Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Bab 31


__ADS_3

"Lo cemburu kan?" tanya Keisya sambil sengah menggodanya.


Mira menarik nafas, "Oke, mungkin itu bener, tapi lebih tepatnya adalah gue ngerasa nggak di hargai sama dia!" jawab Mira


"Mir, lo coba deh nempatin posisi li sebagai Radit. Mungkin elo juga akan melakukan hal yang sama. Atau bisa jadi, mungkin dia nggak mau jujur sama lo karena kejujuran nya yang lo minta itu bisa menguakkan rasa sakit yang di kuburnya selama ini. Bisa jadi kan itu alasannya." tutur Keisya masih mencoba memberi pengertian kepada sahabat nya itu.


"Gue nggak mau tau, pokoknya apa pun itu alasan nya. Kami kan udah suami istri,Kei. Sepahit apa pun masa lalu nya. gue juga berhak tau, apa lagi kalau itu mengusik ketenangan gue." balas Mira. masih kekeh akan pemikirannya.


"Iya kalau itu emang benar, tapu coba deh elu asih dia waktu, gue yakin kok, dia mau ceritain semuanya ke elo dan elo akan menemukan jawaban dari semua rasa penasaran elo itu." kata Keisya


Mira mengangguk membenarkan. "Eh Kei, ngomong - ngomong lo sama Tiara udah daftar kuliah belum?" tanya Mira sengaja mengalihkan pembahasan mereka mengenai masalahnya dengan Radit.


"Belom, Mir. Kita tuh masih bingung mau ambil fakultas apa." jawab Keisya


"Udaaaa, nggak usah bingung, samaain aja smaa gur. Lagian fakultas kedokteran itu nggak semenakutka seperti yang kalian fikirkan kok. Basic nya cuma butuh jiwa penolong,itu aja." kata Mira


"Maksud nya?l tanya Keisya


"Gini, kalau elo bener - bener punya ke inginan buat nolong seseorang, lo pasti bakalan lakuim apa pun demi bisa nolong orang itu. Misalnya, lo ngerasa nggak mampu masuk ke fakutas ini, tapi saat lo di hadapkan sama situasi dimana seseorang membutuhkan pertolong lo buat ngobatin sakitnya, lo pasti akan berusaha agar lo mampu melakukan itu. Dan gue yakin jiwa sosial kalian itu sangat tinggi.


Keisya nampak bergikir, kata - kata Mira memang nggak terlalu rumit untuk di pahami tetapi dia mengerti inti dari omongan itu.


"Lo jadi ngesugesti gue Mir" seru Keisya.


"Nah itu dia, sugesti. Lo bakal terus tersugesti untuk nolongin orang yang membutuhkan. Dan untuk bisa melakukan itu, lo harus bekerja keras."


"Hmm... Oke deh! gue bakal coba ikut UMPTN. kalau emang jodoh gue di fakultas kedokteran ,pasti gue bakal lulus." kata Keisya


"Yeaaay, gitu dong , semangat."ucap Mira girang.


Mira dan Keisya lalu tertawa. Mereka mulai bercerita tentang kehidupan mereka beberapa tahun mendatang. Menjadi seorang dokter, bekerja di rumah sakit, bahkan di kirim ke tempat - tempat yabg lagi membutuhkan bantuan medis.

__ADS_1


Semua jadi terasa menarik dan membuat semangat untuk di jalani. Nggak ada yang nggak bisa kalau kita mau terus belajar, berusaha dan yang terpenting adalah berdoa. Niat yang baik pasti di beri jalan oleh Nya.


****


"Mir.." Radit menarik tangan Mira saat gafis itu melewatinya.


Mira berhenti, tapi nggak menatap Radit sama sekali. dia menarik tangannya dari pegangan Radit, selalu menunggu Radit untuk berbicara.


"Udah dong marahan nya. mau sampai kapan?" tanya Radit.


Mira nggak tertarik untuk menjawab, dia mau pergi tapi Radit menarik tangannya lagi.


"Oke aku salah, aku minta maaf."kata Radit.


Mira baru mau menatap Radit, namun dengan pandangan sinis." maaf aja enggak cukup buat ngejelasin semuanya Dit!" kata Mira


Radit diam sesaat, lalu. " Ok, aku bakalan ceritain semuanya" Kata nya menalah.


Mereka berdua duduk di kursi santau di balkom kamar. Salinh berhadapan dan menatap.


"Namanya, Olive." Radit mulai memulai. Dia seakan memutar kembali kenangan masa lalu nya.


Mira fiam, mendengarkan.


"Aku punya sahabat sejak kecil, namanya Denis. Persahabatan aku sama Denis, persis sama seperti kamu dan kedua teman mu itu. Kami cenderung nggak bisa di pisahkan, lengket kayak lem" Radit menarik nafas,lalu kembali melanjutkan ceritanya.


"Sampai akhirnya Denis mencintai Olive, cewek pindahan dari Amerika sewaktu kami kelas 1 SMA."


"Denis tergila - gila babget sama Olive. Sampai - sampai dia minta aku buat comblangin mereka. Padahal aku tau kalau Olive itj bukan cewek yang baik buat Denis. Yah, mungkin karena Denis dan Olive itu berbeda. Denis cowok yang kalem, nggak pernah macem - macem. pinter, pokoknya cowok baik - baik banget. Sementara Olive itu cewek glamour, agresif fan menurut aku genit.


Mira mendengarkan dengan seksama.

__ADS_1


"Tapi akhirnya mereka jadian juga, berkat kerja keras aku ngeyakinin Olive kalau dia bakal sangat bahagia kalau sama Denis."Radit mulai berat untuk melanjutkan ceritanya.


"Sampai akhirnya..."


Mira menunggu kelajutan cerita Radit, Cukup laa Radit diam. Mira pun berinisiatif untuk memegang tangan suaminya itu untuk melanjutkan ceritanya.


"Sampai akhirnya Olive terang - terangan ngaku ke Denis dan di depan aku, dia bilang kalau dia nerima Denis cuma karena ingin deket sama aku"


Mira shock mendengarnya. "Terus Denis gimana setelah denger itu?" tanya Mira penasaran.


"Denis nggak marah, dia malah tersenyum. Tapi sejak saat itu gue ngerasa sikap Denis berubah, dia jadi aneh." kata Radit.


"Aneh, aneh gimana?" tanya Mira lagi.


"Dia mulai menghindari aku dengan segala macam alasan. Dia sudah jarang masuk ke sekolah. Sering ngilang nggak tau ke mana." Radit bertambah berat untuk melanjutkan.


Radit menarik nafas lagi, matanya mulai menunjukkan kesedihan.


Mira menatap Radit, ia sunggu penasaran apa yang terjadi dengan Denis.


"Dia, dia meninggal, karena kecelakaan." kata Radit dengan air matanya yang spontan menetes.


Tidak hanya Radit yang meneteskn air mata, Mira pun ikut meneteskan air mata mendengarnya. Dia tau kesedihan seperti apa yang di rasakan oleh Radit. Dia bahkan nggak bisa ngebayangi kalau seandainya dia kehilangan Keisya dan Tiara selamanya.


"Dit, aku..."


"Sejak saat itu ku mutusin untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Apalagi waktu aku tai, Denis kecelakaan karena dia sengaja menabrakkan motornya ke mobil yang ada di deoannya. Aku ngerasa bersalah banget. Rasanya..." Radit menghentikan ucapannya.


Mira memeluk Radit, " Udah aku ngerti. Nggak usah di lanjutin lagi, aku ngerti."


Untuk pertama kali nya Mira melihat Radit menangis sampai sesegukan. Dia seperti sedang memeluk anak kecil yang menangis karena kehilangangan orang yang di sayangi. Radit pasti merindukan sahabat nya itu. Apalagi kejadian nya baru sekitara 2 atau 3 tahun yang lalu. Dan bertemu dengan Olive lagi, itu pasti sangat menyakit kan untuk Radit. Mira sangat menyesal karena terlalu egois. Seandai nya dia akan ber pura - pura nggak tau dengan kehadiran Olive.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2