
Air mata Mira menetes, dia menatap punggung Radit dengan kepedihan yang terasa sangat menyakitkan. Mira tau, Radit sedang sangat marah kepada nya.
Bahkan mungkin lebih dari sekedar marah, yaitu sakit. Suami nya itu pasti merasa kan sakit karena terlalu kecewa kepada nya, dia sudah merusak kepercayaan yang di berikan oleh Radit kepada nya.
"Aku tau kamu belum tidur." kata Mira, kemudian dia memberanikan tangan nya untuk menyentuh tubuh Radit, dia memeluk nya dengan sangat erat.
Radit emang belum tidur, Mira mengira Radit akan dia aja kalau di peluk, Namun, Radit justru dengan kasar menepis tangan Mira lalu berdiri dan berniat keluar dari kamar.
Mira langsung mengejar Radit sebelum suami nya itu sempat memegang ganggang kunci kamar. Dengan napas yang memburu, dia mencabut kunci pintu yang tergantung di situ lalu membuang nya ke arah jendela kamar yang masih terbuka.
Radit menatap Mira, meminta penjelasan dalam diam nya.
"Kalau kamu marah, marah aja. Pukul aku, maki aku sepuas kamu. Tapi jangan kaya gini, Dit. Aku udah nggak sanggup.." kata Mira dengan suara lemah.
Radit masih diam.
"Aku capek, aku capek Dit." kata Mira dengan air mata itu jatuh.
"Berbulan - bulan kita jalani hubungan kaya orang asing..."Radit langsung memotong ucapan Mira.
"Kamu kira aku nggak? Aku lebih dari sekedar capek Mir... Aku sangat capek.." keluh Radit.
"Sudah lah, kita akhiri aja semuanya. Setelah kamu lepas dari aku kamu bisa bebas dekat dengan Yoga sepuas nya. Dan kalian bisa..."
"STOP..."potong Mira, dia tidak ingin mendengar kelanjutan perkataan Radit
"Tidak bisa kah kita mulai ini dari awal lagi"pinta Mira, Radit hanya diam menatap Mira, dan saat Radit hendak pergi, dengan cepat Mira menahat nya.
Dengan gerakan cepat Mira menempelkan bibir nya ke bibir Radit. Dingin...Rasa nya berbeda, Mir merasa hambar. Bibir mereka sama - sama terdiam.
"Please..." Bisik Mira sambil memejamkan matanya.
Setelah itu... Semua berlangsung dengan cepat. Radit ******* bibir Mira dengan lembut. Bibir mereka berdua saling bergerak menemukan ke cocokan, ciuman penuh kerinduan.
Mira merasa semua nya kembali hangat, Radit memeluknya sangat erat tanpa sedikit pum membiarkan bibir mereka terlepas atau pun berjarak. Tubuh nya terasa seperti melayang, di angkat nya dengan lembut ke atas tempat tidur.
Deg!
__ADS_1
Semua nya kembali, rasa deg - degan itu kembali di rasa kan Mira, saat bibir itu menyentuh leher nya tanpa ampun.
Saat tangan itu menyentuh setiap inci tubuh nya, Mira melupakan segala nya. Dia sungguh terlena dengan permainan dari suami nya itu.
Radit meluap kan segala rasa rindu nya kepada istri nya tersebut, jangan kan Mira dia pun tak bisa membayang kan bagaimana hidup nya jika tanpa wanita ini di sisi nya.
Radit dapat merasakan jika istri nya juga sangat merindukan diri nya. Semalam penuh Mira dan Radit habis kan untuk menyalurkan kerinduan
****
Pagi hari nya...
Mira merasa seluruh tubuh nya sakit semua. Mata nya terasa sangat berat, entah karena efek kurang tidur sejak beberapa hari belakangan atau.....
"Astaga!" mata Mira membelalak lebar saat melihat jam yang bertengger di dinding kamar. Jam 10 pagi! Radit udah nggak ada, suami nya itu pergi tanpa membangun kan nya. Tubuh nya hanya di tutupi selimut, hingga rasa nya sangat dingin.
"Radit kenapa nggak bangunin sih! Kan malu turun nya!" rutuk Mira.
Dia bergegas turun dari tempat tidur setelah menutupi tubuh polos nya dengan selimut tipis. Lalu di masuk ke dalam kamar mandi.
Jantung Mira kembali berdetak setelah melihat hasil dari apa yang terjadi semalam membekas di tubuh nya memerah hingga ke dada.
"Astaga, kenapa dia begitu liar semalam?" gumam Mira
"Tapi aku suka.." lanjut nya tersenyum.
****
"Mira masih belum turun juga, Dit?" tanya Mami kepada Radit.
"Masih tidur kali, mi." Jawab Radit santai.
"Kalian ngapai aja sih semalaman sampai - sampai Mira bangun nya ke siangan gini?" sindir mami melirik nakal anaknya. Mama mertua Radit pun ikut senyum - senyum, begitu pun papi nya.
Radit nggak menanggapi, dia tetap cool dengan mata fokus pada layar ponsel nya.
Akhir nya... Yang lagi di ledekin pun turun juga. Semua mata tertuju memandang ke arah Mira yabg terlihat lesuh. Kecuali Radit, mata nya bener - bener nggak teralih kan dari game yang sedang di main kan nya.
__ADS_1
Mira duduk di antara mama dan mami mertua nya, ia menyandarkan kepala nya dengan manja di wanita ke sayangan nya itu.
"Mama kapan datang?"tanya Mira pada mam nya.
"Tadi sekitar jam delapan"jawab mama. Mira pun mengangguk - angguk kn kepala nya.
"Kamu sakit?" tanya mami menempelkan tangan nya ke kening Mira.
Radit mau nggak mau menaik kan pandangan nya ke Mira yang lagi merengek manja sama mami dan mama mertua nya.
"Badan mu agak panas, Mir." Mama Mira mengapit anak nya itu di tengah - tengah. Nggak ada ruang untuk Radit mendekat kecuali hanya melihat dari depan.
"Aku nggak apa - apa kok, aku cuma lagi agak nggak enak badan aja dikit." jawab Mira manja.
Dia ikut melihat ke arah Radit, mereka pun saling pandang. "udah sarapan?" tanya Mira dengan suara kecil. Tapi tetap terdengar oleh para orang tua disana.
Radit menggeleng.
Mira mengangguk cuek, seperti nya pertanyaan nya itu cuma sekedar basa - basi aja. Dia nggak mencoba menawari Radit untuk di temani makan atau pun makan bareng. Dia malah kembali menyandarkan kepala nya ke pundak mami nya sambil memejamkan mata.
Mami mengelus rambut Mira dengan penuh kasih sayang. Terlihat sekali bahwa bagi nya Mira bukan lah sekedar menantu bagi nya melainkan sudah dianggap nya seperti anak sendiri.
"Makan gih, ajak Radit sekalian dia juga belum makan tuh"suruh mama nya sambil menoel lengan Mira
Mira membuka mata nya, dia menggeleng pelan sambil berkata, "Mira lagi nggak pengen makan, ma"
"Mir,nanti kamu sakit loh nak. Mending makan sedikit gih.." suruh mami mengelus rambut menantu nya itu.
Sesaat kemudian...
"Pagiiiiiiii!!!...."
Semua orang menoleh dengan sedikit kaget akibat suara lantang dari kedua sahabat Mira. Keisya dan Tiara berdiri di belakang mereka semua dengan senyum sumringah layak nya pemenang lotre.
"Ihhhh, pagi - pagi dah berkunjung aja..." rutuk Mira.
"Biarin!"tanpa rasa malu sedikit pun, Keisya langsung melompat duduk di sebelah Radit yang masih sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa Like dan komen nya ya.