
Sadar telah di kerjain, Keisya dan Tiara pun langsung merengut.
"Hahaha..." Mira masih tertawa dengan gelinya. Tanpa mereka sadari ada sebuah tangan yang menutupi matanya dari belakang.
Mira meraba tangan itu, terasa halus namun kekar. Dia nggak perlu menebak, dia yakin kalau itu adalah tangan Radit.
"Dit..." panggil Mira sambil melepaskan tangan itu dari mata nya. Dan....
"Hay!.."Nathan berdiri tepat di beakanh Mira.
Jantung Mira berdetak cepat, bukan karena guvup melainkan takut. Dia nggak nyangka Nathan seberani itu menyentuh nya.
Wajah Keisya dan Tiara pun cemas, di sekolah ini, nggak banyak yang tau kalau Mita itu udah nikah sama Radit. Kalau pin berita itu sempat beredar, tapi rata - rata nggak ada yang percaya dan hanya menganggap itu hanya sebuah gosip.
Nathan dengan santainya duduk di samping Mira, dekat sekali. Senyuman nya jelas menunjukkan kaau ketua OSIS yang di idolain banyak cewek itu sedang naksir sama Mira.
"Emm, hay..." sapa Mira, kaku. Mira memberi isyarat melalui lirikan matanya pada Keisya dan Tiara, ia menanyakan bagaimana ia harus menghadapi Natha. Terlebih gimana Kalau sampai Radit disitu?
"Nathan,lo nggak sibuk emang? Biasanya ngurursin OSIS sampai lupa waktu."tanya Tiara. Sedikit basa - Basa basi dan berbau pengusiran.
"Sekarang ada yang lebih menarik dari pada OSIS"jawab Nathan.
Matanya mengarah ke Mira yang artinya, sesuati yang lebih menarik itu adalah MIRA
Mira, Keisya dan Tiara pun saling pandang.
"Wahhh, ternyata sekarang selain suka buku, lo juga udah suka cewek juga ya?.." Goda Keisya. Dia berusaha untuk memecahkan keheningan.
"Haha..." Nathan tertawa
"Astaga!" Mira menepuk jidatnya. Ketiga orang itu langsung menoleh padanya.
"Kita kan ada tugas sekolah dari Bu Maya kalian lupa ya?." tanya Mira pada Keisha dan Tiara.
"Tugas apaan ?perasaan..."
Keisha langsung menginjak kaki Tiara dari bawah meja. dia keki banget karena sahabatnya yang satu itu loh Lah alias loading lama banget. Udah jelas - jelas Mira berusaha mencari alasan untuk pergi dari situ.
" Oh iya, iya, iya, Iya ada tugas." Tiara merespon dengan cepat. Walau responnya ini terlihat sangat kaku dan terkesan berbohong.
"Mau dibantuin?" tanya Nathan menawarkan dirinya.
"Eh nggak usah, kita bisa sendiri kok." jawab Keisya dengan cepat.
"Yuk Guys kita ke kelas!" saat Mira hendak berdiri, Nathan menahan tangannya. Jantung Mira berdetak gak karuan. aduh Nathan mau apa sih?..
"Ntar malam jalan yuk?" ajak mantan tanpa basa-basi kepada Mira. Mira menggigit bagian bawah bibirnya iya mencoba untuk tenang.
"Nathan Maaf gue..." belum selesai dia bicara ya udah melihat sosok Radit berdiri tepat di depan pintu masuk kantin.
__ADS_1
Radit menatap tajam sekarang Ira dan Nathan. Jelas dia marah, tangan istrinya sedang dipegang oleh cowok lain, Lalu dia pergi begitu saja.
Melihat hal itu, Mira langsung refleks menepis tangan Nathan. Tanpa banyak bicara, dia berlari keluar dari kantin, mengejar Radit.
****
"Radit.... Tunggu!" panggil Mira
Radit seolah tuli ia mengabaikan panggilan Mira.Sesampainya di kelas, Radit mengeluarkan earpone dan memasangnya di telinganya dengan volume full.
Mira masuk ke dalam kelas, ia bersyukur keadaan kelas saat ini sedang sepi. Ia menghampir Radit.
"Radit, gue bisa jelasin semuanya..." kata Mira.
"Gue mohon jangan salah paham dulu." katanya lagi.
Radit tak bergeming, ia masih tetap pada posisinya dan menutup matanya.
"Dit.." Mira menyentuh lengan Mira, Radit menepis tangan Mira.
"Sayangggggh..."teriak seseorang di depan pintu jeals. Mira menoleh kearah pintu dan melihat Rara sedang berdiri di sana.
Rara menghampiri Radit dan Mira, ia mendudukkan dirinya di kursi depan meja Radit.
"Sayang, kamu kok disini? Kita ke kantin yuk!" ajak Rara memegang tangan Radit.
Radit tidak bergeming, dia sungguh malas bertemu dengan cewek itu.
"Elo apa - apaan dih.."bentak Radit tak suka.
"Yuk kita ke kantinnn..." rengek Rara.
Radit sejenak menatap Mira yang sedang berdiri di samping mejanya.
"Hmmm.. Ayo!" jawab Radit, beranjak berdiri dan berlalu begitu saja meninggalkan Mira yang masih diam mematung di tempatnya.
"Minggir elo" kata Rara yang dengan sengaja menyenggol bahu Mira.
Mira menatap Rara kesal, ia tidak menyangka kalau Radit akan tega mencueki nya seperti ini.
"Apa dia marah?" gumam Mira.
****
Sepulang sekolah Mira langsung menuju ke kamarnha, dia tidak menemukan Radit di rumahnya.
"Kemana dia? Kenapa dia belum pulang? Bukannya tadi dia sudah pergi meninggalkan sekolah." gumam Mira, begitu banyak pertanyaan di benaknya.
"Aish.. Semua ini karena Nathan.." katanya gusar.
__ADS_1
Mira berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan sekalian mengganti pakaiannya.
Setelah selesai bersih - bersih, Mira mengecek ponselnya, lalu ia keluar kamar untuk mencari Radit, apakah suaminya itu sudah pulang atau belum.
"Udah jam 3 kenapa dia belum pulang juga, apa dia pergi main dulu sama teman - teman nya." gumam Mira
"Yaudah deh, gue masak dulu aja, sambil nungguin dia pulang."kata Mira, ia berlalu menuju dapur.
"Masak apa ya? Hm...."Mira memikirkan makanan apa yang akan di masaknya.
"Bikin bakar ayam madu aja kali ya." katanya.
Mira mengeluarkan semua bahan - bahan yang di butuhkannya untuk membuat ayam bakar madu.
Sekitar satu jam Mira habis kan waktu untuk memasak di dapur, ia juga tidak lupa membersihkan dapur dan sekitarnya. Setelah perkerjaan nya selesai, Mira pergi ke kamar dan mulai memainkan ponselnya.
****
Jam 8 malam Radit pulang kerumahnya, ia tanpa banyak bicara langsung masuk kedalam kamarnya yang berada di sebelah kamar utama mereka.
Mira yang mendengar suara pintu kamar Radit terbuka kemudian di tutup kembali, dengan cepat ia berlari ke kamar Radit.
Tok...Tok...Tok...
"Radit apa elu di dalam?"tanya Mira, namun tidak ada sautan dari dalam.
Tok... Tok... Tok..
"Radit..." dengan tidak sabaran Mira membuka pintu kamar Radit. Ia melihat Radit sedang berbaring di ranjang dengan masih menggunakan baju seragam sekolahnya.
"Gue teriak - teriak dari tadi dan ternyata elu enak - enak tiduran." protes Mira tak terima.
"Kalau elu cuma mau bikin rusuh jaa, mending keluar dehh, gue lagi nggak mood"seru Radit, yang masih menutup matanya.
"Gue mau jelasin masalah yang tadi, gue nggk mau ada ke salah paham lagi di antara kita." kata Mira.
"Nggak perlu, sekarang elu keluar aja!" suruh Radit
"Nggak perlu apa nya, jelas - jelas, tadi..."
"Aish... jangan salahin gue." potong Radit menarik tangan Mira, hingga cewek itu terjatuh di atas tubuhnya.
"Akhhh" teriak Mira.
Radit dengan cepat membalikkan posisi mereka, dan ia dengan kasar mulai mencium Mira, ia meluapkan semua amarah yang di tahannya tadi saat melihat Mira berpegang tangan dengan Nathan.
Mira yang merasa sudah ke habisa. napas pun mulai memukul - mukul bahu Radit, Namun cowok itu mengabaikannya dan dengan tenaga penuh Mira mendorong bahu Radit, hingga ciuman mereka terlepas.
"Elu mau bunuh gue!!" teriak Mira dengan napas yang tersengal. Radit tidak menjawab perkataan istrinyanitu, iamenatap mata Mira, dan mulai mendekatkan wajahnya kembali. Dia mencium istrinya kembali, tapi kali ini ia melakukannya dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
Mira yang awalnya terus meronta, akhirnya lama kelamaan ia pun mulai tersihir akan kelembutan yang di berikan oleh suaminya itu.
Tbc