Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Bab 48


__ADS_3

Setiba nya Mira di rumah, ia langsung mencari Radit di kamar, tapi tidak ada siapa siapa di kamar itu, Mira keluar kamar dan mencari Radit ke seluruh pejuru rumah.


"Dia kemana sih?" gumam Mira


"Mbok, mbok Darmi?" panggil Mira saat melihat Mbok Darmi melewati nya.


"Iya non, ada apa?" tanya mbok Darmi.


"Apa tuan tadi ada pulang kerumah? " tanya Mira.


"Nggak ada Non, tuan belum pulang dari tadi..." jawab Mbok Darmi


"Yaudah kalau gitu makasih ya..." kata Mira.


Mbok Darmi pun berlalu pergi ke belakang, Mira mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi Radit.


"Kenapa ponsel nya nggak bisa di hubungi sih..." gumam Mira.


Mira keluar dari rumah, mencoba mencari Radit ketempat - tempat yang sering di kunjungi oleh suami nya.


"Nggak, gue nggak mau, semua nya kembali seperti dulu lagi. Gue nggak mau Radit cuekin gue lagi.." Mira menggelengkan kepalanya.


"Kamu di mana sih Dit?" gumam nya.


****


Sudah lebih dari seminggu Radit mengabaikan Mira, dia akan pulang kerumah saat Mira tertidur dan akan pergi saat Mira belum bangun. Radit sudah nggak tau lagi harus bagaimana bersikap kepada istri nya itu, inilah jalan terbaik saat ini menurut nya.


Di kampus pun mereka jarang bertemu, tidak jarang kadang Mira sengaja dateng ke kelas Radit, tapi pria itu seolah tidak melihat nya dan tetap bersikap dingin.


"Elu belum baik kan sam Radit?.." Tanya Tiara, Mira hanya menggelengkan kepala nya.


"Gue nggak tau lagi harus gimana cara nya agar bisa baikan sama dia.."kata Mira lesuh


"Elu juga sih Mira, nggak ada jerah nya cari masalah sama suami elu." seru Keisya, menatap Mira.


"Asal elu tau ya Mir, suami elo itu udah kayak mayat hidup tau nggak saat nyariin elo kemaren.."


"Eh pas ketemu, bukan nya dia bisa tenang malah tambah setresss karena istrinya sibuk mikirin cowok lain..." lanjut Keisya


"Elo kok ngomong gitu sih Kei?" tegur Tiara.


"Kenapa emang nya, Ra kita tu nggak boleh selalu dukung dia. Gue tau seorang sahabat itu harus saling dukung, tapi ini udah salah Ra, kita nggak boleh diam aja. Apa elu mau lihat dia jadi janda..."Ujar Keisya, penuh emosi, dia sudah sangat jengah melihat kelakuan Mira yang sudah terlalu kelewatan menurut nya.


"Nggak, gue nggak mau jadi janda... Kei, Ara, gue nggak mau jadi janda..." rengek Mira sambil menggeleng kan kepala.


"Ara..."Mira memeluk Tiara

__ADS_1


"Gue nggak mau jadi janda..."cicit nya lagi. Keisya dan Tiara terdiam melihat sahabat mereka yang terlihat sangat lemah.


"Gue nyesal, gue harus baikan sama Radit, tapi gimana cara nya. Dia nggak mau ketemu sama gue.." ujar Mira sambil terisak. Keisya yang nggak tega pun, ikut memeluk Mira.


"Elu tenang dulu Mira, kita pikirkan solusi nya gimana." kata Tiara.


Drrrtttt..... Drrrttttt...


Ponsel Mira tiba - tiba berdering.


"Mir, itu ponsel elu bunyi, diangkat dulu, siapa tau itu Radit." kata Tiara melepas pelukan nya.


Mira pun mengabil ponsel nya yang tersimpan di dalam tas ransel nya.


"Siapa?"tanya Tiara, Mira terlihat terdiam saat melihat nama pemanggil yabg tertera di layar ponselnya.


"Mami..."jawab Mira


"Angkat aja, mana tau penting."suruh Keisya.Mira mengangguk dan menerima panggilan dari mertua nya itu.


^^^"*Assalamualaikum, iya mi?" sapa Mira^^^


"Waalaikum salam, Mir. Kamu lagi di mana sayang?"tanya mami


^^^"Mira lagi di kampus mi, ada apa emang nya mi?" tanya Mira balik^^^


"Oo... Mami mau bilang, nanti kamu pulangnya kerumah mami ya..."suruh mami


"Nggak usah, tadi Radit udah mami kasih tau kok"balas Mami


^^^"Ooo... Iya mi, nanti Mira kesana"^^^


"Yaudah mami tutup dulu telpon nya ya, assalamualaikum"kata mami


^^^"Waalaikumsalam" balas Mira*.^^^


Mira mematikan ponsel nya dan memasukkan kan kembali kedalam tas.


"Kenapa?" tanya Keisya penasaran


"Mami nyuru gue kerumah nya, "jawab Mira


"Ini kesempatan lo Mir, ini kesempatan Lo.." seru Keisya.


Mira dan Tiara mengernyit menatap Keisya, mereka nggak mengerti maksud dari perkataan Keisya.


"Maksud nya kesempatan gue" tanya Mira bingung.

__ADS_1


"Hais... Susah emang kalau punya teman dong dong, sekali - kali otak kalian tu gercep napa, lemot mulu" kata Keisya.


"Udah cepat jelasin, nggak usah ngehina otak kita segala"seru Tiara


"Tau ni, bukan otak kita yang lemot tapi elo nya aja yang ngomong nggak jelas." tambah Mira.


"Huft... Ini kesempatan elo untuk baikan sama Radit, karena kalau kalian lagi di rumah mertua elu, dia nggak mungkin bisa menghindar dari elo." jelas Keisya


"Iya juga Mir, dia nggak mungkin bisa kabur lagi, kalau di rumah orang tuanya."tambah Tiara.


Mira diam, ia memikirkan perkataan kedua sahabat nya.


"Makasih ya.." Mira kembali memeluk kedua sahabat nya itu.


****


Sepulang dari kampus Mira langsung pergi ke rumah mertua nya. Setibanya di sana, Mira di sambut dengan pelukan hangat oleh mertuanya itu.


"Mami kangen banget sama kamu .." Kata Mami


"Mira juga kangen sama mami.."Aas Mira


"Radit mana?"tanya Mami, melepaskan pelukannya dan tidak melihat keberadaan anak nya


"Radit belum pulang mi, kata nya dia masih ada kelas." jawab Mira.


"Yaudah yuk kita ke dalam, kamu pasti udah lapar, mami udah masakin makanan kesukaan kamu" kata mami mengajak Mira masuk ke dalam rumah.


****


Malam hari nya, semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka berbincang melepas rindu karena anak dan manatu mereka itu jarang datang berkunjung kerumah mereka.


Mira duduk di samping Radit, dia kadang dengan sengaja menyandarkan kepalanya di bahu Radit, meski tak jarang Radit menepisnya.


Tapi Mira tak mau kalah, ia terus saja bersikap manja kepada suami nya itu. Kedua orang tua Radit pun tersenyum melihat kelakuan anak dan menantu nya itu, yang mereka anggap sangat romantis, karena mereka nggak tau apa sebenarnya yang sedang teradi di antar anak dan menantu nya itu.


****


Jam satu dini hari....


Radit tidur membelakangi Mira, sejak pulang ia sama sekali tidak mau menatap atau pun menegur istrinnya.


Meski pun istri nya selalu saja mencari perhati di depan nya namun, Radit selalu mengabaikan nya, kali ini dia benar - benar sudah lelah dengan istri nya itu


Air mata Mira menetes, dia menatap punggung Radit dengan kepedihan yang terasa sangat menyakitkan. Mira tau, Radit sedang sangat marah kepada nya.


Bahkan mungkin lebih dari sekedar marah, yaitu sakit. Suami nya itu pasti merasa kan sakit karena terlalu kecewa kepada nya, dia sudah merusak kepercayaan yang di berikan oleh Radit kepada nya.

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa like dan komen nya ya...


__ADS_2