
Radit lagi - lagi menunjukkan hal yang nggak biasa. Dia malah tersenyum, seolah memberikan isyarat bahwa dia nggak butuh penjelasan.
"Dit..."lagi - lagi Mira mencoba menjelaskan, karena dia masih belum merasa tenang.
Radit berdiri, dia melirik arloji nya. " Kemana sih dua bocah itu? Telat nya parah." kata Radit.
Tak lama kemudian, orang yang di tunggu-tunggu datang dengan wajah cengengesan.
"Kemana aja sih, lama banget?" tanya Radit dengan kesal.
"Sorry bro, ada sedikit kendala tadi..." kata Rendy
"Alah alasan... Yaudah yuk..." kata Radit.
"Tunggu bentar gue say hay dulu sama ayang gue.." kata Rendy
"Hai sayang... Kalian lagi apa sih?" tanya Rendy sambil menatap Tiara dan Keisya.
"Hai...Ini kita lagi bahas masalah, tujuan liburan semester kita besok..."jawab Tiara sambil bergelayut manja di lengan kekasih nya itu.
"Ooo... Yaudah, aku pergi dulu sama Radit ya, nanti pulang nya bareng aku."Kata Rendy mengecup pipi Tiara sebelum pergi.
"Aku pergi ya, nanti kita pulang bareng. Bye..."Radit pun berpamitan kepada istri nya.
Mira menatap ke pergian, suami dan kedua sahabat suami nya itu. Perasaan nya masih nggak tenang.
****
Sore hari nya, Mira dan Radit pulang pulang bareng sesuai dengan janji mereka tadi, saat di kantin.
Selama di perjalanan pulang ke rumah, jantung Mira masih belum Berhenti Berdetak lantaran cemas soal wa yang masuk dari Yoga tadi. Radit sama sekali nggak menunjukkan ekspresi yang bisa membuatnya mengetik, marah atau enggak?
"Mir, kamu aku anterin ke rumah Mami ya , Aku mau pergi sebentar. setelah urusanku selesai nanti aku jemput lagi. "Kata Radit memecahkan keheningan di antara mereka.
"Mau kemana?"tanya Mira jadi tambah cemas.
"Nanti kamu juga tau." jawab Radit.
"Dit, kamu nggak..."
"Nemuin Yoga?"todong Radit. Mira pun mengangguk.
__ADS_1
"Nggak lah, ngapai aku nemuin dia. Lagian, bukan nya.kamu yang mau nemuin dia ?" tanya Radit melirik Mira sekilas.
"Nggak.." jawab Mira jelas sangat ingin menemui Yoga. Untuk tau gimana keadaan cowok itu sekarang. Tapi kalau resiko nya harus kehilanganRadit,dia nggam mau.
"Temui aja, nggak apa apa kok.." kata Radit.
Mira melihat kearah Radit dengan cepat, dia nggak percaya dengan apa yang di dengar nya. Lalu Mira kembal menggeleng
"Ntar malam aku anter kamu ketemu dia, kamu atur aja sama dia mau ketemuan di mana. Dan nanti pas selesai kamu telpon aku, biar aki jemput" kata Radit memberhentikan mobil nya tepat di depan pagar tinggi rumah orang tua Radit.
"Dit..." Mira memegang tangan Radit yang masi memegang setir, dia benar - benar takut. Ini bukan lah Radit yang dia kenal. Radit yang dia kenal nggak seperti ini. Pikir Mira.
"Udah deh, sekarang kamu turun, nanti jam 7 aku jemput. Kamu aturlah sama dia, oke." kata Radit menyuruh Mira keluar dari mobil nya. Dengan terpaksa Mira pun keluar dari mobil. Radit langsung menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"Kok gue jadi khawatir kaya gini ya? Ini ada apa sebenar nya.." gumam Mira risau.
****
07.03
Radit menjemput Mira tempat Setelah istrinya itu selesai bersiap-siap. Dilihat nya Mira hanya memakai dress satin tanpa lengan, dengan panjang diatas lutut. rambut nya dibiarkan tergerai, wajahnya alami seperti biasa , bisa dikatakan penampilan Mira malam ini cukup sederhana tetapi menawan .
Mira mengangguk dengan senyum tipis menghiasi bibir nya yang berwarna pink menggoga.
"Yok.." aja Radit mengandeng dengan lembut lengan istri nya itu.
Sepanjang perjalanan menuju restoran tempat mereka janjian dengan Yoga. Kantung Mira berpacu lebih cepat daripada tadi sore.
"Dit, kamu yakin?" tanya Mira
Radit menoleh sebentar ke arah Mira. " Kamu kenapa sih? Dari tadi sore nanyain itu mulu, kamu keliatan nya takut banget. Kenapa? Kamu takit ya, aku tiba - tiba bawa pistol dan tembak Yoga. "kata Radit.
Mira melotot, lalu memukul lengan Radit pelan. "Ihhhh... Kamu apa - apa sih ngomong nya gitu." balas Mira kaget saat me dengar ucapan suami nya itu.
"Kamu suka sama dia?"tanya Radit.
"Dit, apaan sih!!!" Mira mulai marah. Radit diam
"Dit, please jangan mulai lagi deh. kalau kaya gini mending kita pulang aja.."kata Mira.
Raden menghentikan mobil nya, lalu dengan gerakan cepat dia menangkup pipi merah dengan kedua tangan nya, kemudian Secepat itu pula dia menekan bibir Mira dengan bibirnya. untuk beberapa saat mereka pun hanyut akan kegiatan yang sedang mereka lakukan.
__ADS_1
Begitu ciuman nya terlepas, Radit mengelus pipi Mira. "Kali ini aku akan percaya sama kamu, tapi ingat jangan kecewain aku lagi." bisik Radit. Mira tersenyum sambil menganggukkan kepala nya.
Cuma ciuman Miraaaa, kenapa sih, gue masih aja deg degan. Lo itu istri nya, lo bahkan pernah melakukan hal yang lebih dari pada sekedar ciuman. Tapi kenapa lo masih aja deg degan bodoh. Pikir Mira.
****
Suasana canggung dan kaku sering terasa saat Mira, Radit, dan Yoga berada di satu Meja Bundar di sebuah restoran bintang 5 di daerah Kemang.
Terutama Mira, dia nggak tahu harus mau ngomong apa. Pada saat ini dia sangat takut selalu ngomong, takut salah bahasa tubuh, takut semuanya.
"Hai Mir, apa kabar?"tanya Mira akhir nya.
Mira tersenyum kaku. "baik" jawab nya sarkastik.
Yoga mengangguk, lalu dia menoleh pada Radit. "Thanks ya Dit." ucap Yoga dengan lembut, dan Radit hanya mengangguk kan kepala nya.
Mira mulai berani mengangkat kepala nya, dia memperhatikan Yoga mulai dengan detail. Mulai dari rambut nya yang masih terlihat sama seperti dulu, cuma agak panjang sedikit, mungkin sedikit.
Wajah Yoga yang tetap sama, kali ini tanpa memar. Dan... Tangan nya yang masih di gips karena belum sembuh sepenuh nya.
"Ehm..." Radit sengaja batuk, dia ngerasa nggak nyaman dengan tatapan Mira pada Yoga.
Mira langsung terperanjat kaget, dia dengan spontan menyerut jus jeruk nya dengan gugup.
"Ga, bukan nya ada yang pengem elo omongin?"tanya Radit
"Oh itu, iya nih." Uoga menggaruk - garuk kepala nya yang sebenar nya nggak gatal sama sekali.
"Gue besok ke Belanda, nyusul bokap."Kata Yoga,Mira menoleh pada Yoga, mencari ke benaran.
Tapi Mira nggak berani bertanya kepada Yoga, karena dia mengingat ada Radit di sana.
"Kenapa mendadak banget?Ada apa emang nya di sana?" tanya Radit mewakili suara hati Mira.
"Di bilang dadakan, nggak juga sih. Sebenar nya ini tu udah di rencanain sejak la. Cuma tertunda karena gue harus pemulihan di rumah sakit."jawab Yoga
Tbc
jangan lupa like dan komen.
mohon maaf ya, aku telat up, karena athor lagi kurang sehat.
__ADS_1