
" Mas masih sibuk ya? "tanyaku sembari membawakan teh panas untuk nico yang sedang mengerjakan pekerjaannya di ruang keluarga.
" Iya sayang." jawab nico mengelus tanganku.
" Hmmm... Yaudah kalau aku tidur duluan ngga papakan?" tanyaku tidak enak jika meninggalkan nico bekerja sendirian.
Nico mengangguk," Tentu sayang, ngga papa banget malah. Kamukan lagi hamil jadi harus banyak istirahat lagian aku juga ngga mau kamu dampai kenapa-kenapa! "
Aku tersenyum," Makasi ya sayang"jawabku yang kemufian mencium kening suamiku.
" Good night sayang." ucap nico.
"Iya sayang" jawabku yang
kemudian naik ke tangga menuju kamarku.
Nico melihat Arini memastikah apakah arini masuk kedalam kamar atau tidak.
"Aman.. "ucap Nico yang kemudian mengambil ponselnya dan berjalan keluar rumah.
" Halo sayang." ucap nico begitu panggilannya di angkat oleh khesya.
" Hai sayang."
" Kamu tau ngga sih aku tu kangen.... Banget sam kamu. "
" Yaudah kalau gitu kamu ke sini dong mas!"
"Pengennya sih gitu tapi, karna masalah kemarin kayaknya kota ngga bisa ketemu dulu. Kita tunggu sampai keadaan aman dulu ya!"
"Iya, mas. "
"oh ya sayang masalah kejutan kemarin aku minta maaf ya sama kamu. Gara - gara antingnya keetinggalan jadinya gagal semua."
"Ngga papa sayang, serius aku ngga papa."
"Tapi akunya yang ngerasa ngga enak sama kamu."
"Apaan sih kamu, aku ngga papa bener. Ngga usah ngerasa ngga enak gitu!"
"Ngga... Ngga aku ngga bisa kayak gini pokoknya besok kamu pergi ke tokonya langsung ya. Kamu pilih sendiri kamu mau yang mana biar aku yang bayar, oke. "
"Iya, iya thank you ya sayang."
"Aku yang makasi sama kamu karna kamu ngga marah sama aku karna kejutan yang gagal kemarin. Thank you ya sayang."
" Iya mas, aku sayang banget sama kamu. Love you."
" Love you to... Mmmuach"
Ucap nico menyudahi panggilannya,kemudian kembali masuk kedalam rumah.
****************
"Bianka. "teriak cika ketika sampai di sekolah dan melihat bianka yang juga baru turun dari mobil salsa.
'' Cika.." balas bianka yang berlari menuju mobilku.
Salsa keluar dari mobilnya mengajar bianka yang berlari ke arahku. "bi hati - hati bi!"
"Cika let's go! "ucap bianka menarik tangan cika masuk ke sekolah.
" Bi... Hati - hati bi" teriak salsa lagi berjalan beberapa langkah melihat bianka dan cika dari gerbang sekolah.
__ADS_1
Salsa berbalik berjalan menuju mobilnya setalah melihat bianka masuk kedalam kelas.
"Sal.. Salsa! "panggilku mengejar salsa yang terus bejalan.
" Sa,... Sa tunggu sebentar sa!" ucapku menahan tangan salsa.
" Apalagi Rin?" tanya salsa yang terlihat masih kesal dan marah kepadaku.
" Aku mau minta maaf sama kamu soal kejadian kemarin.aku...."
'' Udahlah rin aku sibuk, lagian nico udah jelasin semuanya ke aku..."
"Sa..sa tunggu dulu sa, aku tau aku salah ngga seharusnya aku ngrlakuin itu kemarin. Harusnya aku tanya dulu baik - baik pada kamu bukan asal ngelabrak kayak kemarin. "
" Aku minta maaf sa, aku tau apa yang aku lakuin itu keterlaluan banget aku udah ganggu privasi kamu. Aku benar-benar minta maaf sama kamu sa. "
" Okey, udahkan. Aku udah maafin aku sibuk aku mau pergi ." ucap salsa yang telah memegang pintu mobilnya.
" Sa... "
" Apa lagi arini?"
" Kayaknya kita perlu waktu yang lama untuk ngobrol lebih jauh lagi, kamu bisakan? "
" Buat apa lagi?"
" Ya karna aku rasa minta maaf seperti ini belum cukup untuk memperbaiki hubungan kita."
" Oke... Kapan - kapan kita ngobrol kalau aku ada waktu luang. "
*****************
" Nah ini inih di orangnya, yang baru aja ketemuan sama cowok kemaren. "ucap citra ketika Mia baru saja sampai di rumah arini.
" Eh nyet lo ngapain senyum - senyum?" kesal citra karna ucapannya tak diindahlan oleh mia.
Mia duduk di sofa arini lalu melihat arini dan citra bergantian.
"Kamu kenapa, kok keliatannya bahagia banget? "tanyaku penasaran dengan apa yang terjadi pada mia.
Mia masih tersenyum," Gue.... "mia menunjukkan jarinyanya pada kami berdua." Gue di tembak sama radit. "sorak mia terlihat sangat bahagia.
" Yaampun mia, lo terima? "sewot citra.
"Ya iyalah cit, lagian ya dia itu ganteng, baik dan romantis abiss. Gila dia itu sempurna cit, mungkin emang dia jodoh yang dikirim tuhan untuk gue. "
"Astaga mia itu taktik goblok, taktik supaya lo masuk perangkap dia. Lagian lo baru kenal barapa bulan sih sama dia, itupun lewat chetkan? Dan sekarang baru pertemuan pertama dia langsung nembak lo dan yang lebih parahnya lagi lo terima. Astaga mia....."
"Iiiihhh.... Kenapa sih cit lo tu kayak ngga seneng liat gue dapet pacar. Lagia gue juga tau kali mana cowok yang baik dan yang ada niatan jahat sama gue. Radit itu tulus sama gue, yaudah kalo lo ngga percaya gue bakal kenalin kalian sama radit biar lo dan kamu rin bisa lihat karakter radit. "
" Ya tapi mia gimana kalau ternyata dia suami orang? Lo bisa abis sama istrinya kalau dia sampai tau..... "
" Dia itu masih singgle citra, dia sendiri yang bilang sama gue.
Katanya kan? Lo liat atau meriksa KTP nya ngga? Enggakkan?"
Cit kenapa sih lo itu selalu suuzon sama orang?"
"Ya karna gue ngga mau lo tertuduh jadi pelakor nantinya mia.
Ya gue tau tapi......"
" Uuudah... Udah udah ya!" ucapku memotong pembicaraan mereka berdua, aku berusaha menenangkan keadaan agar tidak terjadi perselisihan di antara mereka" udah ngga usah di lanjutin debatnya!. "
__ADS_1
" Tapi rin..."
" Udah cit. .." ucapku menggeleng.
Mia itu orangnya keras kepala, apapun keputusan dan kemauannya ngga bisa di ganggu gugat.
Sedangkan citra dia orangnya keras, dia selalu nasehatin bahkan melarang sahabatnya untuk ngelakuin hal yang menurutnya bakal berbahaya untuk diri sahabatnya. Sikap citra baik sih dia ngga mau sahabatnya terluka tapi cara penyampaiannya ke mia aja yang agak kurang baik makannya kalau mereka udah ketemu ngga ada yang namanya kedamaian.
"Tara makannya udah selesai, bibik buatin khusus untuk temen - temennya ibuk arini yang cantik - cantik ini. "ucap bik ratih membawakan makanan juga minumana ke atas meja.
" Ini bibik buat menu ala-ala seleb biar keren gitu. Keren ngga bibik?"
Aku dan kedua temanku mengangguk mengiyakan ucapan bik ratih.
" Iya bibik keren, bibik terdebest pokoknya!" ucap citra mengacungkan jempol pada bik ratih.
"Makasi ya bik. "ucapku yang di angguki oleh bik ratih kemudian ia pamit kebelakang.
" Kok malam bengong cobain dong!" ucapku memecah keheningan antara citra dan mia.
" Ini nih cit ini kayaknya enak, kan kamu paling suka sam coklat!" ucapku menyodorkan brounis buatan bik ratih.
"Ini juga berger, kesukaan kamu mia. "ucapku lagi mengambilkan berger dari atas meja.
****************
" Papa...." cika keluar dari kamarnya menghampiriku dan mas Nico yang duduk di sofa ruang keluarga.
" Sayang kamu kok belum tidur, "ucap mas nico menghentikan pekerjaannya.
" Cika ngga bisa tidur, papa temenin cika ya!"
" Tapi sayang papa lagi kerja."
" Ya papa.... Sekali ini aja pa temenin cika tidur sambil bacain dongeng ya, please."
Aku memegang bahu mas nico, untuk ikut membujuk mas nico agar mau menemani cika tidur.
"Bisa ya mas, kasian cika. Lagian kamu kan emang udah lama ngga bacain dongeng sebelum tidur untuk cika." bujukku.
Nico menghela nafas kemudian mengangguk mengiyakan permintaan cika.
"Oke, papa temenin tapi janji ya kamu harus tidur kalau papa bacain kamu dongeng... !"
"Iya pa, cika janji cika akan tidur.
Janji?" ucap nico mengacungkan kelingkingnya ke arah cika.
" Janji. "ucap cika mengikat jarinya kelingkinya.
" Horee.... Cik Tidur sama papa." sorak bahagia cika.
"Yaudah sayang aku temenin cika dulu ya! "ucap nico mencium keningku sebelum pergi ke kamar cika.
Aku tersenyum melihat cika yang terlihat sangat bahagia saat Nico mau menemaninya.
" Aku ngga terbayang bagaimana dengan cika nanti kalau terbukti kamu benar - benar selingkuh mas. "batinku masih belum bisa menghapus kecurigaanku pada Nico.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung