepat!"


" terus kapan waktu yang tepat mas, dulu kamu bilang tunggu istri kamu lahiran sekarang?... Sekarang apa lagi?. Nunggu kamu sama aku masuk penjara gitu...?"


Nico menggeleng, "Terserah kamu... Aku capek, aku juga pusing mikiriin keadaan kita sekarang ini." ucap nico menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya.


Khesya mendekati nico, "aku juga capek mas kayak gini terus,Ngga ada status di antara kita." kesal khesya yang kemudian pergi meninggalkan nico.


**************


Hari ini adalah pertemuan antara pengacara arini dan nico. Mereka bertemu untuk saling negosiasi dan membahas bukti - bukti atas tuntutan yang di layangkan arini pada nico.

__ADS_1


Mia memberikan bukti - bukti yang ia punya pada pengacara nico.


Abi, pengacara nico melihat lihat semua bukti yabg mia punya. Ekspresi wajahnya terlihat sangat meremehkan bukti yang mia punya.


"Hanya ini buk?.. "tanya abi yang terlihat memandang remeh pengacara arini.


Mia mengangguk malas melihat wajah pengacara nico yang terlihat jelas sedang metemehkannya.


Abi tertawa kecil sambil menggeleng - geleng" ibuk ibuk, kalau hanya ini bukti yang ibuk punya ibuk tidak akan mungkin menang..... Bukti ini tidak kuat ibuk. "ucap abi tersenyum mengejek mia.


" Chat..? Ibuk mia taukan bahwa bukti chat sangat lemah di pengadilan."


Arini melihat ke arah mia, arini mulai cemas dan takut dengan keputusannya ini.


" Bukti Trasnfer, klien saya juga banyak mentranfer dengan jumlah yang besar pada orang lain, ada banyak tidak hanya ini." abi berdecak, lalu tersenyum sinis." kalau ini yang hanga ibuk punya ibuk tidak akan menang, saya pikir ibuk lebih baik dalam memahami ini semua tapi ternyata engga ya. "


" Kalau cara kerja ibuk seperti ini dengan menjanjikan peluang - peluang besar pada klien ibuk.... Ibuk hanya bisa mengecewakan mereka saja."


"Jadi lebih baik ibuk cari bukti yang lebih akurat untuk bisa membuktikan jika klien saya ini selingkuh. "abi kembali memeberikan berkas - berkas bukti itu kepada mia.


Mia tersenyum sangat terpaksa menerima berkas itu," Terima kasih atas nasehat yang bapak abi katakan pada saya, saya sangat berterima kasih pada bapak. Tapi saya tidak seperti yang bapak abi katakan tadi, saya tidak memeberikan janji kosong pada klien saya. Saya akan buktikan pada pak abi jika saya dan klien saya ini akan menang di pengadilan nanti. "ucap mia penuh penekanan.


Abi tertawa kecil," tapi saya dan klien saya juga bisa menuntut klien ibuk balik, karna klien saya punya bukti kalau klien ibuk ini sedang dekat dengan pria lain. "


Arini mengerutkan keningnya," Mas... Pria lain siapa? "tanya arini yang tidak mengerti maksud pengacara nico.


" Satria..." jawab nico.


" Hah..." arini menggeleng "kamukan tau dia itu sahabat aku mas, gila ya kamu. Kamu yang selingkuh kenapa sekarang aku yang kamu tuduh?" kesal arini.


"Mantan pacar... Saya rasa itu adalah alasan sekaligus bukti kuat klien ibuk melakukan perselingkuhan. "sambung abi semakin menggertak mia dan arini.


" Gila kamu mas, aku bener-bener ngga ngerti sama kamu." ucap arini meneteskam air mata melihat sikap nico kepadanya.


Abi berdiri di ikuti oleh nico," Saya rasa pembicaraan kita cukup sampai di sini ya, terima kasih atas waktunya." ucap abi mengacungkan tangannya ke arah mia.


Mia menjabat tangan abi," saya juga berterima kasih berkat pertemuan ini saya jadi tau jika ternyata lawan saya hanya pengacara yang menggunkan cara kuno yang sangat receh sepeeti ini. Melihat cara bapak seperti ini saya jadi semakin yakin kalau saya akan menang di pengadilan nanti. "


Abi tersenyum tidak iklas, "Kita buktikan saja nanti!" ucap abi yang kemudian pergi.


Arini memegang tangan mia, "ini kenapa aku yang di tuduh selingkuh mi?..." tanya arini yang sudah berlinang air mata.


"Udah rin udah ngga papa ini cuma cara dia supaya bisa gertak kita. Dia tau kita punya bukti yang kuat untuk menang makannya dia membalok balikkan fakta."


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2