
Satria menggendong cika untuk menenangkannya karna sampai sekarang nico belum juga datang.
" Cika yang tenang ya, mama arini di dalam baik - baik aja."
"Serius om.? "
"Iya kan om dokter, jadi om tau."
"Dedek bayi gimana? "
"dedek bayi....."
" Cika." ucap nico begitu ia sampai di rumah sakit. Melihat kehadiran nico cika langsung turun dari gendongan satria. Cika berlari menuju asih dan ratih, cika bersembunyi di balik asih ia tidak mau mendekat ataupun melihat nico.
" Cika." ucap nico mendekat ke arah cika namun di tahan oleh mia.
"Jangan di paksa kalau dia ngga mau, lagian lo pantes dapetin ini dari cika. "ketus mia memandang sinis ke arah nico.
Dokter yang memeriksa arini keluar dari UGD," Keluarga dari ibuk arini. "panggil dokter tersebut.
"Saya suaminya dok. "ucap nico berjalan menuju dokter cakra.
" Mari! " ucap dokter cakra menyuruh nico untuk masuk.
" Jadi bagaimana kondisi istri saya dok? "tanya nico saat telah masuk kedalam ruang UGD.
" tensi istri bapak sangat tinggi tapi sudah saya kasih obat dan sudah sedikit turun sekarang, tapi walaupun begitu harus tetap kita pantau."
Nico terlihat sedikit lega." lalu bagaimana dengan bayinya dok? "
"Bayinya baik, semuanya baik tidak ada komplikasi untuk saat ini."
Nico melihat ke adaan arini yang masih tidak sadarkan diri, "saat ini istri bapak masih terpengaruh obat." jelas dokter itu lagi.
Nico mengelus rambut arini, "melihat dari riwayat pasien di kehamilan sebelumnya pasien juga mengalami hal yang serupa, ini cukup mengahwatirkan pak karna bisa saja bapak akan kehilangan bayi bapak kalau ini di biarkan terus menerus."
" Bapak harus bisa menjaga pasien untuk tidak stres sebisa mungkin bapak harus membuat suasana hati pasien untuk tetap senang. "
***************
Nico dan semua teman - teman arini mengikuti suster memindahkan arini ke ruangan rawat inapnya.
" Cika sekarng kita pulang ya! " ajak nico saat arini telah di pindahkan ke ruangan rawat.
" Ngga mau cika mau di sini sama mama."
" Cika ngga mau sama papa, papa jahat mama sakit papa malah pergi. "sambung cika lagi menatap sinis ke arah nico.
" Cika, kok ngomongnya gitu sih sama papa?" ucap nico berjongkok menyamakan tingginya dengan cika.
" Biarin.." ucap cika masih cemberut.
Cika kalau cika bersikao kayak gini nanti mama tambah sakit loh, cika mau liat mama tambah sakit.
Cika menggeleng, "yaudah kalau gitu cika pulang ya."
"Cika ngga mau pulang pa cika mau di sini nemenin mama, jagain adik bayi."
"Iya papa ngerti tapikan besok cika harus sekolah."
"Cika sekolahnya libur aja ya pa, cika mau di sini sama mama."
"Ngga boleh sayang, kalau mama tau cika bolos sekolah mama bisa sedih nanti."
"Tapi pa."
"Cika percaya sama papa, papa ngga akan kemana - mana, papa akan jagain mama dan adik bayi di sini."
"Papa janji. "ucap nico.
" Tapi kalau nanti mama kenapa napa lagi gimana?"
" Kan di sini ada dokter sayang, pasti akan ada banyak dokter yang akan bantuin mama."
" Sekarang cika pulang ya! " ucap nico.
" Cika ngga mau pa, please biarin cika di sini."
"Cika." ucap nico penuh penekanan.
Mia berjalan ke arah cika," cika mau ngga pulang sama tante nanti tante beliin cika boneka kalau cika mau pulang, gimana?" bujuk mia.
Cika tetap menggeleng, "cika ngga butuh boneka tante cika maunya mama."
Citra ikut berjongkok, "tapi mamakan lagi sakit sayang."
Cika memanyunkan mulutnya.
"Yaudah kalau cika ngga mau pulang ke rumah, cika mau ngga pulang ke rumah tante mia? Di sana banyak makanan lo plus ada banyak boneka juga cika mau ngga?. "
Mia yang mendengar itupun langsung menegrutkan keningnya mendengar ide gila citra.
"Nanti tante citra ikut deh biar rame kalau perlu om satria juga ikut, gimana?. nanti di sana kita bisa main biar cika ngga hawatir lagi sama mama gimana?" tawar citra.
__ADS_1
Cika terlihat mempertimbangkan tawaran citra. "Yaudah deh cika mau. Tapi besok cika boleh ya ketemu sama mama? "
" Tentu sayang, kamu boleh. "jawab Citra.
" Yeeeyyyy." ucap citra yang langsung menggendong cika.
"Yaudah nic, cika biar gue jagain lo fokus aja sama kesehatan arini.
" Tenang aja cika pasti aman sama gue. "ucap citra.
" Thanks ya cit."
citra mengangguk lalu menarik mia untuk segera pergi sebelum cika berubah pikiran.
" Sat lo yang bawa mobil gue ya, gue capek banget nih." keluh mia melempar kunci mobilnya ke arah satria.
" Terus mobil gue gimana?"
" Di tinggal aja sih, amankan. Ngga ada yang mau nyuri mobil lo jugakan!"
"Ngga... Ngga gue besok ada sif pagi jadi gue butuh mobil gue buat pergi."
" Duh sat gue udah capek banget lo, gue udah ngga ada tenaga lagi buat nyetir mobil."
Satria tetap menggeleng, sembari melihat ke arah citra .
"Lah.. Lah ngapain lo ngeliatin gue kayak gitu?" Ucap citra penuh selidik.
"Lo aja yang nyetir mobil mia."
"Wah gila lo. Lo mau gue sama cika mati. "ucap mia memukul kepala satria.
" Abisnya lo semua pada ngeluh capek, kalian pikir gue ngga capek."
Cika meraih tangan mia"Tante, tante jangan berantem. Kata mama berantem itu ngga baik! "ucap cika mendengar pertikaian antara satria dan mia.
Mia tersenyum ke arah cika," tante ngga brantem kok sayang, tante cuma debat dikit aja sama om satria."
" Gara - gara lo nih." ucap mia memukul bahu satria.
"Udah - udah gue udah hubungin supir biar anterin kita ke rumah lo."
Mia mengerutkan keningnya," siapa?" tanya mia yang hanya di senyumi oleh citra.
************
Khesya mondar - mandir menelfoni niconyang tak kunjung ia angkat. Sejak kepergian nico tadi khesya menjadi tidak tenang dan penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada arini.
Khesya berdecak saat lagi - lagi panggilannya di abaikan oleh nico.
.
.
.
Arini mengedipkan matanya beberapa kali, melihat sekeliling ruangan yang bernuansa putih.
Arini menghela nafas dan beralih menatap nico yang tertidur di atas sofa.
" Mas..." panggilku untuk membangunkan nico.
" Maas.." panggil ku lagi yang membuat nico terjaga.
"Hei.. "ucap nico berdiri dan berjalan mendekatiku.
" Kamu udah bangun?" ucap nico tersenyum ke arahku.
Aku mengangguk, '' gimana masih ada yang sakit, perlu aku panggilin dokter?" tanya nico mengusap rambutku.
Aku menggeleng, "aku ngga papa maa, cuma sedikit pusing aja." keluhku.
"Cika gimana mas?"
"Cika lagi sama mia dan citra, dia nginep rumah mia karna cika ngga mau pulang tadi. "
"Hmm... "ucapku mengangguk.
Nico mengangguk, "yaudah kalau gitu aku bersih - bersih dulu ya.
"ucap nico mengecup keningku.
" Mas." panggilku lagi membuat nico menghentikan langkahnya.
" Iya kenapa sayang? "Tanya nico berbalik arah.
" Bayi kita ngga papakan?" tanyaku yang sangat mencemaskan keaadaan calon bayiku ini.
Nico menghela nafas," bayi kita baik-baik saja yang ada yang perlu kamu hawatirkan!" jelas nico.
Arini menatap nico lebih lekat, '' kamu.. Tau aku disini darimana mas? "
"Aku.. "nico kembali berjalan mendekati arini." aku tau dari mia. "jawab nico.
__ADS_1
" Mia?" aku terdiam"Aku nelfonin kamu berkali-kali loh mas tapi kamu ngga angkat telfon aku. "
"Maaf sayang, telfon aku ketinggalan di mobil aku ngga tau kalau kamu nelfonin aku. Pas aku mau ambil kebetulan mia nelfon dan bilang kalau kamu ada di sini. "
Nico menggenggam tangan arini, "maaf ya."
Aku mengangguk, "Yaudah gih.. Bersih - bersih!"
"Oke. "
"Ee... Mas. "ucapku lagi menghentikan langkah nico.
Nico tersenyum" Iya"
" Aku boleh pinjem hp kamu ngga, aku mau nelfon cika?"
Nico terlihat sedikit ragu untuk memberikan ponselnya kepadaku.
"Soalnya hp aku mati. "sambungku lagi.
Nico mengangguk lalu memberikan ponselnya pada arini.
" Makasi mas." ucapku sembari tersenyum.
*******************
" Cika om angga datang... Aauum"ucap angga yang juga berada di rumah mia.
Saat mereka kebingungan mencari supir untuk mengatarkan mereka pulang tadi citra ternyata menelfon angga supaya datang ke rumah sakit dan menyupirkan mereka karna mia yang telah lelah dan tidak sanggup untuk menyetir mobil.
Dan jadilah angga sekarang ada di rumah mia bersama satria citra, cika dan dirinya untuk menghibur cika.
"Tante.... "ucap cika tertawa sembari berlari ke arah mia.
" Apa lo." ucap mia saat angga hendak menangkap cika.
" Ngga jadi deh, ada emak macan. "ucap angga yang mundur peelahan.
Cika tertawa melihat wajah angga yang terlihat takut pada mia.
Ddsrrrttt... Dddrrrrtttt
Arini is call...
" Eh.. Eh arini vidio call nih." ucap citra membarikan telfonnya pada cika.
" Mama..." ucap citra begitu melihat wajah arini.
"Hai rin. "ucap mereka semua menyapa arini.
" Mama ngga papakan? Dedek bayi gimana ma?" tanya cika.
" Mama baik-baik aja sayang, dedek bayi juga baik." jawab arini.
"Tuhkan apa tante bilang mama cika baik-baik aja"ucap citra mengucap rambut cika.
Cika lagi ngapain?" tanyaku
"Cika lagi main sama om angga, om satria tante citra sama tante mia ma. "
"Main apa?"
"Main harimau, om angga jadi harimau lucu banget ma, masak om angga langsung ciut pas di marahin sama tante mia. "jelas citra sembari tertawa.
" Oh ya.." ucapku ikut senang melihat kecerian cika.
" Tenang aja rin lo ngga usah hawatir kita pasti jagain cika kok disini. Lo tenang aja ya ngga usah mikirin apapun. Cika happy sama gue dan anak - anak di sini"
"Iya, thanks ya gays. "
"Iya"
"Kis bye dulu sama mama sayang. "ucapku pada cika.
" Muach..., bye mama. Mama cepet pulang ya."
" Iya sayang.. "
" Bye."
Aku melihat mas nico yang masih belum keluar dari kamar mandi. Kesempatan ini bisa aku manfaatkan untuk melihat isi chat mas Nico dengan pak kevin yang selalu menghubunginya.
Tidak ada pesan ataupun chet apapun tentang mas nico dan pak kevin. Bahkan riwayat panghilannyapun di hapus oleh mas nico.
Aku mengambil tisu serta pulpen untuk mencatat nomor telfon pak kevin yang hampir setiap hari menelfoni mas nico. Aku ingin tau siapa sebenarnya orang itu.
Ceklek...
nico keluar dari kamar mandi. Aku segera meletakkan ponsel mas nico dan menyembunyikan tisu yang berisi nomor telfon pak kevin.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung