
Jam tiga sore Radit pulang dari kampus, tanpa meperdulikan keberadaan Mira di rumah itu, ia langsung masuk ke kamar nya dan membersih kan diri.
Setelah selesai membersih kan diri, Radit menatap jam di dinding kamar, lalu pergi berlalu ke luar kamar. Ia pergi ke dapur untuk mengambil minum, saat di dapur ia bertemu dengan mbok Darmi.
"Selamat sore den..." sapa mbok Darmi
"Iya mbok.."
"Itu den, non Mira nya kemana? Tumben jam segini belum pulang?"tanya mbok Darmi heran, karena tidak biasa nya majikan nya itu pulang terlambat.
Radit menjawab pertanyaan mbok Darmi setelah menyelesaikan hajat nya untuk minum.
"Nggak tau juga mbok, tadi saya nggak ketemu sama dia."jawab Radit.
"Saya ke depan dulu ya mbok.."kata Radit berlalu meninggal kan mbok Darmi.
Radit mendudukkan diri nya di sofa ruang keluarg, ia berencana ingin menunggu Mira pulang dan akan meminta maaf, sebenar nya ia sudah bosan main kucing - kucingan dengan istri nya itu.
"Kok jam segini dia belum pulang juga sih.." gumam Radit sambil melihat jam di ponsel nya.
****
Radit bangun, dia merasa tubuh nya sedikit kaku lantaran tidur cukup lama di sofa dengan posisi duduk. Kepala nya juga terasa sangat berat. Dilihat nya jendela besar yang ada di sana , di luar masih terlihat gelap. Radit pun langsung melihat jam di ponselnya.
"Jam empat pagi....." gumam nya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Dia ingat, semalam MIra nggak pulang, tapi karen ego nya, ia tidak menghubungi istri nya dan memilih untuk menunggu, hingga dia sampai ketiduran di sofa.
"Nggak mungkin dia nggak pulang, apa dia udah ada di kamar?" pikirnya.
Radit beranjak dari sofa dan berlalu ke kamar. Sesampai nya di kamar, Radit melihat Mira tidak ada di sana. Tempat tidur mereka pun masih rapi. Dia keluar darikamar dan mengecek kamar lain yang ada di rumah itu, namun hasil nya tetap sama,tidak ada Mira di sana.
"Jadi, kamu benar - benar melakukan rencana kamu dengan teman - teman kamu itu. Baiklah,mari kita lihat sampai kamu kamu tahan melakukan nya," kata Radit tersenyum miring.
"Kamu kira akuu bakalan nyari kamu, huh, nggak akan. Untung aku udah tau semua nya , jadi nggak perlu pusing lagi nyari kamu." tambah nya, Radit menggeleng kan kepala nya memikir kan rencana konyol istri nya itu.
Radit pun kembali ke kamar mereka dan melanjutkan tidur nya karena masih sangat yakin mengantuk. Dia yakin, bahkan sangat yakin kalau semalam pasti Mira tidur di rumah Tiara atau kalau nggak di rumah Keisya.
__ADS_1
****
dua hari kemudian
tok tok tok
Keisya berulang kali mengetuk pintu rumah Mira dan Radit. Dia dan Tiara merasa sangat jengah karena terlalu lama menunggu di luar tapi nggak ada yang bukain pintu.
"Gini nih kalau rumah sebesar ini, di huni cuma dua orang, repot. Lagian pembantu nya mana sih?" tanya Keisya.
TOK TOK TOK
"MIRAAAAAA"
Ceklek!
Akhir nya pintu besar itu terbuka juga, Radit yang terlihat masih setengah mengantuk, menyuruh Keisya dan Tiara masuk begitu saja, kedua wanita itu pun masuk kedalam rumah.
"Dit, Mira masih tidur y? Kita langsung ke atas ya?!" kata Keisy. Mereka berdua langsung mengkah kan kaki nya tanpa perlu menunggu izin dari Radit.
"Kalian nggak usah ber akting lagi. Ngapain sih kalian kayak gini? Nggak capek apa?" kata Radit sambil duduk bersadar di sofa lantaran masih ngatuk.
"Maksud lo ?"tanya Tiara bingung, begitu pun dengan Keisya. Dia sama sekali nggak ngerti maksud dari kata - kata Radit barusan
"Nggak usah belagak sok bego gitu, kalia. Dah jelas - jelas tau kalau gue ini nggak bodoh. Apa lagi rencana kalian itu, gue udah tau smuanya kemaren. Masih mau di lanjutin?" kata Radit tersenyum miring.
Keisya dan Tiara pun saling pandang
"Dit, sumpah ya kita nggak ngerti, maksud nya apa sih? Akting... Emang kita lagi mainin sandiwara apa?" kata Keisya dengan nada yang jelas - jelas Radit tau kalau sahabat istri nya itu sedang tidak berbohong.
Wajah Raditnmengeras, ngantuk nya seketika hilang
"Gue perjelas ya, dengan kaliam menyembunyiin Mira dua hari ini. Bukan berarti gue bakalan cemas dan nyariin dia,aap lagi setelah gue tau ini.semua hanya permainan kalian saja"kata Radit.
Lagi - lagi Keisya dan Tiara saling pandang.
.
__ADS_1
"Maksud lo, kita nyembunyiin Mira?" tanya Keiay ulang.
"Jadi, maksud lo Mira nggak ada?!"tanya Tiara
Radit nggak menjawab, dia asih percaya kalau Mira lagi di sembunyiin sama kedua wanita itu.
"Dit, lo nggam main - main deh. Kita kesini justru karena dua hari ini kita nggak bisa ngehubungi dia" kata Keisya yang mulai pucat
"Iya, Dit, lo bencanda kan?"tanya Tiara
Radit mulai tegang, dari wajah kedua wanita itu, dia sama sekali nggak melihat ada nya kebohongan. Malah yang ada hanya rasa cemas yang begitu besar mereka tampak kan.
"Kalian nggak lagi main petak umpet sama Mira?" tanya Radit memastikan
Keisya dan Tiara menggelengkan kepalanya secara bersamaan.
"Astaga Radit? Mira ngilang selama 2 hari dan lo cuma diam aja di rumah dengan tenang? Lo gila ya!" kata Keisya yang mulai mengamuk.
"Lo bahkan nggak ngehubungi kita sama sekali untuk sekedar nanyain keberadaam Mira, sama kita!"kata Keisya kesal.
Radit mulai khawatir, dia benar-benar menyerahkan Mira lagi berada di rumah Keisha ataupun Tiara. Iya nggak pernah serius..
"Kalian benar-benar enggak lagi mainin gue kan? " tanya Radit sekali lagi
"Dit, lo nggak bisa lihat kalau emang ini serius?!"maki Keisya lagi.
sejak tadi,Tiara udah sibuk nelponin beberapa teman mereka yang mungkin melihat atau pernah di hubungi oleh Mira
Radit langsung mengeluar lan ponselnha dari kantong celana. Dia menelpon mama Mira, orang tua nya, saudara - saudara nya, tapi nggak ada satu pun yang tau keberadaan Mira. Ini malah semakin membuat semua orang cemas.
"Dua hari lo Dit. Kita bahkan nggak tau apakah Mira masih ada di kot ini atau nggak." rutuk Keisya lagi, dia terus saja menyalahkan Radit atas hilang nya Mira.
Radit tau dia bersalah, bahkan sangat bersalah. Dia nggak mikir terlalu jauh hingga membiar kan istri nya itu memghilang begitu saja.
"Kita berpencar aja, kita cari Mira. Gue ambil kunci mobil dulu di kamar." Radit langsung berlari menghambur ke lantai atas.
Keisya dan Tiara keluar dari rumah tanpa pamitan lagi sama Radit. Mereka masuk ke mobil dan melaju dengan kencang meninggalkan rumah itu.
__ADS_1