Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Bab 38


__ADS_3

"Mir, elo nggak apa - apa kan?"tanya Yoga, dia refleks memegang pipi Mira.


"Nggak kak, makasih ya.." Mira menghindari dengan menjauhkan wajah nya. Lalu dia pergi dari situ menuju ke perkumpulan mahasiswa lain nya.


Yoga memperhati kan Mira dari belakang lalu ikut pergi.


"Mir, lo kok ngilang?"tanya Keisya begitu Mira duduk di samping mereka.


Hari sudah malam, api unggun menyala dan semua mahasiswa mengelilingi api untuk mencari kehangatan. Malam ini merupakan acara bebas agar semua mahasiswa bisa beristirahat setelah seharian melakukan tugas dari panitia OSPEK.


" Iya, Lu dari mana aja sih? Gue perhatiin lu dari arah yang sama deh dengan Kak Yoga, kalian berduaan?" tanya Tiara.


"Apaan sih" Mira langsung menyela, dia menceritakan semua yang terjadi, Keisya dan Tiara pun marah sekaligus geram karena nggak ada di dekat Mira saat sahabat nya itu hampis di aniaya.


"Mau nya apabsih, si Clara itu? Seenaknya aja!!" Tukas Keisya.


"Dia pikir cowok cuma Radit aja di dunia ini?" imbuh nya.


"Nggak laku kali, nggak ada yang suka sama dia dengan ucaoan Tiara. "sambung Tiara.


"Hahaha..." mau nggak mau Mira tertawa lebas dengan ucapan Tiara.


"Lo ada - ada aja sih" ucap Keisya


"Mir " Keisya menyikut Mira.


"Kok Yoga. ngeliatin lo terus ya, tatapan nya dalem banget pula" kata Keisya kepada Mira.


Mira menoleh kearah Yoga, cowok itu emang lagi ngeliatin fia. Tapi dia nggak mau terlalu larit dalam hal - hal yang nanti nya justri bakal bikin masalah . inget Mira, lo itu bukan cewek singel lagi, dia berusaha mengsugesti ka. diri nya sendiri agar nggam terbawa perasaan.


"Kaya nya dia beneran suka deh sama eko Mir." kata Keisya yakin.


"Wah, Keisya bakal patah hati dong! Hihihi.."saut Tiara.


Keisya menarik rambut Tiara.


"Aw sakit tau!!" kata Tiara mengaduh ke sakitan


"Heh, meskipun Yoga suka sama Mira, tetep aja dia nggak akan bisa. Jadi kesempatan itu cuma ada nya buat gue." kata Keisya dengan pede nya.


"Hahaha. Ya kali fia mau samanlo." Tiara menjukurkan lidah nya .


"Aw!!!" dia berteriak kesakitan saat Keisya menarik rambut nya lagi.

__ADS_1


"Bodo, yang penting gue usaha dulu."Kata Keisya nggak mau ngalah.


Mira cuma bisa geleng - geleng kepala melihat perdebatan dua sahabat nya itu. Mereka berdua nggak akan berhenti kalau nggak ada yang menengahi. Tapi untuk sementara Mira mau jafi penonton dulu.


Dia terkikik geli saat Beno dan Bom bom juga ikut nimbrung jadi penonton tanpa di sadari oleh dua cewek itu.


****


Pagi hari yang sejuk....


TENG! TENG! TENG! TENG!


"Bangun! Bangun! Bangun! Ayo semua pada mandi!!" kata Marcel memukul sendok ke kuali untuk membangunkan mahasiswa yang masih meringkuk di dalam tenda.


Satu persatu mahasiswa keluar dari tenda dengan wajah yang sembam dan mata yang masih mengnatuk.


Malah ada yang nggak sadar masih memakai masih memakai penutup mata dan keluar sampak terjatuh - jatuh hingga jadi bahan tertawaan. Siapa lagi kalau bukan Beno.


"Ayo semua ke sungai, mandi!!" suruh Rossa.


" Kita masih ada kegiatan hari ini Jadi diharapkan untuk semuanya jangan bermalas-malasan karena hari ini ini hari terakhir kita disini. Besok pagi-pagi kita akan kembali ke Jakarta.!"


"Dingin Kak!!" teriak salah seorang mahasiswa cewek yang pakai sweater sampai berlapis-lapis.


"ayo cepat!!"


Semua berlarian mengambil handuk, lalu menuju sungai yang memang dipakai para peserta hiking untuk mandi. Nggak ada yang berminat menyembur ke sungai itu saking dinginnya.


"Gila, Mir. ini sih mandi di es namanya"kata Keisya bergidik


"Iya, udara nya aj berasa sampai ke tulang" Mira memeluk diri nya sendiri. Bulu - bulu halus di tangan nya berasa keriting saking dingin nya.


"Ngapain masih di sini?! Saa mandi!!" Clara membentak Mira CS.


"Lo kira kita semua di sini cuma nungguin kalian mandi!!"


"Lo juga belom mandi, lo duluan gih!" jawab Tiara dengan berani.


Clara langsung naik darah mendengar perkataan Tiara. Dia mendorong tubuh Tiara, hampir aja Tiara jatuh kalau aja Mira nggak memegangin nya.


"Kalian itu cuma junior, jangan ngelawan!!!"bentak Clara lagi.


"Clara, kami nggak pernah ngelawan. Lo nya aja yang rese ." jawab Mira.

__ADS_1


"Elo!!"Clara berniat mendorong Mira ke sungai, tapi saat dia hampir aja berhasil kaki nya tersandung batu yang ada di situ hingga... Plung!!


Semua orang tertawa bebas melihat Clara terjun bebeas ke sungaim Terdengar pekikn nya akibat air yang di rasa terlalu fingim


"Hahahahah..."Keisya dan Tiara sampai terpingkak - pingkal dinbuat nya. Mereka berdua langsung mengambil ponsel dan mengabadikan moment terceburnya Clara dengan sebuah rekaman video.


"Lucu,hahaha!!"tawa nya.


****


Percobaan selanjut nya.


Clara lagi - lagi mempunyai niat buruk pada Mira. Dia dan gisel dengan sengaja memasukkanbserangga sejenis semut gede yang kalau gigit bisa bikin gatel - gatel tujuh hari tujuh malem. (Lebay sih...)


Satu jam menunggu, Mira CS nggak jiga masuk tenda. Dua jam berlalu, tetap nggak ada tanda - tanda kehadiran mereka. Sampailah pada jam ketiga, dan... Tetap nggak ada juga.


"Clara gimana nih,? Bisa gagal rencana kita. Tu semut - semut udah kabur dari kapan tau, kali.."Kata Gisel dengan wajah lesu.


"Tau nih, kegiatan OSPEK kok lama banget udahannya. Gue lumutan di sini, mana panas banget lagi." gerutu Clara.


"Hahhh, sia - sia"


"Iya."


Clara dan Gisek terduduk lemes di bawah pohon besar yang akan mereka jadi kan tempat mengintai. Mereka berdua berkipas - kipas dengan kedua tangan mereka. Keringat udah banjir di wajah penuh make -up mereka.


"Kaki kayak mati rasa saking kelamaan kita berdiri."kata Gisek sambil mengurut - ngurut betis nya. Sampai terdengar suara...


"Ahhhhhhhh!!!!"


Gisel terkejut melihat Clara jingkrak - jingkrak sambil mencoba meraih bagian belakang baju nya. Teman nya berjeritan, dan keliatannya serius. dia pun lantas berdiri.


"Lo kenapa? Jangan bunag - buang energi deh" kata Gisel dengan wajah lesu.


Clara teteo menjerit dengan tubuh melenggok sana sini.


"Woi Clara!" seru Gisel.


"Sel, Sel, mati gue! semuuuutttt!!!" Clara mencoba menarik - narik bagian belakang baju nya agar longgar. Ternyata, banyak semut yang merayapi bagian belakang tubuhnya.


Gsel langsung sadar kalau mereka sebenarnya berada telah berada di tempat yang salah. Pohon yang di jadikannya tempat mengintai adalah pohon dinmana mereka mengumpulkan semut -semut itu.


"Gisel bantuin!! Lo kenapa diem aja!!!" Clara seperti ke setanan. Rasa gatal menyergap seluruh tubuh nya. Parah nya dia kesulitan untuk menggaruk punggung nya itu.

__ADS_1


__ADS_2