
Sesampai nya di jakarta, Mira telah di sambut oleh Radit yang telah menunggu nya sejak satu jam seelum bisa mereka tiba.
"Kangennn,"Mira memeluk Radit sangat erat. Dia merengek manja pada suami nya itu.
Radit terkejut, dia merasa sikap agresif Mira ini agak sedikit aneh. Mira nggak pernah go publik kaya gini,sampe - sampe istri nya itu nggak perduli lagi juka di lihatin banyak orang.Tapi karena merasakan hal yang sama Radit pun membalas pelukan istri nya itu.
"Kamu nggak kangen ya sama aku?" tanya Mira setelah melepaskan peluk kan nya
"Kanget nggak ya..." Radit sengaja menggoda Mira.
"Ihhhh"
"Hahaha.."Radit mengacak - acak rambut Mira.
"Udah di rumah aja mesra - mesraan nya. Bikin gue mupeng aja, hiks." ucap Keisya yang merasa kasihan pada diri nya sendiri. Lagi - lagi dia harus menerima kesendirian saat kedua sahabat nya asyik dengan pasangan mereka masing - masing.
"Lah, bukan nya elo lagi jalanin misi cari jodoh di hiking kemaren?"tanya Radit
Jantung Mira langsung berdetak. mendengar itu dia jadi teringat saat Yoga yang menciumnya kemaren saat di acara penutupan semalam. Perasaan gelisa sekaligus berasa bersalah kembali menghantui nya.
"Apaan, ngak ada yang menarik."kata Keisya bete.
"Udah yok pulang, gue nebeng ya?"ajak nya. kepada Radit dan Mira.
"Pake Argo ta?"ledek Radit.
"Wiss... Sama temen sendiri aja elu kaya gitu" srru Keisya
"Hahaha.... Dah yok"Radit langsung mengambil tas Mira. Dia mengkul pinggang istri nya itu dan begitu pun sebalik nya. Keisya mengikuti mereka dari belakang dengan wajah yang di tekuk. Sementara Tiara udah ngilang begitu aja dengan Rendy tadi.
****
Mira bari saja selesai mandi dengan handuk yang masih melilit di tubuh nya saat Radit memeluk nya dari belakang.
"Hmmm... Ini baru wangi." Bisik Radit di telinga Mira. Dia menyandarkan dagu nya di pundak Mira.
"Ohhh pantes tadi pagi kamu sok - sok an nggak mau deket - deket sma aku ya. jadi karena aku bau?.."seru Mira menyipit kan matanya.
"Hahaha,sedikit" balas Radit mencium pipi istrinya gemes.
"Ihhhhh" Mira sangat kesal mendengar nya, bisa - bisa suami nya itu nggak suka bau ketiak masam nya. Haha.
__ADS_1
"Kamu di sana mandi nggak sih? Kok masih kerasa banget bau matahari nya, tadi pas aku cium rambut kamu pas aku peluk tadi pagi" seru Radit.
"Nggak"Jawab Mira menggelengkan kepala nya jujur.
Radit langsung melepaskan pelukan nya dan membalikkan tubuh Mira agar menghadap kearah nya.
"Serius?"tanya Radit memastikan
"Ya gimana mau mandi coba, kamu bayangin aja, kami semua di suruh di sungai yang air nya tu dingim banget,dingin nya tu udah kaya es. bisa beku kalau mandi di sana."Kata Mira menjelaskan bagaimana nasib nya di sana.
"Haha... Hmm, untung hiking nya cuma dua hari. Coba kalau sebulan, mungkin kamu dah item dekil banyak daki nya dan rambut kamu bakal kaya rambut tarzan, hahaha"kata Radit tertawa sambil ngebayangin gimana nasib dan bentuk istri nya itu jika lebih lama lagi di sana nya.
"Ihhh, aku nggak sejorok itu juga kali, biar pun aku nggak mandi sebulan pun, aku bakalan tetep lap - lap pake tisu basah badan aku atau paling ngga nya aku lap badan pake handuk basa." balas Mira tak terima denga ucapan suami nya barusan.
"Ya ya, meski pun kamu nggak mandi, aku yakin kamu bakal tetap cantik" gombal Radit, Mira pun tersenyum mendengar gombalan suami nya itu.
Radit memeluk Mira, sangat erat. Pelukkan nya kali ini menandakam bahwa dia sangat merindukan istri nya itu.
Dia nggak perlu bilang kangen dengan menggunakan kata - kata, cukup dengan perbuatan nya saja, yang berkata dan membuktikan nya.
Mira merasa kembali deg - deg an, sama seperti saat Radit menyentuh nya untul pertama kali. Apa lagi saat ini Radit sedang mencium bibir nya tanpa henti. Radit membawa nya berjalan mendekati ke arah tempat tidur mereka. Tanpa melepas kan pagutan mereka.
Dengan perlahan - lahan Radit membaringkan tubuh Mira, hingga mereka berdua jatuh bersamaan di atas tempat tidur yang empuk itu.
Radit menatap manik mata Mira kemudian ia kembali melanjutkan apa yang ingin ia lakukan.
Rasanya Radit sungguh sudah tidak bisa menahan rasa rindu yang telah di tahan nya selama 2 hari ini.
Dan mereka pun menghabisa waktu seharian penuh untuk meluapkan rasa rindu yang membelenggu mereka 2 hari ini.
****
"Yang, aku kasihan nih sama Keisya. Kamu nggak punya temen cowok gitu, buat di kenalin sama dia." tanya Tiara saat dia dan Rendy sedang duduk manis di teras deoan rumah Tiara.
"Hmm... " Rendy seperti sedang berpikir.
"Ada apa nggak? Mikir itu doang kok lama banget?"tanya.Keisya penasaran.
"Ada sih, tapi nggak tau, apa kah Keisya bakalan suka apa nggak"seru Rendy.
"Hah, siapa?"tanya Tiara merasa senang banget saat mendengar ucapan kekasih nya itu.
__ADS_1
"Akhirnya..." pikir Tiara.
"Radit...."Jawab Rendy
Muka Tiara langsung masam, cowok nya ini entah tilalit atau emang bodoh sih.
"Kalau Radit sih nggak usah kamu omingin aku juga tau kalau dia teman kamu."balas Tiara.
"Loh kok kamu jadi marah?"tanya Rendy yang belum menyadari kesalahan nya.
"Ihhh... Kamu tu ya.."geram Tiara
"Kan kamu tanya, ya aku jawab. Aku punya teman cowok,ya aku jawab dong ounya, Radit itu teman cowok aku loh sayang."ujar Rendy.
"Sayang... Ini cowok untuk di coblangin sama Keisya loh, masa kamu kasih Radit ke Keisya, bisa ngamuk Mira ntar sama kita. Jelas dia udah jadi milik Mira, kamu mau jadiin Keisya seorang pelakor?" seru Tiara.
"Oohhj... Iya juga ya"Rendy cengengesan dengan polos nya.
Gubrak!
Kalau aja ini film kartun, mungkin Tiara udah jatuh ke lantai dengan kaki menghadap ke atas.
"Oh iya!" Rendy mengingat sesuatu
"Apaan sih yang?" tanya Tiara
"Aku punya teman, tapi nggak kuliah di kampis kita.Nama nya Ryan, anak motor gitu." ucap Rendy
"Hah, beneran?Kuliah di mana ? Anak motor ya? Nakal nggak orang nya?"tanya Tiara, memastikan calon buat sahabatnya itu orang yang baik, agar kelak sahabat.nya itu nggak tersakiti.
"Eh jangan salah, anak motor nggak berarti nakal, dia itu cima hobi, bukan geng"
"Terus terus?"Tiara mulai tertarim.
"Ryan kuliah jurusan teknikesin , tapi aku lupa dia kuliah di mana. Sejak tamat SMA aku nggak pernah ketemu dia lagi. Tapi dia teman baik aku kok,ntar aku coba hubungin dia"ucap Rendy.
"punya foto nya?"
"Emmm... Kayak nya ada" Rendy mengeluarkan ponselnya, dia mencar cari di galery foto ponselnya.
Tiara tersenyum geku melihat foto - foto di ponsel Rendy. Penuh dengan foto nggak jelas kaya nya dia mau jadi gotograper tapi sala media. Foto pemandangan alam memenuhin galery ponselnya
__ADS_1
"Nih dia"
Tiara tersenyum senang, dia merasa puas melihat foto teman Rendy yang bernama Ryan itu. Cowok nya lumayan ganteng, dan terutama penampilan nya yang keren. Tipe Keisya banget lah pokok nya.