
Tak lama kemudian, rombongan Yoga ke kantin akan memakan - makanan nya, ia pun memesan makanan di ibu kantin.
"Den, tadi total minumanannya 100 Ribu"
"Minuman apa?" tanya Yoga bingun, perasaan dia gak ada pesan minuman di kantin
"Itu yang aden pesan lewat 3 anak perempuan tadi" kata bu kantin menjelaskan.
"Hah... Bukan nya sudah di bayar sama mereka bu?" tanya Yoga memastikan.
"Belum Den, tadi Mereka bilang yang bayar den Yoga."jawab ibu kantin
"Sialan kita di kerjain sama mereka bertiga"ucap Dika kesal.
"Ga, itu mereka disana lagi sama jia!" seru Clara
"Ayo kita samperin!" Yoga mmbayar minuman tadi kemudian ia menghampiri Mira dan teman - temannya.
"Hey anak baru!!" suara Gisel begitu jelas
Mira dan kedua teman nya pun menoleh kebelakang, melihat Yoga dan teman - teman nya sedang berjalan menghampiri nya.
"Iya, ada apa kak?" tanya Mira tanpa merasa bersalah.
"Kalian bertiga ikut kita!" Gisel dan Clara menarik mereka bertiga dengan keras.
"Heh Gisel, jangan main tarik anak orang dong! Lo gak punya sopan sanyun apa?" kata Jia tak terima kalau teman - teman baru nya di perlakukan seperti itu oleh mereka.
"Ini bukan urusan elo ya, ji, ini urusan kita, jadi mending elu nggak usah ikut campur kita dan mereka ini!" seru Gisel
"Kalian jangan bully anak baru! atau gue lapor rektor!"ancam Jia
"Santai aja, kami nggak bakal bully kok, cuma mau kasih pelajaran buat anak baru ini aja, biar mereka tau gimana rasannya kuliah di sini."seru Dika.
Mereka membawa Mira dan teman - teman nya ke belakang kampus, di sana rombongan Yoga sudah menunggu. Gisel dan Clara mendorong Mira, Keisya dan Tiara hingga mereka jatuh ke tanah.
"Aww... Santai aja dong, gak usah dorong - dotong juga!" protes Mira tak teria diperlakukan semena - mena gitu.
"Kalian nggak apa - apa kan?"tanya mira membantu Keisya dan Tiara berdiri.
Yoga berjalan menghampiri mereka bertiga, Mira dan teman - temannya bergidik gerih saat melihat tatapan Yoga kepada mereka. Yoga terus berjalan hingga dengan spontan Mira dan teman - teman nya ikut mundur hingga tanpa sengaja kaki Mira ke injak batu dan Mira pun terjatu, melihat Mira terjatu Keisya dan Tiara pun berjongkok untuk melihat keadaan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Elo nggak apa - apa kan Mira?"tanya Tiara.
Melihat Ketiga cewek itu sedang terduduk di bawah, Yoga pun ikut berjongkok mendekati mereka.
"Berani - berani nya kalian ngerjainkita!"bentak Yoga.
"Maksud kakak apa?" tanya Mira menantang dia nggak terima kalau dirinya di bentak dengan seenak nya begitu.
"Kalian bilang ke ibu kantin kalau gue yang pesan minuman. Dan sekarang gue yang harus baya minuman itu!" kata Yoga yang begitu kesal dengan mereka.
"Lah kan emang benar, kakak nyuruh kita beli minum sementara kalian nggak ada yang ngasih uang nya ke kita.Jadi salah nya di mana?"tanya Mira.
"Harus nya Kalian yang bayar!!" Yoga membentak mereka dengan lebih keras hingga membuat Tiara dan Keisya yang emang agak lemah darinya menangis
"Yahhh gitu aja nangis, cengeng banget. Gitu mau jadi dokter!!" salah seorang temn Yoga mengejek.
Mira mengepalkan kedua tangan nya, ia benar - benar merasa geram dengan para seniornya itu.
"Kalian bisa lebih santai nggak sih, oh jadi gini para senior di kampus ternama memperlakukan juniornya." ledek Mira berdiri dari duduknya, ia menatap Yoga tak kalah sinis.
"Katanya sekolah bergengsi, ternya isi nya para mahasiswa miskin!! Hanya cuma gara - gara bayar minuman yang nggak seberapa, kalian berani ngebentak junior!!" bentak Mira tak kalah keras dari pada yang Yoga lakukan kepada nya.
"Jangan mentang - mentang senior kalian berani nindas kami. Ingat kalian nggak ada ngasih orang tua kami uang buat beli makan. jadi jangan seenaknya ngebentak orang seenak nya gitu!"kata Mira meluapkan emosi nya yang sudah ia tahan dari tadi.
"Hmmm... Maksud gue gak sampe segitu nya juga, kenapa elu marah nya kaya berlebihan gini sih."
"Enggak, nggak gimana, sedari tadi kalian bentak kami, kalian seret kami dan kalian juga sampai ngedororong kami sampai kami terjatuh, apa itu yang nggak berlebihan?"tanya Mira.
"Kalian mau ini kan, yaudah ini gue kasih, tapi tolong jangan kalian lakuin ini lagi ke kita ok!!" Mira mengeluarkan 3 lembar uang warna merah dari dompetnya dan menyerahkan nya ke tangan Yoga.
"Apa - apaan ini, gue nggak butuh uang elu" Yoga mengembakikan uang Mira, namun Mira tak mau menerima nya, ia dengan cepat membantu Tiara dan Keisya untuk berdiri.
"Yuk guys kita cabut"kata Mira sebelum pergi Mira menatap Satu persatu teman - teman Yoga denga. tatapan mematikan apa lagi dengan Yoga.
"Ga, itu kok elo biarin gitu aja?" tanya Gisel tak terima.
"Biar kan saja, lagi pula kita kan cuma bersenang - senang, nggak ada maksud lain"Kata Yoga.
Ia menatapa kepergian Mira dan teman - temannya, ia begitu salut dengan keberanian Mira saat menentang dan membela teman - teman nya.
Selama ini belum ada satu orang junior pun yang berani menentang diri nya.
__ADS_1
"Ayo kita kembali ke lapangan, jam istirahat sudah habis, "kata Yoga berjalan meninggalkan
~
Semua mahasiswa kedokteran pun sedang berkumpul di lapangan depan fakultas mereka, Mira yang tadi terpisah dari teman - teman nya sekarang mereka sudah kembali bersama.
"Perhatian semua nya, kegiatan OSPEK untuk hari ini saya cukup kan sampai di sini." Kata Yoga
"Untuk besok, saya minta kalian semua untuk membawa cacing, tanpa terkecuali dan saya tidak akan menerima alasan apa pun untuk yang tidak membawa nya. MENGERTI!!" kata Yoga dengan tatapan menakut kan
"Sekarang kalian dipersilahkan BUBAR..."ucapnya.
Para mahasiswa baru pun berhamburan pergi meninggalkan lapangan.
"Kalian tadi pake apa ke sini?"tanya Mira, saat mereka mengambil tas di pinggir lapangan.
"Kita bawa mobil sendiri Mir.."jawab Tiara tersenyum.
"Kita udah di kasih mobil.."ujar Keisya girang menjukkan kunci mobil nya.
"Hmm... Enak banget, gue belum boleh nyetir." ucap Mira.
"Yaa.. elu kan udah ada supir pribadi." Seru Tiara.
"Hehe.." Mereka pun berlalu pergi ke pakiran, di sana Mira sudah melihat Radit yabg sedang menunggu nya.
Boom
"Udah lama ya?"tanya Mira mengagetkan suaminya itu.
"Dasar istri durhaka, untung nggak jantung." Radit mengusap dada nya. Tiara dan Keisya hanya geleng - geleng melihat tingkah mereka.
"Kita duluan ya."pamit Tiara
"Ita hati - hati, jangan ngebut, ingat kalian belum kawin.."teriak Mira yang berhasil mendapat kan jitakan dari Radit.
"Apaan sih Kamu, main jitak - jitak aja.Sakit tau"protes Mira.
"Maaf - maaf, soalnya kamu gemesin sih.." Ucap Radit sambil mengusap kepala Mira.
"Yuk pulang" ajaknya.
__ADS_1
Tbc