
Sementara itu , di kelompoknya Radit , hanya dia dan dan Leni yang serius mencari katak. Kalau Rara , Ayu dan Sisil cuma diam gak bergerak dan berulangkali mengernyit, sementara mereka merasa geli saat menginjak Lumpur .
"Gila ya, mereka udah kayak main di arena kolam renang aja." kata Rara sinis. Matanya terlihat nggak suka sama sekali dengan kekompakan kelompok Mira.
" iya, gue rasa anak-anak itu emang asalnya dari rakyat jelata kali ya, jadi nggak heran deh kalau betah berada di sini" kata Ayu ikut mengompori, karena ya baru aja sama dengan Rara yang suka sirik sama orang lain." Betul banget coba lihat deh, menjijikan" tambah Rara
Radit menoleh pada Mira yang sedang berlari - lari menghindari terbuat dari teman-temannya yang sedang ingin melempar dirinya dengan Lumpur. Mira selalu berhasil mencuri perhatian Radit, cewek itu juga selalu berhasil membuat Radit merasa takjub, dia emang beda dari cewek lain.
" Radit, udahan yuk... Aku nggak tahan nih di sini, nanti biar aku suruh anak-anak lain aja buat cariin kita kataknya, pasti mereka mau kok yuk." kata Rara sambil bergelayut manja di lengan Radit.
Radit menepisnya, dia menatap Rara tajam. dalam hati, Dia sangat menyesal Mengapa namanya harus berawalan r dan sampai bisa sekelompok dengan cewek manja itu.
"Kalau lu mau naik ya udah nanya aja sendiri nggak usah ngajak ngajak gue!" kata Radit Ketus.
"Ihhhh, lo tuh ya, di ajak enak malah maunya susah terus!" Rara yang kesel langsung berjalan naik ke atas. Dia langsung disusul oleh kedua temannya yang juga nggak tahan berada di situ.
Tapi saat menginjak tangga yang licin, Rara tergelincir dan dengan otomatis saat dia terjatuh kedua temannya yang ada di belakangnya juga ikut terjatuh bersamanya.
Semua anak-anak yang ada di situ, beserta para guru guru pun ikut tertawa melihat kejadian itu. Mereka nggak hanya kotor, tapi mereka udah benar-benar mandi lumpur dari atas sampai bawah.
"Hahaha, Emang enak...?!" ejek Dino, anak kelas 12 IPA 3 Sambil tertawa. Semua anak semakin tertawa keras saat melihat wajah Rara Cs yang udah penuh oleh Lumpur.
****
Setelah semua kelompok berhasil mendapatkan katak. Mereka semua diizinkan untuk mandi di arena pemandian yang emang sudah tersedia di sana. Sawa itu sebenarnya mikik salah satu kekuarga dari pemilik yayasan sekolah, jadi wajarlah kalau SMA Tunas Bangsa bisa dengan bebas berbuat sesuka hati mereka di situ.
Kebetulan, sawah itu baru selesai panen, jadi kegiatan ini nggak akan mengganggu para petani sama sekali.
Setelah selesai mandi, Mira langsung mencari Keisha dan Tiara.
Dalam keadaan rambutnya yang masih basah, dia berjalan menembus keramaian murid yang sedang makan siang di pondok-pondok yang ada di sawah. Semua orang memperhatikan nya dengan mata terpana.
"Mira seksi banget ya kalau rambutnya lagi basah gitu." Puji Dion pada teman-temannya yang beda kelas dengannya. semua mengangguk membenarkan.
__ADS_1
"Emang dia cantik banget, luar biasa lah pokoknya ..." sambung Hendra.
"Beruntung banget yang bisa miliki dia mah"" Bukannya dia pacar si Nathan, ketua OSIS itu kan?"
"Masa sih?"
"Iya beneran, tadi aja waktu di bis mereka duduk bareng kok dan Mira tidur di pelukan nya Nathan."
"Serius lo?.."
"Suerr. gue liat pake mata gue sendiri, dan kalau kalian nggak percaya kalian bisa kok tanya sama anak - anak yang lain"
"Yaelaaa, patah hati deh gue"
****
"Ikut gue!" Radit menyentak tangan Mira dan menariknya berdiri di depan semua orang yang lagi makan bersama - sama.
"Apaan sih, Dit? Tangan gue sakit nih!" rutuk Mira sambil berontak melepaskan tangannya dari cekraman tangan Radit, namun cowok itu memegang tangannya dengan kuat. Bahkan kakinya berulang kali tersandung bebatuan karna langkah Radit yang terlalu cepat.
Radit membawa Mira ke tempat yang sepi, ke gudang penyimpanan padi. Dia melepaskan Tangan Mira dan menatapnya dengan tajam.
Dari raut wajahnya dapat dipastikan Kalau cowok itu sedang marah kepada Mira. Radit sungguh terlihat sangat seram saat ini.
"Lo kenapa sih?" tanya Mira. Dia mengusap pergelangan tangannya yang terasa sakit. Dia sama sekali nggak merasa takut dengan Radit, malahan dia sangat jengkel dengan suaminya itu.
"Lo ada hubungan apa sama Nathan?"tanya Radi yo the poin
"Nathan? Maksudnya?" tanya Mira mengernyitkan keningnya.
"Lo pacaran kan sama dia?" tanya Radit lagi.
"Kata siapa? Nggak lah " sangkal Mira
__ADS_1
"Nggak usah bohong!!" bentak Radit dengan mata yang penuh akan emosi.
"Lo tu kenapa sih?! Nggak ada angin,nggak ada hujan tiba - tiba nanyain itu, emang ada apa?" tanya Mira yang juga ikutan emosi karna terpancing sama bentakan Radit barusan.
"Lo tinggal jawab, lo pacaran nggak sama Nathan? Iya atau nggak?" tanya Radit lagi, dengan nada lebih sinis dan pandangan yang menusuk.
"Nggak ! Puas?!" jawab Mira dengan nada tinggi
"Lagian kalau pun gue pacaran sama.."
"Gue cemburu, oke!?" potong Radit
Mira tersentak, speechless, matanya sampai nggak bisa berkedip sama sekali. Dia bingung, nggak tau harus ngomong apa. Dia merasa telinganya bermasalah, mungkin pendengarannya yang emang lagi nggak beres atau emang Radit yang lagi mabuk.
Radit juga menatap Mira, dia sendiri nggak nyangka kalau emosinya itu ternyata bentuk dari kecemburuan nya melihat Mira berduaan dengan Nathan. Bukankah Cemburu itu Pertanda Cinta? Lantas Sejak kapan? Ada juga tidak tahu kapan hal ini dimulai.
"Gue enggak tahu kapan itu terjadi, Tapi sejak awal Gue tahu lu dekat sama Nathan di hari pertama Gue masuk sekolah sini. Gue udah cemburu atau nggak suka lihat kalian berdua." kata Radit melembut.
"Gue yakin, saat ini gue udah jatuh cinta sama lu." lanjutnya lagi.
" Lu kira, saat melihat lu dekat sama Rara, lu kira gue nggak cemburu? Sejujurnya gue pengen marah dan gue juga pengen ngelarang lu deket sama dia. Tapi gue nggak berani untuk melakukan hal itu. gue belum bisa menafsirkan perasaan macam apa itu, sampai akhirnya gue sadar kalau itu adalah cemburu...." kata Mira sambil membalas tatapan Radit.
"Mulai sekarang, kita harus belajar buat jadi pasangan yang sebenarnya ya? Kalau cemburu ya bilang cemburu, kalau sayang tinggal bilang sayang, jangan gengsi dan jangan ditutup-tutupi lagi ya." balas Radit.
Dia menyentuh kedua pipi merah dengan telapak tangannya, kemudian ia membelai dengan lembut pipi Mira itu.
Mira tersenyum mendengar perkataan Radit," gue suka sama elu dan elu juga suka sama gue" katanya lembut.
Radit mengangguk, dan detik selanjutnya dia mendekatkan wajahnya ke wajah Mira, lalu ia mendekatkan bibirnya hingga berjarak beberapa senti aja dari bibir Mira. Saat Mira memejamkan matanya, untuk menerima ciuman itu....
"Miraaaaa"
Tbc
__ADS_1