MBOK AYU

MBOK AYU
Mbok Ayu ku


__ADS_3

Kini Neneng mulai mengikuti kelas bersama para Pangeran, meskipun dia hanya seorang Putri angkat dan satu satunya perempuan diantara para pangeran, namun ia begitu cepat beradaptasi dan disukai para pangeran yang lain, kecuali Pangeran Duma tentu nya.


Ia begitu sinis kepada Neneng dan selalu berusaha menempatkan Neneng di dalam masalah, namun Neneng yang pintar selalu bisa membela dirinya dan tidak pernah terpengaruh oleh sikap orang orang yang tidak menyukainya.


"Raden Ayu! setelah ini ayo ikut dengan ku keluar istana, Aku akan mengajak ke suatu tempat yang sangat menyenangkan,kamu pasti akan menyukainya!"Kata Pangeran Agung Airlangga dengan sikap centil dan selalu mencari perhatian nya.


"Benarkah?! kemana?! kapan kita berangkat, Pangeran Agung?!"Bukannya menolak,Neneng malah terlihat girang mendapatkan ajakan dari Pangeran Agung Airlangga, dengan sikapnya yang pecicilan Neneng melompat lompat kegirangan tanpa berhenti berceloteh dan bercanda dengan Pangeran yang lain.


"Jangan macem-macem Airlangga, jangan kau bawa dia untuk mengikuti jejak mu yang kacau itu!"


Cegah Pangeran Agung Satria sambil merangkul leher Pangeran Agung Airlangga dengan lengan nya seperti hendak dicekik.


"Aduh,aduh,sakit Kak!Gak macem macem kok! cuma satu macem aja, yaitu bersenang-senang! Hwahahha!"Ucap Pangeran Agung Airlangga sambil tos dengan Neneng, mereka bercanda canda sampai tak berhenti tertawa tawa.


"Brukk!"


Karena tak bisa diam sambil berjalan mundur, tubuh Neneng menabrak seseorang hingga ia hampir terjatuh.


"Ya ampun,bisa lihat lihat gak sih kalau jalan!"Ucapnya kesal sambil menepuk nepuk baju nya yang kotor, namun ia heran kenapa para Pangeran langsung memberi hormat kepada orang yang menabrak nya baru saja.


"Salam Putera Mahkota!"Ucap mereka serempak.


Neneng cukup terkejut dan malu begitu nama itu disebut,ia segera bangkit lalu ikut memberi hormat.


"Kamu tidak apa apa, Raden Ayu!?makanya kalau jalan itu yang bener, jangan sambil kecentilan seperti itu!"Ucap Putra mahkota sambil melirik baju Neneng yang terlihat kotor.


"Maafkan saya Yang Mulia!"Ucapnya sambil terus membungkuk,ia tak berani menatap Putera mahkota yang malah menatap nya dengan tajam.


"Waw,waw waw!ada apa gerangan Putera mahkota yang terhormat datang menyambangi kami disini? bukankah seharusnya Anda sedang sibuk dengan urusan kenegaraan pada jam segini?"


Sindir Pangeran Duma mencari masalah,dia akan berusaha memanas manasi keadaan,dia tahu tujuan putera mahkota datang ke istana para pangeran, seperti nya dia sedang rindu kepada seseorang yang tinggal disana.


"Apa Aku tidak boleh berkunjung dan bertemu adik adik ku? lagipula Aku tidak butuh izin dari mu untuk datang kapan pun dan kemanapun,Duma!"Putera mahkota terlihat kesal dengan sikap yang ditunjukkan oleh adik tirinya tersebut.


"Tentu saja Yang Mulia,itu adalah hak anda!


Ah,iya! hampir saja aku lupa ingin menanyakan sesuatu kepada mu, Pangeran Agung Satria!tadi malam aku melihat mu keluar dari kamar Raden Ayu,apa yang kalian lakukan malam malam seperti itu?!"Tanya Pangeran Duma kepada Pangeran Agung Satria dengan begitu sinis,sepertinya ia sengaja memanfaatkan keadaan agar Putra mahkota marah kepada adiknya.


Semua mata tertuju ke arah Pangeran Agung Satria dan Neneng, seakan mereka ikut bertanya apakah yang dikatakan pangeran Duma itu benar adanya?dan apa yang mereka lakukan malam malam dalam di kamar yang sama?!


"Apa Kamu yakin hanya melihat Kakak ku yang keluar dari kamar itu semalam?"Tanya Pangeran Agung Susena sambil melipatkan kedua tangannya di atas dada nya.


"Aku yakin!"Jawab Pangeran Duma dengan percaya diri.

__ADS_1


"Ah, berarti kamu mengintip tidak sampai akhir Pangeran Duma, sebenarnya semalam kami semua berada di kamar Raden Ayu untuk mengadakan pesta penyambutan,kamu juga di undang,tapi sepertinya Kamu tidak peduli,jadi akhirnya kami memulai pesta tanpa mu malam tadi, sayang nya Kakak ku pulang lebih awal karena mendapatkan panggilan dari istana paduka Raja, padahal jika kamu semalam masuk ke kamar Raden Ayu, pesta masih terus berlanjut!"Kata Pangeran Agung Susena memberikan kesaksian.


Raut wajah Pangeran Duma seketika berubah,dia terlihat kesal dan marah.


"Kau jangan mengada-ada Susena, anak kecil malah sok sok an membela orang yang salah, jangan karena dia adalah Kakak kandung mu,kau sampai membela nya dan berbohong seperti itu!"


"Jika kau tak percaya,kau tanyakan lah pada mereka!"


Kata Pangeran Agung Susena dengan santainya.


"Iya,itu benar Kanda! bahkan aku ikut pesta semalam!kami mengadakan permainan bersama, pokok nya seru,,!"


Pangeran Gunta ikut mengiyakan kesaksian Pangeran Agung Susena.


Namun sepertinya Pangeran Duma masih tidak percaya,ia menoleh ke arah Pangeran Arjuna seakan bertanya juga kepada nya.


"Ya,Aku juga ada disana!"Jawabannya begitu singkat, Pangeran Arjuna memang pendiam dan berkarakter tenang.


Pangeran Duma terlihat kesal dan marah, atau lebih tepatnya malu karena tuduhan nya tidak berdasar.


Akhirnya Ia pergi begitu saja menuju kediaman Ibunya.


Mereka semua tertawa terbahak-bahak begitu pangeran Duma pergi.


"Lalu kenapa Aku tidak di undang?!"Tanya Putera mahkota membuat suasana kembali kaku.


Pangeran Agung Airlangga selalu memiliki jawaban meskipun pertanyaannya sesulit apapun.


"Meskipun Aku seorang putera mahkota,tapi Aku tetap lah saudara tertua kalian,jadi aku juga harus dilibatkan dalam setiap acara yang diadakan di istana para Pangeran dan seharusnya Aku yang pertama harus di undang oleh Tuan rumah!"Ucapnya sambil menatap ke arah Neneng.


Sedangkan orang yang ditatap nya malah jadi salah tingkah,dia menggaruk kepalanya meskipun tidak gatal.


"Sebagai penghuni baru istana ini, kamu sudah tidak menghargai ku sebagai putera mahkota,dan kamu harus mendapatkan hukuman yang setimpal!"Ucap putera mahkota sambil menyeret tubuh Neneng agar menjauh dari para saudara nya, ia ingin menumpahkan kerinduan yang membuncah di dadanya setelah beberapa hari tidak melihat wajah sang mantan pelayan nya itu.


"Sepertinya kamu lebih senang tinggal bersama mereka dibandingkan tinggal dengan ku!"Kata putera mahkota sambil berjalan jalan di tepi kolam favoritnya.


Neneng hanya diam tanpa menjawab nya,dia bingung harus mengatakan apa,dia terlihat kikuk dan salah tingkah sambil sesekali melirik ke arah Putera mahkota yang tengah memberi makan ikan ikan peliharaannya.


"Bagaimana menjadi seorang Tuan Puteri, apa kamu menyukainya?"Tanya nya sambil tersenyum ke arah Neneng,dia terlihat begitu tampan, membuat jantung Neneng berdetak begitu kencang.


Neneng segera memalingkan wajahnya, ia takut perasaan terlihat begitu kentara,ia memejamkan matanya dan menggigit bagian bawah mulut nya tanpa di lihat sang putera mahkota.


"Apa kamu baik baik saja?!"putera mahkota terlihat sangat khawatir melihat Neneng yang terlihat resah,dia pikir Neneng memiliki masalah atau dia sedang tidak enak badan.

__ADS_1


Dia menghampiri Neneng dan menarik tangan nya agar tubuhnya menjadi lebih dekat dengan dirinya.


Kemudian dia menempelkan telapak tangan di dahi Neneng, namun Neneng segera mundur dan menepis tangan putera mahkota kemudian berbalik bermaksud untuk lari menghindar,dia takut ada orang yan yang melihat nya dan menjadi gosip yang tidak tidak.


Namun tiba-tiba saja,


"krepp!"


Putera mahkota malah menarik tubuh Neneng dengan cukup keras hingga tubuh mereka berpelukan secara langsung, putera mahkota memeluk Neneng dari belakang dengan begitu erat nya.


"Jangan menghindari ku terus,kau tau,aku sudah tak kuat lagi menahan rindu!"Bisiknya begitu hangat terasa di telinganya sampai terasa berdesir dari ujung kakinya hingga ke ubun-ubun, inilah yang ia takutkan selama ini,ia takut tidak bisa menahan dirinya.


"Tolong lepaskan Yang Mulia! bagaimana jika ada yang melihat kita!"Neneng berusaha melepaskan diri, namun Putera mahkota semakin erat memeluk tubuh nya.


Putera mahkota malah menyuruh para pelayan nya untuk berbaris menghalangi mereka agar tidak terlihat oleh siapapun.


"Tidak akan ku lepaskan sebelum kamu menatap ku dengan tenang!"Ucapnya begitu serius.


Neneng berhenti berontak dan Putera mahkota mulai melonggarkan dekapan nya.


Mereka saling berhadapan dan saling menatap untuk beberapa saat.


"Anda kurang tidur lagi Yang Mulia!?"Tanya Neneng begitu melihat cekungan di bawah mata Sang Pangeran dan terlihat menghitam karena kurang tidur.


Neneng menyentuh pipi Putera mahkota dan mengelusnya,dia tak dapat menyembunyikan kekhawatirannya terhadap Pria yang satu ini, hati selalu terasa sesak jika terjadi sesuatu kepada nya.


Putera mahkota mengangguk dengan mimik manjanya,ia berusaha mencari simpati gadis kecil dihadapan nya yang akhir akhir ini sudah berhasil membuat nya gelisah jika tidak melihatnya walaupun sedetik.


"Anda masih sering bermimpi tentang Nona Liodra?!"Tanya Neneng mencari penyebab kegelisahan Sang Putera mahkota.


Dia menggelengkan kepalanya, dengan raut mukanya yang merengut ,ia menyentuh rambut Neneng dan membelainya manja.


"Sosok itu sudah hilang dan kini setiap malam aku memimpikan seorang gadis yang ikut menghilang juga dari dekat ku,itu yang selalu membuat ku gelisah setiap malam!"Ucapnya sambil menatap Neneng dengan tatapan penuh cinta.


"Siapa?biar aku carikan untuk Anda Yang Mulia, agar dia tetap ada di dekat mu!"Ucap Neneng polos.


"Kau! Kaulah yang selalu membuatku gelisah, Mbok Ayu ku!"


Putera mahkota semakin mendekati wajah Neneng dan meraih bibir nya yang merona,mulut mereka saling berpagut, bersentuhan dan saling membalas, melelehkan kerinduan dan keresahan hati mereka, dengan kelembutan,pelan, namun pasti,hati mereka bersatu, bahkan Neneng tak dapat menahan dirinya lagi.


Tanpa mereka sadari, empat pasang mata melihat adegan romantis tersebut.


Pangeran Agung Satria memalingkan wajahnya karena tak kuat menahan sakit hati yang membuncah di dadanya,ia begitu patah hati melihat adegan tersebut, begitu juga Pakde Karwo,ia langsung menundukkan wajahnya karena tidak pantas baginya melihat hal yang bersifat privasi yang dilakukan anggota keluarga kerajaan, sedangkan Paduka Raja dan Kanjeng Ratu terlihat terkejut dan bingung harus bagaimana

__ADS_1


Sebelum mereka bertanya dan memutuskan tentang perjodohan Putera keduanya, yaitu Pangeran Agung Satria dengan Neneng, kini mereka bahkan sudah memiliki jawaban atas keraguan mereka mengenai perasaan Neneng yang sesungguhnya.


Paduka Raja dan Kanjeng Ratu berbalik menatap Pangeran Agung Satria yang terlihat sangat patah hati, begitu terlihat raut kekecewaan di wajah nya, sebagai orang tua tentunya mereka merasa iba.


__ADS_2