Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Bab 56


__ADS_3

Semuanya pun berdatangan kerumah sakit, saat Radit memberi kabar kalau Mira sudah sadar. Apalagi mama nya Mira, dia yang pertama datang, karena saking senang nya.


"Mamaaaaa..." rengek Mira pas melihat mama Meisya masuk kedalam ruangan nya.


Dengan sedikit berlari mama Meisya pun menghabur memeluk Mira.


"Miss you sayang..." ucap mama Meisya mengecup seluruh wajah Mira berkali - kali


"Mama sangat senang saat mendengar kamu udah sadar." kata mama.


"Kenapa kamu tidurnya lama banget sih? "tanya mama Meisya


"Hehe maaf ma, udah bikin semua orang repot.." kata Mira tersnyum.


"Nggak repot kok sayang,tapi jangan bikin kaya gini lagi ya. Mama takut..." kata Mama Meisya meneteskan air mata.


"Maaf ma..." Mira mengeratkan pelukan nya di tubuh mama nya


"Miraaaaaa..." teriak mama Kinan yang baru datang dan langsung menghambur memeluk menantu nya.


"Ya allah nak, akhir nya kamu sadar juga..." kata mama Kinan.


Mira tersenyum dan memeluk kedua wanita paru baya yang sangat ia sayangi itu.


"Miraa..." dan yang terakhir datang lah dua sahabat Mira.


"Tante gantian dong, kita juga pengen peluk Mira!!.." seru Keisya kepada Kinan dan Meisya yang nggak mau melepaskan tubuh Mira.


"Ih apaan sih kalian itu nanti saja, tante masih kangen tau.." balas Kinan.


"Tanteeee..." rengek keduanya. Mira hanya bisa tersenyum melihat tingkah sahabat dan orang tua nya itu.


"Ma, mi.. Anak - anak Mira mana?" tanya Mira


Mami melepaskan pelukan nya dan menatap Mira. "O iya cucu - cucu ku mana?" tanya nya, semua orang menggeleng saat mendengar pertanyaan Kinan.


"Mbak, yang benar aja.." seru Meisya.yang juga mulai risau.


"Maka nya, jadi Oma itu bertanggung jawab dong. Jangan main tinggal aja.." seru Efendi yang datang sambil mengendong satu cucu nya dan yang satu lagi di gendong sama Radit.


"Owalahh.... Maaf kan oma sayang," kata Kinan menghampiri cucu nya yang sedang di gendong sama suaminya.

__ADS_1


"Sayang, ini anak kita." Radit perlahan mengalihkan bayi mungil yang ada dalam gendongan nya kepada Mira. Mira pun menerima nya dengan baik.


Kedua mata wanita itu bertatap haru hingga kedua sudut mata nya tergenangi air mata.


"Dia mirip sekali dengan mu, Dit."puji Mira seraya memberi ciuman dengan penuh ke hati - hatian di bibir putra nya hingga bayi itu tersenyum dan sementara bayi mungil yang ada di gendongan Mami Kinan pun menangis, mungkin dia cemburu kepada saudaranya yang ada di gendongan Mamanya.


"Eh.. Cup cup apa kau iri melihat itu.." kata Mami Kinan, kemudian berjalan mendekati Mira dan memindahkan bayi mungil itu ke dalam pangkuan Mira dengan hati - hati.


"Apa kamu benaran bisa sayang?..." tanya Radit yang sedikit ragu saat melihat Mira memangku kedua putra kembar mereka.


"Bisa - bisa..." ucap Mira tersenyum menatap kedua putra kembarnya dengan senyuman, Mira pun memberikan sebuah ciuman kepada putranya yang satu lagi.


"Mereka berdua mirip sekali dengan mu..." kata Mira lagi.


"Tentu saja mirip dengan ku, jangan sampai dia mirip dengan Yoga!" seru Radit


"Kau ini selalu saja! Jangan mulai lagi deh.." cebik Mira.


"Apa kamu tau sayang, kejadian 3 bulan yang lalu itu sungguh sangat menakutkan, aku nggak menyangka kalau melahirkan itu sangat sulit dan semenyakitkan itu."Radit menatap lekat wajah pucat Mira, lalu menghadiakan ciuman yang cukup lama di pucuk kepalaistri nya tersebut.


"Terima kasih banyak sayang" ucap nya dengan suara berat


"Mami..."


"Mama.."Senyum Radit dan Mira mengembang secara bersamaan


"Iya. Mi. Radit tau, bagaimana kemaren Mira melahirkan, itu benar - benar menyeramkan"Tubuh Radit bergidik ngilu, telinga nya masih terngiang - ngiang saat mendengar suara teriakan dan robekan dari gunting yang dilayangkan oleh dokter Ismi saat operasi itu.


"Sangat menyakitkan, lihat lah, istrimu berjuang hingga kamu bisa mendapatkan bayi selucu dan setampan ini." Kinan mengambil alih salah satu cucu nya dari tangan Mira, ia menggendong dan memberi ciuman di pipi bayi yang masih belum di beri nama itu.


"Jangan pernah sekali - kali menyakiti istrimu, nak. Apa pun itu alasannya"tutur Kinan pelan, namun penuh dengan peringatan dan ancaman


" Tidak, itu tidak akan pernah terjadi" air mata Radit merebak, Iya memeluk Mira dan memberi ciuman di beberapa bagian di wajah mira lalu disambung mencium puncak kepala Kinan dan juga kedua putra nya,.


"Bukan dia yang sering melakukan kesalahan ma, tapi Mira lah yang terlalu sering menyakiti Radit." kata Mira penuh dengan air mata.


Melihat Mira yang mulai menangis, Mama Meisya pun mengambil alih cucu nya dari gendonga Mira.


"Sudah - sudah, siapa yang salah sekarang tidak lah penting. Yang jelas mulai dari sekarang, kalian sama - sama saling memperbaiki diri ." ujar papa.


"Benar kata papa, nggak penting siapa yang salah yang jelas saling perbaiki diri masing - masing." tambah Kinan. Mira dan Radit pun saling mengangguk mengiakan.

__ADS_1


"Dit, mau di beri nama siapa putra - putra kalian ini?" tanya Keisya mengalihkan topik pembicaraan


"Iya Mira, anak - anak kalian ini belum di beri nama. udah ya sedih - sedih nya." kata Tiara menghapus air mata Mira.


"Iya, nak. Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk anak - anak kalian ini?" tanya Mami


"Sudah, aku akan memberikan dia nama . Ardi Efendi dan Ardan Efendi yang berarti berkeinginan keras, cita-cita tinggi"


"Nama yang bagus, aku menyukainya." ujara Mira seulas senyuman ia kembangkan di bibir tipis nya.


"Mami juga sangat menyukai nama itu, Ardi dan Ardan. Bagus ya mbak.." kata Kinan kepada Meisya yang sedang mengendong Ardan.


"Tan, bisakah aku mengendong Ardan?!"pinta Tiara yabg sudah nenahan gemas sejak lama.


"Boleh dong, ini pelan - pelan.." Meisya memberikan Ardan kepada Tiara. Tiara mengambil Ardan dengan perlahan dan penuh dengn ke hati - hatian.


"Anak kalian sungguh lucu dan menggemaskan sekali,"puji Tiara yang tak mengalihkan pandangannya dari bayi Ardan yang berada dalam gendongan nya.


"Ardannn... Ih kamu lucu sekali.." kata Tiara gemas.


"Aku juga bisa memberikanmu anak yang lucu seperti itu," timbal Rendy yang membuat siapa pun terperangah memusatkan pandangan kepada nya.


Radit tiba - tiba tertawa saat mendengar ucapan sahabat nya itu.


"Mana bisa elu buat anak yang lucu seperti itu. Halalin dulu bro. hahaha..." ledeknya


"Elu jangan remehin gue ya, tenang dalam seminggu ini gue pastiin undangan tersebar.." seru Rendy sambil mengedip kan sebelah matanya ke Tiara.


"Cieee Araa..." Keisya menyenggol lengan Tiara


"Apaan sih..." Tiara jadi malu saat jadi pusat perhatian di ruangan itu.


"Nah, elu apa kabar Kei, Tiara udah mau nyusul gue tuh.." sindir Mira


"Eh Ardi sayang, ganteng banget sih kamu...." kata Keisya sengaja mengalihkan perhatian. Semua orang pun tertawa melihat nya.


Mira tersenyum bahagian, dia nggak menyangka kalau akhirnya semua akan sebahagia ini. Ia berjanji kalau dia akan lebih hati - hati dalam bertindak.


Masalah cowok yang di katin tempo hari itu, berdasarkan info dari kedua sahabat nya ternyata cowok itu adalah salah satu suruhan Clara. Gadis itu nggak ada henti nya mengacaukan hidup nya dan Radit.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2