Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Bab 47


__ADS_3

Radit memegang tangan Mira yang hendak melewati nya. "Kenapa sejak kepulanganmu. Kamu selalu menghindari aku,?"tanya Radit yang sudah tidak tahan dengan sikap Mira yang seperti menghindari nya.


Mira tersenyum, namun nampak jeals bahwa senyum itu hanya lah sebuah senyum palsu.


"Kamu kenapa mikir nya gitu?"tanya Mira.


"Mir, aku nggak bodoh. Aku bisa ngerasain itu. Tiga hari ini, kamu selalu ngehindar dari aku. Kamu selalu cari alasan untuk nggak di deket aku. Kenapa?" tanya Radit.


Mira diam, dia hanya menatap Radit dengan tatapan nya yang lagi - lagi kosong.


Radit pun diam. Mereka berdua saling tatap - tatapan . Entah kenapa, Radit merasa Mira hilang rasa. Rasa untuk bahagia, tersenyum,bahkan mencintai.


Semua seakan lenyap, hanya ada ruang kosong di dalam diri istri nya itu saat ini. Dia seakan bersedih atas sesuatu yang Radit sendiri nggak ngerti.


Mira bersedih karena apa? Setau nya selama beberapa hari ini, nggak ada hal yang menyedihkan terjadi, hanya ada kegembiraan yang terjadi pikir Radit.


Mira memegang kedua pipi Radit, lalu dia berkata, " Dit, aku baik - baik saja." kata MIra meyakin kan suami nya itu.


Radit menggeleng, " nggak ada yang baik - baik aja. kamu berubah.." kata Radit menyangkal perkataan Mira.


Mira kembali menggeleng dengan cepat. " Aku nggak berubah, nggak. Aku cuma nggak bisa cerita ke kamu kenapa aku bisa kaya Tapi percaya sama aku, ini bukan tentang kita. jadi apa pun itu, itu nggak akan mempengaruhi hubungan kita berdua." kata Mira


Radit nggak tau lgi harus ngomong apa.Dia nggak mau memaksa Mira untuk menceritakan semua nya.


Apa lagi kondisi Mira saat ini yang terlihat seperti sedang terguncang , dia nggak mau meambah beban itu. Radit lantas memeluk Mira,


" I love you" bisik Radit di telinga Mira.


Mira sama sekali nggak membalas pelukan itu. Kenapa? Kenapa aku nggak bisa ngerasain lagi getaran aneh setiap Radit menyentuhku, seperti dulu. Kenapa rasa nya hampa.


****


Sesuai dengan janji mereka Tiara dan Keisya pun pergi ke kantor polisi untuk melihat keadaan Yoga.


Di sana mereka bertemu dengan Serena,yang sedang berkunjung untuk mengantar kan makanan untuk Yoga.


"Rena?" panggil Tiara. Serena pun menoleh. kemudian tersenyum.


"Kalian? Ngapain di sini? bagaimana keadaan Mira?" tanya Serena.


"Kita mau lihat kondisi kak Yoga dan Mira baik - baik aja, Elu sendiri?"jawab Tiara dan balik bertanya kepada Serena.


" Gue kesini, pengen nganterin makanan buat Yoga. Kalian kan tau sendiri makanan di penjara itu nggak enak ."kata Serena.l


"Yaudah kita jenguk nya bareng aja." seru Keisya


****


Radit terlihat sedang duduk di ruang keluarga rumahnya. Dia termenung memikirkan bagaimana cara agar4 membuat istri nya kembali terbuka kepada nya, dan dia juga ingin memperbaiki semua kerusakan dan ke kacauan dalam hubungan dengan Mira.


"Permisi tuan, makan siang nya udah siap. Apa tuan dan nyonya mau makan sekarang?" tanya mbok Darmi.


"Iya mbok, siapkan sekarang aja, aku akan memanggil Mira dulu." kata Radit, beranjak dari duduk nya dan naik kelantai atas.


Dikamar tak beda dengan apayang di lakukan oleh Radit di ruang keluarga tadi. Mira sedang asyik memikirkan bagaiman keadaan Yoga sekarang. Dia benar - benar gelisah memikirkan nya.


Ceklek

__ADS_1


Radit masuk ke dalam kamar, dia menggeleng saat melihat MIra sedang duduk termenung di sofa tepi jendela.


"Sayang..." panggil Radit, menghampiri Mira dan memegang pundak istri nya.


Mira sangat kaget saat merasakan sentuan tangan Radit. Ia menoleh dan menatap Radit.


"Kamu sedang apa? Kenapa ngelamun?" tanya Radit, duduk di samping Mira.


"Aku ngga ngelamun, aku hanya sedang menatap pemandangan di luar sana." elak Mira.


"Kamu bosan ya di rumah?" tanya Radit


Mira menggeleng." nggak kok." balas nya, tanpa melihat Radit.


Radit menghela napas, saat mendengar jawaban Mira.


"Makan yuk, mbok Darmi udah nyiapin semua nya..." ajak Radit


" Kamu duluan aja, aku belum lapar.." balas nya.


"Kamu kenapa sih?...."


" Yaudah." lanjut nya. Radit mencoba menahan amarah nya. Dia ingat kalau istri nya sedang membutuh kan waktu. tapi sampai kapan? Bukan kah dia yang seharus nya butuh waktu di sini?


Radit menatapa Mira sejenak, lalu beranjak pergi meninggakan istri nya itu.


Setiba nya di bawah, Radit pergi menemui mbok Darmi.


"Mbok, kita nggak jadi makan, mbok aja yang makan. Saya mau keluar dulu nanti kalau Mira mau makan, mbok boleh panasin dulu makan nya ya. "kata Radit kepada mbok Darmi


"Baik tuan,"


****


"Sayang apa kamu yakin ingin membantu membebaskan Yoga?"tanya Rendy kepada kekasih nya Tiara.


"Iya sayang, ini permintaan Mira. Lagi pula, kak Yoga nggak bersalah dia hanya mencoba membantu Mira saja." kata Tiara


"Membantu bagaimana maksud nya?" tanya Rendy tak mengerti


"Kata Mira, kak Yoga hanya membantu dia untuk menenangkan diri nya dan juga untuk memberi pelajaran kepada Radit yang telah mengabaikan nya selama ini" kata Tiara


"Sayang apa kamu lupa, alas Radit marah karena apa? SEmua itu juga karena Yoga." kata Rendy


Tiara terdiam, ia membenar kan perkataan pacar nya itu, tapi bagaimana pun, ia tidak bisa mengingkari janji nya dengan Mira untuk membantu membebaskan Yoga.


"Iya sayang, tapi aku terlanjur janji dengan mira untuk membantu nya. Aku takut Mira akan kepikiran terus dengan masalah ini" ujar Tiara.


"Tapi sayang..."


"Udah kamu tenang aja, aku nggak akan libat kan kamu. Aku tau kamu nggak mau menyakiti Radit kan. Jadi, dalam masalah ini, ayo kita semangati sahabat kita masing - masing."kata Tiara secara bijak.


Rendy hanya diam, dia sungguh ragu akan keutusan pacar nya itu.


****


Di kampus.

__ADS_1


Pagi itu Mira dan Radit berangkat ke kampus secara terpisah, dengan alasan dia ingin mampir dulu ke suatu tempat. Radit sebenarnya tau alasan Mira sebenar nya, tapi karena tak ingin memperpanjang masalah, Radit memilih diam.


Sesampai nya di kampus Mira langsung masuk ke dalam kelas dan di sana sudah ada Tiara dan Keisya.


"Gimana?" tanya Mira kepada kedua sahabat nya, duduk di samping Tiara.


"Kata Om gue, itu masalah gampang, dalam 2 hari kak Yoga udah bisa di bebasin" jelas Tiara.


"Serius? Thanks banget lo Ra.." ucap Mira.


"Kalian emang sahabat gue yang paling setia..." Mira memeluk kedua sahabat nya itu.


****


Radit sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah nya berdua dengan Rendy di perpustakaan. Saat sedang asik mengerjakan tugas tiba - tiba sebuah panggilan masuk ke ponsel nya.


Radit menatap heran ke layar ponselnya, ia mengernyit kan dahi nya saat nama pengacara nya tertera di ponsel nya itu.


"Kenapa Om Bima ngehubungin gue?" gumam Radit.


"Ada apa, Dit?" tanya Rendy, yang melihat ke kagetan Radit.


"Ini pengacara gue, tiba - tiba nelpon" jawab Radit


"Kalau gitu angkat aja."suru Rendy, Radit pun mengiya kan, ia pun beranjak keluar dari perpustakaan. Rendy pun kembali fokus dengan tugas nya.


Tak lama Radit pun datang kembali dengan raut wajah yang terlihat sedang menahan amarah.


"Elu kenapa?" tanya Rendy


"Gue cabut duluan,.."kata Radit memberesi barang - barang nya.


"Mau kemana?"tanya Rendy


"Ke kelas Mira..." jawab nya, kemudian berlalu pergi


"Gawat.."gumam Rendy


"Tungguin gue..."teriak Rendy, dengan cepat memasukkan buku - buku nya kedalam tas, kemudian mengejar sahabat nya.


****


Mira di kelas terlihat sedang mengobrol dengan kedua sahabat nya, dan tanpa mereka sadari Radit sedang berdiri di depan pintu kelas.


"Oh... Jadi itu rencana kalian.." kata Radit tiba - tiba


"Radit.."gumam Mira kaget dan kedua sahabat nya juga tak kalah kagetnya dari Mira.


Radit menatap Mira tajam kemudian tanpa bicara pria itu langsung pergi begitu aja..


"Radit tungguuuu..." teriak Mira mengejar Radit


"Kan udah aku bilang, jangan ikut - ikutan... Berabe kan masalah nya.." kata Rendy kepada Tiara.


"Aduhh... Kamu kok nggak kasih tau aku sih kalau Radit udah tau..." balas Tiara.


"Hais... Terus ini gimana?" tanya Keisya gusar

__ADS_1


Tbc


__ADS_2