
"Dan papi punya kejutan buat kalian " kata papi menambahi.
Mira langsung semangat, dia memasang wajah penasaran tingkat dewa, sementara Radit tetap santai dan cuek seperti biasa.
"Ini kejutannya," Papi menyodorkan sebuah amplop besar
Mira langsung menyambar amplop itu dan membukanya. Awalnya dia bingung tapi lama kelamaan..." wow! paket liburan selama 10 hari ke Bali!" teriak Mira, Dia sangat girang bukan main, kalau aja mertuanya itu tidak ada di situ tu mungkin dia akan loncat-loncat layaknya anak kecil yang dapat balon.
"Norak, kayak nggak pernah ke Bali aja." celetuk Radit, muka Mira langsung berubah m masam seketika.
"Iya dong, kalau rame - rame namanya bukan honeymoon, tapi piknik keluarga." jawab mama.
"Dan kita harap pulang honeymoon ini klian kasih kita kabar baik." goda Mami.
Alis Mira bertaut binggung, " kabar baik gimana maksudnya"
"Cucu," bisik mama
Mira melotot pada mamanya, dia merasa nafasnya tercekat, jantungny berdebar keras. Bahkan lidahnya terlalu kaku untuk bicara.
"Kenapa Mir?" tanya mami sambil terseny geli saat melirik papi.
"Mam, kenapa jadi ngomongin anak sih? Aku sama Mira itu masih terlalu muda, kita masih harus kuliah." Radit yang menjawab, mewakili istrinya.
"Loh, banyak mahasiswa yang sedang hamil saat kuliah. Apa lagi status kalian sudah menikah, jadi nggak akan masalah dong." kata mami ngotot.
"Maaaaaa, Radit bener. Mira juga belum siap kali." akhirnya Mirw merespon.
Papi berdehem, dia merasa kurang nyaman dengan pembicaraan masalah anak .
"Sudah nanti saja bicara masalah ini, kita sebaik nya makan siang dulu." ajak papi dengan bijaksana
Mira menghembuskan nafas nya, merasa lega karena akhirnya pertanyaan canggung itu berakhir.
****
"Miraaaaaa!"Keisya dan Tiara berteriak memabggil Mira yang udah menunggu kedatangan mereka di bandara, ada Radit juga di sana.
"Haiiiii..."Mira sama girangbya debgan kedua sahabatnya itu. Ketiga sahabat ini nggak mungkin bisa terpisahkan , mereka bagaikan lem yang selalu menempel.
"Berpelukannn.." ucap ketiga nya sambil saling merangkul.
Radit terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. Melihat tiga orang itu serasaelihat ank - anak SD.
__ADS_1
"Hai Dit, apa kabar?" Sapa Tiara basa basi.
"Kita nggak ganggu bulan mafu kalian kan dengan datang juga ke sini?" tanya Tiara merasa tak enak, pasal nya, setelah dia mendengar kalau Mira dan Radit sedang liburan ke Bali, ia pun bergegas mengajak Keisya untuk menyusul Sahabatnya itu.
"Hahaha... Nggak lah."jawab.
"Udah yuk cabut."ajaknya
"Kalian nginep di mana?" tanya Jeisya.Mereka berempat berjalan menuju ke pakikran mobil.
"Pokoknya tempat nya luar biasa" seru Mira
"Mir, kita pesan hotel di deket - deket kalian nginep aja, biar kita kalau mau keluar bisa barengan terus." kata Tiara.
"Siapa bilang kalian akan nginep di hotel?"sahut Radit. Mira tersenyum memamerkan gigi - gigi outihnya
"Lah terus ngineo di mana dong?" Tanya Tiara.
"Di resort bareng gue lah!" jawan Mira. Keisya dab Tiara terpelongo.
"Serius?" tabya Keisya nggak percaya.
"Banget"jawab Mira
"Duhhh, nggak ah. ntar yang ada kita malah lebih gangguin kalian lagi. "Tolak Tiara, Keisya pun setuju dengan ucapa Tiara.
Mira seneng banget karena Radit sangat pengertiam . Dia mereasa beruntung mmeiliki teman sekaligus suami seperti Radi dalam hidup nya.
"Lagian kalian nginep di tempat yang berbeda. Gue yakin Mira nggak bakal balik - balik ke resort, pasti kerjaannya ngeliat kalian terus."Sambung Radit.
Keisya dan Tiara salibg pandang, tapi lalu mereka melompat - lompat dan berteriak.
"Asyiiiikkkkkkk!"
"Hahaha"
****
Mira dan Radit, Tiara dan Keisya menghabiskan malam di bali debgan berkeliling, alias wisata kuliner. Mereka mencicipi semua jajaan pasar yang sulit di temukan di jakarta.
Brak!
"Aw!" Seorang wanita setengah bule mengaduh kesakitan setelah tubuh kurusnya menabrak Radit.
__ADS_1
"Kalau jalan hati - hati dong, mas...."Saat wanita itu mengangkat kepala untuk melihat siapa orang yang udah bertabrakan dengan nya, secara spontan bola mata nya membesar.
Begitu pun dengan Radit, dia seperti melihat orang yang nggak ingin fia lihat lagi seumur hidupnya.
"Raditya...?" Panggil wanita itu dengan nada pealn, setengah nggak percaya.
Mira menatap wanita itu, wanita dengan tubuh tinggi dan kurus. Kulit nya halus ke coklatan, rambutnya panjang, keriting dan bewarna coklat. Wajahnya menunjukkan kalau wanita ini keturunan Indo, lalu Mira menatap Radit, dia berharap suami nya itu memberi tahu nya mengenai wanita itu.
Keisya dan Tiara hanya diam - diam menatap, nggak berani untuk berkomentar.
Suasana terasa sangat asing, hanya ada kesunyiam, bahkan orang yang lalu lalang di sana pun seakan lenyap. Hanya ada Radit dan Wanita itu yang sama - sama saling menatap dengan tatapan nggak percaya.
"Dit, Kamu di sini?" tanya wanita itu.
Secra tiba - tiba, Radit menarik tangan Mira memabawa istrinya itu pergi dari situ. Dia menarik tangan Mira dnegan paksa hingga istri nya itu berjalan tunggang langgang. Sementara itu, Keisya dan Tiara mengikuti mereka dari belakang sambil sesekali menoleh ke belakang melihat si wanita yang hanya diam menatap ke pergian Radit.
"Dit, dia siapa?" tanya Mira, dia tetap mengikuti langkah kaki Radit yang begitu cepat walau rasa nya dia sangat kewalahan.
Radit nggak menjawab, tapi dari wajahnya sangat terlihat jelas kalau dia sangat mengenal wanita tadi. Tapi wajahnya mengeras, seperti menahan amarah.
"Dit?" panggil Mira, masih meminta jawaban dari pria itu.
Kaki Radit tiba - tiba berhenti. "Stop Mir! Aku nggak jenala sama di, ok?!" jawab Radit membentak Mira.
Emosi Mira pun terpancing setelah mendebgar bentakan seperti itu dari Radit.
"Kamu kenapa sih? Aku kan cuma nanya! Kalau kamu nggak mau jawab, oke nggak apa c apa! Tapi nggak usah pake bentak - bentak juga! Aku masih pinya perasaan!!" Mira menepis tangan Radit yang sedang mengandeng tangan nya tadi.
"Ayo Kei, Ara." Mira mengajak dua sahabatnya itu.
Radit dia terpaku menatap ke pergian Mira dan kedua sahabatnya itu. Dia mengepal kan telapak tangan nya menbentuk tinju, wajahnya semakin mengeras.
"Brengsek.." umpat Radit.
****
Mira berjalan dengan cepat keluar dari bandara bersama kedua sahabatnya, ia begitu kesal debgan sikap Radit kepada nya.
"Mir, apa nggak sebaiknya elu balik lagi ke tempat Radit?" seru Tiara.
"Nggak buat apa, dia aja nggak ada niatan buat ngejar gue." balas Mira.
Tiara Dan Keisya saling pandang, mereka terliht cemas dengan sahabatnya ini. Karena setau mereka Mira Dan Radit tidak pernah berantem sampai bentak - bentak gini.
__ADS_1
"Biarin aja dia, yuk kita ke resort." Ajak Mira memberhentika Taxi.
Tbc