Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Bab 50


__ADS_3

"Pagiiiiiiii!!!...."


Semua orang menoleh dengan sedikit kaget akibat suara lantang dari kedua sahabat Mira. Keisya dan Tiara berdiri di belakang mereka semua dengan senyum sumringah layak nya pemenang lotre.


"Ihhhh, pagi - pagi dah berkunjung aja..." rutuk Mira.


"Biarin!"tanpa rasa malu sedikit pun, Keisya langsung melompat duduk di sebelah Radit yang masih sibuk dengan ponselnya.


Tiara Sendiri, lebih memilih duduk di samping Papinya Radit yang kembali asyik membaca berita di koran.


" Mira kenapa Tante? Kok kayaknya lemes gitu." tanya Tiara spontan.


" tahu nih, kayaknya dia lagi nggak enak badan, Ra." jawab maminya Radit.


" Wahhhhh, kok Mall semalam habis berapa ronde Mir?" Dedek Keisya.


"Apaaan sih....!" kata Mira langsung protes. dia langsung berdiri mendekati Keisya. Sesaat kemudian, habis lah Keisya di kelitikin oleh Mira.


Semua orang hanya tertawa kecil, mereka bahagia sekali hari ini rasanya nggak pernah terjadi apa - apa kemarin. Semua kembali normal seperti semula lagi.


****


Satu bulan sudah prahara kecil dalam rumah tangga Mira dan Radit perlahan menghilang. Mereka sudah nggak pernah berantem lagi, malah mereka makin hari makin mesra.


"Mir, liburan nanti kita ke puncak yuk! Sumpah gue lagi pengen banget ke tempat - tempat yang sejuk" ajak Tiara.


"Ke Bali aja deh Ra."Saut Keisya yang nyeletuk duluan.


Beberapa detik tanpa tanggapan dari Mira, Tiara menyenggol lengan Mira dengan sikut nya.


"Woi! Lo dengerin kita nggak sih?"tanya Tiara


Mira nyengir,pertanda kalau dia emang lagi nggak fokus. "Sorry, tadi kalian ngomong apa?" tanya Mira


"Iihhhhh!" Keisya langsung cemberut dengan tangan di lipat di dada.


"Tadi kita tu lagi ngebahas soal liburan pra semester, mau ke mana?"Kata Tiara dengan sabar dan agak sedikit keki, kembali menjelaskan.


"Ooohhhhh, itu" kedua alis Mira bertemu, tanda kalau dia lagi mikir, lalu.


"Ke Bali aja, udah lama juga kita nggak ke sana" kata Mira


"Yeayyy!!"teriak Keisya melompat kegirangan, tanpa ragu, saking girang nya Keisya sampai mencium pipi kanan Mira sampai kempot.

__ADS_1


"Ihhh, Keisya jijik.." teriak Mira menghapus bekas ciuman Keisya di pipi kanan nya denegan muka manyun. Sementara si tukang cium malah tertawa lebar.


"Yahhhh, gue kalah dong..." kata Tiara nggak bersemangat.


"Yaelah, RA. Bali kan juga dingin, tidur di tepi pantai tu semalaman pasti juga lo ke dinginan." ujar Keisya.


"Gue itu mau yang sejuk, bukan yang dingin. Lagian, Bali kan selalu rame tiap moment liburan. Sementara gue mau nya tempat yang sepi." kata Tiara.


Mira mendengarkan perkataan Tiara sambil terus mengelap pipi nya.


"Duuhh.. RIbet deh, kalau lo mau tempat yang sepi, terus sejuk juga, ada tempatnya yang lebih oke ke timbang puncak ." kata Keisya.


"Dimana?" tanya Tiara dengan polos nya.


"Pas tengah malam, lo dateng tu ke pemakaman jerukpurut. Gue jami nggak akan ada manusia satu orang pun di sana.Palingan juga lo bakalan di temani sama yang melompat - lompat atau kalau nggak sama yang melayang - layang. hihihi..." kata Keisya tertawa terbahak - bahak


"Huhhhh!" Tiara melempar Keisya dengan kantong kosong bekas citato yang di makan nya tadi.


"Gue nggak takut, ya. Palingan kalau gue ketemu sama yang melompat - lommpat alis pocong, gue bawa pulang buat gue jadiin oleh - oleh buat elo." Balas Tiara.


"Iiihhhh.... Amit - amitttttt." kata Keisya sambil bergidik ngeri, dia takut sendiri.


" Radit mana, ya?" Mira celingak - celinguk sendiri. Dia nggak ikut - ikutan dengan kedua sahabat nya itu yang sedang becanda.


Mira tersenyum, saat merasakan dua tangan melingkari tubuh nya dari belakang. Dari suara nya MIra sudah ta siapa pemilik tangan dan suara itu.


Bahkan tanpa harus bersuara pun, Mira pasti mengenali jenis sentuhan Radit, apalagi wangi parfume nya, dia sangat hapal benerrr.


"Lama banget sih...." rengek Mira sedikit manja.


"Biasa... Antri panjang." Raditmelepaskan pelukannya lalu duduk di samping Mira. Mereka berdua lalu sama - sama memperhatikan Tiara dan Keisya yang sedang berdebat soal liburan.


"Mereka kenapa?"tanya Radit penasaran.


"Mereka sedang ributin soal liburan, yang satu mau ke puncak dan yang satu pengen ke Bali" kata Mira.


"Ohhhh, kenapa pada ribet sih, mending di rumah aja." jawab Radit singkat padat.


Gubrak!!!


Ingin rasa nya Mira pingsan bak di film - film kartun jepang yang kaki nya diangkat ke atas begitu jatuh. Semua orang sibuk pengen liburan, eh suami nya ini malah milih di rumah aja.


Ting!

__ADS_1


Ting!


Ponsel Mira berbunyi pelan, pertanda ada WA yang masuk. Mira langsung membuka lockscreen ponsel yang sejak tadi dia genggam.


Deg!


Tanpa A I U E O Mira langsung mematika layar ponsel nya. jantung nya bergemuruh.


" Dari siapa?" tanya Radit kepo.


"Emmm? Nggak dari siapa - siapa. Biasalah grub jaman SMA dulu, berisik." kata Mira berbohong. Tapi jelas banget dari suara nya kalau Mira sedang gugup dan itu membuat Radit nggak percaya.


"Benerannn" ulang Mira lagi, kali ini lebih meyakinkan.


"Sini aku lihat" Radit menadahkan tangan nya meminta ponsel nya.


Dalam hati Mira berdoa,semoga ponsel nya ini tiba - tiba rusak, mati total kek. Atau... Apa aja yang penting Radit nggak bisa ngeliat ponsel nya ini.


Karena merasa Mira terlalu lamban, Radit mengambil paksa ponsel Mira. Dia membuka lockscreen ponsel Mira dengan sendiri nya karena dia emang tau kata sandi nya.


Jleb!


Melihat nama yang tertera pada kotak masuk keadalam WA istri nya, Membuat hati Radit sesak. Udah lama banget ia tidak mendengar apa pun tentang Yoga. Mira nggak pernah lagi membahas masalah nya selama ini.Bahkan, Yoga seperti ngga ada. Tapi...


"Nih..." Radit memberika kembali ponsel Mira tanpa ba bi bu. Dia diam tanpa ber ekspresi.


Mira menatap Radit, di perhatikan nya wajah Radit, dia ingin melihat dan menunggu apa yang akan terjadi selanjut nya. Detik demi detik berlalu, Raadit tetap terdiam. Nggak ada tanda - tanda ke marahan sama sekali. Tapi,aneh, yah.... Aneh bagi Mira.


"Kamu marah?" tanya Mira dengan sangat hati - hati.


Radit menoleh dan bales menatap Mira. Lalu menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan Mira.


"


"Sumpah demi apa pun, aku nggak pernah komunikasi lagi sama dia." kata Mira mencoba untuk menjelaskan. Dia nggak yakin Radit nggak marah , hati nya cemas.


Dan.....


Radit lagi - lagi menunjukkan hal yang nggak biasa. Dia malah tersenyum, seolah memberikan isyarat bahwa dia nggak butuh penjelasan.


"Dit..."lagi - lagi Mira mencoba menjelaskan, karena dia masih belum merasa tenang.


Tbc

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya ya....


__ADS_2