Marriage Betrayal

Marriage Betrayal
Bab 23.menyelidiki dengan hati - hati


__ADS_3

Khesya tersenyum - senyum memasuki sekolah tempatnya bekerja, khesya sangat bahagia dengan kejutan yang di berikan nico kepadanya tadi malam. Khesya tidak menyangka jika nico memberikanya apartemen mewah khusus untuknya.


"Hei...." langkah khesya terhenti begitu melihat daniel menunggunya tepat di depan kelas tempatnya akan mengajar.


"Pak daniel.....hhmm maksud saya daniel. "daniel tersenyum lalu berjalan mendekat ke arah khesya.


" Kamu nganterin rafa?" khesya melihat di sekeliling sekolah namun ia tidak melihat rafa.


" Iya tadinya...." khesya mengerutkan keningnya.


" Tadinya?" tanya khesya lebih jelas.


Rafa di ajak sama mama dan papa buat liburan ke Australia.


Khesya mengangguk," Itu semua berkat kamu. "sambung daniel.


Berkat aku?" khesya menunjuk dirinya sendiri.


" Iya berkat kamu rafa bisa bangkit dan bahagia lagi. Cara kamu mendidik dan memahami rafa buat dia bisa melalui semua cobaan terberat dia. Aku sangat berterima kasih sama kamu."


Khesya tersenyum "baguslah kalu rafa bisa tersenyum lagi. Tapi itu juga karna kamu, kamu orang tua yang hebat makannya rafa bisa bangkit dari keterpurukannya." puji khesya pada daniel.


"Kamu bisa saja. "ujar daniel yang merasa sangat bahagia di puji seperti itu oleh khesya.


" Jadi kamu ke sini mau izinin rafa buat ngga masuk sekolah. "


"Iya itu salah satu alasan buat aku bisa ketemu kamu." gombal daniel yang membuat khesya tersipu.


"Nanti malam kamu ada waktu ngga? "


"Hmmm... Kita liat nanti ya. "


"Oouh.. Oke "jawab daniel yang merasa sedikit kecewa.


" Yaudah kalau gitu aku harus ngajar dulu." pamit khesya menunjuk kelas yang akan ia ajar.


Daniel mengangguk, "iya... Thank you udah mau ngobrol." khesya tertawa lalu masuk kedalam kelasnya.


**************


Sepeninggalan arini miapun menelfon temannya untuk membantu mencari tau tentang nomor yang di berikan arini. Mia memfoto nomor tersebut lalu mengirimkannya.


"Halo"


" Iya, kenapa mia?"


" Biasa, gue udah kirimin nomornya ke lo ya."


"Oke..."


"Oh ya... Kalau bisa cepetan dikit ya, gue butuh cepet soalnya!"


"Oke... Oke aman gua bakal langsung kerjain. "


"Oke, thanks ya." mia mematikan telfonnya sambil menunggu data yang akan di kirimkan temannya itu.


Satu jam menunggu akirnya temannya itu mengirimkan data yang diminta oleh mia meski belum semuanya tapi setidaknya itu bisa menjawab rasa penasaran arini.


Mia menghubungi arini untuk mengabri jika data yang dimintanya sudah ada. Arini mengajak mia untuk bertemu besok di restoran tempat biasa mereka bertemu.


***************


Di restoran tempat mia dan arini akan bertemu. Mia kali ini datang lebih awal karna mia sangat penasaran dengan reaksi arini setelah melihat data yang ia dapatkan.


Tak menunggu lama akirnya arinipun datang. "Jadi gimana mi?" arini langsung menanyakan data yang di dapatkan mia begitu ia sampai.

__ADS_1


"Minum dulu kali buk, buru - buru amat. "mia menyodorkan minuman yang telah ia pesan pada arini.


Arini tersenyum,sambil meminum minuman yang di berikan mia.


Mia menunjukkan data yang ia dapatkan dari nomor ponsel yang di berikan arini kemarin padanya. Mia menunjukkan foto ktp yang berhasil di dapatkan oleh temannya.


"Ini foto ktp serta informasi yang berhasil kita dapetin. "


Arini melihat ke layar ponsel mia," nama dia khesya admaja, alamat asli di Surabaya bekerja sebagai guru TK di Jakarta , tapi kita ngga tau dia jadi guru di sekolah mana."


" Tapi tenang aja temen gue berhasil nemuin alamatnya dia. "arini melihat foto alamat khesya dari layar ponsel mia.


"Komplek perumahan ini, Sangat dekat dengan kantornya mas Nico." batin arini yang langsung terdiam begitu melihat alamat selingkuhan nico.


"Rin.. Lo kenapa? "mia memecah lamunan arini.


" Aku ngga papa. Tolong kirimin semua data ini ke aku ya mia, biar aku yang ngasih ke teman aku." mia mengangguk lalu mengirimkan semua data yang ia dapat.


" Kalau nanti temen lo butuh bantuan tim gue bisa bantu kok bahkan gue sendiri juga bisa." tawar mia.


" Iya nanti aku samprin. Thanks ya bantuannya." mia mengangguk sambil tersenyum mia tau juka arini saat ini sedang berbohong. Temannnya itu memang tidak handal dalam urusan berbohong.


**********


Angga menunggu mia di depan kantornya angga bermaksud untuk menjemput mia dan berkeliling sebentar sebelum pulang. Cukup lama angga menunggu akirnya pujaan hatinya itu keluar dari kantor. Bidadari tak bersayap yang selalu ia nantikan untuk bisa bersanding dengannya.


Angga melambaikan tanggannya ke arah mia, menunjukkan jika ia ada di sana.mia membalas lambaian tangan angga lalu berjalan ke arahnya.


"Lo kenapa ada di sini? "tanya mia berdiri berhadapan dengan angga.


'' tentunya untuk kamu." jawab angga sembari tersenyum. Angga menyodorkan tangganya, "Mau pulangkan?" ucap angga menggerak - gerakkan tangannya.


"Tapi gue kan bawa mobil"


"Ditinggal aja biar besok aku ada alasan buat jemput kamu. "jawab angga memamerkan senyum termanisnya.


Angga tersenyum lalu mencium tangan mia,pandangan angga tertuju pada cincin yang di kenakan mia di jari manisnya, cincin itu sangat manis dan cocok untuk mia.


"kamu nerima lamaran aku?" tanya angga memastikan apa yang ia lihat.


Dengan wajah yang malu - malu miapun mengangguk, "iya,gue ngga mau nyia-nyian orang yang jelas - jelas cinta dan sayang sama gue. ''


" You realy?"


Lagi - lagi mia mengangguk, "thank you so mach" angga sangat bahagia, akirnya penantiannya selama ini tidak sia - sia.


Mia ikut bahagia melihat angga yang sangat bahagia melihat keputusannya ini. untung saja cincin yang sempat tidak ia ketahui letaknya itu bisa ia temukan berkat usahanya yang matigmatin mencari cincin itu sampai ke temu. Cincin yang di berikan angga ternyata ia tarung di laci kecil di ruang tamu, mia sunggung tidak mengingat itu.


************


Tok... Tok... Tok..


"Permisi! "teriak arini memanggil orang yang berada di dalam rumah.


" Permisi!" teriak arini lagi masih berusaha agar orang yang ada di dalam keluar.


Arini mengunjungi alamat yang di dapatnya dari mia kemarin,Alamat selingkuhan nico. Arini ingin membuktikan jika tuduhannya selama ini pada nico itu benar.


" Permisi!" teriak arini lagi.


Mendengar teriakanku itu salah satu warga yang tinggal berdekatakan dengan rumah itupun keluar.


"Permisi mbak mau cari siapan ya? "tanya ibuk - ibuk menghampiri arini.


" Saya cari khesya buk"

__ADS_1


"Ooo.. Khesya yang ngajar di TK swasta itu?"


"Iya buk,"


"Dia udah pindak mbak, beberapa hari yang lalu."


"Pindah kemana ya buk? "


"Saya juga kurang tau mbak."


" ibuk tau di mana tempat khesya mengajar?"


" Saya kurang tau mbak, saya cuma taunya dia itu guru TK, tapi kalau soal sekolahnya dimana saya ngga tau. "


"Ooo... Gitu ya buk."


"Tapi kalau saya boleh tau ada keperluan apa ya?"


"Saya saudranya buk. "


"Hmm.. Yasudah kalau mbak khesya ke sini saya bilangin."


"Yasudah buk, terima kasih."


" Iya mbak." jawabnya.


Setelah itu arinipun pergi meninggalkan komplek perumahan itu.


*****************


Khesya mencari anting yang di belikan oleh nico di semua penjuru apartemen. Dari tadi ia tidak menemukan keberadaan anting tersebut.


Khesya memegang kepalanya," Aduh... Dimana sih antingnya. Apa ketinggalan di rumah lama ya?" pikir khesya yang sangat frustasi karna tidak menemukan anting berharganya itu.


Sudah merasa mencari di seluruh apartemen namun tidak menemukanmya juga, khesya yakin pasti anting itu tertinggal di rumah.


Khesyapun memutuskan untuk mencari antik itu di rumah lamanya.


Kurang dari setengah jam khesyapun sampai di rumah lamanya, namun di saat khesya akan masuk mencari anting, ibuk - ibuk yang tinggal tidak jauh dri rumahnya memanggil.


Khesya! "panggilnya membut khesya berbalik dan melihat ke arah ibuk - ibuk tersebut.


" Eh buk yasmin." ucap khesya tersenyum lalu bersalaman dengan ibuk tersebut.


" Ada apa buk?" tanya khesya dengan panggilan bu yasmin tadi.


" Saya mau kasih tau kalau tadi ada yang nyari kamu."


Khesya mengerutkan keningnya," siapa buk? "


" Katanya Saudara kamu."


" Saudara saya?" heran khesya karna tidak ada yang mengabari jika akan ada yang berkunjung ke rumahnya.


"gimana ciri- cirinya buk?" tanya khesya ingin tau lebih jauh.


"Cewek, cantik, putih ngga terlalu tinggi terus lagi hamil besar. "jelas ibuk - ibuk tersebut yang membuat khesya terbelalak.


" Pasti itu arini." batin khesya yang membuatnya menjadi cemas. Takut jika arini masih berada di lingkungan komplek.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2