Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 45.hari pernikahan.


__ADS_3

Tok... Tok.. Tok


Arini melihat ke arah pintu rumah saat ada tamu yang datang ke rumahnya.


Arini mencegah ratih yang akan membukakan pintu, "udah biar saya aja bik!" ucap arini berjaln menuju pintu rumah.


Ceklek....


Arini terdiam saat melihat orang yang datang ke rumahnya.


"Khesya pergi rin.... "ucap nico sambil berurai air mata di depan pintu rumah arini.


" Khesya ningglin aku." sambungnya lagi mendekati arini.


" aku ngga tau harus gimana lagi aku ngga punya siapa - siapa lagi rin. "nico berlutut sambil memegang kaki arini.


" Mafin aku, maafin aku sayang. Aku menyesal hiks.. Hiks"


Air mata arini menetes, sikap nico seperti ini malah membuatnya merasa semakin sakit.


"Aku harusnya ngga bersikap bodoh sepeeti kemarin. Aku menyesal rin.... Hiks. "tangis nico semakin pecah.


" Aku mau kembali lagi sama kamu, aku janji setelah ini aku ngga akan ngulangin kesahalan aku lagi. Aku akan jaga keutuhan keluarga kita. "mata nico terlihat sangat memohon saat arini melihatnya.


" Please sayang maafin aku.... Aku benr - benar menyesal!" ucap nico lagi.


Arini memandang nico lekat permohonannya ini membut arini tidak tega untuk mengatakan tidak. Air matanya berurai meski sangat terlambat tapi arini masih sangat mencintai nico. Cinta pertama yang tak mungkin bisa lupa begitu saja.


**************


Hari demi hari ia lalu bersama dengan nico kembali cika yang kembali ceria dengan keluarga yangkembali utuh. Permohonan nico waktu itu membuat arini luluh dan mau menerimanya lagi. Nico juga sudah berjanji jika ia tidak akan berkhianat lagi. Nico berjanji ia akan membangun rumah tangga yang jauh lebih baik lagi, nico juga berjanji jika ia tidak akan mengecewakan arini lagi. Nico juga sudah menandatangani surat perjanjian yang telah di notariatkan sesuai dengan pilihan yang di berikan arini.


Namun yang namanya penghianat tidak mungkin bisa arini percayai lagi. Kepercayaannya pada nico sudah hancur sehancur hancurnya sulit untuk arini membangun itu kembali. Arini selalu curiga, setiap apapun yang di lakukan nico. Tidak ada yang namanya pernikahan yang baik di antara mereka lagi, semuanya semakin berantakan semenjak arini kembali menerima nico rasa curiga dan traumanya di hianati nico tidak bisa hilang walau sekeras apapun ia mencoba.


"Aku ini udah jujur loh... Aku udah berusah untuk ngebangun rumah tangga ini dengan baik bersama dengan kamu lagi tapi kenapa kamu selalu dan selalu curiga sama aku. "

__ADS_1


"Itu semua karna kamu mas, kamu yang buat aku kayak gini. Kamu bohongin aku, kamu nipu aku semuanya dari sikap buruk kamu itu buat aku sulit buat percaya lagi sama kamu."


Nico memegah bahu arini, "Aku udah berusaha buat jadi apa yang kamu mau, aku udah berubah tapi kamu tetap mencurigai aku. Aku capek kalau kamu terus terusan seperti ini."


"Aku memang pernah melakukan kesalahan tapi aku udah tobat dari itu semua, jadi tolong percaya sama aku. Aku ngga akan ngulangin itu untuk kedua kalinya." sambung nico.


Arini menngis dalam diam, air matanya terus mengalir walaupun ia sudah bersikeras untuk menahannya.


Nico memeluk arini" Aku sayang sama kamu, aku tau kamu takut kehilangan aku tapi ngga gini caranya rin. Aku tertekan kalau terus - terusan kamu curigain. Aku juga butuh kebebasan. "ucap nico mengelus rambut arini.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Aku cuma ngga mau kejadian dulu kembali lagi mas. Aku trauma dan aku ngga kuat kalau itu sampai terjadi lagi." tangis arini di dalam pelukan nico.


" Itu ngga akan terjadi lagi... I promise.!" bisik nico memeluk tubuh arini kuat.


****************


Hari pernikahan mia dan anggapun akirnya datang semua tamu undangan dan juga para sahabt mia semuanya datang meramaikan acara pernikahnnya. Memecahkan acara menjadi semakin meriah. Tema pernikahan yang Auot door membuat acara pernikahan mia menjadi lebih freas dan meriah.


Mia dan angga berbalik memegang burket buga yang mereka ayun - ayunkan untuk di lempar kepada para jomblo yang yang sudah menanti de belakang mereka.


Two....


Tree...


Mia dan angga melempar burket bunga begitu hitungannya selesai. Angga dan mia langsung berbalik dan melihat siap yang mendapatkannya.


Dengan semangat dan penuh kekuatan citra langsung bergegas berlari mengejar burket bunga yang di lempar oleh angga dan mia.


"Hap... "citra melompat tinggi begitu bunga itu akan jatuh. Dalam satu tangkapan bunga itu langsung jatuh ke tangan citra.


" aiiiisss... Bunganya jatuh ke tangan orang yang salah, auto layu dah tu bunga. "ucap angga melihat citra yang sangat bahagia mendapatkan bunga penganten itu.


Mia mencubit angga," ngga boleh kayak gitu, lagiankan gitu - gitu dia sahabat aku. Yaa... Siapa tau aja karna nangkep bunga penganten itu citra bisa nemuin jodohnya. "ucap mia yang melambaikan tangannya ke arah citra yang berteriak ke arahnya.


Semoga aja ada yang mau ya... '' sambung angga lagi," kasian bunganya... "ucap angga yang kemudian kembali bersama mia ke kursi pengantin.

__ADS_1


**********


Arini mengitari sambil mencicipi hidangan yang tersusun rapi di meja - meja. Banyak juga dari para pelayan - pelayan catring yang menawari arini minuman serta cemilan - cemilan kecil di saat arini sedang berjalan - jalan di area pesta. Arini berkeliling sendiri tanpa di temani cika ataupun nico. Cika asik bermain dengan para teman - temannya di luar sedangkan nico, arini tidak melihat nico setelah mereka berfoto bersama di pelaminan mia tadi.


Arini melihat - lihat di sudut serta sekeliling area pesta, namun tetap saja ia tidak menemukan nico. Arini juga sempat bertanya pada arya yang duduk bersama teman - teman kantor nico, namun ariya bilang jika ia tidak melihat nico dari tadi.


Arini mulai hawatir pikirannya mulai kemana - mana. Ia berusaha untuk menahan rasa curiganya namun kecurigaan itu tetap saja menghantui pikiran arini.


"Ngga arini, mas nico itu udah berubah dia ngga mungkin hianatin kamu lagi. Khesya udah pergi ngga ada lagi pengganggu rumah tangga kamu lagi. Kamu harus bisa percaya sama mas nico!..." batin arini meyakinkan dirinya sendiri.


"Gimana apa kalian sudah menemukan petempuan yang saya suruh?..." suara dari balik tirai hias membuat arini berhenti dan mengintip suara yang sangat familiar menurutnya.


"Mas nico... "gumam arini yang melihat wajah nico yang terlihat marah dan kesal dengan lawan bicaranya di telfon..


"Saya sudah bayar kalian mahal - mahal tapi sampai sekarang kalian belum menemukan satu wanita yang saya minta?" kesal nico pada orang suruhannya.


"Saya sudah cukup bersabar ya kalau sampai dalam minggu ini kalian tidak menemukan khesya saya tidak akan membayar kalian lagi...! "bentak nico yng kemudian mengakiri telfonnya.


" Khesya...." ucap arini yang membuat air matanya berlinang


"jadi selam ini mas nico masih mencari khesya. Diam - diam mas nico masih mengharapkn wanita itu.....?" arini menutup mulutnya.


"jadi mas nico tidak benar - benar berubah..?... Hiks.. Hiks. Keterlaluan kamu mas." arini pergi menjuh dari nico yang tidak menyadari keberadaannya.


"Hiks... Hiks... Hiks... Bodoh harusnya aku tidak percaya begitu saja pada semua ucapan mas nico. Lagi - lagi kamu menghianati aku mas. Kamu selalu mencari cara lain untuk bisa menutupi kebohongan - kebohongan kamu. "


"Kamu mempermainkan perasaan aku lagi, kamu nyakitin aku, kamu kecewain aku." arini terus berjalan cepat menembus keramaian pesta.


"Rin.... Minum____"arini berlalu begitu saja di hadapan citra dan satria. Dengan air mata yang bercucuran arini pergi dari pesta tanpa pamit pada mia ataupun angga.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2