
Radit pun berlalu pergi mengikuti Serena, berdasarkan info dari Serena. Dia pernah melihat Mira di suatu tempat, tapi dia tidak bisa mengatakan dia mana tempat nya kepada siapa pun, maka nya dia mengajak Radit langsung ke tempat nya.
"Lo yakin, tau di mana Mira berada?" tanya Radit saat di perjalanan.
"Elu nggak percaya sama gue? Udah ikut aja dan jangan banyak tanya."seru Serena.
Radit pun hanya bisa menuruti perkataan teman nya itu. Meski dalam kepala nya berkecamuk berbagai macam pertanyaan.
"Ngapain kita kesini?" tanya Radit ketika Serena menghentikan mobil nya di sebuah restoran.
"Elu lihat kedepan!" suruh Serena, Radit pun mengikuti perkataan Serena. Betapa kaget nya dia saat melihat istri nya yang selama ini di cari dan di tunggu nya sedang berjalan bersama lelaki yang sangat amat di kenali nya.
"Yoga?"gumam Radit yang mulai emosi
Serena menahan tangan Radit ketika ia akan turun dari mobil.
"Lepas!!" seru Radit.
"Apa elu sudah gila bikin ke ributan di sini, diam dan tahan lah emosi elu sebentar!!!" kata Serena.
Radit menghela napas berat, dada nya sungguh terasa sesak saat melihat Mira sedang berjalan bersama pria kelar dari restoran dan mereka pun masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi meninggal kan tempat itu.
Serena menghidupkan mesin mobil nya kemudian mengikuti mobil pria yang sesang membawa istri nya itu.
Jantung Radit serasa berdebar tak karuan membayangkan apa yang akan terjadi selanjut nya.
Hati Radit semakin tak karuan ketika mobil yang membawa istri nya itu memasuki halaman sebuah hotel . Wajah Radit terlihat sedang menahan amarah yang siap meledak kapan saja.
Serena menolak untuk turun ketika dia sudah menghentikan mobil nya di depan mobil tersebut. Serena tidak mau berada di situasi yang tidak kondusif seperti ini.
"ayo turun!!"Radit menarik paksa tangan Serena untuk turun.
"Gue nunggu di mobil aja." jawab Serena
"TURUN!! " Radit menarik tangan Serena kasar, sehingga gadis itu terhuyunh nyaris jatuh.
"Iya. iya gue turun... Nggak usah kasar juga kali, jadi nyesal pula gue kasih tau ke elo, info tentang di mana Mira kalau tau..." Serena menepis tangan Radit kasar.
__ADS_1
"Elo sebagai pemberi info harus bertanggung jawab dan gue saat ini sangat membutuh kan elo untuk gue jadiin saksi." seru Radit.
Dengan terseok - seok Serena mengikuti langkah Radit menuju meja resepsionis.
Seseorang wanita di meja itu menyambut mereka dengan senyum ramah nya.
"Ada yang bisa saya bantu?.."tanya wanita itu.
Radit menanyakan kamar hotel atas nama istri nya, setelah di cek ternyata tidak ada yang memesan kamar atas nama Mira.
Radit terlihat bingung, jelas - jelas ia melihat istri nya dan pria itu masuk ke hotel ini. Tidak mungkin ia membuka satu - persatu setiap kamar di hotel ini yang jumlah nya ratusan hanya untuk mencari keberadaan istri nya itu.
"Mungkin di pesan atas nama orang lain"ucap wanita itu.
"Hmm... Coba cari atas nama Yoga sanjaya." ucap Radit lagi.
Wanita itu pun mencari kamar atas nama Yoga Sanjaya seperti yang di kata kan oleh Radit barusan.
"Atas nama Yoga Sanjaya di kamar 174"ucwp wanita itu setelah mengecek data - data yang ada di komputer nya.
"Terima kasih." ucap Radit.
"Elo kenapa sih, tiba - tiba kasar gini ke gue? Pada hal tadi elu nggak kaya gini?" kata Serena tak terima.
Bukan nya menjawab, Radit hanya diam membisu. Dalam pikiran nya sekarang hanya di penuhi oleh berbagai pertnyaan mengenai istrinya, ia tak sempat untuk memikirkan untuk menjawqb pertanyaan dari Serena.
Radit kembali menarik tangan Serena ketika pintu lif terbuka. Radit menekan tombol 4. Tak lama mereka pun sampai di lantai empat.
Serena mengikuti langkah Radit dengan terseo - seok, beberapa kali gadis itu terjatuh tifak mampu mengikuti langkah kaki Radit yang panjang dan cepat.
"Gue tunggu di sini aja ya..."cicit Serena, Radit menghentika langkah kaki nya dan menatap tajam teman nya itu.
"Iya iya.."Serena sungguh merasa tak enak nanti pas Mira tau kalau dia yang memberi tau kan keberadaannya kepada Radit.
Jantung Radit kembali berdebar sangat kencang ketika mereka sampai di depan pintu kamar 174 . Ya Tuhan... Semoga istriku tidak melakukan hal yang tidak aku ingin kan, batin Radit.
Radit langsung mengetuk pintu, setelah agak oama seorang pria membuka kan pintu.
__ADS_1
"Radit, elo?.... Serena?" Yoga langsung panik begitu melihat keberadaan pria itu.
"Mana istri gue?!" Radit langsung mendorong Yoga dan memaksa untuk masuk.
Keributan pun tak bisa di hindari ketika Radit melihat istri nya sedang duduk di sofa kamar hotel.
"Ra-dit" kata Mira kaku, ia langsung berdiri dari duduk nya.
"Rena.."lanjut nya saat melihat gadis itu berdiri di belakang Radit.
Serena berjalan menghampiri Mira." Gue bener - benar nggak tega lihat dia." cicit Serena.
"Haist... Kenapa elu...."
BUGH
Mira dan Serena tidak bisa berbut apa - apa ketika Radit menyerang laki - laki yang bersama istrinya itu dengan membabi buta.
Di tengah kepanikan, Mira masih bisa berpikir jernih. Entah mendapat kekuatan dari mana ia tiba - tiba menrik tubuj Radit membawa pria yang sedang tebakar amarah itu, keluar dari kamar hotel itu.
Sementara Serena segera melihat keadaan Yoga yang sudah tergeletak tak berdaya di lantai.
Sesampai nya di luar di depan mobil Serena, Radit menepis tangan Mira. Dia menatap istri nya itu dengan tatapan tajam.
"Kenapa? Kenapa harus sama dia?" tanya Radit.
"Aku capek pengen pulang..." kata Mira
"Ini kunci mobil nya..."kata Mira menyerahkan kunci mobil Serena yang tadi sempat di minta nya. Radit melihat Mira yang masuk ke dalam mobil.
Di perjalanan.
Radit melirik Mira yang tampak diam membisu, mata nya terlihat kosong. Radit tak tau istri nya itu kenapa. Bukan kah seharusnya dia yang marah, tapi ini kenapa Mira yang marah.
Sesampai nya di rumah, Mira langsunh masuk ke dalam rumah. Mira sama sekali tidak menyapa atau pun berbicara sedikit pun dengan Radit.
Radit hanya bisa diam menatap istri nya itu, dia tidak tau bagai mana dia harus bersikap. Sebenar nya masih ada rasa kecewa yang Radit rasa kan saat melihat Istri nya sedang berjalan dengan pria lain dan apa lagi saat ia menemukan Istri nya itu sedang dalam kamar hotel bersama pria itu.
__ADS_1
Meski pun Radit tau kalau istri nya itu tidak mungkin berbuat di luar batas kewajarannya.
Tbc