MBOK AYU

MBOK AYU
Penyelamatan putera mahkota


__ADS_3

"Bereskan sampai ke akarnya dan jangan sampai meninggalkan jejak! jangan sebut namaku jika kalian tertangkap atau keluarga kalian yang akan menjadi korban selanjutnya! aku akan menjamin keluarga kalian jika misi ini berhasil! tak ada kata gagal dalam kamus ku! cari putra mahkota sebelum ia kembali ke istana! tangkap dia hidup atau mati! Apa kalian mengerti?!"


"Mengerti yang mulia, akan kami laksanakan segera! mohon maaf atas kegagalan kami, kami pastikan kali ini kami pasti akan berhasil!"


...****************...


"Ganti sekarang pakaianmu!"


perintah Pangeran Satria kepada Neneng.


"kenapa?!"Tanya Neneng polos.


"Mereka akan mencarimu bodoh! jika sadar kaulah yang sudah mengalihkan perhatian mereka!"Jawab pangeran Satria sambil menoyorkan kepala Neneng.


Neneng segera membuka wig nya dan terurai lah rambut nya yang hitam pekat sebahu itu, kedua pangeran yang melirik nya dengan ekor mata mereka, kedua nya cukup terpana dengan kecantikan Neneng yang sederhana dan natural namun tetap mempesona.


Dia terlihat menggosok lipstik nya yang merah merona sehingga nampak samar berwarna bibir,dia juga mengelap wajah nya yang penuh bedak tebal hingga nampak lebih menonjolkan kecantikan aslinya.


Neneng membuka jaket kulit yang sedari tadi ia gunakan, kini ia hanya memakai kaos oblong berwarna putih, sepatu boot nya juga ia buka dan di ganti dengan sepatu kets yang tersedia di samping nya.


Kedua Pangeran berpura-pura tidak memperhatikan Neneng, namun sebenarnya mereka cukup terganggu dengan setiap gerakan yang dilakukan Neneng barusan.


Tiba tiba saja sebuah mobil patroli mencegat mereka untuk segera berhenti.


"Kanda, bersiaplah!bisa saja mereka adalah komplotan musuh kita!"Ucap pangeran Satria sambil menepikan mobilnya.


"Ikat rambut mu,dan gunakan kacamata ini!"katanya lagi sambil menyodorkan kacamata baca tebal kepada Neneng.


"Selamat sore pak!bisa kita melihat tanda pengenal kalian, SIM dan surat kendaraan anda!"Tanya petugas patroli tersebut begitu Pangeran Satria membuka kaca mobilnya.


Tanpa mengatakan sepatah katapun pangeran Satria pun memberikan identitas palsu mereka.


Namun ada yang mereka lupakan, wig milik Neneng yang berwarna pirang terlihat oleh petugas patroli tersebut.


Dia nampak menoleh ke arah kiri nya dan tiba tiba saja.


"Bughh!ckiiiitt!"

__ADS_1


Mobil yang ditumpangi kedua Pangeran juga Neneng di tabrak begitu saja dari belakang oleh mobil Barakuda, mobil mereka di seret terus ke depan hingga berada di tepi tebing yang begitu dalam,namun sedikit terhalang pagar pembatas jalan tersebut memang terkenal dengan jalur mautnya karena memiliki tebing yang curam hampir di sepanjang perjalanan.


"Astaghfirullah! bagaimana ini?!Ya Allah tolong hamba mu ini ya Allah!Aku masih memiliki hutang yang banyak dan ingin bertemu adik ku dulu!"Teriak Neneng begitu panik.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang Tria?!apa mobil ini akan hancur jika jatuh ke dalam sana!?"Putera mahkota juga terlihat ketakutan sambil melihat ke belakang.


"Aku juga tidak tahu! Mobil ini hanya di desain anti peluru, entah lah jika terbentur yang lain nya!"Jawab pangeran Satria, dia tetap tenang meskipun sebenarnya ia cukup takut juga.


"Saat atap mobil ini terbuka, segera tekan tombol merah di sisi kanan kalian!itu adalah alat pelontar otomatis, kita akan terlempar jauh ke udara, setelah itu kalian tekan tombol yang berada tepat didekat ibu jari kalian itu,itu adalah parasut yang akan menerbangkan kita! kalian siap!?"Kata pangeran Satria memberi arahan.


"Tidak! tunggu, tunggu!Aku belum pernah terbang sebelum nya!Aku tidak siap sama sekali!"Bantah Neneng semakin panik.


"Terserah kau mau ikut atau tidak, atau kau mau terjatuh ke bawah sana dan hancur lebur menjadi abu?!"Kata pangeran Satria tidak peduli.


"Aku akan memegang mu ,dan kita akan terlempar berdekatan, kamu tidak usah takut dan percaya saja kepada ku oke!?"Kata putra mahkota menenangkan Neneng,dia berpindah duduk ke belakang Neneng dan memegang lengan nya dengan erat.


Mobil mereka semakin terseret ke tepi tebing hingga membuat pagar pembatas pun hancur berantakan.


"Bersiaplah!satu dua tiiigaaa!"


Teriak pangeran Satria memberi aba-aba.


Pangeran Tirtayasa menekan tombol milik Neneng terlebih dahulu karena Neneng terlihat panik,lalu menekan tombol miliknya, mereka terlempar jauh ke atas sana dan entah akan mendarat dimana.


Terdengar suara tembakan yang semakin menjauh, mereka tak dapat mengenai sasaran karena ketiga target mereka sudah jauh melesat ke angkasa.


......................


"Apa ?! kalian gagal lagi?! bagaimana ini bisa terjadi? percuma aku membayar mahal kalian! dasar tidak berguna!"


"Ampun yang mulia! mereka terlontar jauh ke angkasa begitu kami menyeret nya dengan mobil Barakuda , bahkan kami sudah berusaha menembaki mereka, namun kami tidak berhasil!"


"Mereka bertiga katamu?! siapa yang bersama Putera mahkota!?"


"Mereka adalah Pangeran Agung Satria dan satu lagi seorang wanita yang tidak kami kenali Yang Mulia! hamba sudah berusaha mencari tahu,tapi masih belum pasti! Pangeran Agung Satria memang selalu memiliki banyak bawahan yang ia latih khusus untuk pengawalan pribadi putra mahkota!"


"Anak itu memang selalu menjadi pelindung bagi Kakak nya! seharusnya dari dulu aku lenyapkan saja dulu dia ketika dia berada di luar istana! Sekarang dia semakin berkembang dan menjadi bayangan Putera mahkota!Sial! Putera mahkota seperti memiliki sembilan nyawa, sejak dia lahir selalu sulit untuk melenyapkan nya!"

__ADS_1


"Beri kami kesempatan Yang Mulia, pasti suatu saat kami akan berhasil dan menyelesaikan misi ini! Kita akan selalu menggunakan kesempatan yang ada dan setia kepada Yang Mulia!"


"Tentu!Akan ada banyak waktu untuk melenyapkan keturunan Ratu Mayang Arum rendahan itu!Akan lebih mudah jika mereka berada di dalam istana! untuk itu biarkan saja mereka masuk ke dalam istana dan Aku sendiri yang akan membuat rencana untuk melenyapkan mereka sampai ke akar-akarnya, seperti dulu aku melenyapkan keturunan Raja terdahulu dan membuat Raja Tirtajaya naik tahta hingga sekarang! Kenapa tidak untuk sekarang juga,Aku mampu melakukan apapun demi ambisi ku! bahkan para pangeran Agung terlihat sangat mudah untuk dilenyapkan! Hahahaha!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Begitu mereka bertiga berada di atas awan yang tinggi, Pangeran Satria terlebih dahulu menekan tombol parasut nya agar dirinya bisa terbang di angkasa dan mendarat dengan selamat.


Kemudian Putera mahkota pun menyusul mengeluarkan parasut nya ,dia juga menekan tombol milik Neneng dan mereka bertiga pun terbang bersamaan di angkasa.


Neneng terlihat masih panik dan ketakutan, matanya terpejam sambil meringis, padahal tangan Putera mahkota terus menggenggam nya dengan erat.


"Hey!buka matamu!di bawah sangat indah! lihat lah!"Teriak putera mahkota kepada Neneng.


Perlahan Neneng membuka matanya.


"Oh,,woh woh woh! tinggi sekali!Aku takut!"Jerit Neneng sambil merengek seperti hendak menangis.


Dia mempererat pegangan nya kepada putra mahkota.


Putera mahkota malah menertawakannya, melihat tingkah lucu Neneng dia merasa terhibur, dia lupa kapan tertawa begitu lepas setelah kehilangan orang yang paling dia cintai selama ini.


"Hei, lihat Aku! buka matamu dan tatap wajah ku!"Teriak putera mahkota lagi.


Neneng menggelengkan kepalanya cepat,dia masih belum berani.


"Ayo buka matamu! jangan melihat ke bawah dan percayalah padaku!"Putera mahkota meraih tangan Neneng dan memberi nya ketenangan.


Perlahan Neneng membuka matanya,dia tidak melihat ke bawah dan malah menatap wajah tampannya dari dekat, yang begitu memukau.


Dia tersenyum begitu hangat dan menyejukkan hati.


Neneng terus menatap wajah sang Putera mahkota, mereka saling beradu pandang satu sama lain.


senyum Putera mahkota perlahan memudar, mata nya tertutup dan tubuhnya mulai terkulai,dia pingsan bahkan masih berada di angkasa dengan parasut mereka.


"Hey! putera mahkota pingsan! bagaimana ini!? kita harus segera mendarat,,!"Teriak Neneng begitu panik nya.

__ADS_1


"Bahaya! penyakitnya kambuh bahkan sebelum mendarat! tak ada waktu lagi,aku harus melakukan pendaratan darurat!"


Padahal mereka masih berada tepat di atas hutan.


__ADS_2