
Sesampainya di perkemahan Gunung Putri Lembang, semua mahasiswa mulai bersiap mendirikan tenda sesuai kelompok masing-masing. Satu kelompok, terdiri dari 3 sampai 4 anggota. kebetulan, Mira, Keisha, dan Tiara satu tenda. Bukan kebetulan sih, tapi emang mereka bertiga meminta khusus pada Yoga dan diizinkan.
"Mir, ngerti nggak bikin ini gimana?" tanya Tiara. Dia mulai kebingungan harus diapakan semua peralatan yang digunakan untuk mendirikan tenda itu.
Mira menggeleng," lo Kei?" tanyanya balik pada Keisya.
"Dih, Apalagi gue" Keisya pun angkat tangan
mereka bertiga celingak-celinguk memperhatikan yang lain, tapi sepertinya semua cewek di situ pada nggak bisa deh.
Buktinya, semua pada celingukan juga, ada yang minta bantuan mahasiswa cowok, dan ada juga yang sibuk selfie selfie malah.
"Beno! bombom!"Mira memanggil dua orang cowok yang selama ospek telah menjadi temannya itu.
Beno dan Bom Bom pun mendekati mereka, mereka berdua cengengesan karena tahu pasti tiga cewek ini pasti mau minta bantuan mendirikan tenda kepada mereka.
"Ben, Bom, bantuin kita dong" Mira dengan wajah memelas yang dibuat se imut mungkin.
Beno menggaruk-garuk rambut kribonya sambil terus jangan nget ngetan.
" Tapi ada syaratnya" katanya kemudian.
"Ih, sama teman sendiri Masa gitu, apa syaratnya coba?" tanya cara langsung protes.
" Yuk kita dulu ya!!" bom bom langsung menjawab dengan penuh semangat.
" Ihhhhhh" Mira, Keisya, dan Tiara langsung memasang wajah jijik. Tapi lalu mereka berlima tertawa terbahak-bahak lantaran udah sama-sama tahu kalau bagian dari syarat yang diajukan 2 cowok itu hanyalah gurauan saja.
" sini kita bantuin" Beno langsung bergerak begitupun bombom." walau tenda kita sendiri belum jadi, tapi bagi kita menolong orang itu lebih utama. apalagi kalau yang ditolong cewek-cewek cantik kayak kalian"
Beno dan Bombong emang cowok yang unik, saking uniknya nggak ada cewek yang mau sama mereka. Tapi kalau urusan untuk berteman, mereka nggak ada tandingannya.
Dua manusia dengan karakter yang sama, yaitu sama-sama suka bikin orang lain ketawa dan banyolannya nggak ada yang garing.
"Ben, tipe cewek idaman lo kayak gimana?"tanya Keisya
Beno langsung tertarik dengan pertanyaan itu." kayak Mira dong!" katanya sambil tersenyum dibuat-buat pada Mira.
Mira langsung mendelik." Kenapa kayak gue?" makanya Mira protes.
__ADS_1
"Mira...Oh Mira..." Beno membentangkan tangannya berpura-pura mau memeluk Mira. cewek yang mau dikerjain jelas menghindar, terjadilah kejar-kejaran dan Penuh tawa di situ.
"Hahaha peluk aja Ben, nggak apa - apa " seru Tiara mengompori.
"Ogahhhh!" teriak Mira sambil terus berlari.
"Hahahahhabaha,,,,"
Anak-anak lain memperhatikan mereka berlima. ada yang ku tertawa terbawa suasana lucu melihatnya. ada yang ngedumel lontaran kesal gak bisa mendirikan tenda sementara kelompok lain malah sibuk bercanda.
"Ehmm..."Yoga datang dengan bersila di belakang tubuh nya.
Keisya langsung mupeng begitu melihat Yoga. baginya, Ya udah ini udah kayak Verrel Bramasta. tinggi, putih, cool dan ganteng. Apalagi senyumannnya, bikin dia meleleh.
Enggak cuman Keisha sih yang berpikir kayak gitu, rata-rata cewek yang ngeliat Yoga pasti juga bakalan klepek-klepek.
Pesona cowok cool emang lebih membuat penasaran, ketimbang cowok yang terlalu mudah untuk dideketin.
Mira dan Beno berhenti kejar-kejaran begitu melihat Yoga. Dengan nafas ngos-ngosan dan sedikit tertawa, mereka mendekati ketua BEM itu.
"Ada apa kak?" tanya Beno
Hehehe, maaf kaka, Mira nih sibuk ngajakin becanda mulu." Beno menunjuk Mira.
"Diihhh, kok gue? Kan elo yang mulai duluan" Mira nggak mau di salahain gitu aja.
"Gue tunggu lima menit, semua sudah harus selesai" Yoga berbicara dengan keras semua langsung bergerak dengan cepat membangun tenda. yang nggak bisa, cuma bisa meringis sambil ketar-ketir minta bantuan.
"Ben, buruan. Tenda da lo juga belum jadi, kan?" suruh Mira begitu Yoga pergi.
"Tenang, masang ginian gampang kok, Mir. Apalagi tenda ini instan." Beno berlenggok dengan sangat pelan. Seolah-olah menentang waktu, sementara Mira Gregetan ngelihatnya, tapi pengen ketawa juga karena ulahnya itu lucu.
****
"Heh, sini lo." Clara menarik tangan Mira dengan paksa. diseretnya Gadis itu menuju ke tempat yang sepi tanpa sepengetahuan siapapun.
Dia menghempaskan tubuh Mira ke batang pohon besar yang ada di sana, lalu 5 temannya datang membantu mengelilingi Mira.
Mira menatap Clara dengan tajam , seingat dia cewek itu nggak ikut dalam kegiatan hiking . Kata Yoga, Clara mendadak sakit dan membatalkan pergi tadi pagi. tapi kenapa tiba-tiba dia muncul ?
__ADS_1
" Lo denger ya, Radit sejak dulu Cuma milik gue. Mungkin sekarang lo beruntung karena dikasih kesempatan untuk jadi istrinya. tapi keberuntungan itu nggak akan lama, karena gue yang bakal gantiin posisi lo selamanya." kata Clara dengan nada sinis.
Mira tersenyum, jenis senyuman meremehkan." gue nggak nyangka, karena nggak bisa dapetin Radit lo jadi stres kayak gini." ejeknya tanpa rasa takut.
"Sialan" Clara hendak menampar Mira, tapi tangannya ditangkap oleh cewek itu. Dia nggak nyangka, Mira cewek yang lumayan kuat, dia sampai enggak bisa ngelepasin Tangannya.
"teman-teman!" panggilnya meminta bantuan.
Teman-teman Clara langsung menarik tangan hingga cengkramannya pada Clara terlepas. Kedua tangan Mira dipegangin, dia dikeroyok.
"Banyak omong!" Clara melayangkan tangannya lagi, tapi kali ini lagi-lagi ada yang menangkap tangannya.
" Yoga?" wajahnya langsung pucat saat melihat ketua BEM itu berdiri di situ.
"Apa-apaan sih lo Clara? lepasin dia!!" Yoga langsung membentak semua teman-teman Clara.
Mira akhirnya terbebas dari cengkraman teman-teman Clara. Dia merasa sedikit lega karena Yoga datang. jelas aja dia bakalan kalah Kalau dikeroyok 6 lawan 1 kayak gini.
Kalau satu lawan satu sih dia nggak takut, paling sama teman babak belur.
"Yoga, lo kenapa sih selalu ngebelain ni , cewek?.lo suka ya sama dia?"tuduh Clara.
Mata Yoga memanas, dia menatap Clara penuh kemaraham
"inget Yo, she's not singel,.dia udah menikah!!" kata Kayla
"Terus kenapa? mau dia single atau pun double, dia tetaplah mahasiswa di kampus kita. lu nggak bisa seenaknya aja menindas dia." kata Yoga dengan bijak.
" Emang ada larangan bagi mahasiswa yang udah menikah untuk masuk ke kampus?" tanya Yoga.
Clara terdiam, sejak tadi teman-temannya pun diam. walau sebenarnya mereka semua sangat kesal dengan ulah yoga yang kecampur.
sialan nih Yoga, baru aja mau senang-senang ngerjain nih cewek, ikut campur aja. batin Gisel.
"Kalian semua, kalau nggak mau Gue laporin ke rektor, Jangan ulangi lagi!!" ancam Yoga, Clara CS mendengus kesal lalu pergi dari situ memendam kemarahan.
"Mir, elo nggak apa - apa kan?"tanya Yoga, dia refleks memegang pipi Mira.
Tbc
__ADS_1