Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Bab 34


__ADS_3

Hari ke dua OSPEK...


"Tau nggak, gue setengah mati buat nyariin nih cacing. Nyokap gue ampe ngomel - ngomel karena si Bella, adek gue bagong itu ikut - ikutan ngegali tanah" Kata Keisya.


"Lo sih enak dapat nya deket - deket rumah. Nah gue? Sampe harus ke kebon pisang tetangga. Sumpah jauhhh."Tambah Tiara.


"Iya nih, di kota segede gini susah nya minta ampun buat nyari cacing" kata Keisya


Semua mahasiswa baru fakultas ke dokteran yang hari ini di tugaskan membawa cacing tanah mengeluh.


Walau hari ini mereka nggak disuruh pakai kostum aneh-aneh lagi, kaya yang semalam mereka harus membawa atribut yang super duper aneh. Tapi tugas yang yang berikan hari ini yang justru bertambah berat.


"Mir, lo dapat di mana tuh cacing kemaren?"tanya Keisya


"Kemaren gue sama Radit ke kolam pemancingan nya mang Dadang. Di sana banyak kan tu cacing yang emang udah di siapin buat orang - orang yang mau mancing." jawab Mira santai.


"Oh iya, ya. Kenapa gue nggak kepikiran nyari di kolam pemancingan juga ya. Malah di toko ikan hias pinggiran jalan juga pasti ada yang jual kan, bego banget sih gue sampai harus gali - gali tanah. Udah kayak mau ngubur orangbtau nggak, saking dalamnya gue gali tuh tanah." kata Keisya.


"Hahaha" Tiara dan Mira tertawa ngakak.


"Gue sih di cariin sama Rendy."Kata nya dengan wajah memerah


"Huhhh curang" Keisya pengen banget nyakar muka Tiara. Gimana nggak? Baru juga kenal dengan Rendy kemaren, eh tau - tau semalem cerita - cerita udah jadian aja.


"Siapa tu Rendy?"tanya Mira yang memang nggak tai karena kemaren mereka sempat gak satu tim.


"Itu loh Mir teman sekelompok nya kemaren"jawab Keisya.


Ayo semua ikutin kita ke ruangan Lab! Cepat cepat cepat!" terdengar suara senior memerintahkan mereka untuk mengikuti mereka.


"Bawa sekalian cacing nya jangan lupa! Tas tinggal kan di dalam kelas. terutama ponsel.!" suruh nya lagi.


Pas lagi mau keluar kelas, Mira merasa ada yang menarik tangannya. Ternyata Radit, semua orang jadi memperhatikan mereka lantaran gosip emang udah mulai mencuat dari kemarin siang pas mereka mesra-mesraan di parkiran dan mereka juga terlihat berangkat dan pulang selalu bareng.


" Mir, ntar kamu pulangnya bareng Keisya sama Tiara ajah ya. aku sama Rendi mau ke pameran mobil di PIM, atau kamu mau ikut?" tanya Radit.


Mira langsung menggeleng." Capek" kata nya menolak.


"Nggak apa - apa kan, kalau aku pergi?"tanya Radit.


"Hmm... Boleh nggak ya.." Mira meletakkan jari telunjuk nya ke dagu, pura pura berfikir.

__ADS_1


Tak!


Radit membenturkan kening nya ke kening Mira hingga istri nya itu mengaduh sakit.


"Sok sok an mikir sih" kata Radit.


"Mira! Kenapa belum ke Lab?!"seru seseorang.


Mira menoleh ke belakang, ternyata Yoga sudah berdiri di belakang nya dengan wajah sangar.


"Eh iya kak, ini mau ke Lab" kata nya sambil buru - buru melepas pegangan tangan Radit.


"Terlambat bukan hal yang bagus untuk kamu, kamu tau kan peraturannya" kata Yoga dengan nada sinis.


Radit menatap Yoga jauh lebih sinis. Dia nggak suka istri nya di perlakukan secara over protective. Cara Yoga itu nggak seperti lagi marah ke junior, tapi ada sesuatu yang ganjil.


" Aku pergi." Mira berbisik ke Radit lalu berlari kecil menuju Lab. Memang hanya dia sendirian yang masih tertinggal di situ, tapi dia nggak nyangka kalau Yoga juga masih di situ.


"Fakuktas mana?" tanya Yoga tanpa basa basi.


"Penting buat lo tau?"Radit malah terlihat menantang.


"Hormat sama elo? Ini kampus, man. Kita sama - sama kuliah di sini. Lo bukan dosen sampe gue harus hormat sama elo segala" kata Radit yang hendak pergi meninggalkan Yoga. Tapi , lalu dia menghenti kan langkah nya dan berbicara


"Mira, dia nggak akan bisa lo nganggu dan jangan berbuat macem - macem ke dia, karena dia itu milik gue!!" kata Radit memperingat kan Yoga, kemudian ia melanjutkan langkah nya untuk pergi.


Yoga mengepal tinju, dia terlihat sangat marah tapi di tahan nya sekuat tenaga. Alis nya makin meninggi, keningnya berkerut. Perkataan terakhir Radit membuat nya nggak bisa berkutik sekaligus kesal.


****


Mira fokus mengamati cacing tanah melalui Mikroskop yang sudah tersedia di ruangan laboratorium. Dia begitu fokus sampai nggak tau kalau Yoga berdiri di samping nya, dan sedang menatap nya sedari tadi.


"Kaya nya, kak Yoga suka deh sama Mira."Bisik Keisya ke Tiara.


"Dari cara nya ngeliatin Mira itu dalem banget, gimana menurut elo?"tanya Keisya.


"Iya, gue ngerasa nya juga gitu." kata Tiara .


"Tapi mungkin nggak sih, secara ya kan, elo tau sendiri gimana Kak Yoga kemaren ke kita.?"seru Tiara.


"Iya juga sih, tapi bisa jadi kan dia jatuh cinta.saat Mira mengatai - ngatai mereka itu" kata Keisya.

__ADS_1


"Hmm... Gak tau juga gue." balas Tiara.


Ehem


ehem


Tiara sengaja berdehem, biar fokus Mira buayar dan menyadari keberadaan Yoga.


Mira ingin menoleh pada Tiara karena berpikir deheman itu adalah kode memanggil nya. Tapi mata nya lebih dulu menangkap sosok Yoga.


"Eh kak Yoga." kata Mira sedikit merasa nggak enak.


" Oh iya Mir, Menurut kamu apa tujuan dari penelitian kita ini?" tanya Yoga, dia nggak mau terlihat sedang memperhatikan gadis itu, jadi dia berpura-pura menanyai soal kegiatan yang sedang mereka lakukan sekarang.


"Hmmm, menurut aku tujuan kita adalah mengamati morfologi dari spesies yang termasuk dalam filum Annelida dan yang terpenting untuk mengetahui tingkah laku cacing tanah dan Apakah ada kaitannya dengan kesuburan tanah" jawab Mira dengan spontan.


"Waw?" Yoga terkagum - kagum di buat nya.


" Kak Yoga, kegiatan ini sudah dua kali aku lakuin di sekolah aku dulu. Jadi udah hafal di luar kepala semua mengenai ini." Mira menjelaskan nya, dia nggak mau dianggap jenius atau malah sok pintar


Yoga terkekeh. " jadi menurut kamu, kegiatan yang kita lakukan ini seharusnya dilakukan oleh anak SMA, bukan anak kuliahan seperti kalian?" tanya Yoga.


Mira langsung merasa nggak enak, " eh bukan gitu kak maksud nya"Kata Mira mencoba menjelaskan.


"Hahaha, aku ngerti kok" Yoga mengusap puncak kepala Mira


"Kita belum bisa melakukan penelitian pada tubuh manusia langsung karena harus ada izin untuk itu" kata Yoga


"Hihihi, itu sih aku paham kok Kak" balas Mira


Keakraban antara Yoga dan Mira membuat Seisi mahasiswa di ruangan lebih itu sedikit menaruh kesan ganjil. Ada yang cemburu dan ada juga yang iri hati lantaran Yoga nggak pernah memperlakukan mereka sehangat itu.


"Mey, lo bisa ambil kesempatan dari ke anehan ini." kata Dea sambil berbisik. Matanya dan mata Meylan sedang melihat ke arah yang sama, yaitu Yoga dan Mira.


"Lo, bener, gue yakin banget kalau ini semakin di bumbui pasti bakalan semakin mantul deh"Kata Meyla menambah kan.


"Eiittt, tapi lo nggak bisa secepat itu ambil ke simpulan, lo harus ..."Dea membisikkan sesuatu ke telingan Meylan.


Meylan tersenyum jahat dengan rencana Dea itu. Dia dan Dea lalu tos sebagai pertanda kalau mereka akan segera menjalankan rencana licik itu.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2