Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 16.kedatangan bunda.


__ADS_3

Tok.... Tok... Tokk...


Asih berjalan menuju pintu rumah untuk membukakan pintu pada orang yang datang ke rumah majikamnya itu.


"Oma... Cika ada oma cika. "ucap asih saat tau kalau yang datang adalah ibu dari arini.


" Oma..." teriak cika berlari ke arah sarah.


" Cika.." ucap sarah memeluk cika kemudian menciumnya.


" Ayo oma kita ke tempat mama!" ajak cika.


" Eeettts.... Tunggu dulu cika udah makana apa belum? "


"Udah tadi di tempatnya tante mia. "


"Tante mia? "


"Iya oma, kemarinkan cika nginep di rumahnya tante mia. Di sana seru banget oma semua teman-teman mama seru - seru sama lucu - lucu."


"Oh ya?"


"Iya. "


"Yaudah kita berangkat sekarang." ucap sarah menggendong cika keluar rumah untuk pergi ke rumah sakit.


************


"Gimana sarapannya sayang enak ngga? "tanya nico melihatku yang kini sedang sarapan dengan tidak napsunya.


Harusnya ini enak sih mas kalau ada taburan ayam pake sambil di tambah lagi ada kerupuknya. Pasti enak banget sih." jawabku mengomentari bubur yang di berikan rumah sakit untuk menu sarpan pagiku hari ini.


" Iya ya sayang apalagi di tambah sama rendang pasti tambah enak ini. "


Aku mengangguk."tapi berhubung sekarang kamu lagi ada di rumah sakit jadi kamu harus makan makanan rumah sakit. Makanan yang tadi kita beli pas kamu udah keluar dan sembuh aja, oke" ucap Nico yang membuatku semakin kehilangan nafsu makan.


"Makan dong sayang! '' ucap nico lagi.


Aku menggeleng," kamu aja yang makan"


"Itukan buat kamu."


"Tapi kalau kamu yang ngga papa..."


"Yang sakitkan kamu"


"Ya ngga papa mas kalau kamu yang makan."


Nico menggeleng," Thank you loh. "


Dddrrrrtttt.... Dddrrrrttt....


" Sebentar ya sayang. "ucap nico saat ponselnya berbunyi.


" Iya halo. "


" Halo pak, meeting bapak hari ini gimana ya pak? "


" Di schedule aja!! . "


'' Tapi pak ini metting penting loh pak."


" Ngga papa biar saya yang bilang sama klien saya nanti!!.. "


" Hmm.. Baik pak. "


" Iya."


Aku melihat ke arah nico yang telah selesai menelfon.


"Kamu ngga kekantor mas."


Nico melihat ke arahku. "ngga mungkin aku ke kantor ketika kondisi kamu masih kayak gini. ''


Aku menggeleng," Aku ngga papa mas, serius. Kamu kalo mau ke kantor ke kantor aja. Aku ngga papa!"pintaku tak mau penyakitku ini menghambat pekerjaan nico.


" Ngga aku akan tetap di sini nemenin kamu dan jagain kamu, kamu ngga tau aja betapa paniknya aku kemarin pas dpet kabar kalau kamu masuk rumah sakit. "


" Aku hampir gila tau ngga."


Aku mengangguk, "oke, yaudah." ucapku tersenyum ke arah nico.

__ADS_1


"Yaudah aku telfon klien aku dulu ya. "ucap nico keluar dari kamar inap arini


" Halo "


" Halo pak, ini saya nico mau....."


Nico sengaja mengeraskan suaranya sedikit saat ia keluar dari kamar inap arini untuk meyakinkan arini kalau dia memang bertelfonan dengan kliennya.


" Halo sayang?" ucap nico, pelan ketika ia sudah berada jauh dari pintu kamar inap arini.


" mas kamu kenapa baru nelfon aku sekarang?" ucap khesya ketika nico menelfonnya. Padahal semalaman ia tidak bisa tidur memikirkan keadan arini juga keadaan nico.


"Maaf sayang aku harus jagain arini semaleman, arini itu hampir aja kehilagan bayinya kemarin. Untung aja arini cepat di tangani kalau tidak mungkin aku sudah kehilangan anak aku sekarang. "


"Tapi sekarang arini ngga papakan. "


" Iya." jawab nico sedikit tegas begitu melihat satria masuk kedalam ruang rawat arini untuk memeriksa arini.


"Ya sekarang arini ngga papa, tapi walaupun begitu aku belum bisa ninggalin arini gitu aja. Karna mau bagaimanapun aku masih hawatir dan takut kalau kejadian kemarin terulang kembali."


"Secemas itu kamu ya?"


"Tentu lah sayang arini itukan istri aku, aku cinta sama dia begitupun dengan kamu."


"Kalau aku kecelakan kamu sehawatir itu ngga sama aku."


"Kamu ngomong apa sih "


"Jawab aja mas! . "


"Tentu aku hawatir, hawatir banget malahan. Kalau itu sampai terjdi sama kamu aku akan nungguin kamu siang malam dan rawat kamu sampai kamu sembuh. "jawab nico sambil melihat glihat kedalam ruangan arini yang terdengar asik bercerita dengan satria.


"Serius? "


"Iya"


"Yaudah."


"Oke, aku masuk ke kamar inap arini lagi ya soalnya dokter sialan itu udah cari - cari kesempatan buat deketin arini lagi. "


"Hmm.."


"Bye, sayang."ucap nico mematikan telfonnya kemudian masuk kedalam ruangan arini.


"Kok ngga di lanjutin ngombrolnya?" Tanya nico.


"Udah selesai mas. '' jawabku.


"Oooo... "ucap nic sembari mengangguk.


" Jadi gimana keadaan istri gua?"tanya nico pada satria


" Istri bapak sehat, tensinya juga udah normal. "


Nico mengangguk, '' jadi istri gue udah boleh pulang dong?"


Satria mengangguk, "tapi ngga sekarang, karna ada satu pemeriksaan lagi untuk arini. Mungkin besok baru iatri bapak baru boleh pulang." jelas satria.


"Yasudah kalu begitu saya pamit dulu." pamit satria yang di angguki oleh nico.


"Rin. "panggil satria yang di senyumi oleh arini.


Nico menutup pintu kamar arini saat satria telah kelur." kamu ngobrol apasih sama satria kok seru banget? "tanya nico yang terlihat cemburu.


" Kenapa kamu cemburu ya." ucapku menoel hidung nico yang sedang menatapku lekat.


Nico mengerutkan keningnya," ngga...aku cuma penasaran aja. Lagian aku tadi juga ngga di ajak. "ngeles nico.


" Pasti kamu cemburukan." ucapku menggoda nico.


" Ngga..." jawab nico


" Sebenernya iyakan?" Tanyaku lagi.


" Ngga"


" Nggakan"ucapku lagi menjebak nico.


" Iya.." ucap nico yang membuatku tertawa.


*************

__ADS_1


Ceklek...


" Mama.." ucap cika begitu masuk kedalam ruang rawat arini bersama dengan neneknya, sarah.


" Sayang." ucapku memeluk cika ketika cika sudah naik di atas tempat tidurku.


"Arini." ucap mama mencium pipiku.


Gimana nak, udah enakan? "tanya sarah.


" Udah ma, aku udah baik-baik aja kok."


Nico masuk kedalam ruangan dan langsung menyalami sarah saat melihatnya.


" Ma."


" Nico" ucap sarah.


Nico beralih menatap cika yang terlihat maaih enggan melihatnya.


"Cika sayang... "ucap nico mendekati wajahnya ke arah cika.


" masih ngambek ya sama papa? "ucap nico lagi.


Cika terlihat masih cemberut dan tak ingin melihat nico.


" Gimana kalau kita beli eskrim? Atau... Donat? Mau ngga?" tanya nico membujuk anaknya itu.


" Cika liat papa dong sayang, papa mau beliin cika es krim tuh. Cika ngga mau?" ucapku melihat cika.


"Cika ngga mau, abisnya papa jahat."


"Cika mama ngga papa, kamu baikan ya sama papa!" ucapku membujuk cika.


"Mama udah sehat, papa ngga jahat kok. Papa loh yang ngerawat mama sampai mama sembuh kayak gini. "


Cika menghela nafasnya, "tuhkan kamu dengerkan apa kata mama. Sekarang kita beli es krim mau ya?" bujuk nico lagi.


"Mama beneran udah sembuh?


Iya sayang. "jawabku mencium kening cika." yaudah gih pergi sama papa, nanti eskrimnya abis loh. "


Cika mengangguk lemas," yaudah deh. "jawab cika turun dari kasur.


" Jadi kita baikan ya?" ucao nico tersenyum ke arah cika.


Cika mengangguk lemas, "oke, kita pergi sekarang." ucap nico langsung menggendong cika.


"Kis bye dulu sama mama! "ucap nico pada cika.


" Bye ma!" ucap cika saat ia keluar dari ruanganku.


" Tunggu sebentar ya, ada yang mau mama omongin sama nico." ucap sarah berlari keluar ruangan arini.


" Nico.." panggil sarang menghentikan langkah nico.


" Ma." ucap nico bwgitu melihat mamnya juga ikut keluar dari ruangan arini.


"Bisa kita bicara sebentar ?" tanya sarah yang di angguki oleh nico.


"Cika, "nico menurunkan cika dari gendongannya." Cika tunggu sebentar di sana ya. Papa mau bicara dulu sama nenek!'' pinta nico menunjuk ke arah sofa yang ada di depan ruangan arini.


"Oke pap. "ucap cika berlari ke rh sofa tersebut.


" Ada apa ma?"tanya nico karna mamanya terlihat sangat serius


" Mama udah tau ceritanya dari ratih dan asih. Mama cukup kecewa pada kamu tapi mau bagaimanapun mama juga tidak bisa menyalahkan kamu."


Nico terlihat menunduk, ia merasa sangat bersalah mengingat kejadian yang terjadi pada arini kemarin.


"Arini itu sudah hamil besar, kamu harus bisa jadi suami siaga. Apalagi di sisa kehamilan arini ini sangat rentan untuk dia. Kalau ini terulang lagi kalian bisa kehilangan calon anak kalian. Kamu ngertikan maksud mama."


"Iya ma, nico akan lebih menjaga arini kali ini."


"Yasudah kalau begitu mama mau temani arini lagi. "


"Iya ma. "


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2