Matched? Married Young?... Oh OMG...

Matched? Married Young?... Oh OMG...
Bab 52


__ADS_3

Jelas banget kalau Yoga mau bilang kalau keberangkatan nya tertunda di akibatkan karena dia harus masuk rumah sakit karena abis di gebukin sama Radit.


"Hahahah...." Radit tertawa renyah. Dia sangat mengerti akan sindiran itu. "Im sorry man" kata Radit.


"Tapi, tetap aja tiket lo yang bayar" balas Yoga


"Tenang, bisa gue atur. "kata Radit.


Mira kaget setengah mati. Sejak kapan dua manusia yang bersebrangan ini bisa se akrab ini? Mereka tertawa dan becanda bersama bahkan cara Radit menatap Yoga tidak seperti dulu lagi, apa ini?....


"Mir, elo kenapa diam?" tanya Yoga yang melihat Mira sedari tadi hanya diam saja dan memasang wajah kebingungan.


"Tenang aja Mir, gue sama Radit nggak bakalan adu jotos lagi kok, kita udah baikan. Iya kan Dit?.." kata Yoga melanjutkan ucapan nya.


"Tunggu - tunggu siapa bilang? Bagi gue, elo itu tetap saingan yang harus gue waspadain. Ya siapa tau aja tiba- tiba elo berubah pikiran dan berniat bgerebut Mira lagi dari gue." kata Radit


"Hahahaha.... Elo tau aja"balas Yoga tersenyum.


Akhir nya hanya Mira yang terlihat seperti orang bodoh di situ. Radit dan Yoga selama berjam - jam sibuk sendiri. Sebentar ngomongin mobil keluaran terbaru, sebentar lagi asik ngomongin soal bola, sebentar ngomongin A B C D dan seterus nya.


Lalu, dimana Mira? kenapa gue kaya nya jadi obat nyamuk sih?! Brengsek nih cowok dua!... Pikir Mira, dia jadi sangat kesal karena di cueki oleh suami dan senior nya itu.


****


"ueekkkkk" ini udah ke empat kali nya Mira muntah. Dia merasa nggak ada salah makan. tapi rasa mual mengaduk - aduk perut nya dan kepala nya juga terasa pusing.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Radit yang tadi nya masih tidur, jadi kebangun karena suara muntah Mira yang terdengar nyaring. Dia langsung menepuk - nepuk pundak belakang Mira dengan pelan.


"Mual banget" rengek Mira setelah mencuci mulut nya debgan air di wastafel.


"Kamu makan apa semalam pas pergi sama sahabat kamu itu?" tanya Radit.


"Nggak ada yang aneh-aneh, aku cuma makan ayam bakar itu pun nggak pedes" kata Mira. Radit membimbing Mira menuju kembali ke tempat tidur dan ia juga membantu istrinya itu untuk berbaring.


"Tunggu sebentar, aku telepon dokter ya." kata Radit


"Nggak usah, minum obat biasa aja palingan juga ilang." Cegah Mira.

__ADS_1


"Uekk" Mira rasa mau muntah lagi. dia langsung turun dari tempat tidur dan langsung berlari ke kamar mandi. Radit pun mengikuti nya dengan wajah cemas.


" udah deh, kita ke dokter sekarang juga pokoknya." kata Radit dengan tegas


****


" wah, Selamat ya. kalian bakal jadi orang tua karena sebentar lagi kalian akan punya bayi." Mira dan Radit Saling pandang. lalu berbarengan memandangi tante Ismi, dokter yang merupakan adik dari Papinya Radit sendiri.


"Hamil?" gumam Mira pelan


"ya iyalah, masak bayi nya muncul sendiri Mira. kamu hamil"balas Tante Ismi dengan senyuman.


Mira bener - bener nggak tahu harus mau ngomong apa. dia bingung untuk mengekspresikan keadaan hatinya sekarang. senang, bingung, nggak percaya dan aneh.


" tante yakin?" kali ini Radit yang bertanya.


" aduhhh kalian ini" tante Ismi mengambil ponsel di dalam tasnya dia menelpon seseorang.


Mira merasa berada dengan senyum mengembang di wajahnya." kamu nggak senang?" tanya Mira. ekspresi Radit terlihat sangat datar.


"Bukan gitu, aku hanya bingung aja."jawab Radit.


"Ya iyalah anak aku, kalau sempat itu anak orang lain,aku masukin ke dalam sumur kamu sekarang juga." kata Radit


"Hihihi.." Mira cekikikan.


Tante menutup telpon nya. "kalian di suruh pulang sekarang juga. udah di tungguin" kata tante Ismi.


"Tante udah kasih tau mami? "tanya Radit


" Iya dong, ini cucu pertama mereka. tante seneng dan bangga banget jadi orang pertama yang ngasih tahu mereka." jawab Tante Ismi dengan bangga sambil tersenyum kepada Radit.


" Aduh tante, mami pasti heboh deh, nyusahin nih...." ucap Radit yang udah kebayang akan kehebohan yang akan diciptakan oleh maminya nanti.


" kamu!! Apaan sih bilang kayak gitu. anak ini Anugrah tahu enggak kok dibilang nyusahin sih" kata Mirah merengut.


"Nggak gitu. maksud aku tu bukan gitu.."

__ADS_1


" kamu nyebelin ya..." Mira berdiri dari duduknya adalah kau pergi ninggalin Radit gitu aja. Radit terpaku dia menatap tante Ismi dengan kebingungan.


"Hahaha..." tante Ismi mana tertawa." selamat menjalani hari-hari baru Radit" goda tante Ismi.


Radit mengejar Mira, dia menarik tangan istrinya itu dan memaksanya berhenti." sayang kamu kenapa sih? yang ini aja marah." tanya Radit memegang tangan Mira.


"Kenapa? Jadi kamu nggak ngerasa bersalah? bagus ya."


"Astaga... yaudah kalau gitu aku minta maaf deh..." ucap Radit.


"Maaf ? kamu kira cukup dengan kata maaf doang."


Radit nggak ngerti lagi, Kenapa Mira tiba-tiba jadi ngambekan kayak gini. Apakah ini bawaan ibu hamil? Ah tapi nggak mungkin, itu kan cuma mitos doang. pikir Radit.


" aku mau naik taksi." Mira menyentak tangan Radit hingga terlepas. lalu ia berjalan dengan cepat meninggalkan suaminya itu. Adit nggak mungkin membiarkan hal itu terjadi. dia kembali mengejar merah dan menarik tangannya sampai tubuh istrinya itu menghadap arahnya.


" kamu apaan sih Mir pakaian naik taksi segala, jangan kayak anak kecil deh kamu tuh sedang hamil." kata Radit mengingatkan kondisi Mira yang sedang hamil


" Ohhh sadar kalau aku lagi hamil? bukannya anak ini nyusahin kamu?" balas Mira


" Mir, kamu tuh......" Radit pengen banget ******* habis bibir istrinya itu. kalau aja sekarang mereka lagi di rumah, udah bisa dipastikan kalau dia sudah mengacak-acak tubuh istri nya itu.


"aku mau pulang!" rengek Mira.


****


Begitu sampai di rumah orang tua Radit, mereka berdua langsung disambut dengan kemeriahan yang sangat lebay. Mami sampai teriak-teriak histeris, tapi malah udah bikin cucunya mau dikasih mobil sport begitu cucunya lahir.( padahal author belum nentuin jenis kelamin anak Mira ini apa, si Kakek main ngasih ngasih aja.) nah ini lebih lebay lagi, mama mira menangis terharu nggak karuan.


Ini yang di takutin Radit kalau orang tua mereka tau. pasti bakalan ribet. ini nih...


"Dit,kamu inget ya pesan . mami. jangan buat Mira ngerasa sedih sedikit pun. Dia nggak boleh capek, jangan sampai banyak pikirwn. apa yang fia mau. harus kamu turutin. nggak boleh nolak." kata mmai mulai menceramai Radit panjang lebar.


Radit nggak menggubris, tanpa mami nya kasih tau, dia juga udah tau.


"Mam, masa tadi Radit bilang kalau ke hamilan Mira ini nyusahin.." Rengek Mira.


"APA?.." tiga orang tua di rumah itu langsung berteriak ke arah Radit.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2