
Senyuman cantik Nina mengembang kala berdampingan dengan pria tampan lengkap dengan seragam serta semua lambang yang bertengger di pakaian berwarna hijau itu. Yah, keduanya saat ini tengah melakukan sesi foto untuk mengurus berkas nikah. Hari ini juga Kevin memenuhi semua berkas pernikahannya dengan Nina setelah salah satu anak buahnya mengambilkan data Nina di desa. Tak ada bisa menghalangi anak buah Kevin lagi ketika masuk ke desa dan memasuki rumah yang tampak sepi. Jika dulunya rumah milik ayah Nina itu begitu ramai di jaga ketat dengan banyak orang yang bekerja di bawah naungan Faris, kini satu pun tak terlihat di sana. Mereka semua takut kala mendengar jika Faris dan Bara saja bahkan tidak bisa membebaskan diri mereka dari kurungan Kevin.
"Wah aku memang tidak salah memilih wanita untuk menjadikan istriku." ujar Kevin kala melihat hasil foto keduanya. Nina tersenyum menunduk malu mendengarnya.
"Sekarang tinggal menunggu waktu sidang saja. Kamu siap kan, Nina?" tanya Kevin yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Nina.
__ADS_1
Keduanya pun bergegas pulang ke rumah sebab Nina tak tega jika terlalu lama meninggalkan sang anak dengan ibu dan calon mertuanya. Kevin merasa semakin yakin memilih Nina sebagai istrinya. Kuncinya adalah satu, jika ingin melihat wanita itu memiliki cinta yang begitu besar tentu ia tak akan bisa tega melakukan apa pun yang membuat sang anak mencarinya. Dan itu sudah cukup bagi Kevin untuk meyakinkan diri, kelak dirinya pun tidak akan di tinggalkan oleh Nina dalam keadaan apa pun.
"Abang kenapa sih senyum-senyum terus dari tadi?" tanya Nina ketika sadar pria di sampingnya tersenyum sesekali memandang ke arahnya.
Tentu saja Kevin begitu senang, perjalanan ini sama sekali tak pernah ada di pikirannya selama ini. Bertemu dengan seorang gadis tanpa sengaja di tengah hutan ketika malam membuatnya justru jatuh hati sedalam-dalamnya pada wanita cantik berbadan dua itu. Niat hati hanya ingin menjadikan Nina sebagai teman sang ibu di rumah siapa sangka jika Kevin justru benar-benar menjadikan Nina teman hidupnya selamanya.
__ADS_1
Memang ketika momen indah yang di bayangkan tentu sangat membuat siapa pun bahagia, tanpa mereka ingat bagaimana Nina begitu cemas mengkhawatirkan Kevin ketika dirinya akan melahirkan, namun pria itu justru tidak menampakkan wajahnya sama sekali.
"Tapi berjanjilah satu hal denganku, Bang sebelum kita menikah." ujar Nina membuat Kevin menatapnya menunggu kelanjutan ucapan Nina.
"Apa itu?" tanyanya tak sabaran serta rasa penasaran yang tinggi.
__ADS_1
"Selalu kembali dalam keadaan baik-baik dan utuh untukku dan juga Regi. Sebab aku tidak ingin merasakan hal yang sama seperti ketika hamil kemarin." Kevin mengangguk mengiyakan permintaan Nina.
Ia berjanji pada dirinya sendiri kali ini bukan hanya pada Nina, jika setiap keadaan apa pun Kevin akan melindungi dirinya sekuat mungkin agar bisa pulang dengan keadaan selamat dan baik-baik saja. Dirinya pun tidak rela jika harus meninggalkan Nina dengan sang anak.