
Tok.. Tok.. Tok..
Khesya yang sedang membuat kopi didapur langsung meletakkan kopinya begitu mendengar ketukan pintu rumahnya.
Khesya membuka pintu dan melihat nico yang sudah berada di depan pintu sambil tersenyum menatapnya.
"Dari kemaren bilangnya mau dateng tapi ngga jadi - jadi, sekarang giliran dateng tapi telatnya kebanyakan. "kesal khesya dengan wajah cemberutnya.
Khesya berjalan begitu saja menuju dapur untuk meminum kopi instan buatannya.
" Sayang...." kejar nico mengikuti khesya yang sedang ngambek kepadanya itu.
" Jangan gini dong kan aku udah dateng." ucap nico memeluk khesya yang sedang meminum kopi dari belakang.
Khesya tetap diam dan tidak mau menjawab ucapan nico.
"Jadi ngambek nih ceritanya, yaudah deh aku pulang aja. "ucap nico melepas pelukannya.
Khesya dengan cepat memegang tangan nico," Iiih kok jadi kamu yang ngambek sih. "
" Abisnya kamu diem, padahalkan aku udah di sini. "
" Yaudah deh..." khesya memeluk nico dengan erat, "Aku kangen banget sama kamu, i miss you so muach."
"Aku juga"jawab nico mengelus puncak kepala khesya .
" Khesya melepas pelukannya kemudin menarik tangan nico,"
" eh...eh mau kemana? "tanya nico karna tarikan khesya.
" Aku mau tidur, peluk - pelukan sama kamu. Pokoknya hari ini hari kita berdua. Ngga boleh siapapun yang ganggu!" jawab khesya masih menarik tangan nico.
Nico berhenti dan membuat khesya ikut berhenti, "Kenapa mas?" tanya khesya.
Nico tak menjawab melainkan malah menarik tangan khesya kemudian mengecup bibir khesya.
"Kamu nakal ya. "ucap khesya sambil tersenyum.
" Biarin, yaudah ayo kita bobok!" ucap nico membuka pintu kamar khesya.
*****************
Cika dan arini masih menunggu nico pulang kerja di ruang keluarga. Wajah cika yang cemberut membuat arini sedih karna dari tadi cika tidak henti-hentinya menanyai nico.
" Ma papa pulangnya masih lama ya?" tanya cika yang sedang membuat tugas di meja ruang keluarga.
" Ngga sayang, sebentar lagi pasti papa pulang." jawabku menenagkan cika.
" Ma papa kenapa sih sekarang pulangnya sering malem, biasanyakan papa selalu nemenin cika bobo, bacain cika dongeng nemenin cika weekend tapi sekarang.... "
" Cika, '' aku mengelus tangan cika, "Papa itu sekarang lagi sibuk papa lagi ngurusin kantornya yang lagi banyak proyek makannya papa jarang di rumah." jelasku berusa agar cika tidak bersedih.
Cika masih terlihat cemberut.
Dddrrrttt.... Ddddrrrrtt..... Drrttt.
Mas nico is call
"Pas banget papa nelfon." ucapku yang memancarkan senyum di wajah cika.
"Halo mas, gimana kamu udah di jalan? . "
"Maaf sayang hari ini aku lembur lagi, ada kerjaan yang harus aku kerjaain hari ini juga. "
" ngga bisa di kerjain di rumah aja mas? "
" Ngga bisa sayang."
"Padahal aku udah masak banyak loh mas buat kamu."
" Hmmm... Maaf banget ya sayang.
Yaudah ngga papa nanti aku masukin makanannya ke kulkas aja."
" Tapi kamu pulangkan mas?"
" Aku usahain aku pulang tapi kalo ngga sempet aku tidur di kantor besok pagi aku baru pulang. Ngga papakan? "
" Iya." ucapku yang kemudian mematikan telfon dari nico.
" Gimana ma papa udah nyampe mana ms? "tanya cika yang terlihat sangat girang.
" Maaf sayang papa ngga bisa pulang, ada kerjaan yang harus papa kerjain. "
" Yaa... Padahal papa udah janji mau nemenin cika bobok"
"Ngga papa mama yang akan nemenin kamu."
"Cika mau di bacain dongeng sama papa."
"Mama yang akan bacain dongeng buat kamu."
"Tapi cika maunya papa"
__ADS_1
"Cika, besok kalau papa udah ngga ada kerjaan lagi papa pasti nemenin cika bobok kok, ngga boleh kayak gini mama ngga suka! "
Cika terlihat sangat kecewa ia meletakkan tugasnya lalu masuk kedalam kamarnya.
" Cika..." panggilku namun tidak di sauti oleh cika.
Di sisi lain nico yang masih berduan dengan khesya menanyai bagaimana ranggapan arini.
" Gimana mas arini percaya?" tanya khesya yang masih berbaring di atas kasur dengan menutupi badannya dengan selimut.
"Iya dia percaya. "jawab nico yang juga berada di atas kasur dengan badan separuh terbuka.
Khesya tersenyum," jadi kamu stay di sini sama aku?" ucap khesya memeluk tubuh nico.
" Iya aku stay di sini sama kamu. "
" Yeeeey... Aku seneng banget. "
Nico mengelus pundak khesya," kamu udah ngga ragu lagikan sama aku?"
Khesya menggeleng "aku udah percaya sepenuhnya sama kamu. "
"Thank you sayang. I love you so muach. "
" I love you to." jawab khesya mengecup bibir nico.
****************
Sarah, ibunda arini saat ini sedang mondar - mandir memegangi ponselnya. Dari tadi pagi perasaannya tidak enak. Sarh takut terjadi hal buruk pada arini apalagi saat ini ia sedang hamil besar.
" Halo bun. "
"Halo rin, kamu lagi apa di sana? "
"Arini...."aku menepis air mataku." aku lagi santay bun. "jawabku menahan tangis.
" Kamu baik - baik ajakan, bayi di kandungan kamu gimana? "
" Sehat.. Sehat bun." jawabku menahan tangis.
" Nico, cika bagaimana apa mereka sehat?"
"Sehat.. Semuanya sehat. Bun. "jawabku menepis air mataku.
" Syukurlah kalau begitu."
" bunda udah selesai praktek? "
" Sudah baru saja pasien terakir pulang."
" Cika?... Minta apa dia bun?" kejutku saat bunda mengatakan jika cika menelfonnya.
" Ngga dia ngga minta apa - apa, dia cuma cerita sama bunda. "
" Cerita apa bun? "
" Cika cerita kalau sekarang ini papanya itu sering ngga pulang bahkan weekendpun papanya tetap kerja." jelas sarah.
Air mataku semakin terurai saat bunda menjelaskan apa yang di kadukan cika kepadanya.
" Bener itu rin?"
"Iya bun, mas nico sekarang ini lagi ngurusin proyek besar di kantornya jadi dia sibuk."
"Iya bunda tau tapi sesibuk-sibuknya nico tolong bilangin ke dia untuk jangan lupa sama kamu dan cika."
" Ngga bun mas nico ngga pernah lupa sama aku sama cika, mas nico juga selalu nganterin aku ke dokter dan tiap pagi mas nico juga selalu nganterin raya ke sekolahnya."
" syukurlah kalau begitu. "
" Iya, bunda ngga usah hawatirin arini, arini dan cika baik - baik aja di sini."
"Iya, yasudah kalai gitu kamu tidur sana sudah malam! "
"Iya bun, bunda jaga kesehatan ya di sana. Jangan capek-capek!"
"Iya"
*****************
Aku tidak sengaja tertidur di atas sofa ruang keluarga karna sangat lelah menunggu nico yang ternyata memang tidak pulang semalaman.
Ceklek...
Nico masuk dengan penampilan yang cukup berantakan. Hari masih menunjukkan pukul lima pagi, aku melihat ke arah nico yang baru saja masuk.
"sayang!" ucap nico berjalan kearahku.
Nico duduk di sebelahku, "Kamu tidur di sini?" tanya nico mengelus puncak kepalaku.
Aku menghentikan usapan tangan nico dari kepalaku. "kamu ingetkan mas kamu punya janji sama cika mau bacaain dia dongeng dan nemenin dia tidur. ''
Nico mengangguk," iya aku inget sayang. "
__ADS_1
Aku tak sanggup menahan airmataku," Cika itu ngga minta yang aneh - anhe loh mas.. Hiks"aku mengusap air mataku.
"Cika cuma minta ditemenin tidur sama kamu sambil bacain dongeng faforitnya dia itu aja, apa itu sulit buat kamu?"
Nico menggeleng, "aku minta maaf sayang, aku minta maaf."
"Aku janji aku ngga akan kayak gini lagi. "
"Aku mohon sama kamu mas, aku ngga bisa liat cika kayak gitu."
" Iya sayang, aku ngga akan kayak gini lagi," ucap Nico memegang tanganku.
Aku melepas pegangan tangan nico, kepalaku terasa sangat sakit saat ini.
" Kamu kenapa, sayang?"
Aku menggeleng, "aku ada jadwal ke dokter hari ini. Kamu bisa temenin akukan?"
"Hari ini? "ucap nico yang terlihat berat.
" Iya mas,"
"Yaudah aku akan usaha buat ngosongin kerjaan aku pagi ini. "
Aku mengangguk, dan menyuruh nico untuk segera bersih - bersih.
****************
Tok... Tok... Tok..
"Iya sebentar! "teriak mia berjalan menuju pintu rumahnya. Entah siapa tamu yang datang sepagi ini kerumahnya.
Ceklek....
Angga berdiri di depan pintu dengan wajah tersenyum lebar menatap ke arah mia yang juga berdiri di depannya.
" Angga?" ucap mia yang kaget dengan kedatang angga ke rumahnya.
" Lo ngapain ke sini? "
"ngapain lagi kalau bukan nemuin princes gue."
"Ini gue juga udah bawain sarapan buat lo" ucap angga menunjukkan rantang bawaanya. Angga masuk kerumah mia tanpa ada persetujuan terlebih dahulu oleh mia.
" Angga.... Angga kitakan bisa makan di luar, ngga perlu ke rumah gue juga kali!" protes mia, yang masih merasa canggung dengan angga walaupun mereka telah kenal lama.
" Mia... makan di luar itu terlalu biasa apalagi buat gue yang mau luluhin hati lo supaya jatub cinta sama gue. "
Angga menarik kursi lalu menyuruh mia untuk duduk. "silahkan duduk sayang!" ucap angga.
Mia hanya memutar matanya malas lalu duduk di kursi yang telah di bukakan oleh angga.
"Sebentar gue ambil piring dulu! "ucap angga membawa rantang makanannya ke dapur.
Angga menyajikan nasi goreng bawaannya ke atas piring lalu meletakkan telur serta sosis sebagai pelengkap di sana.
" Nah ini dia!" ucapnya lagi meletakkan nasi goreng itu di meja tempat mia duduk.
Mia cukup terperanggah melihat cara penyajian angga yang sangat rapi juga cantik, makanan yang angga sajikan tak jauh beda dari penyajian makanan restoran lainnya.
"Cobain dong, itu gue yang buat loh! "ucap angga masih menatap mia.
Mia menaikkan satu alisnya melihat ke arah angga, ia cukup terkejut dengan angga yang bahkan bisa memasak.
Mia menyuap nasi goreng buatan angga ke mulutnya, merasakan bumbu - bumbu serta rasa yang tertata di nasi goreng tersebut.
"Gimana, enak?" tanya angga saat mia sudah mencobanga.
Mia mengangguk, "enak, lumayan lah." ucap mia yang gengsi untuk mengakui jika masakan angga sangatlah enak bahkan rasa nasi goreng yang di buat oleh angga jauh lebih enak di bandingkan dengan nasi goreng yang ia beli di restoran langganannya.
"Suka ngga? "tanya angga melihat mia dengan lahapnya menyantap nasi goreng buatannga.
"Suka banget. "
"Sama gue?" Ucap angga lagi menjebak mia dengan pertanyaan.
"iiiih.... Apaan sih! "kesal mia memukul lengan angga karna pertanyaannya.
" Becanda, gue tau kok lo belum suka sama gue."
"Hah... "
" Angga mengangguk," cincin lamaran gue belum lo pake itu artinya lo belum suka sama gue.
"jelas angga memperhatikan tangan mia, khususnya jari manisnya.
Mia melihat ke jarinya, entah kenapa ia merasa tidak enak pada angga.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung
HAPPY READING GAYS!!!