Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Bab 46


__ADS_3

Kedatangan Mira di sambut banyak orang di rumah mereka. Ada mama nya yang sejak kepergian merah selalu meneteskan air mata sampai sampai dirawat di rumah sakit lantaran terlalu depresi.


Ada orang tua Radit juga sangat bahagia saat melihat Mira, ada Keisya, Tiara dan juga Rendy yang begitu tahu Mira telah ditemukan dia langsung meluncur ke rumah Radit dengan sangat kegirangan.


Melihat semua orang begitu terharu dengan kehadiran nya, senyum sedih Mira mengambang. Dia merasa bersalah telah meninggalkan mereka semua.


"Mama rasa nya nggak sanggup hidup lagi, Mir. Kami kenapa ninggalin mama? Kenapa nggak datangin mama aja kalau kamu adq masalah nak" kata mama memeluk Mira.


Mira terisak," maafin Mira, Ma. Mira emang bodoh, Mira nggak mikirin mama" kata Mira penuh penyesalan.


Emang dari awal Mira pergi, dia sama sekali tidak mengingat apa pun kecuali ke galauan nya yang di abaikan oleh Radit.


Mama menepuk - nepuk kepala Mira dengan lembut sambil berkata,


"Sudah - sudah, yang penting sekarang kamu ada di sini. Yang penting. Mama udah bisa lihat kamu lagi." Mama lalu melepas pelukan nya dan memegang kedua pipi Mira, lalu berkata.


"Jangan ulangi lagi ya, nak. Kamu mengertikan?"kata mama .


Mira mengangguk.


Mami Radit sendiri udah gak sabar untuk memeluk Mira. Kasih sayang nya pada menantunya itu sudah seperti diri nya menyayangi anak nya sendiri.


"Mami bener - bener seneng kamu kembali. Mami nggak tau gimana jadi nya kita semua jika tanpa diri mu sayang." kata Mami memeluk erat tubuh menantu nya itu.


Mira membalas pelukan ibu mertua nya itu," maafin Mira ya mi.." kata Mira.


Selanjutnya, Tiara dan Keisya berhamburan memeluk Mira. Mereka berdua yang paling histeris menangis nya.


"Lo jahat ! Lo nggak anggep kita sebagai sahabat lo lagi ya? Kenapalo nggak ada ngabarin kita sma sekali?" kata Keisya penuh emosi kesedihan, dia meresa nggak berguna banget sebagai sahabat nya Mira, hingga dia sampai nggak tau bagaimana dan di mana keberadaan Mira selama selama ini.


" Iya, Mir. Harusnya kan elo kasih tau kita, kalau emang elumau pergi jadi kita nggak akan sekhawatir ini sama elo." rengek Tiara


Mira terkekeh geli, mendengar perkataan kedua sashabat nya itu. Dia mengusap air mata kedua sahabat nya itu, lalu air mata nya sendiri.


" Gue minta maaf, ya. Gue emang terlalu bodoh karena nggak ngajakin kalian susah bareng gue" kata Mira tersenyum.

__ADS_1


"Hahaha..." semua orang jadi tertawa saat mendengar perkataan Mira.


Suasana haru atas kembali nya mira menjadi begitu membahagiakan. Banyak hal yang semua orang tau bagaimana dan kenapa Mira bisa di culik oleh Yoga.


Itulah yang di ketahui oleh semua orang, Radit sengaja tidak memberitahu kan kepada semua orang apa yang sebanar nya terjadi, karena dia tidak ingin semua nya jadi salah paham dan membenci Mira.


Tapi lantaran tubuh mira yang terlihat sangat lelah, semua orang harus menahan rasa penasarannya dan membiarkan Mira untuk beristiraha.


Radit mengantarkan mira ke kamar, membaring kan istri nya itu ke atas tempat tidur dengan sangat pelan.


Lalu dia duduk di samping tubuh Mira sambil mengusap rambut nya. Ada yang ganjil sejak tadi di pikiran Radit tentang Mira.


Entah kenapa, dia merasa mira sedang memikirkan sesuatu. Mira selalu saja melamun, seperti memikirkan hal yang sedang berada jauh dari mereka.


"Kamu kenapa sih sebenar nya? dari tadi aku perhatiin kamu sering melamun," tanya radit


Lamunan Mira tentang keadaan Yoga pun buyar. Dia menatap radit. Entah kenapa, mira merasa tidak bahagia dengan kondisi nya yang sekarang ini, padahal, ini yang dia inginkan. Tapi... Kenapa rasa nya ada yang aneh


"Mir?" panggil Radit. Dia balas menatap mira yang seakan sedang berada di dunia lain." kamu nggak apa - apa kan?" tanya Radit.


Mira menggeleng." Mungkin karena aku kecapean, apa aku boleh tidur?"tanya Mira.


" Ya udah kamu tidur gih. Aku bakal tetap di sini untuk jagain dan nemenin kamu sampai bangun." kata radit tersenyum


"Ditt..."


"Ya?"jawab Radit.


"Aku pengen sendiri dulu." kata Mira


Radit terdiam, dia nggak tau apayang terjadi dengan istri nya itu. Perubahan sikap Mira benar - benar membuat nya gelisah. Tapi karena Mira memang keliatannya sedang capek, dia keluar setelah mengecup kening Mira.


Setelah radit keluar, Mira menangis. Dia membenamkan mulut nya ke bantal agar suara tangis nya nggak terdengar sampai keluar.


"Maafin aku kak Yoga, aku benar - benar minta maaf." kata Mira dengan cara bicara yang getir.

__ADS_1


" Aku kira, aku bakalan baik - baik saja setelah ini. tapi nyata nya aku nggak bisa menerima pengorbanan kamu ini. Ini terlalu besar dan nggak adil buat kamu kak. Maafin aku.." isak Mira.


TOK TOK TOK


Mira buru - buru menghapus air mata nya. Dia pikir itu Radit atau orang tua nya yang mau masuk. Tapi ternyata, Keisya dan Tiara.


"Mir, kita boleh masuk nggak?" kata Keisya sambil memajukan kepala nya di balik pintu.


"Masuk aja! Gue mau cerita sesuatu" jawab Mira.


Keisya dan Tiara masuk dan mengunci pintu kamar sesuai perintah Mira. Mereka berdua duduk di atas ranjang, membentuk lingkaran.


Mira mulai menceritakan semunya. Sedetail mungkin, dari A sampai Z tanpaada kecuali dan tak ada satupun yang di tutupi nya dari sahabat nya itu. Dari awal Mira menceritakan tentang bagaimana Yoga yang berniat membantu nya, hingga pengorbanan Yoga yang luar biasa, Keisya dan Tiara sangat shok mendengarnya.


"Ya ampun. Kak Yoga sampai segitu nya" kata Keisya nggak kalah sedih nya. Ngebayangin nya aja rasa nya perih, apa lagi kalau lihat langsung bagaimana Yoga menerima pukulan demi pukulan dari Radit.


" Gue harus bagaimana ? Gue benar - benar nggak tega"kata Mira kembali menangis.


Keisya dan Tiara memeluk Mira. Mereka bertiga seperti magnet, yang senantiasa mampu merasakan apa pun bersama.


"Lo tenang aja, gue sama Tiara bakalan dateng ke rumah sakit untuk menjenguk kak Yoga." kata keisya.


"Dia nggak di rumah sakit, tapi dia di kantor polisi." kata Mira.


" Lah kok bisa?" tanya Tiara


"Radit menjebloskan nya ke dalam penjara dengan tuduhan penculikan..." lanjut Mira.


"Ngeri juga tu Radit, yaudah kita ntar jenguk dia ke kantor polisi, kalau perlu kita juga bakal bantu buat nyari pengacara buat ngebebasin dia, kalau perlu kita akan cariin pengacara terbaik." kata Keisya janji kepada Mira.


"Makasih ya,Kei , Ara. Lalau nggak ada kalian gue nggak tau harus minta tolong sama siapa. Karena kalau Radit tau yang sebenarnya, gue nggak yakin dia bakalan salah paham lagi, dia terlalu membenci kak Yoga."kata Mira.


Mereka bertiga berpelukan, dan berbagi rasa. Memang benar kata orang, tiada siapa pun yang mampu menggantikan peran seorang sahabat.


Kita bisa bersahabat dengan orang tua, saudara, bahkan dengan suami, tetapi nggak semua nya hal akan kita bagi dengan mereka.

__ADS_1


Terutama bila hal - hal itu akan menyakiti mereka. Sementara bersama sahabat, bahkan hal paling buruk pun akan menjadi beban bersama.


Tbc


__ADS_2