
Radit menabrak seseorang, cukup keras sehingga orang yang ditabraknya itu terjatuh. Melihat hal itu Mira pun langsung berdiri dan mengulurkan tangannya kepada wanita yang ditabrak oleh suaminya.
Deg!!
Radit terdiam terpaku menatap wanita itu, tanpa berkedip.
" Dit...." wanita itu pun sepertinya juga sangat terkejut, Dia memanggil nama Radit dengan spontan.
Mira jadi ingat , Siapa wanita yang ditabrak oleh Radit barusan . Dia adalah wanita yang sama dengan wanita yang membuat Radit membentak dirinya waktu itu , dan wanita ini juga telah berhasil membuat Mira sangat penasaran dalam beberapa hari ini.
"Dit, kamu kenapa ngehindarin aku terus? Aku nggak bisa jelasin apa-apa ke kamu, sekarang kamu terus ngindarin aku kayak gini." kata wanita itu dengan nada sedih. wanita itu dengan beraninya memegang tangan Radit.
"Sampai detik ini aku masih berharap kamu mau maafin aku kan kita selesaikan kesalah pahaman ini." tambahnya lagi
Mira jadi makin penasaran dengan wanita itu, dia memperhatikan keduanya tanpa berniat untuk mengganggu atau pun ikut campur dalam pembicaraan mereka.
Tapi saat dia melihat wanita itu memegang tangan Radit dan Radit hanya diam saja itu sedikit mengganggunya. Tapi dia nggak mau berprasangka buruk kepada suaminya itu.
Keisya menyenggol bahu Mira dengan bahunya, Dia memberikan isyarat bahwa dia penasaran dengan wanita yang sedang berbicara dengan Radit itu. Sama halnya dengan Keisya, Tiara pun sangat penasaran. Mereka berdua sama dengan mira yang mengingat wajah wanita itu... Suasana di antara mereka saat ini sangatlah kaku.
" Dit, please..." kata wanita itu memegang pipi Radit.
Mata Mira terbelalak, dia nggak terima kalau ada orang lain menyentuh pipi suaminya itu, walaupun yang pada akhirnya Radit menepis tangan wanita itu dari wajahnya.
" Dit, dia siapa?" tanya Mira yang tidak menahan dirinya lagi.
Wanita itu menatap Mira dan bertanya pada Radit,
"Dia siapa?"
Radit nggak menjawab pertanyaan Mira maupun wanita itu. dia berlalu pergi meninggalkan mereka semua.
Karena merasa nggak terima, Radit pergi begitu aja. Mira mengejar Radit, dia menarik tangan Radit yang mengabaikan panggilannya sedari tadi.
"Dit, aku tanya dia siapa?" tanya Mira
"Bukan siapa - siapa." jawab Radit datar dan dengan wajah tak suka
"Dit, dia siapa?" tanya Mira ulang
__ADS_1
"Stop Mir! Kamu nggak perlu tau!"dengan refleks, Radit membebtar Mira dengan sangat keras hingga mereka berdua jadi tontonan orang - orang sekitarnya.
"Aku perlu tahu! Karena aku ini istri kamu.!" Bentak Mira nggak mau kalah. Dia nggak peduli meski banyak orang yang melihat merek
Radit melihat sekelilingnya."Ini bukan urusan kamu."kata Radit dengan suara melembut namun tetap datar dan terkesan sedang menahan amarah.
"Semua hal yang menyangkut kamu, itu juga urusan aku Dit." kata Mira dengan penuh penekanan.
"Dari kemarin aku udah diam dan mencoba untuk menahan nya, bahkan sampai tadi pun aku tetap diam. Bahkan kamu nggak kenalin aku sebagai istri kamu saat dia tanya aku ini siapa, dan aku juga tetap diam pada saat itu." Mira menatap Radit dengan tatapan tajam, Begitupun sebaliknya dengan Radit.
"Tapi aku perlu tahu siapa dia!!" kata Mira
Radit terdiam seketika.
"Oke, aku nggak akan nanya-nanya lagi. Terserah kamu!!!" kata Mira, kesabarannya sudah habis, dia mendorong dada Radit dengan sangat keras , lalu pergi dari situ dan menemui kedua sahabatnya .
Sementara Radit berdiri mematung mleihat kepergian Mira, sebenarnya dia sangat ingin mengejar Mira. Tapi hatinya saat ini sedang sangat kalut dan terlebih lagi ia belum siap untuk menceritakan semuanya kepada istrinya itu.
"Yuk kita cabut!" seru Mira kepada kedua sahabatnya, dia terus berjalan tanpa menoleh ke kanan dan kiri.
Keisya dan Tiara saling pandang, mereka benar - benar pusing dengan situasi pada saat ini.
"Yuk, kita susul Mira.."kata Tiara menoleh ke arah Radit yang masih diam mematung.
"Dit, kamu kok diam aja sih, jawab dong.."kekeh wanita itu.
Tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, Radit berlalu begitu saja, meninggalkan wanita itu.
"Aish, bukan nya jawab, malah ninggalin dasar..."gerutu nya.
"Istri? Kok bisa Radit punya istri? Dari mana? Apa dia sudah menikah?" begitu banya pertanyaan yag berputar di kepala Nya.
****
Mira kembali ke bangku tempat mereka duduk tadi, ia memasang masker, kacamata dan juga earphone nya. Semua itu sangat berguna bagi Mira untuk menenangin semua masalah yang sedang menimpa diri nya.
"Mir, Are you oke?"tanya Tiara.
"Hmm." balas Mira.
__ADS_1
"Ini elo minum dulu." Keisya menyerahkan seboto air mineiral kemasan kepada Mira.
"Thanks ya" Mira membuka maskernya dan meminum air tersebut.
Kedua sahabat nya mencoba untuk menghibur Kayla.
*****
Sudah satu minggu ini, Mira dan Radit nggak ada bicara. sebenarnya, Mira yang emang sengaja jaga jarak dengan suaminya itu. Dia masih sangat marah kepada Radit. Setiap Radit ingin mencoba mendekatinya, pasti dia akan pergi begitu saja. Sampai - sampai Mira tidur di kamar lain untuk menunjukkan kalau emang dia lagi nggak mau diganggu oleh Radit.
Orang tua Radit maupun Mama Mira nggak tahu apa yang terjadi diantara keduanya. Kebetulan, sejak kepulangan keduanya dari Bali, mereka semua sedang sibuk dan nggak sempat untuk berkunjung. Mereka juga ngerti saat keduanya enggak datang ke rumah mami Radit. Mereka beranggapan Kalau mereka sedang capek lantaran habis liburan.
"Mir, lo mau sampai kapan sih diamin Radit kayak gitu?"tanya Keisya. saat ini dia sedang berada di kamar Mira, kebetulan semalam dia menginap di rumah Mira. Tiara nggak ikut, karena dia sedang pulang ke Solo Karena ada acara pernikahan sepupunya.
Mira menggeleng sambil mengangkat bahu.
"Mir nggak baik lo musuhan lebih dari 3 hari"Keisya mencoba menasehati sahabatnya itu.
"Gue sama Radit nggak musuhan kok, diemnya gue ini cuma biar dia sadar kalau apa yang dia lakukan itu salah dan dia nggak akan ngulangin hal yang sama lagi besok - besok nya." seru Mira.
"Ya elo benar. Tapi dengan elo diam, apa semua nya akan selesai dengan sendiri nya?"tanya Keisya
"Untuk sekarang menurut gue itu yang paling terbaik Kei, diam itu Emas."jawab Mira
Keisya menghela nafas panjang, capek menasehati Mira yang keras kepala.
"Kalau elu jadi gue, apa elo akan terima gitu aja jika di perlakukan kaya gini? Gue jelas berhak tau dong siapa wanita itu? Dan dia, elu tau apa yang di lakukannya, dengan seenaknya dia ngebentak gue di depan wanita itu ."
"Jadi, wajar lah kalau gue marah." tambah Mira
Keisya nyengir." iya sih, kalau gue ada di posisi elu, gue juga bakalan marah banget, terutama gue cemburuh parah tu sama cewek."balas Keisya
Cemburu?
Klil! itu jawaban yang selama ini Mira cari dari semua pertanyaan, Kenapa dia marah? Mira baru sadar, kalau dia sedang cemburu.
Dia merasa terusik dengan kehadiran wanita lain dalam kehidupan rumah tangganya.
Terlebih lagi sepertinya wanita itu hadir lebih dulu dari pada diri nya dalam kehidupan Radit.
__ADS_1
"Lo cemburu kan?"Tanya Keisya
Tbc