
"Kamu kemana sih Dit?"gumam Mira,
Ia sangat frustasi karna tidak bisa menemukan Radit diamana pun, ia sudah mengunjungi di berbagai tempat yang biasa di kunjungi oleh suaminya itu, tapi hasil nya tetap nihil
"Kemana lagi, gue harus nyari dia?"tanya Mira bingung.
"Atau gue coba cek rumah aja, barang kali dia udah pulang, " gumam nya.
"Astaga ini juga udah malam banget." ata Mira melihat jam tangan nya yang sudah menunjukkan jam delapan malam.
Mira pun memutuskan untuk mencari Radit ke rumah mereka, Mira sangat berharap kalau suami nya itu sudah ada di rumah menunggu nya.
Sesampai nya di rumah, Mira sangat senang saat melihat mobil Radit yang sudah terpakir di garase rumah mereka.
"Dia udah pulang..."ucap Mira senang, ia langsung berlari masuk kedalam rumah dan menuju kamar mereka.
Ceklek
Ceklek
Saat Mira membuka pintu, tapi tak kunjung terbuka, ia sangat yakin kalau Radit ada di dalam kamar.
"Dit, Radit buka pintunya!!!..."seru Mira, namun tak ada jawaban dari dalam.
"Dit, aku tau kalau kamu ada di dalam,"kata Mira
"Sayang, ayolah, dengerin dulu penjelasan aku... Tok tok" seru Mira yang terus memutar handle pintu.
"Dit aku mohonnnn... Dengerin aku duluuuu." mohon Mira yang sudah mulai menangis.
****
Mira membuka matanya yang terasa sangat berat. Tubuhnya sakit seperti baru saja melakukan olahraga berat.
Tanpa dia sadari ternyata dia tertidur di depan pintu kamar yang telah dikunci oleh Radit dari dalam. Mira langsung bangkit dengan cepat dan membuka pintu kamarnya
Ceklek...
Terbuka! Radit udah maafin dia? Mira masuk ke dalam kamar dengan pelan-pelan, dia mulai merangkai kata permintaan maaf untuk suaminya itu.
" Radit?" Panggil Mira sambil matanya menyusuri seisi kamar. sepi, nggak ada Radit di situ, dia pun mendekati pintu kamar mandi yang tertutup lalu mengetuk .
"Dit..."
Detik demi detik pun berlalu, enggak ada sahutan sedikit pun. Mira pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi dan hasilnya masih tetap sama yaitu nihil Radit nggak ada di dalam kamar mandi.
Dengan Perasaan kacau, dia berlari keluar kamar, mencari di setiap sudut rumah. Turun ke bawah, mengelilingi rumah seperti orang gila.
Hingga akhirnya tubuhnya melemas, dia terduduk dengan air mata yang jatuh tanpa bisa ditahan nya lagi. Radit sudah pergi ....
__ADS_1
Tanpa memperdulikan nya lagi.
****
" Dit, Lu ngapain di sini?" Tanya Rendy begitu dia sampai di tempat Radit berada. Sudah sejak jam pertama kuliah dia mencari Radit, sahabatnya itu pola sampai 3 mata kuliah.
" Mau bunuh diri?," candanya.
Radit hanya tersenyum sedikit, dia memutar-mutar batang rokok yang ada di antara jari telunjuk dan jempol nya. 3 jam sudah dia bersemedi di atas atap gedung kampus, Ya sudah menghabiskan berbatang batang rokok.
"Man, udalah,menurut gue Mira nggak sepenuhnya salah,kok."kata Rendy.
Rahang Radit kembali mengeras, dia kembali harus diingatkan akan kejadian itu. Walau melupakan nya gitu aja memang nggak akan mungkin, tapi Rendy membuatnya seakan jelas kembali dalam ingatannya.
"Oke gini, Mira emang salah karena nyembunyiin ini dari lho. tapi lo juga harus pertimbangin Alasannya kenapa dia sampai ngelakuin itu dong . " Rendy memindahkan posisi tubuhnya yang tadinya di samping Radit, kini duduk tepat didepan cowok itu .
"Pertama, mungkin Mira nggak mau nyakitin loh dia Nggak sadar kalau lo akan lebih sakit lagi saat tahu itu dari orang lain. "
"Kedua, gue yakin Mira juga nggak suka dengan kejadian itu, lebih dari loh, ingat Man dia adalah korbannya . " kata Rendy mencoba untuk menjelaskannya kepada Radit .
Radit hanya diam mendengarkan semua ucapan sahabatnya itu. Dia bukan tipikal cowok yang suka curhat kaya cewek kebanyakan . Diamnya Radit bukan berarti dia nggak peduli tapi lebih memikirkan.
"Gue yakin lu lebih paham masalah kayak gini dari pada gue. "Lalu Rendy menepuk pundak Radit,
"Kalau aku menyerah kayak gini membuatmu bahagia, maka lanjutkanlah man . cewek emang sekali sekali harus digituin biar nggak ngambek ngambek terus dan semena-mena sama kita yang cowok."kata Rendy mencoba mencairkan suasana.
"hahaha...." Rendy tertawa lepas, dia dan cara emang selalu berantem. Rasanya kalau nggak ada masalah Itu nggak mungkin deh kalau di antara mereka.
"Lo ngelihat Mira nggak?" tanya Radit.
Radit menggeleng cepat
"Hari ini gue Nggak Ngelihat dia sama sekali, Tiara sama Keisya aja nyariin dia tadi. " kata Rendy
Radit langsung bangkit dari duduknya, dia sangat cemas mendengarnya, hal itu nggak bisa di tutupin dari raut wajah nya.
Tanpa pamit atau pun basa-basi A I U E O, dia cabut dari situ. Sebelum benar-benar menghilang dia sempat mendengar teriakan Rendy.
"Kita sebagai cowok emang lemah, an. Sesalah apa pun cewek, tetep aja kita yang harus minta maa. Hahaha!" teriak Rendy.
Lagi - lagi ba cot...ckckck
****
Radit sampai di rumah, mata nya menelusuri seisi ruang tamu. Karena nggak ada apa - apa, dia pun menuju dapur, di situ juga nggak ada yang di cari nya.
Dengan langkah seribu dia aik ke atas, membuka pintu kamar, ke kamar mandi, tetap nggak ada. Hati nya mulai was - was. Dia langsung mengambil ponsel nya, berniat menghubungi Mira, tapi...
Radit kembali memasukkan ponsel nya begitu melihat sosok istri nya itu sedang berenang di kolom renang yang ada di depan pintu utama kamar mereka.
__ADS_1
Istri nya itu terlihat baik - baik saja, walau pun agak sedikit muram. Radit pun merasa lega , lalu diam - diam keluar dari kamar dan kembali menghilang.
****
Mira duduk di sofa ruang tamu sambil mengganti - ganti chanel tv tanpa minat sama sekali. Bukan siara Tv nya yang nggak bagus, tapi suasana hati nya yang lagi nggak pengen nonton apa - apa.
"Dit, kok kamu belum pulang sih.." Mira melirik jam besar yang ada di dinding. Sudah jam sepuluh malam dan suami nya itu belum juga pulang, ngabarin pun tidak.
"Dit, kali ini kamu benar - benar marah ya, sampai kamu sama sekali nggak perduli lagi sama aku. Aku harus gimana ini?" Air mata Mira kembali jatuh. Wajah nya udah sembab banget, seharian ini dia lebih banyak menangis.
Dering ponsel nya berbunyi nyaring, secepat kilat Mira menyambar ponsel nya itu. Wajah nya berubah lesu begitu melihat nama yang tertera di layar. Dia pun mengangkat dengan suara malas.
^^^"Ya, mam"^^^
"Kamu dimana sayang?"tanya Mami mertua Mira yang menelpon
^^^"Di rumah."jawab Mira.^^^
"Sama Radit?"tanya nya lagi
^^^"Nggak.."^^^
"Loh dia kemana malem - malem gini?" suara Mami terdengar nggak suka saat mendengar anak nya ngak di rumah nemenin istri nya padahal udah malem.
^^^"Nggak tau ..."jawab Mira singkat.^^^
"Ya udah kamu hati - hati ya sayang di rumah. Biar nanti Mami telpon Radit suruh dia pulanh." kata Mami
Mira langsung teringat sesuatu. Gimana kalau Mami nelpon Radit terus Radit cerita semuanya, kan nggak enak....
^^^"Eh, nggak usah, Mam. Mira lupa kalau tadi Radit pamit mau ke rumah temen nya, ada ngerjain tugas apa gitu dari kampus" bohong Mira.^^^
"Beneran?" tanya Mami nggak percaya.
^^^"Iya bener, Mami tenang aja, Mira nggak apa - apa kok di rumah. Palingan Radit bentar lagi pulang. Lagian kan ada pembantu juga, jadi Mira nggak terlalu takut." jawab Mira.^^^
Mami terdengar menghela napas, lega mungkin. "Ya udah. Tapi kamu harus tetap hati - hati di sana. Radit nya di telponin suruh dia cepat pulang." suruh Mami.
^^^"Oke, mam"^^^
"Malam sayang"
^^^"Malam juga mam."^^^
Klik, telpon di putus.
Wajah Mira kembali murung. Dia pengen banget ngehubungi Radit, tapi di kondisi kaya gini, dia tau persisi kalaunitu nggak akan buat masalah selesai. Radit perlu di beri waktu untuk menenangkan pikiran nya.
Tbc
__ADS_1