Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Baba 55


__ADS_3

Di luar ruangan kedua orang tua Radit dan ketiga sahabat Mira sedang menunggu dengan penuh kecemasan.


"Ya allah... Ini kenapa lama banget sih, ada sebenarnya di dalam sana?" kata mami yang sejak tadi tak berhenti mondar mandir.


"Tante tenang dulu ya... Semua nya pasti baik - baik aja kok.."kata Tiara mencoba menenangkan Kinan.


Seorang perawat keluar dari ruang operasi, ia terlihat sangat terburu - buru. Mami Kinan mencoba mencegat perawat itu, namun sang perawat mengabaikan nya dan memilih berlari menjauh.


"Kenapa perawat itu terlihat sedang panik sekali, apa keadaan Mira memburuk..."kata Kinan.


"Sayang kamu, tenang lah..." saut Efendi.


"Gimana aku bisa tenang, sementara anak ku di dalam sedang mempertaruhkan nyawanya..." kata Kinan gusar. Ia kembali mondar mandir di depan ruang operasi.


****


Sementara di dalam Radit begitu khawatir saat melihat proses operasi Mira dan dia sangat shok saat tau kalau Mira mengalami pendarahan dan kehilangan darah yang sangat banyak.


"Sayang aku mohon, kamu harus bertahan..." bisik Radit, ia sudah tidak bisa membendung air matanya lagi.


"Aku mohon...."pinta Radit. Dia tak pernah lupa berdoa dan membisikkan dzikir di telinga istrinya itu.


"Tan, aku mohon selamat kan istri dan anak - anakku.." pinta Radit kepada tante Ismi.


"Radit, kamu harus tenang. Kalau kamu nggak bisa tenang lebih baik kamu keluar." kata Tante Ismi


"Gimana aku bisa tenang tan? Istri dan anakku sedang di ambang kematian gini..." racau Radit.


"Kamu tenang, dan berdoa lah. Semua akan baik - baik saja jika allah menghendaki, makanya kamu jangan berhenti berdoa.." kata Tante Ismi.


Radit pun diam dan mengikuti kata - kata tante nya, dokter dan para perawat pun sedang berusaha keras untuk menyelamatkan Mira dan bayi nya, meski pun mereka tau kalau kemungkinan untuk menyelamatkan kedua nya sangat lah kecil.


****


Dokter Ismi pun keluar setelah operasi persalinan nya selesai, saat baru membuka pintu ruangan itu. Tante Ismi langsung di todong oleh Kinan dan kedua sahabat Mira.


"Ismi, bagaimana keadaan menantu ku?" tanya Mami Kinan.


"Dok, bagaimana keadaan Mira? Dia baik - baik aja kan?" tanya Keisya dan Tiara secara bersamaan.


"Kenapa kamu diam saja, cepat beritahu aku bagaimana keadaan Mira?" desak Mami.


Dokter Ismi pun hanya diam menatap ketiga wanita di depan nya itu. Dia bingun harus memberitahu kan bagaimana kepada mereka.


"Hmm... Begini, pertama cucuk kakak lahir dengan selamat dan tanpa cacat sedikit pun.."kata Ismi.


"Mira bagaimana?" potong Tiara


"Iya, Mira bagaimana? Apa dia juga baik - baik saja?" tanya Kinan.

__ADS_1


"Hmm.... Mira... Mira dia..."


"Dia kenapa, bicara lah yang benar..." suruh Kinan.


"Dia... Diaaa... Tidak sadar kan diri" kata Ismi menutup mata nya, dia sunggu tak sanggup melihat kakak ipar nya yang shok mendengar kabar itu.


Kinan pun terhuyung ke belakang, untung Efendi sigap menangkap tubuh istrinya itu.


"Radit dimana?" tanya Efendi


"Dia masih di dalam, aku sudah menyuruhnya keluar, tapi kakak kan tau sendiri kalau dia sangat keras kepala." kata Ismi


"Dia pasti sangat terpukul melihat keadaan Mira, apa lagi semua ini terjadi atas kesalahan dia sendiri dan di depan mata nya."kata Efendy.


"Rendy, bantu Om bawa Tante ke ruangan rawat tante Meisya.."pinta Efendi.


Jujur saja Efendy juga tak kalah shok nya denga istri nya, tapi dia tidak boleh menunjukkan kelemahan nya di depan istrinya.


****


"Dit, sebaiknya kamu pulang dulu dan istirahat. Mira biar kita yang jaga.." kata Tiara menatap Radit prihatin. Bagaimana tidak sudah hampir seminggu lebih Radit tidak pulang kerumah dan beristirahat. Dari sorot mata nya kelihatan sekali kalau Radit sangat membutuhkan istirahat.


"Gue di sini aja, gue mau jagain Mira..."balas nya.


"Dit, please jangan siksa diri lo kaya gini... " kata Keisya.


"Kalian kok berisik, pulang aja sana kalau kalian capek. Gue mau tetap di sini...." kekeh Radit.


"Hai.. Semua, ada apa ini kenapa muka kalian tegang gitu?" tanya Rendi yang baru datang.


"Dit ini kopi buat elo..." Rendi menyerahkan secangkir Kopi dengan gelas kemasan.


"Thanks bro, elo tau aja yang lagi gue butuh kan.." ucap Radit menerima kopi itu dengan sedang hati


Dengan semangat Radit minum Kopi itu, baru juga tiga teguk, Radit tiba - tiba merasa kepala nya begitu berat.


"Breng sek, elu masuk kan apa ke minuman gu... e..." tanya Radit dan tak lama dia pun tergeletak tak sadarkan diri.


Tiara dan Keisya saling pandang, lalu dengan serentam mereka melihat kearah Rendy.


"Apa?... Tenang aja, dia masih hidup kok, gue cuma tambahkan pil tidur kedalam kopi nya. Kalau nggak gitu, dia nggak akan pernah mau istirahat."ujar Rendy. Tiara dan Keisya pun mengangguk setuju


"Cerdas juga elu kadang - kadang..." kata Keisya.


"Dari dulu gue udah cerdas kali, elu nya aja yang nggak tau." balas Rendi


"Udah nggak usah berantem, yuk pindahkan dia ke sofa sana." kata Tiara menengahi.


****

__ADS_1


Tiga bulan kemudian


Radit masih setia menjaga Mira, meski pun sampai sekarang belum ada perkembangan dari istri nya itu. Tapi Radit tetap setia menjaga nya, bahkan ia selama 3 bulan ini belum ada ketemu dengan anak nya.


Kata nya, dia ingin bertemu dengan anak nya barengan dengan istri nya, biar Mira nggak iri kalau dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak mereka dari pada diri nya.


"Sayang, bangun dong!! Kamu nggak capek apa tidur mulu..." kata Radit.


"Sayang ayo bangun, anak kita menunggu mu sayang." katanya lagi.


"sayang, ayolah. Apa kamu nggak kasihan dengan anak - anak kita. Mereka membutuhkan kamu sayang.." kata Radit meneteskan air mata nya, Radit menggenggam erat tangan Mira.


Saat larut akan kesedihan nya, Radit tiba - tiba merasakan ada suaru gerakan dari jari Mira yang masih dalam genggaman nya.


"Sayang?..." Radit Kaget merasakan respon yang di berikan oleh Mira.


"Mir, kamu merespon ucapan ku? Aku mohon gerakkan lagi.." mohon Radit, dan jari Mira pun kembali bergerak.


Dengan cepat Radir menekan tombol emergency untuk memanggil dokter.


Tak lama dokter dan perawat pun datang keruangan Mira dan Radit dinpaksa untuk keluar dari sana.


"Ya allah... Berikan lah hidaya mu kepada istri hamba..." doa Radit, ia terus berjalan mondar mandir di deoan pintu.


Ceklek


Pintu itu pun terbuka, dengan cepat Radit menghampiri Dokter, dan menanyai bagaimana keadaan Mira.


"Gimana dok? Apa Mira baik - baik saja?" tanya Radit


"Selamat ya tuan, akhirnya istri anda sadarkan diri dan seka..." Radit langsung menerobos masuk tanpa mendengarkan kelanjutan ucapan dokter itu.


"Dasar anak muda,nggak ada sopan - sopan nya." rutuk dokter


"Maklumi aja dok, dia terlalu senang mendengar kabar istri nya sudah siuman." kata perawat itu. Dia tau betul bagaimana Radit selama 3 bulan belakangan ini.


****


Radit masuk kedalam ruangan, dia tersenyum senang. Saat melihat Mira sedang duduk dan tersenyum ke pada nya .


"Mira.." gumam Radit.


Mira tak menjawab, dia hanya melebarkan tangan nya, sebagai tanda kalau ia minta di peluk oleh suami nya itu.


"Miss you..."bisik Mira dalam pelukan Radit.


Tbc


Hai semua, jangan lupa biasa kan setelah membaca memberikan like.

__ADS_1


__ADS_2