
Segera saat itu juga Nina menolehkan kepala ke belakang. Keduanya matanya membulat sempurna bersamaan dengan eskpresi wajah pria yang mulanya tersenyum seketika menghilang berganti dengan ekspresi syok. Kedua orang tua yang berdiri di sampingnya juga turut menghilangkan senyumannya.
"Kalian..." Nina dengan geramnya berdiri dan menunjuk wajah ketiga orang yang baru datang itu.
Air mata wanita itu menetes begitu saja melihat suami dan kedua mertuanya. Sedangkan Sekar dan Kevin nampak saling pandang seraya menunggu Nina berbicara kembali.
Tiba-tiba saja tangan Nina yang menunjuk ke tiga wajah mereka bergantian sontak melayangkan tamparan yang begitu keras di wajah pria muda di depannya. Yah, dia adalah Jhon, keluarga Kevin dan sang ibu yang jarang sekali bertemu sejak usaha dari Khalid bangkrut.
"Nina, ada apa ini?" Sekar yang melihat kemarahan Nina yang sudah memukuli dada Jhon segera mendekat dan memegang kedua bahu wanita itu.
"Nina, ada apa? katakan. Kamu kenal dengan mereka?" tanya Sekar lagi.
__ADS_1
"Mereka, mereka yang menghancurkan hidup saya, Bu. Dia pria jahat itu." Nina tak kuasa lagi menahan tangisnya di dalam pelukan Sekar. Sementara Jhon nampak menggeram kesal mendapat tamparan dari Nina. Di tempat umum ia di permalukan oleh gadis desa itu sungguh sangat memalukan.
"Nina, hentikan. Ayo kamu ikut saya." Geram tak kuasa Jhon menahan amarahnya. Dengan kasar pria itu menarik lengan Nina. Bahkan Sekar yang menahan pun sampai hampir terjatuh dengan dorongan tangan Jhon.
"Tidak. Lepaksan aku!" Nina berteriak marah.
Meronta dalam genggaman sang suami, namun Jhon tampak enggan melepaskan tangan itu. Ia tetap memaksa Nina untuk ikut dengannya meninggalkan restaurant itu.
"Kurang ajar!" umpat Kevin menatap Jhon tajam.
Terdengar dari arahnya Nina yang terus menangis meminta di lepas namun tak kunjung Jhon lepaskan.
__ADS_1
"Hentikan, Jhon!" Teriakan Kevin seketika menggelegar.
Jhon yang memang takut pada Kevin seketika terdiam. Ia masih menggenggam kuat tangan Nina. Nina menangis memohon pada Kevin melalui sorot matanya yang berair itu.
"Lepaskan dia." pintah Kevin.
"Bang, tolong. Dia istri ku. Biarkan aku mendidiknya dengan caraku." ujar Jhon dengan masih sopan pada Kevin. Sementara jelas terlihat dari tatapan mata Kevin, pria itu sama sekali tak ada ramahnya pada Jhon.
"Ceraikan dia dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi. Jika tidak, kau akan ku musnahkan bersama kedua orangtuamu itu." Mendengar ancaman dari Kevin, jhon menggelengkan kepalanya.
Ia menatap Nina dengan tawa remeh. "Bang, jangan dengarkan omongan wanita gila ini. Dia pasti sudah memfitnahku. Tolong jangan seperti ini, Bang. Aku sendiri yang akan mengembalikan dia pada orangtuanya. Abang jangan ikut camp..." belum usai pria itu melanjutkan kata-katanya satu kaki Kevin yang memakai sepatu bootsnya melayang hingga membuat tubuh Jhon terlempar ke tanah.
__ADS_1
Darah segar menetes di di tanah kala sudut bibir pria itu pecah. Kevin menarik Nina segera mendekat padanya dan membuat Nina berdiri di belakangnya. Nina tampak diam membeku. Untuk pertama kalinya tangannya ia pakai untuk melakukan kekerasan menampar wajah Jhon, sang suami yang mengaku sebagai Devan.