
Salsa terus mencari keberadaan bianka, ia bertanya pada satpam apakah anaknya keluar dari sekolah atau tidak. Namun satpam itu menggeleng dan berkata jika ia tidak melihat bianka.
Salsa semakin cemas dengan keberadaan bianka yang tiba - tiba kabur seperti ini.
Di sisi lain reno mencari bianka di taman belakang sekolah, reno terus memanggil nama bianka berharap anaknya itu mau menyauti dan keluar dari oersembunyiannya.
"BIANKA!!..."
Reno mencari bianka ke sudut - sudut sekolah sampai akirnya reno menemukan bianka bersembunyi di trowongan seluncuran. Bianka mrnangis sambil menutup mata dan telinganya.
"Bianka... "reno memegang tangan bianka.
Biank membuka matanya dan keluar dari trowongan.bianka memeluk reno sambil terus menangis.
Bianka." ucap salsa melihat reno telah menemukan bianka.
"Papa jangan bertengkar lagi sama mama! "ucap bianka sambil menangis tersedu - sedu.
Reno menahan salsa untuk tidak mendekat pada bianka.
" Iya sayang papa ngga akan bertengkar lagi sama mama! '' reno memeluk bianka dengan sangat erat. Menenagkan bianka agar tidak menangis lagi.
***************
Di dalam mobil daniel,...
khesya berterima kasih atas makan malam yang di berikan daniel padanya.
" Thanks buat dinnernya. "ucap khesya di persimpangan lampu merah dekat apartemennya.
Daniel menggaguk," tapi key pacar kamu ngga marah kamu jalan berdua sama aku?" tanya daniel sembari menunggu lampu hijau.
Daniel pernah melihat khesya memposting foto dengan caption inisial pacarnya,makannya daniel tau jika khesya mempunyai pacar.
" Hmm... Aku udah izin sama dia jadi ngga papa. "
Lagi - lagi daniel mengangguk," kalau aku boleh tau udah seserius apa hubungan kamu sama pacar kamu?"
Khesya sedikit bingung akan menjawab apa karna hubungannya dengan nico saat ini tidak jelas. Nico selalu bilang akan menikahinya namun hari itu tidak kunjung datang.
"Soalnya kalau kamu sama pacar kamu udah berencana untuk nikah aku akan mundur untuk ngejar kamu, "
Khesya terdiam..
" Aku bener - bener suka sama kamu key, aku rela lakuin apa aja untuk kamu suka sama aku tapi kalau kamu memang sudah mau menikah dengan pacar kamu aku ngga akan ganggu kamu lagi. Aku akan relain kamu untuk bisa bahagia dengan dia." jelas daniel.
*****************
Nico keluar dari kamar arini saat ia melihat khesya memposting jika ia saat ini sedang dinner dengan seseorang. Nico langsung menchat khesya untuk menanyai di mana keberadaannya. Karna tak ada balasan nicopun langsung menyusul khesya ke apartemennya.
Khesya datang tak berselang lama setelah nico sampai di apartemennya.
"sampai sini aja ya!... "ucap khesya setelah sampai di depan pintu apartemennya.
Daniel menggangguk," Hmmm... tapi key. Aku ada satu permintaan sama kamu. "
Khesya mengerutkan dahinya.
" Tapi kamu boleh nolak kalau kamu ngga mau"sambung daniel ragu ingin mengatakannya.
Khesya tertawa," bilang aja ngga papa! "
" Hmmm... Aku mau cium kamu, boleh? " ucap daniel takut jika khesya marah.
Khesya membuka pintu apartemennya," hmmm... Yaudah untuk perpisahn aja ya!" daniel langsung tersenyum mendengar jawaban khesya.
Dari dalam apartemen nico memperhatikan khesya dengan lelaki yang mengajaknya untuk dinner itu.
Daniel mendekat lalu, mencium pipi khesya.
" Bye... "ucap daniel yang terlihat salting dan ia langsung buru - buru pergi agar ia tidak semakin salah tingkah.
Khseya tersenyum gemezz melihat kelakuan daniel.
" Ada.. Ada aja." ucap khesya tertawa sembari menutup pintu apartemen.
Nico keluar dari persembunyiannya," Siapa laki - laki itu? "
Khesya terkejut dengan keberadaan nico"mas... "khesya melihat nico yang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
" Siapa laki - laki itu!" tegas nico sekali lagi.
''Dia-dia temen aku mas. "
"Temen?... Tapi ciuman? "
"Itu salam perpisahan biasa aja mas. Lagian akukan udah bilang kalau dia cuma temen. "
"Yakin cuma temen?..."
" Iya mas.... , kamu tuh kenapa sih selalu curiga sama aku. Aku ini lagi pusing sama hubungan kita yang gini - gini aja mas, kita ngga bisa kemana-mana, kita ngga bisa jalan berdua di luar. Ngga bisa dinner bahkan aku juga ngga bisa pamerin foto kita berdua di media sosial. "
Khesya menepis air matanya,
"selama ini aku berusaha buat ngeritin kamu, ngertiin istri kamu. Gertiin orang orang terdekat kamu semua aku ngertiin mas tapi pernah ngga kamu ngertiin aku, sekali aja mas. Aku capek jalanin hubungan kita yang harus sembunyi - sembunyi kayak gini mas."
"Aku juga pengen jalan berdua sama kamu, makan malam bareng sama kamu, mamerin kemesraan kita ke media sosial ngenalin ke semua orang kalau kamu calon suami aku, kasih tau mama papa aku tentang kamu. Aku ingin semua itu mas."
" Selama ini aku iri sama arini yang selalu leluasa buat ngajak kamu kemanapun dia mau tanpa harus sembunyi-sembunyi sama orang. Ceritain kamu ke temen - temennya, di puji - puji sama temen kamu dan semua orang yang lihat kalian,Aku iri mas. Kalau memang hubungan kita gini - gini aja mending kita udahan aja mas. Aku capek kalau tiap hari harus ngertiin kamu terus! '' nico menahan tangan khesya, nico memeluk khesya kemudian menenangkannya.
"Maaf sayang.. Maaf karna selama ini aku ngga bisa ngertiin perasaan kamu aku minta maaf." khesya menangis di pelukan nico ia mencurahkan semua kegundahan hatinya.
"kamu adalah orang terpenting dalam hidup aku tapi orang yang paling penting dalam hidup kamu ya cuma arini." ucap khesya memukul pelan bahu nico.
"Kamu dan arini itu sama pentingnya buat aku."
"Tapi tetap ajakan arini yang selalu jadi nomor satu buat kamu! "
Nico menggeleng," kamu juga nomor satu key, kalau kamu ngga percaya kita ke alsaka besok! "
" Buat apa? . "
"buat buktiin ucapan aku ke kamu, kalau kamu dan arini itu sama penting." khesya semakin tidak mengerti.
" karna itu impian arini sejak lama!. Aku akan wujutin impian arini dengan kamu. "ucap nico mengelus rambut khesya dengan sangat yakin dengan semua perkataannya.
*******************
Arini tidak mendapati keberadaan nico di sampingnya saat ia terbangun.
" Mas!... "panggil arini mencari nico kedalam kamar mandi namun tidak ada.
" Mass!..." panggilnya lagi namun tidak ia temukan juga.
Arini seger turun kebawah untuk memastikan apakah Nico bener-benar pergi.
" bibik... Bik! "panggil arini menuruni tangga.
Ratih yang sedang mencucipun langsung segera berlari menemui arini.
" Iya buk." jawab ratih menemui arini.
"Bapak pergi jam berapa tadi? "
"Bapak pergi sebelum subuh buk. "
"Bawa apa? "
"Bawa koper."
"Koper?... Bapak ada bilang sesuatu sama bibik?
" Bapak cuma bilang bik titip ibuk sama cika ya!. Itu aja buk."
arini menahan air matanya," hmm.. Yaudah bik. "ucap arini lalu pergi. Ratih yang ada di sana merasa heran dengan sikap arini yang terlihat tidak tau dengan kepergian nico.
Arini duduk di bangku taman sambil menelfoni semua teman - teman nico untuk menanyai keberadaan nico, mudai dari arya, anga bahkan tak kercuali pada salsa rekan bisnis sekaligus sahabat nico. Namun tetap saja semua menjawab jika mereka tidak tau keberadaan nico. Entah benar atau tidak arini tidak tau, tidak ada yang bisa ia percaya sekarang.
Halo mia, kamu bisa ke sini sekarang? "arini menelfon mia, karna mia lah satu - satunya orang yang bisa mengerti dirinya saat ini.
Jangan sekarang ya rin, gue masih ada kerjaan. Nanti aja ya pas kerjaan gue udah selesai.
" Ngga bisa mi, aku mau kamu ke sini sekarang!
" Aku butuh kamu mi!" ucap arini memohon
" Oke.. Oke gue ke sana sekarang."
" Hmmm...."
__ADS_1
*******************
Tok... Tok.. Tok
Bik ratih dengan cepat membukakan pintu rumah.
" Arini mana bik?" tanya mia yang terlihat sangat hawatir dengan arini.
"Itu buk!" ucap bik ratih menunjuk ke arah sofa tempat arini berbaring.
"Rin... "ucap mia menghampiri arini
Mi.." ucap arini berusaha untuk duduk saat sahabatnya itu datang.
Mia membantu arini untuk duduk, "yampun rin tangan lo dingin banget, lo ngga apapakan?" mia semakin hawatir setelah melihat ke adaan sahabatnya itu.
"Aku ngga papa mi.kamu ngga usah hawatir. " ucap arini dengan wajah pucat dan tangan yang sangat dingin.
"Yaudah lo tenang aja ya, gua tadi juga udah hubungin satria sama citra buat meriksa keadaan lo."
.
.
.
Tak berselang lama satria dan citra datang dan langsubg memeriksa keadaan arini yang jauh dari kata baik.
"Berapa tensinya cit?"
"Seratus delapan puluh sat... "jawab citra.
Satria langsung melihat alat pengujur tensi dan benar saja tensi arini sangat tinggi.
" Rin kayaknya lo harys di bawa ke rumah sakit, tensi lo tinggi banget!"
" Ngga sat, aku ngga mau di bawa ke rumah sakit. Kasian cika kalau aku harus di rawat."
"Tapi rin... "
"Kasihan cika sat!!! "tegas arini penuh penekanan yang membuat satria langsung mengalah dan mengiyakan ucapan arini.
" Yaudah kalau gitu gua telfon dokter cakra dulu..." ucap satria pergi menjauh dari arini.
************
Reno mengantar bianka ke sekolah untuk mengurus kepindahan sekolah bianka.Reno memutuskan untuk bercerai dengan salsa setelah ia tahu jika salsa berselingkuh darinya. Reno tidak bisa memaafkan salsa lagi sudah cukup rasanya salsa menghianati dan menyakitinya dengan bianka. Reno ingin memulai hidup baru dengan bianka.
Kepala sekolah, dan semua guru mengantar kepergian bianka dan reno.
"bi.. Baik - baik di sana ya sayang!" ucap miss sheren mengusap kepala bianka.
Bianka hanya mengangguk tanpa membalas ucapan miss sheren.
"Thank you ya miss!, see you!! "setelah mengucapkan itu Renopun merangkul bianka yang terlihat berat meninggalakan sekolah.
Sepanjang oerjalanan keluar sekolah Reno mencoba mengajak bianka untuk bicara agar moodnya kembalik membaik." bianka... Nanti di sana papa akan cari sekolahan baru untuk bi, papa akan pastiin anak - anak di san bik - baik ngga kalah baik sama anak - anak yang ada di sini. Gimana bianka setuju?" Bianka tidak menanggapai ucapan Reno. Biakaterus berjalan sampai di dekat kelasnya.
Semua murid keluar dan mengucapkan salam perpisahan untuk bianka." bye.. Bye bianka. Kami semua akan merindukanmu. "kompak anak - anak itu.
Bianka menahan air matanya, ia berjalan cepat menerobos kumpulan teman - temannya.
Cika yang melihat itupun langsung mengejar bianka" Bianka....!!
"panggil cika menahan langkah bi.
Bianka berbalik dan melihat ke arah teman baiknya itu," kamu adah teman terbaik aku, aku ngga akan bisa ngelupain kamu. Aku akan selalu merindukan kamu dan semua momen kebersamaan kita. Semoga nanti kamu bahagia di sana ya!"
Air mata bianka jatuh, bianka langsung memeluk cika dan menangis dalam pelukannya.
"makasih cika, kamu juga teman terbaik aku...!"
"semoga kita bisa bertemu lagi nanti..." sambung cika.
Bianka mengangguk kemudian melepas pukannya. "Bye.. Cika! "ucap bianka melambaikan tangannya sebelum akirnya ia pergi bersama Reno.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung