Mataharinya Desa Dan Sang Tentara

Mataharinya Desa Dan Sang Tentara
Permintaan Kevin


__ADS_3

Selama enam bulan sudah Kevin di rawat di rumah sakit dan selama itu pula mata pria itu tak juga terbuka. Kesedihan membuat Sekar hanya terus meneteskan air mata tiap kali menjenguk sang anak. Entah bagaimana bisa sang anak jadi begitu parah hingga tak sadar juga dari koma. Pasrah bahkan sudah bisa ia rasakan saat ini. Berbulan-bulan menjaga sang anak membuatnya ikhlas jika Tuhan akan mengambil Kevin kapa pun. Ia tidak ingin membuat sang anak tersiksa dengan memaksanya terus berusaha sembuh.


"Bu, sudah hampir malam. Ibu pulang saja yah? Nina yang akan jaga di sini. Besok kita gantian lagi." ujarnya. Nina yang membantu merawat Kevin bahkan kini sudah begitu besar perutnya.


"Nina, sebaiknya ibu di sini saja. Kamu pulanglah. Seharian kamu jaga toko kamu pasti lelah. Bayi mu juga butuh istirahat." Sekar merasa tak tega dengan wanita cantik itu yang tengah mengandung harus menghabiskan malam di rumah sakit.


Sebenarnya mereka bisa saja meninggalkan Kevin, namun takut jika sampai terjadi sesuatu mereka tak ada di tempat.


"Ibu, bawa Bu Sekar pulang." pintah Nina pada Bu Riana.


Ketiga wanita itu memang tinggal bersama untuk saling menguatkan. Bahkan Sekar juga tak merasa keberatan menampung mereka. Ia senang mendapatkan keluarga baru sebagai penyemangatnya di hari-hari berat seperti ini. Melihat Nina yang berkeras tinggal akhirnya Sekar hanya bisa pasrah dan pulang bersama Riana. Ia akan istirahat agar tidak sakit. Sekar juga tak ingin sakit, ia tidak ingin membuat Nina dan sang ibu semakin repot nantinya. Sudah cukup baginya meminta bantuan Nina mengelola toko bunga dan juga membantu menjaga Kevin.

__ADS_1


Kini malam sudah menunjuk pada pukul setengah sebelas. Dimana Nina tampak menunggu Kevin dengan duduk di sofa. Yah, Kevin sudah berada di ruangan vip yang lengkap alatnya. Selama berbulan-bulan ia tidak sadarkan diri.


"Semoga pak Kevin segera pulih. Kasihan Bu sekar, Pak. Beliau sangat sedih." tuturnya mendoakan pria di depannya saat ini yang sudah tampak di tumbuhi bulu halus di wajahnya. Meski pun begitu Kevin masih terlihat sangat tampan.


"Bu Nina, jika ada sesuatu yang di butuhkan anda bisa memanggil kami." salah satu anggota Kevin menyapa Nina dengan hormat.


Mereka berpikir jika Nina mungkin saja wanita yang di nikahi siri oleh Kevin. Melihat dari perutnya yang sudah membesar saat itu.


"Baik, terimakasih." ujar Nina tersenyum.


"Nina...Ibu.'' itulah yang Nina dengar hingga ia benar-benar terbangun karena suara itu. Nina membuka matanya lebar dan berdiri saat itu juga kala melihat pergerakan kepala di atas brankar milik Kevin. Ia tersenyum melihatnya sembari berjalan cepat menghampiri Kevin.

__ADS_1


"Bu Sekar harus tahu." ujarnya yang hendak mengambil ponsel namun urung ia lakukan kala tangan Kevin juga bergerak saat itu.


"Pak, Pak Kevin. Saya Nina, Pak. Saya di sini. Bu Sekar akan segera datag, Pak." Nina menggenggam tangan Kevin erat dan mengusap kepalanya.


Air mata Nina jatuh melihat Kevin yang membuka matanya susah payah. Sungguh ia rindu bola mata pria ini. Nina tak sadar mencium punggung tangan Kevin. Bohong jika selama terbaring tak berdaya, Nina tidak merasa kehilangan. Ia sangat kehilangan sosok Kevin yang selalu bersikap di luar dugaan padanya.


"Nina..." Kevin menata nanar wajah cantik wanita di depannya. Hingga tak lama kemudian tatapan matanya beralih pada perut yang sudah membesar. Kevin pun tersenyum melihat perut Nina. Ia berusaha menggerakkan tangannya susah payah hingga akhirnya Nina berinisiatif membantu tangan Kevin menjangkau perutnya.


"Pak, tunggu dulu yah? Saya hubungi Bu Sekar." Baru saja Nina hendak menekan ponselnya, Kevin menggelengkan kepala.


"Jam berapa sekarang?" tanyanya pada Nina.

__ADS_1


"Jam tiga pagi, Pak." jawab Nina.


"Biarkan Ibu istirahat dulu, Nina. Biarkan aku bersamamu dulu. Kemari tidurlah di sampingku." pintahnya dan sontak Nina tergagap bingung henda menolak bagaimana. Jujur ia malu dan itu tidak mungkin ia lakukan. Bagaimana jika sampai ada yang melihat mereka nantinya.


__ADS_2