Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Bab 24


__ADS_3

Radit mengangguk, dan detik selanjutnya dia mendekatkan wajahnya ke wajah Mira, lalu ia mendekatkan bibirnya hingga berjarak beberapa senti aja dari bibir Mira. Saat Mira memejamkan matanya, untuk menerima ciuman itu....


"Miraaaaa"


Mira dan Radit otomatis menjauh, mereka berdua sama - sama kaget. Ciuman itu pun gagal, bahkan bibir mereka bersentuhan pun belum


"Itu suara Keisya," kata Mira sambil nyengir.


"Ya udah, kita gabung sama yang lain, aku juga udah laper." Radit mencium kening Mira dengan penuh kelembutan. lalu dia menggandeng istrinya itu keluar dari gedung.


Mata Keisya dan Tiara terbelalak lebar saat melihat Mira bergandengan tangan dengan Radit. Selama 3 bulan belakangan ini, mereka nggak pernah ngelihat keduanya semesra ini. Boro-boro gandengan tangan, teguran aja jarang. Apalagi akhir-akhir ini, mereka udah kayak Tom and Jerry.


" Kalian ngapain di gudang?" tanya Tiara dengan wajah curiga.


"Ehhh, apaan sih pikirannya, jangan yang macam-macam deh." kata Mira


"Kalian berdua kira, gue segila itu apa?" lanjutnya.


Dia melepaskan gandengan tangan Radit, lalu mendekati kedua sahabatnya dan merangkul mereka, kemudian mengajak pergi bareng. Radit sendiri hanya bisa mengikuti mereka dari belakang dalam diam.


~


Begitu sampai di rumah, Mira dan Radit dibuat terpanah oleh situasi di rumah yang tiba-tiba berubah. Mereka merasa rumah ini masih sama seperti sebelumnya sampai tadi pagi mereka berangkat ke sekolah.


Lilin menyala membentuk sebuah jalan dari depan pintu masuk yang tidak memiliki oleh kelapa Bunga Mawar kamera hingga ke depan pintu kamar utama yang berada di lantai dua. Mereka saling pandang dengan tatapan takjub akan keindahan yang sedang disuguhkan untuk mereka.


"Ini pasti perbuatan Mama sama Mami" tembak Radit.


Ketika mereka membuka pintu kamar utama, kata mereka Langsung disebutkan oleh pemandangan yang jauh lebih indah. Kamar itu dibuat seromantis mungkin dengan harum bunga yang tercium sampai keluar. Di atas kasur, entah berapa ratus bunga mawar yang telah memenuhi kasur itu hingga rasanya seperti berada di taman.


"Indah banget," Seru Mira dengan wajah berbinar-binar, dia menyentuh Mawar - Mawar itu.


Mata Radit melihat sesuatu yang mirip seperti kertas di atas meja kecil di samping tempat tidur. Warna kertas itu juga merah dan di atasnya terdapat setangkai mawar putih, diambilnya kertas itu. Radit tersenyum.


"Mama," katanya sambil memberikan kertas itu kepada Mira. Tebakannya benar, ini semua ulah maminya dan juga mertuanya.


" Happy anniversary yang ke-3 bulan anak-anak mama tersayang, semoga pernikahan kalian langgeng hingga tutup usia nanti, semoga dengan ini semua, kalian semakin mesra dan dapat mewujudkan impian mama untuk segera menimang cucu. With love, mama dan mami.


Setelah membaca tulisan di kartu ucapan itu, Fira dan Ranty belakang tertawa terbahak-bahak. Orang tua mereka berdua emang unik, semua yang mereka lakukan selalu nggak bisa ditebak dan sangat ajaib.

__ADS_1


"Mir, lihat deh." menarik tangan Mira menuju area kolam renang yang gak jauh dari situ. Mereka semakin speechless Mau lihat kolam berenang itu bersinar terang dengan lilin membentuk love.


"Astagaaa, mama kita niat banget ngelakuin ini." kata Mora dengan perasaan haru.


"Buat kita," kata Radit setengah berbisik di telingah Mira


Deg!


Jantung mira berasa melompat keluar dari tempatnya. Radit memeluk tubuhnya dari belakang dengan sangat erat.


"I love you" bisik Rafit di telinga Mira


Seketika Mira merasa tidak memiliki tenaga mendengarnya, ia merasa seakan meleleh bagaikan lilin. Terlebih ketika tangan Radit bergerak membuka kancing seragam sekolahnya, tubuh cowok itu tetap berada di belakangnya hanya tangan nya yang bergerak ke dean.


Dia nggak sanggup bergerak untuk saat ini, dia habys bisa pasrah, saat semua kanving itu terlepas. Radit melepaskan seragam itu dan menjatuhkan nya ke lantai.


Bibir Radit bergerak membingkai bibir Mira yang terbuka akibat ciumannya. Mira yang notabe nya tidak pernah melakukan hal ini, dia hanya bisa menerima apa yang di lakukan oleh suami nya kepada diri nya saat ini. Setelah cukup lama, baru lah Mira bisa menyesuaikan diri dan membalas ciuman Radit.


Skip


Pagi harinya


Mira membuka matanya, hal pertama yang di lihatnya adalah cahaya terang yang menyilaukan mata dari baljk jendela bertirai putih di kamarnya.


Wajah Mira mmerah menyadari dirinya sedang di peluk oleh Radit. Hangat tubuh suaminya itu sangat terasa menempel di tubuhnya. Dia dan Radit berada di dalam selimut yang sama, dan sama - sama tanpa memakai sehelai benang pun.


"Morning...."


Sebuah sapaan yang mengagetkan Mira, tepat terdengar di telinga nya. Jantung nya berdetak cepat, dia benar - benar merasa gugup saat ini.


"Kamu kenapa?" tanya radit, sikap nya seolah - olah nggak terjadi apa - apa semalam. Padahal jelas - jelas semalam adalah malam pertama mereka.


"Eng... Nggak, nggak apa - apa." jawab Mira jelas berbohong.


"Kamu mandi gih, nanti kita telat." suruh Mira.


Dia menggeser tubuhnya agar Radit melepas pelukannya.


"Bareng yuk..." goda Radit sambil membelai pipi Mira yang semakin memerah.

__ADS_1


Mira merasa gerah, wajahnya panas. Ajakan Radit itu membuat nya semakin gugup.


"Apaaan sih.." katanya sambil berusaha menghindari tatapan suaminya itu.


"Hahaha..." Radit tertawa, dia merasa Mira sangat lah lucu. Lalu dia bangun dan pergi ke kamar mandi begitu saja tanpa ada rasa canggung sama sekali.


"Huft..." setelah Radit masuk ke dalam kamar mandi, baru lah Mira bisa bernapas secara normal. Dia menggeser tubuhnya, ada yang terasa perih hingga wajahnya meringis.


****


"Wajar dong Mir, lo kan masih virgin, jadi wajarlah kalau sakit." kata Keisya berkomentar.


"iya Mir, ini kan yang pertama buat Lo, ya wajar aja ada rasa - rasa perih"sambung Tiara.


"Emang kalian pernah merasakannya?"tanya Mira penasaran.


Keisya dan Tiara saling pandang, lalu kompak menggelengkan kepala dengan cengiran yang menandakan kalau komentar mereka itu cuma sok tau.


"Kirain pernah," Mira cekikikan.


Keisya lalau mendekatkan tubuhnya dan berbisik pada mira,


"Gimana rasanya?" tanya Keisya penasaran.


Mira langsung tersedak, pentol bakso yang sedang di kunyahnya terasa nyangkut ke tenggorokan.


"Ihhh kepo!"katanya membalas pertanyaan Keisya.


"Hihihi, kan pengen tau Mir, gimana rasanya.." kata Keisya sambil menggaruk - garuk kepala dan cengenngesan.


"Pengen tau banget?.." tanya Mira sambil sedikit berbisik.


Kedua sahabatnya mendekatkan kepala mereka sambil mengangguk penasaran.


"Beneran mau tau?" tabya Mira lagi.


"Makanya nikah! Hahaha...." Mira tertawa terbahak - bahak


Sadar telah di kerjain, Keisya dan Tiara pun langsung merengut.

__ADS_1


"Hahaha..." Mira masih tertawa dengan gelinya. Tanpa mereka sadari ada sebuah tangan yang menutupi matanya dari belakang.


Tbc


__ADS_2