
" Sayang," nico memeluk arini dari belakang saat arini sedang merapikan rambutnya di meja rias.
Arini mengelus tangan nico melihatnya dari cermin rias.
" You beautiful."
"Thank you. "
Nico melepas pelukannya lalu duduk di sisi ranjang.
"Angga bilang besok kamu mau ngerayain ulang tahun mia ya? "
"Iya, di restoran vendora kita mau bikin Surprise gitu buat dia."
" Memangnya kenapa mas? "
"Loh emangnya kamu ngga tau, anggakan juga mau bikin kejutan untuk mia. Dia bahkan mau nembak mia besok."
"Oh ya?"arini terlihat sedikit kaget dengan ucapan nico.
Nico mengangguk." Aku ngga tau soal ini, nanti deh aku tanyaain ke citra mungkin aja citra tau tapi lupa mau ngasih tau sama aku. "
"Oke. "ucap nico mengecup kening arini lalu pergi keluar kamar.
***************
Dengan langkah terburu-buru arya masuk ke kantor nico dan menggebrak pintunya dengan keras.
" Nico" ucap arya menyusul nico ke kantornya.
"Ini udah jam brapa lo masih di kantor? "
"'Terus gua harus kemana kan ini masih jam kantor.''
"Lo kalo ngga pergi sekarang nanti angga marah sama lo baru tau rasak." ucap arya memperingati.
"Emang sepenting itu ya gue harus dateng?"
" Menurut lo?"
" pekerjaan gue hari tu lagi numpuk banget.gue ngga bisa. "tolak nico menyusun map-map kerjanya.
" Emang lo pikir angga mau nerima alesan lo?"
Nico berdecak, kesal karna terpaksa hari ini ia tidak bisa pergi ke rumah khesya.
" Nic, buruan!"
" Lo duluan aja deh."
"Gila lo ya gue udah nyampe di sini!" arya menarik tangan nico dan menyeretnya keluar dari kantornya.
****************
Arini telah bersiap-siap untuk pergi mengadakan kejutan untuk mia.
"Halo mia, kamu lagi di mana? "tanya arini menelfon mia sebagai alur dari rencana mereka.
" Gue lagi di kantor , emngnya ada apa rin? "
" Kita bisa ketemu ngga? Ada sesuatu yang mau aku sampeein ke kamu."
" Soal apa rin? ''
"Ini soal keluarga aku mi. "
"Yaudah lo tentuin aja mau ketemu dimana nanti gue langsung ke sana."
" Iya mi, thanks ya."
"Iya rin. "
Arini tersenyum lalu beranjak dari kamarnya untuk segera pergi ke restoran tempat mereka akan mengadakan kejutan untuk mia.
**************
" Maaf ya rin gue telat, lo udah lama?" ucap mia begitu ia sampai di restoran tempatnya berjanji tadi.
Arini menggeleng, arini memasang wajah sedihnya di depan mia agar ektingnya sempurna.
"Sekarang lo cerita sama gue lo kenapa?"
"aku... Aku ngga tau harus bilang ini ke siapa lagi, aku bingung."
__ADS_1
Mia meraih tangan arini dan menggenggamnya kuat, "Lo cerita aja sama gue rin gue pasti bantu lo! ."
"Aku.. Aku bingung mi, masalah aku berat, berat banget aku ngerasa aku ngga kuat jalanin ini semua lagi."
"Emangnya lo sama nico ada masalah apa rin?"
"Ini masalah, "arini melihat ke arah segerombolan orang yang berdiri di sudut restoran. Arini mengode agar meteka semua mendekat.
" Ini masalah.... Kamu mia."
" Ha... Maksud lo?"
" Surprise...."pekik semua orang ketika mia sedang di landa kebingungan.
" Happy bersday mia happy bersday happy bersday to you"
"Hhmmm... Terharu thank you ya gays, kalian juga undang temen - temen kantor gue.? "
"Makasi ya. "ucap mia sangat senang dengan kejutan ini.
'' Tiup lilinya dulu dong kasian nanti lilinya abis.!" ucap citra yang memegangi kue ulang tahun untuk mia.
"Oh iya.... "
"Mequis dulu dong. '' ucap arini mengingati.
" Oke... Semoga kita selalu sama - sama, kita semua makin sukses dan semoga gue segera dapet jodoh.
" Amin"
Mia meniup lilin setelah mengatakan itu.
"Yeeee. "ucap citra diiringi tepuk tangan oleh semua orang yang dia undang.
" Gimana happy ngga, ini gue loh yang nyusun rencana pinterkan gue?" Ucap citra.
" Oooo jadi ini semua rencana lo "tanya mia pada citra.
" Ngga semuanya, tapi sebagian rencana gue ya ngga rin." ucap citra.
" Iya."
" Sekali lagi happy bersday ya mia." ucap teman - teman kantor mia.
'' Ini kado buat lo, semoga lo suka ya.''
" Iya thank you ya."
" Oh ya mia kita ngga bisa lama-lama soalnya masih ada kerjaan di kantor lo ngga papakan kita tinggal. "
" Loh ngga mau makan dulu?" Tanya mia saat teman - teman kantornya itu hendak pergi.
"Kayaknya ngga deh kapan - kapan aja ya, bye mia."
" Bye sekali lagi thank you ya." ucap mia saat teman - teman kantornya itu pergi.
"Yaudah duduk yuk gays kalian ngga capek berdiri terus dari tadi?
"ucap mia pada arini dan citra saat semua teman kantornya pergi.
" Eeeetsss... Tunggu - tunggu tunggu ada satu Kejutan spesial, untuk lo." cegah citra.
"Ha ada lagi, apaan? "
Citra menjentikkan jarinya mengode yang di belakang untuk muncul.
Satu kuntum bunga mawar besar di bawa oleh seorang laki-laki yang berada di tengah-tengah pria yang memegang kertas bertuliskan I LOVE YOU MIA di kedua sisinya.
"Ini maksudnya apa cit?"
"Permintaan lo yang terakir akirnya terwujud. "
Pria itu berjongkok saat sampai di dekat mia dan menyodorkan sekuntum bunga mawar itu pada mia.
Arya dan nicopun juga menurunkan kertas yang menutupi wajahnya.
"Nico, arya... Hah angga? "kejut mia.
" Angga menatap mia dengan penuh ketulusan." will yoy meried me?" ucap angga mengeluarkan kotak cincin dari dalam kantongnya.
Angga membuka kotak cincin tersebut lalu menyodorkannya pada mia.
Mia masih terkejut dengan kejutan yang di berikan angga kepadanya, "udah terima aja, udah pasti ini loh mi!" ucapku menyuruh mia untuk menerima.
__ADS_1
"Jangan ngarepin yang ngga pasti mulu, mending terima yang udah pasti aja!" saut citra ikut menyuruh mia untuk menerima.
"Lo yakin mau nolak angga lagi mi, angga udah sebegininya loh sama lo? "ucap arya saat mia masih belum menjawab permintaan angga.
" Bukan minta jadi pacar lagi tapi udah minta lo jadi istrinya, sejentel itu loh temen gue masak masih lo tolak?" ucap nico semakin menyuruh mia untuk menerima angga.
" Gimana mia, dari tadi aku nunggu jawaban kamu loh? "angga angkat bicara setelah semua teman dan sahabat mia memaksanya untuk menerima lamarannya ini.
" Aku minta kamu jawab jujur, aku ngga mau ada unser keterpaksaan dalam hubungan kita! '' sambung angga.
Mia masih menatap mata tulus angga yang terarah kepadanya. Tatapan itu ia bahakan tidak pernah menerima tatapan setulus ini dari seorang pria sebelumnya. Mia akui jika kejutan dan lamaran yang dilakukan angga kepadanya ini sangat luar biasa dan juga romantis,tapi masalahnya sekarang ia masih belum bisa mencintai angga. Setelah apa yang di lakukan angga kepadanya kemarin, menyelamatkannya dari pria brebgsek juga menghiburnya sampai dia bisa tertawa dan bangkit seperti ini lagi.
Lebih baik gue gerima aja deh, gue juga ngga tega kalau angga lagi-lagi tersakiti gara - gara gue. "batin mia.
Mia mengambil sekuntum bunga itu dari tangan angga setelah itu ia juga mengambil kotak cincin yang di berikan angga kepadanya.
Semua orang tersenyum melihat keputusan mia yang sangat bagus.
Angga berdiri dengan wajah yang terligat aangat bahagia. "kamu.. Kamu nerima aku mia?" tanya angga yang sangat senang.
Mia mengangguk, "serius?" tanya angga lagi.
"Iya gue terima lo. "jawab mia.
" Yaudah kalau gitu cincinnya aku pakein ya!" ucap angga hendak mengambil kotak cincin yang di pegang oleh mia.
" Eeetttss..." tahan mia menjauhkan kotak cincin tersebut.
" Kenapa mia? Heran angga.
"Gue emng udah nerima lo tapi bukan berarti gue juga terima lamaran lo."
"Maksudnya?" kompak semua orang di sana.
" Mia jangan becanda deh!" tegur citra memukul pundak mia.
"Lo ngga maukan kalau hubungan kita nanti ada unsur keterpaksaan di sana? "tanya mia yang di angguki oleh angga.
" Oke, gue juga ngga mau. Makanya gue ngga akan pake cincin ini sebelum lo buat gue jatuh cinta sama lo.
" Bentar - bentar maksud lo gimana sih mia, lo mau mainin perasaan temen gue?" solot arya.
"Arya gue ngga mainin perasaan temen lo."
" Terus maksud lo apa tadi kalo lo udah nerima dia."
"Iya gue akuin gue udah nerima angga, gue mau buka hati buat angga. Gue cuma minta angga berusaha buat gue jatuh cinta sama dia."
"Lo ngertikan ngga maksud gue? "tanya mia beralih menatap angga.
" Iya gue ngerti, gue akan berusaha buat lo jatuh cinta sama gue."
Mia mengangguk," cincin ini gue pegang dulu dan kalau gue udah jatuh cinta sama lo gue akan pake cincin ini. "
" Oke ngga masalah." jawab angga kembali tersenyum sembari memukul pelan pundak arya untuk tidak melanjutkan perdebatan ini.
'' Yaudah kalau gitu kita makan dulu kali ya, gue laper abis ngomong tadi. "ucap angga memecah keheningan.
" iya, sekalian kita potong kue kan tadi kuenya belum di potong. Yuk mia! "ucap citra menarik mia untuk duduk.
" Ini kuenya enak deh kayaknya, kamu beli di mana cit?" tanyaku ikut memecahkan suasana yang terasa tegang ini.
"Biasa rin toko langganan kan di sana kuenya enak-enak. "saut citra.
" Eehhhmm.... , sorry nih kayaknya gue harus pergi sekarang deh. Ada kerjaan mendesak soalnya. "
Senyum di wajah arini seketika menghilang saat nico akan pergi padahal acara ulang tahun mia baru saja akan di mulai.
" Ngga papakan sayang?" tanya nico melihat ke arah arini.
Arini tersenyum sambil mengangguk. "iya."
"Nanti kamu pulang sama siapa? "tanya nico sebelum ia pergi.
" Tenang aja arini gue yang anterin." saut mia.
" Oke, bye gays!" ucap nico segera pergi sebelum arya menyauti.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung