Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 21.Apartemen


__ADS_3

" La.. Lalla.. Lllaa. Aaaaaa"asih berdendang ria menikmati alunan lagu yang ia dengar dari airphone yang ia gunakan.


Saat ini asih sedang membersihkan mobil nico, rutinitas pagi yang selalu ia lakukan sebelum nico berangkat bekerja.


" Tattattt. Aaaa..." ratih membuka airphone yang ia gunakan saat ia menemukan sebuah kancing baju berada di lantai mobil nico.


Asih mengambil kancing tersebut lalu membawanya masuk kedalam rumah untuk menanyakannya pada bik ratih.


" Bik... Bik!" panggil asih berlari ke arah dapur.


" Iya ada apa?" tanya ratih yang sedang membuat sarapan.


"Ini loh tadi aku nemu kncing baju di mobilnya pak nico, ini kancingnya ibuk atau bukan bik? "asih memperlihatkan kancing yang ia temukan pada ratih.


Ratih mengambil kancing yang di temukan asih dan melihatnya dengan seksama" Bukan ah sih, ini bukan punya ibuk mending kamu buang aja! "


" Loh kok di buang sih bik, biar aku tanya ke ibuk aja!


" Ngga usah kamu buang aja!" kekeh ratih.


"Apanya yang di buang bik? "aku yang tidak sengaja mendengar keributan saat aku kedapur untuk menanykan sarapan cika.


" Eee..anu buk itu-ini.... Ini lo buk kancing, ini kancing ibuk bukan?"


Ratih menjadi gelagapan saat arini tiba - tiba datang.


Arini mengambil kancing yang di pegang oleh ratih," ini bukan kancing saya bik mungkin punya ibuk salsa. "


" oooo.... Yaudah buk saya tak lanjutin buat sarapan lagi. "


Aku mengangguk lalu pergi dari dapur dengan perasaan campur aduk. Aku yakin kalau kancing yang di temukan asih bukanlah kancing salsa tapi pasti itu adalah kancing selingkuhan mas nico.kancing Perempuan itu, perempuan yang bernama khesya admaja. Lihat saja aku akan mencari perempuan itu dan membuatnya mengaku kalau dia berselingkuh dengan mas nico!.


******************


Seperti biasa arini pergi mengantar cika untuk pergi ke sekolahnya, tidak menunggu lama arini dan cika sampai di sekolah. Mereka turun dan menemui teman - temannya.


"Eh salsa, kamu nganter bi juga? "


"Iya nih rin... Soalnya Reno lagi ngga bisa. "


Cika berjalan mendekati bianka," bianka ayo kita masuk! "ucap cika merangkul bianka.


" Yuk, bye mam!" cika dan bianka melambaikan tangannya ke arah kami berdua.


" Lucu ya mereka." puji salsa melihat keakraban cika dan bianka.


Aku mengangguk kemudian beralih menatap salsa," Gimana meeting kemarin sal, lancar?" tanyaku ingin menyelidiki keberadaan pak kevin di kantornya mas nico.


"Lancar, semua berjalan sesuai keinginan kami. Memangnya kenapa tumben kamu bahas soal pekerjaan? "


"Ngga.... soalnya kemaren pas aku mampir ke kantornya mas nico, mas nico keliatan cemas gitu soalnya pak kevin ngga dateng."


"Pak kevin? "salsa mengerutkan keningnya dengan orang yang di maksud oleh Arini.


" Iya investornya mas nico. Kamu ngga tau?"


Salsa terlihat gelagapan tidak tau harus menjawab apa atas pertanyaan arini.


" Oh.. Aku lupa kaliankan beda perusahaan ya?"


Salsa mengangguk mengeluarkan senyum canggungnya pada arini.


**********

__ADS_1


Pagi harinya...


Nico marah - marah dan terlihat sangat kesal dengan lawan bicaranya yang sedang ia telfon. Nada bicara nico yang kesal membuatku mendekat dan mendengarkan apa yang sudah terjadi pada nico.


"Iya... Iya gue tau tapikan kemaren kan gue udah bilang kalau presentasi sama pak Rafi itu siang nanti kenapa sekarang lo main geser - geser aja ke pagi tanpa persetujuan gua. "


..........


"Gue ngga bisa gue harus nganterin bini gua ke rumah sakit buat cek kehamilannya. Lo jangan egois kayak gini dong!"


"Aku memegang pundak mas nico dan mengatakan jika aku baik - baik saja jika harus pergi sendiri ke rumah sakit."


Nico menggeleng, nico bersikekeh jika ia akan menggantarkan arini ke rumah sakit.


"Kenapa harus gua yang presentasi, lo aja sana!"


.........


" Pak Rafi maunya gua? "Nico memegangi kepalanya. Yaudah - yaudah biar gua yang coba ngomong sama pak rafi!" nico melihat ke arahku, ia sangat pusing dengan masalah kantor yang di buat oleh rekan kerjanya itu.


"Udah mas aku ngga papa, aku bisa pergi ke rumah sakit sendiri. "


" Ngga sayang aku kan udah janji sama kamu, kalau aku yang akan anterin kamu ke rumah sakit. "


" Aku ngga papa mas,lagian di sanakan da citra."


Nuco kembali bertelfonan "sebentar sayang!" ucap nico.


"Halo pak,"


"....... "


"Iya ini say anico masalh presentasi nanti bisa di gantikan sama Reno aja ngga pak soalnya saya......"


".........."


"....... "


"Oke, baik pak "


Nico menutup telfonnya dan menatapku dengan tatapan penuh rasa bersalah.


Aku memperbaiki jas yang di pakai mas nico. "udah mas aku ngga papa, kamu berangkat kerja aja!"


"Maaf ya sayang padahal aku udah janji sama kamu."


"Iya ngga papa mas, ngga usah natap aku kayak gitu ah! "


"Bener? "tanya nico lagi memastikan.


" Iya" jawabku dengan pasti.


"Kalo ngga aku telfon angga atau ngga arya ya buat anterin kamu ke rumah sakit?"


Aku menahan telfon mas nico, "Ngga usah mas aku ngga mau ngerepotin mereka. Aku bisa sendiri!"


Nico mengangguk lemah, "Oke kalau gitu aku pergi dulu. Maaf aku ngga bisa anterin kamu,."


"Iya mas.... "


" Aku pergi ya sayang...byecnico mencium keningku lalu berjalan cepat menuju pintu keluar.


Aku terdiam melihat punggung mas nico yang perlahan lahan menghilang dari penglihatanku.

__ADS_1


***********


Di rumah sakit....


Citra mengiri langkahku yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan.


"Tensi aku kenapa naik terus ya cit? "hasil periksaan tadi tidaklah baik tensiku kembali naik, berulang kali dokter memperi gati agar aku tidah stres agar bisa menjaga calon anakku tetap sehat.


Makannya rin kan dokter udah bilang jangan banyak pikiran lo itu harus enjoy, santay rileks... Ccitra memegang perutku cbiar baby yang ada di perut lo jiga ikut happy, iyakan baby? "Citra tersenyum sambil terus mengusap perutku.


" Gimana aku bisa happy cit kalau mas nico ternyata main perempuan di belakang aku. "batiku yang menatap citra dengan tatapan penuh kesedihan.


" Loh... Loh lo kenapa rin?" citra melihatku yang berkacagkaca.


Ngga aku ngga papa cuma sedih aja, "aku menghapus air mataku." yaudah kalau gitu aku pulang dulu. "


" Gue anterin ya?." tawar citra, "bentar gue telfon supir gue dulu." arini mengambil ponsel yang ada di tangan citra.


"Ngga usah gue bisa sendiri! "ucapku menyuruh citra untuk tidak menelfon supirnya.


" Ngga papa rin"


"Ngga usah cit,kamu kan kerja!"


"Tapi rin.... "


"Aku ngga papa!" tegasku pada citra"


"Tapi... "


"Cit..."


"Yaudah deh kalau lo maksa.


Aku memaksakan senyumku, "iya kalau gitu aku pamit ya." aku memeluk citra sebelum aku pergi.


Citra membalas pelukan arini, "hati yaa...." aku mengagguk lalu melepas pelukanku untuk segera pergi.


***********


Seperti biasa nico menemui khesya sehabis pulang bekerja sebelum akirnya ia pulang. Hari ini untuk pertemuannya dengan khesya nico mempersiapkan kejutan besar yang pastinya sangat disukai khesya.


"Aku punya kejutan untuk kamu. "nico memeluk khesya dari belakang.


" Kejutan apa?" khesya menatap nico dengan tatapan penuh selidik.


Nico tersenyum kemudian memajukan mulutnya...


Khesya tersenyum meligat kelakuan nico," mau berapa kali.? "tanya khesya menggoda.


Nico memutarkan matanya memikirkan pertanyaan khesya.


Melihat wajah nico yang menggelitik khesyapun langsung berbalik dan menyerang nico dengan ciuman yang bertubi - tubi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2