
Mira cemas menunggu Radit, udah jam 3 pagi tapi semuanya itu belum juga pulang ke penginapan. Keisha dan Tiara yang tadinya ikut nunggu, malah tertidur pulas di atas sofa.
"Dit , Kamu ke mana sih? ponsel nggak aktif, ngabarin juga enggak, kamu ke mana sih sebenarnya?" kata Mira pada dirinya sendiri, dia mondar-mandir di depan pintu sambil matanya terus melirik ke arah jalan.
" key, arah, bangun dong!" Mira menggoyang-goyangkan tubuh kedua sahabatnya itu dengan kuat.
" Mir apaan sih? gue masih ngantuk ini?!" kata Keisha tanpa membuka matanya, Tiara Mala gak bergerak sama sekali.
Mira nggak bisa masak, wajar aja sahabat-sahabatnya itu mengantuk, karena ini sudah hampir pagi.
"Gue nggak bisa nungguin di sini, gue harus cari dia." tanpa pikir panjang, Mira mengambil tas selempangnya dan dia langsung keluar dari penginapannya tanpa pamit keoada kedua sahabatnya itu.
Mira nggak tau harus ke mana, tapu dia harus melakukan sesuatu, dia nggak bisa diam di rumah, menunggu begitu saja dengan hati yang tak tenang.
"Kayaknya gue balik lagi aja deh, ke tempat terakhir gue ketemu dangan Radit tadi aja,siaa tau ada petunjuk nya."kata kayla.
Sepanjang jalan yang seoi dan sedikit gelap nggak membuat Mira takut. Rasa cemasnya jauh lebih besar. Ini Bali, bukan Jakarta yang setiap tikungan jalan udah sangat di hapalnya
"Dit, please..." Mira terus mencoba menghubungi Radit, namun ponsel cowok itu tetap nggak aktif.
" Pak, Pak maaf permisi, Saya mau tanya sesuatu." Mira menghentikan seorang bapak tua yang sepertinya petugas pengertian kota.
"Iya?"
"Bapak lihat cowok ini nggak?" Mira menunjukkan foto Radit di ponselnya pada bapak itu.
"Fia suami saya Pak"kata Mira
bapak itu nampak berpikir, tapi akhirnya menggeleng." sepertinya Bapak tidak lihat. ini masih pagi Nak, jadi nggak mungkin ada orang yang jalan-jalan jam segini." kata bapak itu.
Dari logat bapak itu berbicara, Mira tahu bapak itu pasti orang Jakarta."Emmm.... Bapak gak lihat ya." Wajah Mira kembali murung. Dia nggak tahu harus nanya ke siapa lagi, karena emang jalanan masih sangat sepi.
"Memangnya suami kamu kemana?" tanya bapak itu.
__ADS_1
"Emm... semalam kami terpisah di simi pak. Kebetulan kamu berdua lagi liburan di sini" jawab Mira
"Wah - wah, aneh juga ya. Jarang ada orang yang tersesat di daerah sini. Kalaupun iya, tinggal tanya ke orang-orang asli sini pasti akan tahu dimana penginapan kalian."ucap bapak itu
Mira juga berpikir seperti itu, gak mungkin Radit nyasar." Iya Pak, Mungkin dia lagi ke suatu tempat. ponselnya juga nggak aktif jadi nggak bisa ngabarin saya." kata Mira.
bapak itu tersenyum." ya sudah, kamu sebaiknya nya pulang ke penginapan. tunggu di sana saja, ini masih sangat pagi, jadi percuma kalau mau cari juga susah." saran bapak itu kepada Mira.
Mira tersenyum , bapak tua itu pun pergi dari situ .
"Makasih Pak !" teriak Mira . Bapak itu menadahkan tangannya sebagai jawaban ucapan Mira.
Di penginapan, Keisya dan Tiara cemas memikirkan Mira yang tiba-tiba menghilang saat mereka bangun. Mereka langsung menyesal karena nggak bisa nahan kantuk untuk nemenin Mira.
"Duhhhh, Mira kemana sih?" Keisya mondar-mandir di depan pintu, persis seperti Mira saat menunggu Radit tadi.
"Ditelepon nggak aktif, semalam yang hilang Radit, sekarang Mira juga ikut hilang.Duhhh" Tiara juga ikut cemas.
saat mereka berdua sedang sibuk dengan kecemasannya masing-masing, tiba-tiba Radit muncul sendirian, Icha dan Tiara langsung menyerbu nya.
Radit langsung bereaksi saat mendengar Mira yang gak ada di sana. "Kalian berdua nggak tahu dia kemana?"
"Kalau kita tahu, kita nggak mungkin cemas kayak gini. Kita tuh ketiduran waktu nemenin dia nungguin loh, tapi pas kita bangun ya Udah nggak ada." kata Tiara menjelaskan.
Radit langsung berbalik dan berniat keluar mencari Mira. Tapi istrinya itu kembali dengan wajah yang sangat lelah.
" Mira, kemana aja sih, kok main hilang-hilang aja sih?" kata Tiara sambil memeluk Mira, dia sungguh sangat cemas dengan sahabatnya itu.
Mira menoleh pada Keisya, tapi matanya lebih dulu menangkap ssok Radit yabgs edang menatapnya.
"Kamu pulang? Kamu kemana aja sih? Kenapa nggak hubungun aku? Kenapa buat aku khawatir dan cemas sampai aku rasanya mau mati!" bentak Mira, dia sangat marah pada Radit.
"Maaf Mir, aku..."
__ADS_1
"Kamu tuh harusnya pikirin aku, aku cemas mikirin kamy!!"air mata Mira mengambang di pelupuk matanya.
Radit berajaln menghampiri Mira dab langsung memeluknya, dia merasa sangat mebyesal. "Maaf, maaf kan aku. Aku janji nggak bakalan lakuin ini lagi, aku minta maaf..."
Mira akhirnya menangis, selain rasa cemasnya yang akhirnya menghilang, kekuatannya pun nyaris runtuh. Terjaga semalaman sampai pagi, membuatnya sangat letih, kepalanya sampai sakit.
Keisya dan Tiara nggak mau mengganggu. Mereka bersua udah ngacir entah dari kapan, tau - tau udah nggak ada di sana lagi.
"Yok kamu tidur aja ya, kamu kayaknya capek banget."Radit mengendong Mira . Dia mmbawa istrinya itu ke atas tempat tidur.
Mira menatap Radit, cowok itu juga sedang menatapnya sekarang. Tapi tidak.... Hanya mata Radit yang terlihat sedang menatap, tapi pikirannya entah berada di mana. Mira tahu, Radit sedang menyembunyikan sesuatu darinya dan pasti itu adalah hal yang sangat besar.
"Dit," panggil Mira dengan lembut.
Radit seperti bangun dari mimpi nya, ya jangan kaget akan panggilan dari Mira.
"Tidur ya....." katanya. Lalu pergi gitu aja setelah mendaratkan kecupan hangat di kening Mira.
Mira jadi nggak bisa tidur dibuatnya, hatinya gelisah, dia nggak tahu kenapa kehadiran wanita asing itu sangat mengusik dirinya. Dia pengen banget tau siapa wanita itu dan bagaimana sampai dia bisa kenal sama Radit. Dan ada satu hal yang jauh lebih besar, sesuatu yang terasa aneh di antara Radit dan cewek itu, dan itu Entahlah dia juga tidak tahu apa...
****
Hari terakhir di Bali...
Mira Radit, Tiara dan Keisha duduk di ruang tunggu Airport. karena pesawat mereka sedang nilai selama 2 jam, Jadi mereka pun menghabiskan waktunya dengan membeli banyak cemilan, foto-foto serta bercanda.
"Dit, tadi beli air mineral nggak?"tanya Mira.
Radit mengacak - acak isi plastik cemilan yang di belinya tadi. "Nggak ada Mir, lupa" kata nya setelah itu.
"Aku beliin dulu ya" Radit pun berdiri, dia tau kalau Mira sangat suka minum air mineral.Karena terlalu tergesa - gesa, sampai tiba -tiba...
BRAK!!!!
__ADS_1
Tbc