
Mira merasa makin gerah melihat Clara memegang tngan Radit. Dia pun berjalan cepat mendekati dua orang itu. Begitu sampa, di tepisnya tangan Clara dari tangan Radit.
"Ngomong bisa kali nggak usah pake pegang - pegang tangan juga.."kata Mira berapi - berapi.
"Apa urusan lo?"bentak Clara.
"Heh, gue ini senior lo, jadi jangan ngelawan!!"tambah nya.
"Pertama, ini jelas urusan gue karena dia suami gue. Istri mana pun nggak akan suka suami nya di pegang - pegang sama cewek ke gatelan kayak elo." jawab Mira dengan tatapan sinis, lalu.
"Kedua, perlawanan gue ini nggak ada hungan nya antara senior dan junior atau pun OSPEK ini, ini antara elo dan gue, NGERTI?!"ujar Mira
Radit tersenyum tipis melihat sikap Mira yang begitu berani, ternyata seperti ini jika seorang perempuan saat sedang cemburu.
Jujur, itu menyenangkan buat nya, rasa nya seperti melihat dengan jelas bagaimana besar nya cinta Mira kepada nya.
"Dan kamu, aku nggak suka kamu main pergi gitu aja sama perempuan ini tanpa minta izin terlebih dulu dari ku!" Kata Mira gantian membentak Radit, dengan serius.
Dia lalu pergi dari situ dan tentu nya Radit tidak tinggal diam, ia mengejar istri nya dan meninggalkan Clara sendirian.
"Mira, tunggui dulu!!"Radit menangkap tangan Mira. dan Mira menepis nya.
"Begitu banyak hal yang kmau rahasiain dari aku dan aku nggak suka itu"kata Mira menatap Radit tajam.
"Oke ,oke aku minta maaf"ucap Radit.
"Maaf? Ini nggak selesai hanya dengan kata maaf saja Dit!" suara Mira meninggi, tapi akhir nya dia sadar kalau suara nya itu membuat mereka jadi pusat perhatian.
Meihat Radit tersenyum - senyum, dia semakin kesal di buat nya. Cowok itu pasti sedang mengejek nya sekarang, lantaran dia menunjuk kan ke cemburuan nya.
"Awas kamu!!"Ancam Mira, kali ini dengan nada pelan.
Dia lalu pergi mendekti kedua sahabat nya yang sedang menunggu nya, Radit mengikuti nya dari belakang dengan mengulum senyum nya.
****
Perjalanan menuju lokasi hiking sangat lah panjang. Lantaran cuaca yangnlagi turun hujan, banyak para oemotor yang berlomba - lomba mendahului kendaraan lain sehingga jalanan jafi macet.
Tapi kondisi ini nggak ngbuat semua peserta hiking jadi bete, mereka malah asyik bernyanyi - nyanyi.
"Mir, mau coba nggak?" tanya Keisya menawar kan Mira lipstik baru yang baruan di pakai nya. Sejak tadi dia sibuk memoles wajah.
"Kei, emang siapa sih ya g lagi lo caperin??" Tanya Mira penasaran. Dia nggak minat sama sekali untuk berdandan untuk saat ini.
"Hihi..." Keisya malah terkikih.
"Dihhhhh serem nih anak" Mira menoleh ke belakang, Melihat Tiara yang lagi asyik nyanyi - nyanyi bareng anak - anak yang lain.
"Udah dandanan nya, gabung sama yang lain yukk!" Ajak Mira.
Keisya mengangguk, lalu mereka berdua bernyanyi - nyanyi sambil bertepuk tangan. Suasana semakin meriah tatkalah, Beno, senior yang di kenal paling jenaka itu melantunkan sebuah lagu traditional padang.
Walau kebanyakan nggak ada yang ngerti arti dari bahasa padang itu, tapi logat yang jauh berbeda dengan bahasa indonesia, membuat semua tertawa geli.
Di tambah lagi, Beno ngebawain nya dengan penuh penghayatan
__ADS_1
Oi Jawinar.., Jawi Jawi
Ondeh Jawinar oi
Tajadi juo apo nan Den takuikkan
Dulu kau cinto, kini kau tak ajan
Aden bacampaan
.
Malam minggu ka patang ko
Aden apel ka rumah kau
Hei jan kan pintu, pintu nan ka dibukak
Tapi Abak kau tagak macik palakak
Langkah Den baserak
.
Lah Den umbuak, Den umbuak Abak kau jo godok pisang
Lah Den bujuak, Den bujuak Amak kau jo paragede kantang
Tapi nyo bakato,
Aden tatilantang..
.
Lah kau karuak, kau karuak saku Den sahinggo licin
Lah kau daruak, kau daruak pitih Den dek arok kawin
Tapi apo balehnyo,
“Sampai disiko se lah hubungan kito Da”, kecek kau ndeh
Teganyo dikau Nar ee…
.
Hai abih tandeh parak sipadeh
Nan jo parak langkueh
Kito ka kawin lah tau urang sa-RT
Tapi kini ko, kau pai jo anak juragan tempe
Hati Den paneh.., paneh hati Den ha!
__ADS_1
.
Raso putuih ka putuih tali jantuang ko
Alah hanguih lah hanguih dado Denai ko
Tapi kau bakato,
“Sory yo Da, Uda bukan tipe pria idamanku”,
Hampia Den gilo
.
Lah baratuih baratuih baratuih dukun maubek
Lah baribu baribu baribu tawa nan lakek
Nan panyakik di badan,
Di ubek kapalo paruik sakik, di ubek paruik pinggang sakik,
Ondeh Jawinar...
(Yang tau lagu nya, yuk nyanyi bareng...😅)
****
"Hay, Dit" Clara tiba - tiba muncul di deoan Radit.
"Kamu mau makan?" tabya nya. Radit mengabaikan nya dan malah dia berlalu begitu aja. Clara nggak mau menyerah, dia mengikutu Cowok itu dari belakang sambil mengedipkan mata nya pada teman nya ya g sudah lebih dulu masuk kedalam kantin.
Merasa di ikuti, Radit pun berhenti dan membelik kan tubuh nya menhadao Clara.
"Lo mau apa sih? Harus berpaa kali sih gue bilang kalau di antara kita itu, udah nggak ada apa - apa bahkan untuk sekedar untuk bertemn saja itu rasa nya tidak mungkin." kata Radit menegaskan.
bukan Clara namanya kalau sampai dia benar-benar mengikuti kemauan Radit. dia malah memegang tangan cowok itu dan lagi-lagi berkata,
" Aku juga udah berkali-kali minta maaf dan aku nggak akan pernah berhenti sampai kamu mau maafin aku"kata Clara kekeh dengan pendirian nya.
Radit menghembuskan nafas dengan kesal. gara-gara Clara, mereka jadi diliatin orang-orang yang pada saat itu sedang duduk di kantin. rasanya sangat jenah jadi pusat perhatian terus, apalagi untuk hal yang dia nggak suka sama sekali.
" Stop, Clar. Ini bukan hal yang bisa lo paksain. Gue, nggak akan pernah bisa menerima lo dalam hidup gue, nggak akan" saat Clara hendak menjawab, Radit langsung memotong nya sambil menunjuk wajah Clara.
"Kecuali kalau lo bisa hidupin kembali sahabat gue!!"seru Radit.
Clara terdiam, itu hal yang nggak akan mungkin bisa saya lakukan meskipun ia sangat ingin. syarat yang dengan arti lain adalah memang nggak akan ada kesempatan untuknya bisa dekat lagi dengan Radit kayak dulu dia pun membiarkan Radit pergi, ia menatapnya dari kejauhan dengan putus asa yang sangat mendalam.
"Udah ah, lo harus sabar, batu sekalipun masih bisa dipecahin kok. tenang aja lu Percaya deh sama gue."
sahabatnya memberikan dorongan dan semangat pada Clara. Dia mengajak Clara keluar dari kantin sebelum mereka jadi buah bibir di sana.
Setiap sepak terjang senior, akan menjadi bahan omongan yang paling mengasyikkan untuk para Junior tentunya.
Stidaknya itu cara mereka untuk balas dendam dari penindasan yang selama ini diterimanya saat Ospek kemarin.
__ADS_1
tbc