
"Jika memang benar begitu cepat cari tahu dan cari bukti jika memang gadis itu adalah putri dari Patih Bimo! buktikan jika kau memang layak untuk naik tahta menjadi putra mahkota, Pangeran Duma!"kata Ibu Suri Agung menantang Pangeran Duma.
"kenapa kita tidak tangkap saja dia Nenek! kita paksa dia untuk buka suara!"Pangeran Duma yang tidak berpikir panjang mengutarakan pendapatnya. Lol
"itu adalah perbuatan sia-sia,aku rasa dia belum tahu tentang siapa dirinya yang sebenarnya! lakukan saja perintahku sebelum Pangeran Agung Satria mendapatkan buktinya terlebih dahulu!"
"Baik Yang Mulia!"
Kata Pangeran Duma sambil undur diri.
"Apa Yang Mulia benar benar akan menjadikan Pangeran Duma naik tahta menjadi putra mahkota!? Melihat dari perangai dan kemampuan nya, bahkan dia berada di bawah Pangeran Agung Satria.
"Hahaha,Apa kau pikir aku serius dengan itu?Aku hanya memanfaatkan ambisi dan kekuatan Menteri kiri saja, dengan begitu Aku akan mencapai puncak kekuasaan ku, siapapun Pangeran yang naik tahta,dia harus menjadikan ku wanita nomor satu di kerajaan ini, melebihi kekuasaan seorang Ratu!"
"Aku tidak tahu apa rencana mu yang sesungguhnya Yang Mulia!tapi yang jelas Pangeran Agung Tirtayasa kondisi semakin hari semakin membaik gara gara abdi dalem baru itu!"Kata tangan kanan Ibu Suri Agung.
"Singkirkan gadis itu dan kita nikahkan Putera mahkota dengan wanita pilihan kita, setelah itu putera mahkota harus berada di dalam genggaman tangan ku!"Ucap Ibu Suri Agung penuh ambisi.
"Apa kita tangkap sekarang gadis itu Yang Mulia!?"
"Kapan hari peringatan kematian tunangan Putera mahkota!?"Tanya Ibu Suri.
"Besok Yang Mulia!"
"Gantung gadis itu seperti kau menggantung Liodra di kamarnya besok!Aku yakin Putera mahkota tidak akan pernah bangkit lagi,dan dia akan menjadi gila seumur hidupnya! Hahaha!"
"Akan Hamba lakukan sesuai perintah Anda Yang Mulia!"
...----------------...
"Yu malam ini kita tukeran waktu sip ya,Aku ada urusan dulu malam ini,Aku ada janji sama seseorang!"Kata Sri sambil berbisik-bisik.
"Lo, kamu mau kemana Sri,kamu mau ketemu cowok ya!? bukan nya abdi dalem itu gak boleh ya,Sri?!"
Kata Neneng.
__ADS_1
"Suttt! jangan kenceng kenceng Yu!Aku tuh udah lama gak ketemu dia,sejak larangan menikah di berlakukan di lingkungan istana,kami para abdi dalem tuh sangat tersiksa Yu, tolong aku sekali ini saja ,ya,ya?!"Rengek Sri sambil memelas.
"Larangan menikah?!"Neneng baru mendengar istilah tersebut.
"Iya ,Yu, larangan menikah! sebelum Putra mahkota menikah kembali,kita para abdi dalem yang ingin menikah dilarang sampai putera mahkota mendapatkan putri mahkota untuk dia nikahi kembali! makanya Yu, kita tuh sengsara banget selama putera mahkota belum mendapatkan jodohnya kembali!"
Jawab Sri dengan rengekan yang penuh drama.
"Oh, gitu ya Sri!?"Kata Neneng,dia baru tahu ada peraturan seperti itu di dalam istana.
"Iyo Yu, makanya kamu tuh tolong bujuk Putera Mahkota agar mencabut larangan tersebut,agar aku bisa cepat menikah,gitu loh!"
"Iya,iya!Aku akan berusaha membujuk nya untuk segera menikah lagi,ya udah malam ini aku yang jaga di istana Putra mahkota,kamu boleh pergi asal jangan sampai larut malam Sri, ingat!kamu adalah seorang abdi dalem di istana,jadi jangan buat kerajaan ini malu , ingat loh!!"Nasihat Neneng.
"Iyo,iyo!bawel tenan kamu Yu!kayak nenek nenek aja! makasih Yo, jangan bilang bilang kalau aku mau keluar sebentar!"
"Iya,iya!sana pergi!"Kata Neneng sambil mendorong tubuh Sri.
"Eh tunggu, tunggu,Yu!Aku boleh minjem sepatu kamu yang ada motif bunga bunga itu loh, yang warna putih!boleh ya, boleh ya!?"Dasar memang Sri tak tahu malu.
"Sekali ini aja Yu!atau aku ta bilang bilang ke yang lain kalau kamu dapat hadiah sepatu dari Pangeran Agung Sat,,,!"
"Ya ampun Sri mulut mu itu ember sekali! Nyesel Aku kasih tahu kamu,ya udah,kamu boleh pinjem tapi sekali ini aja ya!?kamu cari aja di lemari kamar ku!"
"Yess! makasih banget Yu,kamu memang sahabat terbaikku,muach muachh!dah Ayu!!"Kata Sri sambil menciumi pipi kanan kiri Neneng lalu dia berlari dari istana Putra mahkota menuju kamar nya untuk bersiap siap.
"Dimana dia menaruh sepatu barunya itu,ya?!"
Sri yang berniat untuk meminjam sepatu milik Neneng mengobrak abrik isi lemari di kamar Neneng untuk menemukan nya segera.
"Nah ini dia!duh cantik tenan sepatu ini! Andai saja Aku yang mendapatkan hadiah seperti ini,dari seorang Pangeran lagi!duh bagja tenan hidup ku ini, ya Allah Gusti!bagus bener nasib mu Yu,Ayu!"celoteh Sri sambil memakai sepatu baru milik Neneng yang baru saja kemarin dibelikan oleh Pangeran Agung Satria sebagai hadiah saat mereka berjalan jalan bersama ke sebuah pasar.
Namun tiba-tiba dari arah belakang, seseorang berpakaian serba hitam dengan memakai penutup kepala masuk ke kamar Neneng dan menutup kepala Sri dengan menggunakan sebuah kain penutup berwarna hitam lalu membawa nya pergi entah kemana, tak ada yang mengetahui tentang kejadian tersebut sampai tengah malam pun Sri tak kunjung kembali.
"Yang Mulia! Kenapa akhir akhir ini Yang Mulia tidak pernah datang mencari ku?!Apa Yang Mulia sudah melupakan ku!? Jika begitu Aku bisa pergi dengan tenang Yang Mulia, sampai kapan pun Aku akan selalu mencintaimu! Namun sebelum Aku pergi, aku akan meminta satu Yang Mulia, lupakan tentang kematian ku,dan mulailah hidup dengan tenang, hanya itu satu satunya cara agar kau hidup dengan bahagia tanpa bayangan dariku ,Yang Mulia!"
__ADS_1
Ucap Liodra di dalam mimpi Putera mahkota, bersamaan dengan itu bayangan nya semakin memudar dan menjauh.
"Tidak Liodra, tunggu!Aku ingin menanyakan sesuatu! siapa yang sudah membunuhmu? jika kau mengatakan nya, aku berjanji akan ikhlas melepaskan mu!"Teriak Putera mahkota, namun Liodra tak menggubrisnya dan bayangan akhirnya benar benar menghilang di telan kabut putih .
"Liodra, Liodra! tunggu, jawab pertanyaan ku dulu, jangan pergi, Liodra!"Teriak Putera mahkota, kemudian ia terbangun dari tidur nya dengan keringat yang bercucuran membasahi dahinya.
Putra mahkota pun dibuat terkejut dengan sosok Neneng yang duduk tepat di samping nya sambil duduk terkantuk-kantuk.
"Sedang apa kau disini?! bukannya kau bilang malam ini kau libur?!"
Tanya putera mahkota sambil membenahi tempat duduknya.
"Saya mengganti teman saya yang izin malam ini Yang Mulia,lalu saya mendengar Anda mengigau dan saya pun langsung masuk kesini untuk menemani Anda!"
Jawab Neneng sambil menguap, ia tak tahan lagi menahan rasa kantuk nya yang mendera.
"Hanya ketika kau berada di sampingku aku bisa tidur dengan nyenyak, malam ini aku bermimpi Liodra datang untuk berpamitan dan dia bertanya kenapa aku tidak pernah mencari nya lagi,namun ketika aku bertanya siapa yang membunuh nya,dia tidak menjawab dan malah menghilang begitu saja!Ayo segera persiapkan segala sesuatu nya,hari ini adalah hari peringatan kematian Liodra!Ayo bangun Ayu!"Putera mahkota terlihat sangat tergesa-gesa bangun dan bersemangat untuk pergi berziarah ke makam Liodra.
"Ya, baiklah Yang Mulia!"Kata Neneng dengan lemas.
...----------------...
Neneng terlihat resah menunggu Sri yang sudah berjanji akan kembali cepat tadi malam, namun sampai apel pagi berakhir Sri masih belum pulang juga, padahal hari ini adalah hari peringatan kematian tunangan Putera mahkota dan biasa nya putra mahkota akan mengadakan acara ziarah ke makam Liodra yang berada masih dilingkungan istana dekat kediaman nya dahulu.
Sekitar waktu matahari naik sepenggal, Putra mahkota dengan dikawal para ajudan serta para abdi dalem milik nya berjalan beriringan menuju bekas kediaman Liodra saat ia sudah bersiap menjadi Puteri mahkota dulu,disanalah biasa nya Putera mahkota melepaskan rindu jika ia ingin mencurahkan segala kesedihan nya sepeninggal Liodra, wanita yang paling ia cintai.
Para penjaga membuka pintu istana tersebut dan Putera mahkota pun bersiap masuk, namun betapa terkejutnya semua orang dengan apa yang mereka lihat di dalam sana, seorang wanita tergantung tepat di depan pintu kamar Liodra,ia sudah tak bernyawa dengan tali yang masih melilit di lehernya.
,,
Bersambung
di tunggu komen,like dan subscribe nya ya,
🥰
__ADS_1