Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 14.Tolong pedulikan aku!


__ADS_3

" Cika....." panggil nico yang terlihat terburu - buru.


Nico mengusap rambutku," kamu udah selesai?" tanya nico yang ku angguki.


Dddrrrttt.... Dddrrrttt


"Bentar mas. "ucapku mengangkat telfon.


" Halo sus."


" Halo buk arini."


" Iya ada apa ya sus."


" Saya mau mengabari kalau jadwal cek up ibuk dengan dokter siska di ganti jadi nanti sore buk. "


" Ooo gitu. "


" Iya buk. "


" Oh yaudah ngga papa sus. "


" Baik ibuk."


Nico melihat ke arahku, "ada apa sayang?"


"Jadwal cek up aku di ganti jadi nanti sore."


"Loh kenapa? "


Aku menggeleng," suster cuma ngabarin itu ke aku."


"Terus gimana.? "


"Ngga tau."


"Bukan gitu masalahnya nanti sore aku ada meeting sama klaen aku."


"Yaudahlah mas kalau kamu ngga busa aku bisa pergi sendiri kok.


Kamu serius."


Aku mengangguk, "yaudah kalau meeting selesai cepet nanti aku susulin kamu ke sana ya."


Lagi - lagi aku mengangguk." cika kamu udah selesai sayang? "panggil nico lagi melihat ke arah kamar cika.


" Udah pa." jawab cika sembari berlari ke arah nico.


" Cantiknya anak papa." puji nico.


" Yaudah salim sana sama mama!.."ucap nico yang di turuti oleh cika.


Cika menyium tangan ku sembari tersenyum," kamu udah ngga ngabek lagi sayang? "


Cika menggeleng." yaudah kalau gitu kamu hati - hati ya! "


" Iya ma" cika mencium keningku, "i love you ma."


"Love you to sayang. "jawabku kembali mencium cika.


" Papa let's go!" ucap cika menarik tangan nico.


****************


Tokk..


Tokk..


Tokkk....


Khesya berlari menuju pintu, ia yakin jika itu adalah nico karna nico telah berjanjinkepadanya kalau ia akan menemuinya sore ini.


Nico langsung memeluk khesya saat khesya membukakan pintu untuknya.


Muach... Muach.. Muach


Nico mencium dan menggulam bibir khesya sembari terus berjalan masuk kedalam rumahnya.


"Sayang... "ucap khesya membalas ciuman nico.


" I love you."


Muach..." love you too. "jawab nico yang lagi - lagi menggulam bibir tipis khesya.


***************


Arini berjalan menaiki tangga dengan memegangi perutnya yang terasa sangat sakit. Rasa sesak dan pusing membuatnya kesukitan untuk mencapai kamar. Arini berulang kali duduk untuk bisa mengumpulkan tenaganya agar bisa sampai di atas.


"Kamu bisa rin! "ucap arini masih memegangi perutnya.


.


.


.


" Cika jangan lari - lari nak!" ucap beby sister cika saat ia sampai di rumah.


"Cika mau ketemu mama! "teriak cika masih berlari menuju tangga.


Hati - hati sayang!" ucap babysister itu terus memperhatikan cika yang telah naik ke tangga menuju kamar arini.


"Mama! "ucap cika membuka pintu kamar arini dan melihat arini yang sedang berbaring di atas kasur sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


" Iya sayang." jawabku menyembunyikan rasa sakit di depan cika.


" Mama gambar cika tadi dapet nilai A, mis erina juga bilang kalau gambar cika bagus. Mama mau lihat ngga? "


"Mana coba mama liat?"


Cika mengeluarkan gambar buatannya tadi dari dalam tasnya.


"Tara." ucap cika menunjukkan gambar itu kepadaku.


"Bagus sekali nak. "pujiku melihat gambar yang di tunjukkan cika.


" Aaakkkhh..." aku merintih kesakitan saat sakit yang kurasakan semakin menusuk.


" Mama kenapa ma?" tanya cika melihatku yang kesakitan.


Aku berusa untuk menahan rasa sakitku lagi," mama ngga papa cika."


" Beneran?"tanya cika yang terlihat hawatir kepadaku.


Aku mengangguk memaksakan senyum di wajahku." kamu bersih - bersih gih sama suster,abis itu makan ya! "


Cika terlihat berat meninggalkanku." mama ngga papa, mama mau istirahat sebentar bolehkan? "


Cika mengangguk lemas lalu keluar dari kamarku.


"Aaakkkhh...... "rintihku lagi, aku mencari ponselku untuk menelfon mas nico untuk bisa mengantarkanku ke dokter.


Dddrrrrtttt... Dddddrrrttt


Nico tidak mendengar suara panggilan dari arini karna ia sibuk bercembu mesra bersama khesya.


" Mass..." ucapku menangis karna panggilanku tak diangkat oleh nico.


"Aakkkhhh.... "aku duduk di atas lantai menahan rasa sakit yang saat sudah berkali-kali lipat.


Aku mencari nomor bik ratih untuk ku telfon agar ia segera masuk kedalam kamar dan memebawaku ke dokter.


Dddrrrttt.... Dddrrtttt


Ratih yang sedang memasakpun menghentikan aktivitasnya saat ponselnya berbunyi.


Buk Arini is call....


Ratih mengerutkan keningnya saat tau yang menelfonnya adalah arini.


Ngapain buk arini nelfon ya? "pikir ratih yang kemudian menganggkat telfonnya.


" Halo buk..."


" Aaakkhhh... Bik..."


"Buk, ibuk kenapa buk? Tanya ratih karna mendengar suara arini yang seperti sedang kesakitan.


" Iya.. Iya buk"ucap ratih yang langsung berlari sambil memanggil asih,baby sister cika.


" ASIH.. ASIH..! "teriak ratih yang membuat asih keluar dari kamar cika.


" Ada apa bik? "Tanya asih yang ikutan panik karna teriakan ratih.


" Kekamar ibuk sekarang, kayaknya ibuk kesakitan!" ucap ratih yang langsung menarik tangan asih naik menuju tangga.


Cika yang melihat itupun ikut berlari ke kamar mamanya, ia takut terjadi sesuatu pada arini dan calon adiknya.


Ceklek...


" Ibuk." histeris ratih melihat arini yang telah berada di lantai sambil memegangi peutnya.


Ratih berlari menuju arini, "panggil ambulans sekarang asih!" ucap ratih memerintah.


"Mama.. Mama kenapa bik? "tanya cika sambil menangis.


" Mama... '' tangis cika melihat arini yang kesakitan.


**************


Ratih dan asih tidak tau harus melakukan apa mereka mondar mandir di depan UGD menunggu hasil pemeriksaan arini.


'' Asih coba telfon pak Nico lagi! "perintah Ratih sambil memegangi cika yang dari tadi terus menangis.


Asih lagi - lagi menelfon nico namun tetap saja panggilannya tak di jawab.


" Ngga di jawab mbak." ucap asih.


Ratih mendengus kesal," pak nico ini kemana lagi. ''


"Yaudah kalau gitu telfon temen - temennya buk arini aja."


Asihpun menelfon mia salah satu sahabat arini.


"Halo mbak."


"Iya, ini siapa ya? " Ini asih babysister di rumah buk arini.


" Hmmm.... ada apa ya? "Heran mia.


" buk arini buk. "


"Kenapa sama arini?"


"Buk arini masuk rumah sakit. "


"Apa?"

__ADS_1


"Yaudah saya segera ke sana. "


Sebelum pergi mia menelfon citra terlebih dahulu mengingat jika citra bekerja di rumah sakit yang sama tempat arini di bawa sekarang.


"Halo cit lo di mana sekarang? "


"Gue, gue lagi sama satria mau pulang. Emangnya kenapa? "


"Arini cit, arini masuk rumah sakit.Mbak asih ngasih kabar ke gue tadi."


"Apa kok bisa?"


"Gue ngga tau, mendingan sekarang lo putar balik!"


" Oke, oke gue ke rumah sakit sekarang." ucap citra menyuruh satria untuk putar balik.


************


"Sayang. "kheaya memeluk pinggang nico dari belakang.


Khesya mencium leher nico berulang kali.


Nico berbalik dan membalas ciuman khesya. Mereka berdua menikmati momen romantis mereka berdua saat ini.


Di sisi lain asih masih berusaha menelfon nico berharap panggilannya akan di angkat oleh nico.


"Pak ayo dong pak. "ucap asih yang sangat cemas dengan keadaan arini.


Citra dan satria datang di saat kedua asisten Arini itu tidak tau akan berbuat apa, di tambah lagi dengan cika yang terus memberontak ingin masuk kedalam ruangan UGD untuk melihat keadaan arini.


" Gimana bik? "tanya citra yang terlihat sangat cemas.


" Sedang di tanganin sama dokter mbak." jawab Ratih.


Satria melihat dokter yang menangani arini dari balik pintu kaca.


" Siapa yang nanganin arini sat?"tanya citra.


"Dokter cakra." jawab satria.


Di saat kondisi sedang panik mia datang menabyakn kondisi arini pada citra.


"Gimana arini cit?"


Citra menggeleng, "dokter cakra masih meriksa arini mi." jawab citra.


Mia memegangi kepalanya, pikirannya tidak karuan memikirkan keadaan arini.


"Nico mana?" Tanya mia karna dari tadi ia tidak melihat ada nico di sana.


"Pak nico ngga bisa di hungi dari tadi mbak, sudah dari tadi saya nelfonin tapi ngga di angkat. "jawab asih.


Mia mendengus," gila emang di nico istrinya sakit kayak gini dianya ngga bisa di hubungin. "kesal mia yang di tenangkan oleh citra.


" Sabar mia, ada cika di sini lo ngga boleh ngomong kayak gitu!"


Lagi glagi mia mendengus, mia mencari nomor telfon nico di ponselnya untuk ia hubungi.


Ddddrrrrtttt.... Ddddrrrrtttt...


Saat mereka sedang bercembu mesra di atas sofa nico tidak sengaja menjatuhkan ponselnya dan melihat ada panggilan dari mia, teman arini.


"Sebentar sayang. "ucap nico meraih ponselnya.


" Siapa sayang?" tanya khesy masih bergelayutan di leher nico.


" Mia, sahabatnya arini." jawab nico mengangkat telfonnya.


" halo mia. "jawab nico.


" Gila lo ya dari tadi orang-orang sibuk nelfonin lo tau ngga. "


" Bentar-bentar ini kenapa sih?" heran nico karna mia tiba-tiba marah seperti itu kepadanya.


" Kenapa lo bilang?, arini masuk rumah sakit sekarang,kandungannya bermasalah harusnya lo ada, arini bjtuhin lo sekarang." kesal mia yang tak habis pikir dengan nico.


" Apa,.. "kaget nico.


" Buruan, lo harus kesini sekarang bukan cuma arini yang butuhin lo tapi cika juga!" ucap mia yang langsung mematikan telfonnya.


Nico dengan cepat meraih jas serta kemejanya yang ia lepas tadi, nico sangat tergesa - gesa memakaikan kemejanya.


"Kenapa mas?" tanya khesya membaluti tubuhnya dengan selimut.


"Arini masuk rumah sakit. "


" Kok bisa? "


"Aku ngga tau, aku harus ke sana sekarang, aku pergi dulu ya. Bye." ucap nico mencium kening khesya lalu segera keluar dari rumah khesya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2