
Wajib OSPEK H 3- 4
Celana jeans sobek - sobek
Baju kaos oblong warnh putih yabg telah di
berikan di modifikasi sekeren mungkin
No aksesoris dan no make-up
Bawah keperluam hiking yang menurut lo
paling penting.
Obat - obatan
Mira mempersiapkan satu persatu semua yang harus dia kenakan dan dibawa nya untuk OSPEK besok. Gara - gara kegiatan hiking ini, dia sampe harus membeli tas khusus pendaki gunung lantaran emang nggak punya.
"Perlu banget ya nginep di saan?" tanya.Radit.
"Dit, aku bisa apa? Lagian kan cuma 2 hari." kata Mira
"Mir, kegiatan kaya gini nih aneh tau nggak"seru Radit.
Mira menghela nafas. Belum pergi aja dia dan Radit sering bertengkar mambahas waktu 2 hari 2 malam ini. Mira ngerti, sebagai seorang wanita yang telah memiliki suami, dia nggak bisa seenak nya aja nginep di luar.
"Tapi kan kegitan kampus, bukan sekedar main - main."Dengan sabar Mira menjelakan nya kepada suami nya itu.
"Mir, permasalahannya adalah kamu itu cewek dan aku nggak ada di sana. Bisa aja kan...."
Mira langsung menutup mulut Radit dengan telapak tangan nya.
"Aku nggak akan macem - macem. I really love you, so aku nggak mungkin tertarik sama cowok lain"
Radit menatap Mira, kemudian ia memeluk pinggang istri nya itu. Debgan mesra dia membisik kan sesuatu ke telinga Mira.
"Aku percaya kok sama kamu"
Mira tersenyum dengan wajah bersemu merah. Rasa nya masih aja deg - deg an diperlakukan sedekat ini oleh Radit.
"Tapi aku nggak percaya sama cowok - cowok di luar sana!" Radit menjitak kening Mira.
__ADS_1
Wajah Mira langsung mebgerut, Radit benar - benar membuat suasana menjadi garing.
"Kamu tu yah.." dia kembali melanjutkan kembali mempersiapkan perlengkapan hiking nya.
"Awas aja, kalau sampai aku denger kamu aneh - aneh di sana, aku mutilasi kamu!!" kata Radit memperingati Mira.
Mira langsung bergidik ngeri mengdengar nya.
"Serem banget sih kata - kata nya!" kata Mira nggak suka.
"Aku serius!" Radit menahan senyum
Radit tahu kalau mira paling takut terhadap hal yang berbau mutilasi, kanibal dan sejenisnya. Mira lebih suka nonton film horor meski seseram apapun ketimbang nonton film yang memotong-motong tubuh manusia.Aneh sih, Mira sangat ingin menjadi dokter, dan seorang dokter sudah pasti akan menemukan segala macam kondisi manusia saat di rumah sakit nanti .
Mira Takut melihat kalau ada yang kecelakaan di jalan. padahal pas ntar kerja di rumah sakit, bisa jadi dia bakalan tiap hari ngadepin kasus kecelakaan. aneh kan? nggak ada yang bisa menebak akan seperti apa jadinya nanti.
****
Radit menemani Mira menunggu bersama beberapa mahasiswa lainnya di parkiran kampus. Semua mahasiswa yang ikut hiking akan berangkat dengan 3 bis besar menuju lokasi. suasana terlihat sangat ramai, sepertinya kegiatan kali ini membuat semua orang sangat bersemangat.
" Mir, lu bawa apa aja? " tanya Keisha . dia salah satunya yang paling berharap dan memiliki tujuan dalam kegiatan hiking ini. mau tahu tujuannya apa? dapat pacar! hahaha.
Keisha merasa Tertinggal , Mira udah punya teman sehidup semati, Tiara lagi mesra-mesranya sama pacar barunya.Nah dia? Merana... Merana..... Merana.... Hihihi.
"Bawa yang standart - standart aja. Emang lo bawa apaan?"jawab Mira. Saat ini dia sedang menyandarkan kepala nya di bahu Radit.
"Lalu?" Mira nggak ngerti apa hubungan nya dengan kegiatan hiking mereka ini
"Gue bakalan pake itu pas kita kemah ntar, hehe.."
Tiara yang baru aja dateng dan mendebgar obrolan Keisya dan Mira,labgsung mengernyit kan wajah nya seperti orang sedang jijik,
"Lo mau hiking, apa mau ke mall?" ledek nya
"Huh sirik aja lo!" Keusya mentoel kepala Tiara dengan telunjuk nya. Dia gantian memasang wajah jijik saat melihar Rendy merangkul pundak Tiara dengan mesra nya.
Tapi lalu hanya diri nya yang masih diri nya sendiri yang bggak punya pasangan.
" hiks, kalian berdua pamer kemesraan di deoan gue, tega banget." rengek Keisya
"Mira tertawa terbahak - bahak, lalu dia berkata,
"Cari pacar gih" suruh nya.
"Lo kira nyari pacar kaya nyari jajanan di oasar? Susah tau!" rengut nya.
__ADS_1
"Hihihi... Maka nya, jadi cewek itu sensitif dikit, banyak lagi cowok - cowok yang suka mandangin lo. Lo nya aja ya g nggak sadar!"kata Tiara menimpali.
"Hah. Serius? Siapa?, kasih tau dong." Rengek Keisya setengah memaksa Tiara.
"Mau tau?" tanya Tiara
Keisya mengangguk berkali - kali, wajah nya langsung berubah mupeng.
"Mang Diman, tukang kebon sekola kita dulu. Pak eman, supir gue, pak mangku, penjaga kantin sekolah kita dulu dan yang terbaru mang Salim, tukang siomay depan kampus tuh!" kata Tiara di akhiri denga tertawa terbahak - bahak
Keisya langsung mengejar Tiara begitu sahabatnya itu lari setela sadar akan di hajar nya habis - habisan oleh Keisya. Mira, Radit, dan Rendy pun ikut tertawa menyaksikan mereka berdua ya g juga jadi tontonan banyak orang
Sampai tiba - tiba....
"Hai Dit..." Clara dateng dengan wajah tanpa dosa nya dan menyapa Radit tnpa menghiraukan ada nya Mira di situ.
Mira menegakkan tubuhnya, menatap Clara dengan tajam. Dia lali menatap Radit yang juga sedang menatap Clara.
"Dit, ada sesuatu yang perlu aku omongin sama kamu, dan please ini penting banget." minta Clara, wajah nya di buat se dramatis mungkin.
"Kita ngomong di sana ." Radit mengiyakan gitu aja tanpa meminta izin dari Mira. Bahkan, dia pergi ke tempat yang agak sepi tanpa pamit lagi.
"Dia senior di fakultas hukum kan Mira?" Rendy bertanya, Mira hnaya menjawab dengan anggukan, matanya fokus ngeliatin Radit dan Clara yang lagi ngobrol serius.
"Dia sering banget nemuin Radit dua hari yang ini, intens malah."kata Rendy
Mendengar itu, Mira menatap Rendy.
"Sering?"
"Iya, sangat, gue kira mereka kaya temen lama, kelihatan akrab ."kata Rendy
Kok Radit nggak pernah cerita ya, batin Mira.
"Ya, mereka emang udah kenal lama." Mira menjelaskan, agar Rendy nggak merasa ada yang ganjil . Mira kmbali menatap Rafit dan Clara, kedua orang iti terlibat pembicaraan yang serius. Clara berulang kali memegang tangan Radit tapi Radit selalu menepis nya.
Wajah Radit terlihat sangat marah, sementara wajah Clara terlihat seperti sedang memohon sesuatu.
"Hei" Keisya mengagetkan Mira.
"Lo kenapa?"tanya nya curiga. Mira nggak menjawab, tapi mata nya menunjukkan apa yang sedang di lihatnya.
"Ngapain tu anak sama Radit?" Keisya terlihat kaget dan nggak suka.
" Lo nggak larang?"
__ADS_1
Tbc