Mataharinya Desa Dan Sang Tentara

Mataharinya Desa Dan Sang Tentara
Kabar Bahagia


__ADS_3

Sudah lima bulan lamanya pernikahan Nina dan Kevin, hari ini pagi buta teriakan terdengar menggema di kamar itu. Dimana suara Regi kecil terdengar sampai menangis kaget.


"Astaga, Nina ada apa Sayang?" Kevin sampai terjingkat dari tidurnya.


Ia berlari mendekati sang istri usai mengambil Regi dari tempat tidurnya. Anak kecil itu menangis memeluk sang ayah. Sedangkan Kevin tercengang melihat sang istri menunjukkan sesuatu di depannya dengan kedua mata yang menjatuhkan air mata. Senyum wanita itu nampak mengembang sempurna di wajah cantik itu.


"Abang, aku positif." ujar Nina begitu terdengar bahagia.


Ia sampai memeluk sang suami dan anaknya yang masih sesenggukan. "Maafkan bunda, Nak." ujar Nina mencium pipi Regi.

__ADS_1


Betapa bahagianya pernikahan Nina dan Kevin saat ini usai melewati banyak rintangan. Tak di sangka ketulusan Kevin yang bermula demi sang ibu justru membuatnya benar-benar mencintai Nina dengan tulus. Ia begitu beruntung bisa memutuskan untuk menikahi wanita beranak satu tanpa memandang masa lalunya yang kelam.


Selama lima bulan pernikahan, hubungan mereka terasa semakin harmonis. Meski harus di ganggu oleh Regi, Kevin sebagai ayah sambung sama sekali tidak keberatan akan hal itu. Justru ia begitu perhatian dengan anak tirinya itu.


"Terimakasih yah, Nina. Abang sangat senang. Nggak nyangka kita di kasih anak secepat ini. Abang sangat bahagia rasanya. Anak kita sebentar lagi akan lahir. Ini hal yang paling abang tunggu-tunggu." Senyuman bahagia di wajah Nina mendadak pudar dan ia melepaskan pelukannya.


Entah apa yang ada di pikiran wanita itu saat ini. Yang jelas Nina merasa dirinya sedang berprasangka buruk pada suaminya.


Ia pun tak ambil pusing dan bergegas ke kamar mandi dengan perasaan sangat bahagia saat ini. Wajahnya tampak berseri-seri membayangkan anak bayi lahir dengan perpaduan wajahnya dan juga wajah Nina. Pasti sangat menggemaskan di mata Kevin.

__ADS_1


Sampai keluar kamar pun Kevin lengkap dengan pakaian kerja tak menghilangkan senyumnya.


"Vin, ada apa? Kok senyum-senyum gitu? Habis menang tender besar yah?" Sekar menyapa sang anak yang duduk di meja makan saat ini.


"Ini lebih besar dari tender rasa bahagianya, Bu." tutur Kevin menjawab pertanyaan sang ibu dimana Sekar semakin merasakan bingung.


"Apa lagi yang bikin kamu senang lebih dari itu? Paling kabar dari Nina. Cuman itu satu-satunya yang bikin kamu sangat senang kan?" Anggukan kepala Kevin berikan pada sang ibu.


"Iya, Bu. Nina hamil." Bukan kepalang bahagianya Sekar saat ini mendengar kabar baik itu. Kabar yang ia nantikan selama beberapa bulan terakhir. Harapannya akhirnya terkabul. Rumah akan ramai dengan suara anak kecil dimana ia dan Riana akan sibuk menjaga cucu membantu Nina.

__ADS_1


Ucapan syukur Sekar dan Riana ucapkan pagi itu di depan Kevin hampir bersamaan. Mereka sangat senang, tanpa sadar membuat mata Nina berkaca-kaca melihat kebahagiaan itu dari arah pintu kamarnya. Nina menatap nanar kala tangannya menggendong sang Regi yang nampak tenang memeluk sang ibu.


__ADS_2